SELAMAT DATANG DAN SELAMAT MENIKMATI, SEMOGA BERMANFAAT

Jumat, 22 Juli 2011

THE POWER OF  FITRI
Tidak ada manusia yang tidak menginginkan kekuatan (Power), karena kekuatan mendasari manusia untuk bisa survive dalam kehidupan,bahkan dengannya bisa mempengaruhi,memimpin bahkan menguasai orang lain. Namun sejatinya yang dibutuhkan diri manusia adalah kekuatan fitri ,kekuatan sejati yang menyadarkan,mendorong dan mengajarkan pada potensi diri yaitu kebaikan. Sesungguhnya Rasul SAW bersabda,” setiap manusia lahir dalam keadaan fitrah…..”. Fitrah menurut para ulama artinya Islam,atau berserah diri pada tata aturan (syariat) ALLAH.  Pada dasarnya jiwa manusia itu sempurna, memiliki kemampuan membedakan yang buruk dari yang baik, memiliki kecenderungan pada agama yang benar, dan fitrah dasar manusia itu dapat dilihat pada bayi yang baru lahir, simpatik, menarik, lugu dan jujur.  Semua aspek yang ada pada bayi itu menarik hati, tangisnya, geraknya bahkan pipisnya. Tak ada seorangpun yang marah jika dipipisi bayi, namun kemudian berkembang dalam kehidupannya dia mulai terpengaruh pada lingkungan yang mengajari untuk berprilaku menyimpang dari tatanan syariat, sebagaimana kelanjutan sabda beliau…”maka orangtua merekalah yang mengajarkan (berpola kehidupan) yahudi,nasrani dan majusiy” (HR Muslim). Gambaran penyimpangan syariat ketiga golongan ini termuat lengkap dalam Alqur’an maupun sunnah.
Penyimpangan itu dimulai tatkala manusia lebih cenderung mengikuti hawa nafsunya. Jika sudah demikian maka dibutuhkan upaya untuk menemukan kembali kekuatan fitrah yang selalu menjaga dirinya dari pengaruh buruk hawa nafsu maka Allah mentarbiyah kita dengan puasa, ibadah puasa dengan segala kelengkapannya dapat secara perlahan-lahan mengembalikan penyimpangan itu mendekat kepada fitrahnya yang jujur dan simpatik.
Dalam berpuasa diajarkan untuk rendah hati kepada sesama, kembali tekun beribadah,banyak memberi kepada orang lain, tidak berkata-kata kecuali yang benar, tidak melihat dan tidak mendengar kecuali sesuatu yang halal. Bohong, bergunjing, gosip, fitnah, adu domba, bertengkar, maksiat dan semua yang tercela secara keras tidak boleh dikerjakan selagi dalam bulan puasa dan juga di luar bulan puasa. Jika itu semu diperhatikan maka seorang yang sudah sangat menyebalkan bisa berubah menjadi simpatik kembali.
Saudaraku, mitraniaga Ahad-net,  marilah dibulan yang fitri ini kita mengambil pelajaran dari metamorfosa ulat bulu yang menjijikkan . Ketika ia bertekad untuk berpuasa dengan masuk ke dalam kepompong, dan di dalam kepompong selama tiga puluh enam hari hanya berzikir, maka ketika keluar dari kepompong, ia sudah berubah total dari ulat bulu yang menjijikkan menjadi kupu-kupu yang indah mengundang kekaguman karena keelokannya. Kini saatnya kita kembali ke fitri karena sesungguhnya THE POWER OF FITRI bergantung dengan Penjagaan Puasa kita. Wallahu alam bishowab
(jos: interview with ust.SH)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mau membaca, dengan segala kerendahan hati mohon diberikan komentar,semoga dapat bermanfaat