SELAMAT DATANG DAN SELAMAT MENIKMATI, SEMOGA BERMANFAAT

Jumat, 22 Juli 2011

KHUTBAH IDUL FITHRI 1 Syawal 1431 H, 10 september 2010
MAKNA KEMBALI KE FITRI
Di Sampaikan Oleh : J. O. S.

ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻣﻥ ﺍﻠﺮﺤﻴﻢ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اللهُ أكْبَرُ × 9
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً، لاَ إِلَهَ إِلاًّ اللَّهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلَهَ إِلاًّ اللَّهُ اللهُ أكْبَرُ، الله أكبر وَللهِ الْحَمْدُ.
الحمد لله المعز الإسلام بنصره، ومذل الشرك بقهره، ومصرف الأمور بأمره، ومستدرج الكافرين بمكره، الذي قدر الأيام دولاًً بعدله، وجعل العاقبة للمتقين بفضله.
والصلاة والسلام على من أعلى الله منار الإسلام بسيفه.
 أَشْهَدُ ألاَّ إِلَهَ إِلاًّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهم صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مَنْ سَنَّ بِقَوْلِهِ: « أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا أَلاًَ كُلُّ شَيْءٍ مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ تَحْتَ قَدَمَيَّ مَوْضُـوعٌ »، وَعَلىَ آلِهِ وَأصْحَابِهِ وَمَنْ وَالاَهُ..
أما بعد، } أيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لاَ يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلاَ مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلاَ تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلاَ يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ {،
Pertama-tama marilah kita panjatkan Puji dan syukur kepada Allah SWT. Atas ridho dan nikmatnya sehingg kita masih bisa menikmati kehadiran Ramadhan. Bulan yang kehadirannya senantiasa ditunggu-tunggu, dan kepergiannya dilepas dengan berat hati.
Berakhirnya bulan Ramadhan seperti biasa kita sambut dengan sedih dan gembira, sedih manakala kita sadar bahwa kita belum maksimal menggunakan kesempatan emas untuk melipatgandakan ibadah di bulan yang istimewa itu, dengan segala keterbatasan kita. Namun selain itu, kita juga bersyukur masih diberikan kesempatan untuk menjalani ibadah bulan Ramadhan hingga tuntas dan mengkhirinya dengan bersama-sama melaksanakan salat idul fitri saat ini. Mudah-mudahan kita juga termasuk hamba-Nya yang pandai bersyukur atas karunia kesehatan dan kebahagiaan yang dibeikan kepada kita , karena seringkali kita lupa akan karunia Allah ini.
Dapat kita bayangkan kondisi saudara-saudara kita lainnya yang tidak seberuntung kita semua pada saat ini ….dimana ada saudara kita yang terbaring sakit sehingga tidak dapat menunaikan ibadah puasa dan shalat ied.mari kita doakan mereka diberi kesembuhan,
 Ada pula kaum Muslimin yang harus merayakan  Idhul Fitri, jauh dari sanak saudara, karena tidak bisa mudik untuk bertemu dengan orang yang tercinta.
 Ada pula kaum Muslimin harus merayakan lebaran ini ditenda tenda  pengungsian.karena harta dan rumahnya habis dilanda bencana.smoga Allah berikan kesabaran pada mereka.
Sungguh beruntung kita semua disini karena Allah memberikan kemudahan dan kebahagiaan bagi kita semua. Sebagai rasa syukur itu, kita kumandangkan takbir, tahmid dan tahlil, baik sendiri-sendiri maupun berkelompok, mengagungkan asma Allah, sekaligus melaksanakan perintahNya:
ﻗﺩﺃﻔﻠﺢ ﻣﻦ ﺗﺰﻛﻰ ﻭﻨ ﻛﺮﺍﺳﻢ ﺭﺒﻪ ﻓﺻﻠﻰ
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), Dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang.” (Al-A’la, 14-15)
 ﻭﺍ ﻨ ﻛﺮﺍﺳﻢ ﺭِﺒﻚ ﺑﻛﺮﺓ ﻭﺃﺻﻴﻼ
“Dan sebutlah nama Tuhanmu di waktu pagi dan petang.” (Al-Insan, 25)

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar,
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar,
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar,
laa ilaha illa Allahu akabar.
Allahu akbar wa Lillah ilhamd

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah !
Ramadhan baru saja berlalu. Pelajaran apa yang dapat kita peroleh?
Mari kita umpamakan Ramadhan ini sebagai sebuah sekolahan. Kita sebut sekolahan ini dengan nama “madrasah Ramadhan”.  Sebuah madrasah dengan waktu singkat dengan materi padat dan bagi yang lulus mendapat gelar mutaqqin (orang yang bertaqwa).
Namun tidak sedikit yang gagal dari madrasah ini karena ia salah dalam menetapi tujuan dalam belajar di madrasah ini,mereka tidak memperoleh berkah dan ampunan di bulan ramadhan melainkan hanya lapar dan haus,sebagaimana sabda nabi :
ﻛﻡ ﻤﻦ ﺻﺎﺋﻡ ﻠﻴﺲ ﻠﻪ ﻤﻦ ﺻﻴﺎﻤﻪ ﺇﻻ ﺍﻠﺟﻭﻉ ﻭﺍﻠﻌﻄﺵ
“Berapa banyak orang yang berpuasa, namun yang diperolehnya dari puasanya itu
hanyalah lapar dan dahaga saja.” (HR Khuzaimah dan Thabrani)
Ini karena orang-orang tersebut gagal memahami tujuan dari puasa, dan menjadikan ibadah puasa dengan segala syarat dan kewajibannya saja. Seolah-olah puasa itu hanyalah berkaitan dengan aktivitas fisik, yaitu menahan lapar dan dahaga, padahal puasa sebagaimana ibadah-ibadah lainnya adalah juga aktivitas hati dan jiwa, dimana hati kita juga mesti ikut merasakan puasa

Allâhu Akbar 3X, WaliLlâhilhamd
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah swt. Ramadhan telah berlalu.
 Entah dia akan menjadi saksi yang meringankan kita atau justru  akan menjadi saksi yang memberatkan.

“Puasa dan Al-Qur'an akan memberi syafaat bagi hamba pada hari kiamat. Puasa
berkata, 'Ya Rabbi, aku mencegahnya makanan dan syahwat, maka berilah aku syafaat
karenanya.' Al-Qur'an berkata, 'Aku mencegahnya tidur pada malam hari, maka berilah aku syafaat karenanya'. Beliau bersabda, 'Maka keduanya diberi syafaat',”
(Diriwayatkan Ahmad)

Semoga Al-Qur'an dan puasa memintakan syafaat bagi kita pada hari kiamat kelak. Amin.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd…
Saudaraku Kaum Muslimin rahimakumullah…
Tidak ada ajaran bahwa kita wajib mentaati Allah dan rasulNya hanya di bulan Ramadhan saja, setelah itu kita kembali berbuat dosa. Ramadhan sebagai titik tolak kembali ke fitrah sejati. Bahwa dari Ramadhan kita bangun komitmen ketaatan seumur hidup seperti ketaatan selama Ramadhan. Dalam surah An Nahl 92, Allah berfirman:
وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا
“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali”.

Ini sebuah pelajaran yang sangat mahal. Allah merekam kisah seorang wanita yang hidupnya sia-sia. Dari pagi sampai sore ia hanya memintal benang. Sore hari ketika pintalan itu selesai, ia cerai-beraikan kembali. Perhatikan! Allah melarang agar akhlak wanita tersebut tidak terulang kembali. Bahwa perbuatan sia-sia adalah kerugian yang nyata. Karena itu Nabi saw. selalu mengingatkan agar kita selalu istiqaamah. Ketika salah seorang sahabatnya minta nasihat yang bisa dijadikan pegangan seumur hidupnya, Nabi menjawab: qul aamantu billahi tsummastaqim(katakan aku beriman kepada Allah dan beristiqamahlah).
Dalam hadist lain Nabi saw. juga sering mengingatkan sahabat-sahabatnya: laa takun mitsla fulaan, kaana yaquumullaili tsumma taraka (jangalah kamu menjadi seperti fulan, tadinya ia selalu bangun malam, tapi sayang ia kemudian meninggalkannya). Demikianlah, setiap tahun kita menjalani ibadah Ramadhan dengan penuh semangat siang dan malam: siangnya kita berpuasa, malamnya kita tegakkan shalat malam, tetapi benarkah nuansa ketaatan itu akan terus bertahan seumur hidup kita? Atau ternyata itu hanya untuk Ramadhan? Berapa banyak orang Islam yang selama Ramadhan rajin ke masjid, tetapi begitu Ramadhan habis, seakan tidak kenal masjid lagi. Berapa banyak orang Islam yang selama Ramadhan rajin membaca Al Qur’an, tetapi begitu Ramadhan selesai, Al Qur’an dilupakan begitu saja. Mirip dengan kisah wanita yang Allah ceritakan di atas. Selama Ramadhan ketaatan dirangkai, begitu Ramadhan habis, semua ketaatan yang indah itu dicerai beraikan kembali.

Waktu melatih diri telah selesai.  Masuklah kita kepada praktek sehari-hari. Mampukah kita
mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi kita yang telah kita raih di Ramadhan? Apakah kita kembali lagi menjadi pecundang (loosers), orang yang kalah?
Jika kita kalah, bagaimana mengharapkan orang lain untuk menang? . Dimana hilangnya kesabaran kita? Kemana larinya kemampuan kita untuk melakukan puasa dan shalat lail? Ternyata kita hanya menjadi seorang Ramadhani saja,yaitu orang yang mengingat Allah kala Ramadhan saja. diantara orang salaf ada yang berkata:
Seburuk-buruk orang ialah yang tidak mengenal Allah kecuali pada bulan Ramadhan.
Maka jadikanlah diri anda seorang Rabbani, dan jangan menjadi Ramadhani.”

Mudah-mudahan kita termasuk orang yang lebih baik dari itu. Mudah-mudahan Ramadhan ini
membekas di hati kita dan kebiasaan-kebiasaan baik yang telah kita lakukan di bulan Ramadhan ini menjadi tetap. Jika tidak 100% melekat, mungkin sekian persen saja. Mudah-mudahan kita masih diberi kesempatan untuk melakukan sekolah Ramadhan lagi di tahun depan. Dan mudah-mudahan kita dapat lebih baik lagi.

Allâhu Akbar 3X, WaliLlâhilhamd
Ma'âsyira al-Muslimîn Rahimakumullâh,
Hari ini kita masuk ke bulan Syawal dan merayakan Idul Fitri. Hari ini kita kembali kepada fitrah yang suci, kembali kepada lembaran yang bersih. Semuanya ini dalam rangka meningkatkan taqwa kita. Membersihkan hati kita ini semata-mata hanyalah ibadah kepada Allah swt. Dalam sebuah kata-kata hikmah dikatakan:

ﻠﻳﺱﺍﻠﻌﻳﺩ ﻠﻣﻦ ﻠﺒﺱ ﺍﻠﺟﺩﻳﺩ ﺇﻨﻣﺎ ﺍﻠﻌﻳﺩ ﻠﻣﻦ ﻁﺎﻋﺘﻪ ﺗﺰﻳﺩ

Bukanlah yang disebut hari raya itu hanya untuk orang yang berpakaian baru saja, atau
alat parabot rumah tangga yang baru saja. Tapi yang dinamakan hari raya itu adalah
bagi orang yang bertambah taatnya kepada Allah swt.
Artinya, ied bukanlah semata-mata perayaan fisik dengan segala kemewahannya, melainkan merupakan perayaan batiniah/spiritual, yiatu berupa bertambahnya semangat beribadah kepada Allah SWT. Dan ini adalah bukti dari membekasnya Ramadhan dalam diri kita.

Allâhu Akbar 3X, WaliLlâhilhamd
Ma'âsyira al-Muslimîn Rahimakumullâh,
Selain melestarikan Hablum Minallah, Idul Firti ini juga berfungsi sebagai sarana Hablum Minannas, sebagaimana telah diajarkan oleh Rasulullah saw. Maka hendaklah kita saling maaf memaafkan secara lahir dan batin, atas segala perbuatan kita yang telah lalu.
Sebagai seorang manusia, kita tidak bisa lepas dari sifat salah dan lupa. Kita adakan Silaturrahmi
kepada sanak famili, kita ajak putra-putri kita kepada famili agar saling mengenal sehingga kita
dapat memberi nasihat menuju kebenaran. Di samping itu, kita juga bersilaturrahmi kepada orang-orang Muslim dimana saja berada. Tersebutlah dalam hadist Rasulullah saw:
Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ialah pahalanya orang yang berbuat baik dan menyambung kefamilian, yakni silaturrahmi. Dan yang paling cepat mendatangkan kejahatan, ialah siksaan orang yang berbuat jahat dan memutuskan hubungan (kekeluargaan)”. (HR. Ibu Majah)

Allahu Akbar 3x
Detik demi detik itu akan terasa harganya andaikata sudah hilang, sholat subuh tadi tidak akan terulang lagi, kita akan menyesal kalau tadi tidak sungguh-sungguh berusaha untuk khusu.
Detik demi detik ini penuh rahasia , saat ini kita bersama-sama menunaikan sholat id, apakah yakin detik besok kita masih bisa bernafas, belum tentu. Sekarang tersenyum, berpegangan tangan di rumah, apakah detik selanjutnya masih bisa tersenyum? Boleh jadi itulah senyuman yang terakhir untuk selama-lamanya. Orang yang tahu betapa mahalnya detik, betapa mahalnya kesempatan, tidak mau disia-siakan. Setiap saat adalah amal sholeh kita, tidak boleh detik kita isi dengan amal salah, karena siapa tahu pada saat berbuat salah, malaikat maut menjemput.
Ma'âsyira al-Muslimîn Rahimakumullâh,
Marilah kita sama-sama menundukkan kepala dan hati kita, berharap Allah swt menurunkan ridho-Nya kepada kita, menerima segala amal ibadah kita selama ini…
Duhai ya Allah yang Maha Menatap, wahai yang Maha Tahu apapun yang kami lakukan
Engkau menyaksikan setiap dosa yang kami perbuat,
Engkau menatap setiap maksiat yang kami lakukan, tiada rahasia bagi-Mu ya Allah ,
Engkau tahu kotornya pikiran kami,
Engkau tahu setiap lirikan mata ini ,
Engkau mendengar setiap ghibah, fitnah, dusta yang keluar dari mulut kami,
Engkau Maha Tahu hati kami jarang ikhlas, jarang amal perbuatan kami karena Engkau,
Engkau Maha Tahu hati kami penuh kesombongan, mendustakan kebenaranmu, menghina hamba-hambamu, Engkau pun tahu ya Allah hati kami penuh kendengkian, tidak suka memberikan nikmat kepada orang yang tidak kami sukai, penuh rencana busuk hati kami ini ya Allah,
Engkau maha tahu sholat kami jarang sekali khusu,
Engkau lebih tahu tentang apa yang kami sembunyikan selama ini,
Ya Robbi, kami mengaku diri kami makhluk hina, dibalik pakaian ini tersimpan hati yang dengki, tubuh yang penuh dosa, kami mengaku kepadamu ya Allah, apapun diri kami, di hari yang suci ini, di hari yang fitri ini tetap ingin dekat denganmu, ingin merasakan senangnya hidup dicintai oleh-Mu robb,
Sehina, sekotor apapun diri ini aku ingin tetap bisa pulang kepadamu ya Allah,
Bulan ramadhan adalah bulan janji darimu. Engkau akan mengampuni, tolonglah ya Allah, kami tidak ingin menghadap-Mu dalam gelimang dosa , kami tidak mau mati dengan menyembunyikan aib-aib selama ini, kami ingin mati bersih ya Allah, kami ingin saat ajal kami datang, tubuh, pikiran, hati ini sudah engkau bersihkan.
Allahummaj al na mina tawabiiin waj alna minalmutatatohirin.
Ampuni kami di hari yang fitri ini ya Allah, Engkau Maha Pengampun, biar benar-benar bersih dosa kami, lembut hati kami diliputi sejuta kasih sayang.
ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺇﻧﻚ ﻋﻔﻭﱞ ﻛﺮﻳﻡ ﺗﺤﺐ ﺍﻠﻌﻔﻭ ﻔﺍﻋﻒ ﻋﻧﺎ
Engkau yang maha pemaaf Ya Robbi, ampuni, sayangi dan selamatkan ibu bapak kami, orang tua kami, darahdaging nya ada pada tubuh kami, jadikan ramadhan kemarin benar-benar ramadhan yang dapat menyelematkan dan membahagiakan ibu bapak kami,
Selamatkan saat akhir hayatnya, dikuburnya diakhirat kelak, Engkaulah pemberi keselamatan, ya Salaam,
Ya Allah ampuni dan muliakan guru-guru kami, para ulama, kekasih-kekasih-Mu yang terus menerus berusaha agar kami dekat dengan-Mu tanpa pamrih , muliakan ya Allah, selamatkan kelauarga dan keturunannya,
Robbana hablana min azwa jina wa dzurriiyatina qurrota a’yun, waj alna lil muttaqiina imama
Wahai yang menentukan setiap pasangan pendamping hidup, pilihkan yang terbaik bagi yang merindukannya, berikan pernikahan penuh berkah, rumah tangga sakinah, berikan kami keturunan yang sholeh sholehah, hiasi cinta dalam keluarga kami cinta karena Engkau ya Allah, jangan biarkan cinta membuat kami jauh darimu.
Ya Robbi, kami hidup di dunia ini tidak mau terkecoh oleh tipu daya dunia, luruskan niat kami ya Allah di dalam aktifitas dunia ini, jadikan hanya karena Engkau, jadikan detik demi detik nya hanya sibuk karena Engkau, hanya untukmu ya Allah,
Titipkan harta dunia pada kami yang tidak menjadikan fitnah bagi kami, dan menjadi jalan pendekat dengan-Mu, manfaat bagi ummat-Mu.
Ya Allah hari ini hari yang suci dan bersih, kami tiada tahu akan jumpa lagi atau tidak dengan ramadhan tahun depan, kami mohon kepada-Mu bimbing kami ya Allah agar tidak sia-sia dalam menjalani sisa umur kami.
Terima kasih ya Allah, atas nikmat yang telah Engkau limpahkan kepada kami dan keluarga kami, semoga kami termasuk hamba-Mu yang bersyukur, amin

Ma'âsyira al-Muslimîn Rahimakumullâh,

Mudah-mudahan idul fitri kali ini merupakan momentum buat kita untuk meningkatkan kualitas ibadah kita, sehingga kita akan merasa semakin dekat kepada Allah SWT, dan semoga pula akan meningkatkan kepedulian kita terhadap sesama.
Kami pribadi mohon maaf lahir dan batin, andaikata kami terdapat kesalahan dan kehilafan dalam tingkah laku maupun ucapan. Sudilah kiranya dimaafkan dengan setulus hati. Dan semoga kita selalu mendapat taufiq dan hidayah dari Allah dan berbahagia dunia sampai di akhirat. Akhirnya, marilah kita menundukkan hati kita ke hadirat Allah SWT, memohon ridha dan perkenanNya, mudah-mudahan Allah mempertemukan kita dengan ramadhan mendatang.

ﺒﺎﺮﻚ ﺍﷲ ﻠﻰ ﻮﻠﻛﻢ ﺒﺎﻠﻗﺮﺁﻥ ﺍﻠﻌﻅﻳﻢ ﻮﻧﻔﻌﻨﻲ ﻮﺇﻳﺎﻛﻢ ﺒﻣﺎ ﻔﻳﻪ ﻣﻥ ﺍﻷﻳﺎﺖ ﻮﺍﻠﻧ ﻛﺮ ﺍﻠﺣﻛﻳﻢ ﻮﺗﻗﺑﻝ ﻣﻨﻲ ﻮﻣﻧﻛﻢ ﺗﻼﻮﺗﻪ ﺇﻨﻪ ﻫﻮ ﺍﻠﺴﻣﻳﻊ ﺍﻠﻌﻠﻳﻢ


Wabillahitaufik wal hidayah,
ﻮﺍﻠﺴﻼﻡﻋﻠﻴﻛﻡﻮﺮﺤﻤﺔﺍﷲ ﻮﺒﺮﻛﺎﺗﻪ
 KHUTBAH IDUL FITHRI 1 Syawal 1431 H, 10 september 2010
MAKNA KEMBALI KE FITRI
Di Sampaikan Oleh : JIHANA OKTAFIRA SIDDIQ

ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻣﻥ ﺍﻠﺮﺤﻴﻢ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اللهُ أكْبَرُ × 9
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً، لاَ إِلَهَ إِلاًّ اللَّهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلَهَ إِلاًّ اللَّهُ اللهُ أكْبَرُ، الله أكبر وَللهِ الْحَمْدُ.
الحمد لله المعز الإسلام بنصره، ومذل الشرك بقهره، ومصرف الأمور بأمره، ومستدرج الكافرين بمكره، الذي قدر الأيام دولاًً بعدله، وجعل العاقبة للمتقين بفضله.
والصلاة والسلام على من أعلى الله منار الإسلام بسيفه.
 أَشْهَدُ ألاَّ إِلَهَ إِلاًّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهم صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مَنْ سَنَّ بِقَوْلِهِ: « أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا أَلاًَ كُلُّ شَيْءٍ مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ تَحْتَ قَدَمَيَّ مَوْضُـوعٌ »، وَعَلىَ آلِهِ وَأصْحَابِهِ وَمَنْ وَالاَهُ..
أما بعد، } أيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لاَ يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلاَ مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلاَ تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلاَ يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ {،
Pertama-tama marilah kita panjatkan Puji dan syukur kepada Allah SWT. Atas ridho dan nikmatnya sehingg kita masih bisa menikmati kehadiran Ramadhan. Bulan yang kehadirannya senantiasa ditunggu-tunggu, dan kepergiannya dilepas dengan berat hati.
Berakhirnya bulan Ramadhan seperti biasa kita sambut dengan sedih dan gembira, sedih manakala kita sadar bahwa kita belum maksimal menggunakan kesempatan emas untuk melipatgandakan ibadah di bulan yang istimewa itu, dengan segala keterbatasan kita. Namun selain itu, kita juga bersyukur masih diberikan kesempatan untuk menjalani ibadah bulan Ramadhan hingga tuntas dan mengkhirinya dengan bersama-sama melaksanakan salat idul fitri saat ini. Mudah-mudahan kita juga termasuk hamba-Nya yang pandai bersyukur atas karunia kesehatan dan kebahagiaan yang dibeikan kepada kita , karena seringkali kita lupa akan karunia Allah ini.
Dapat kita bayangkan kondisi saudara-saudara kita lainnya yang tidak seberuntung kita semua pada saat ini ….dimana ada saudara kita yang terbaring sakit sehingga tidak dapat menunaikan ibadah puasa dan shalat ied.mari kita doakan mereka diberi kesembuhan,
 Ada pula kaum Muslimin yang harus merayakan  Idhul Fitri, jauh dari sanak saudara, karena tidak bisa mudik untuk bertemu dengan orang yang tercinta.
 Ada pula kaum Muslimin harus merayakan lebaran ini ditenda tenda  pengungsian.karena harta dan rumahnya habis dilanda bencana.smoga Allah berikan kesabaran pada mereka.
Sungguh beruntung kita semua disini karena Allah memberikan kemudahan dan kebahagiaan bagi kita semua. Sebagai rasa syukur itu, kita kumandangkan takbir, tahmid dan tahlil, baik sendiri-sendiri maupun berkelompok, mengagungkan asma Allah, sekaligus melaksanakan perintahNya:
ﻗﺩﺃﻔﻠﺢ ﻣﻦ ﺗﺰﻛﻰ ﻭﻨ ﻛﺮﺍﺳﻢ ﺭﺒﻪ ﻓﺻﻠﻰ
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), Dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang.” (Al-A’la, 14-15)
 ﻭﺍ ﻨ ﻛﺮﺍﺳﻢ ﺭِﺒﻚ ﺑﻛﺮﺓ ﻭﺃﺻﻴﻼ
“Dan sebutlah nama Tuhanmu di waktu pagi dan petang.” (Al-Insan, 25)

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar,
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar,
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar,
laa ilaha illa Allahu akabar.
Allahu akbar wa Lillah ilhamd

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah !
Ramadhan baru saja berlalu. Pelajaran apa yang dapat kita peroleh?
Mari kita umpamakan Ramadhan ini sebagai sebuah sekolahan. Kita sebut sekolahan ini dengan nama “madrasah Ramadhan”.  Sebuah madrasah dengan waktu singkat dengan materi padat dan bagi yang lulus mendapat gelar mutaqqin (orang yang bertaqwa).
Namun tidak sedikit yang gagal dari madrasah ini karena ia salah dalam menetapi tujuan dalam belajar di madrasah ini,mereka tidak memperoleh berkah dan ampunan di bulan ramadhan melainkan hanya lapar dan haus,sebagaimana sabda nabi :
ﻛﻡ ﻤﻦ ﺻﺎﺋﻡ ﻠﻴﺲ ﻠﻪ ﻤﻦ ﺻﻴﺎﻤﻪ ﺇﻻ ﺍﻠﺟﻭﻉ ﻭﺍﻠﻌﻄﺵ
“Berapa banyak orang yang berpuasa, namun yang diperolehnya dari puasanya itu
hanyalah lapar dan dahaga saja.” (HR Khuzaimah dan Thabrani)
Ini karena orang-orang tersebut gagal memahami tujuan dari puasa, dan menjadikan ibadah puasa dengan segala syarat dan kewajibannya saja. Seolah-olah puasa itu hanyalah berkaitan dengan aktivitas fisik, yaitu menahan lapar dan dahaga, padahal puasa sebagaimana ibadah-ibadah lainnya adalah juga aktivitas hati dan jiwa, dimana hati kita juga mesti ikut merasakan puasa

Allâhu Akbar 3X, WaliLlâhilhamd
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah swt. Ramadhan telah berlalu.
 Entah dia akan menjadi saksi yang meringankan kita atau justru  akan menjadi saksi yang memberatkan.

“Puasa dan Al-Qur'an akan memberi syafaat bagi hamba pada hari kiamat. Puasa
berkata, 'Ya Rabbi, aku mencegahnya makanan dan syahwat, maka berilah aku syafaat
karenanya.' Al-Qur'an berkata, 'Aku mencegahnya tidur pada malam hari, maka berilah aku syafaat karenanya'. Beliau bersabda, 'Maka keduanya diberi syafaat',”
(Diriwayatkan Ahmad)

Semoga Al-Qur'an dan puasa memintakan syafaat bagi kita pada hari kiamat kelak. Amin.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd…
Saudaraku Kaum Muslimin rahimakumullah…
Tidak ada ajaran bahwa kita wajib mentaati Allah dan rasulNya hanya di bulan Ramadhan saja, setelah itu kita kembali berbuat dosa. Ramadhan sebagai titik tolak kembali ke fitrah sejati. Bahwa dari Ramadhan kita bangun komitmen ketaatan seumur hidup seperti ketaatan selama Ramadhan. Dalam surah An Nahl 92, Allah berfirman:
وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا
“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali”.

Ini sebuah pelajaran yang sangat mahal. Allah merekam kisah seorang wanita yang hidupnya sia-sia. Dari pagi sampai sore ia hanya memintal benang. Sore hari ketika pintalan itu selesai, ia cerai-beraikan kembali. Perhatikan! Allah melarang agar akhlak wanita tersebut tidak terulang kembali. Bahwa perbuatan sia-sia adalah kerugian yang nyata. Karena itu Nabi saw. selalu mengingatkan agar kita selalu istiqaamah. Ketika salah seorang sahabatnya minta nasihat yang bisa dijadikan pegangan seumur hidupnya, Nabi menjawab: qul aamantu billahi tsummastaqim(katakan aku beriman kepada Allah dan beristiqamahlah).
Dalam hadist lain Nabi saw. juga sering mengingatkan sahabat-sahabatnya: laa takun mitsla fulaan, kaana yaquumullaili tsumma taraka (jangalah kamu menjadi seperti fulan, tadinya ia selalu bangun malam, tapi sayang ia kemudian meninggalkannya). Demikianlah, setiap tahun kita menjalani ibadah Ramadhan dengan penuh semangat siang dan malam: siangnya kita berpuasa, malamnya kita tegakkan shalat malam, tetapi benarkah nuansa ketaatan itu akan terus bertahan seumur hidup kita? Atau ternyata itu hanya untuk Ramadhan? Berapa banyak orang Islam yang selama Ramadhan rajin ke masjid, tetapi begitu Ramadhan habis, seakan tidak kenal masjid lagi. Berapa banyak orang Islam yang selama Ramadhan rajin membaca Al Qur’an, tetapi begitu Ramadhan selesai, Al Qur’an dilupakan begitu saja. Mirip dengan kisah wanita yang Allah ceritakan di atas. Selama Ramadhan ketaatan dirangkai, begitu Ramadhan habis, semua ketaatan yang indah itu dicerai beraikan kembali.

Waktu melatih diri telah selesai.  Masuklah kita kepada praktek sehari-hari. Mampukah kita
mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi kita yang telah kita raih di Ramadhan? Apakah kita kembali lagi menjadi pecundang (loosers), orang yang kalah?
Jika kita kalah, bagaimana mengharapkan orang lain untuk menang? . Dimana hilangnya kesabaran kita? Kemana larinya kemampuan kita untuk melakukan puasa dan shalat lail? Ternyata kita hanya menjadi seorang Ramadhani saja,yaitu orang yang mengingat Allah kala Ramadhan saja. diantara orang salaf ada yang berkata:
Seburuk-buruk orang ialah yang tidak mengenal Allah kecuali pada bulan Ramadhan.
Maka jadikanlah diri anda seorang Rabbani, dan jangan menjadi Ramadhani.”

Mudah-mudahan kita termasuk orang yang lebih baik dari itu. Mudah-mudahan Ramadhan ini
membekas di hati kita dan kebiasaan-kebiasaan baik yang telah kita lakukan di bulan Ramadhan ini menjadi tetap. Jika tidak 100% melekat, mungkin sekian persen saja. Mudah-mudahan kita masih diberi kesempatan untuk melakukan sekolah Ramadhan lagi di tahun depan. Dan mudah-mudahan kita dapat lebih baik lagi.

Allâhu Akbar 3X, WaliLlâhilhamd
Ma'âsyira al-Muslimîn Rahimakumullâh,
Hari ini kita masuk ke bulan Syawal dan merayakan Idul Fitri. Hari ini kita kembali kepada fitrah yang suci, kembali kepada lembaran yang bersih. Semuanya ini dalam rangka meningkatkan taqwa kita. Membersihkan hati kita ini semata-mata hanyalah ibadah kepada Allah swt. Dalam sebuah kata-kata hikmah dikatakan:

ﻠﻳﺱﺍﻠﻌﻳﺩ ﻠﻣﻦ ﻠﺒﺱ ﺍﻠﺟﺩﻳﺩ ﺇﻨﻣﺎ ﺍﻠﻌﻳﺩ ﻠﻣﻦ ﻁﺎﻋﺘﻪ ﺗﺰﻳﺩ

Bukanlah yang disebut hari raya itu hanya untuk orang yang berpakaian baru saja, atau
alat parabot rumah tangga yang baru saja. Tapi yang dinamakan hari raya itu adalah
bagi orang yang bertambah taatnya kepada Allah swt.
Artinya, ied bukanlah semata-mata perayaan fisik dengan segala kemewahannya, melainkan merupakan perayaan batiniah/spiritual, yiatu berupa bertambahnya semangat beribadah kepada Allah SWT. Dan ini adalah bukti dari membekasnya Ramadhan dalam diri kita.

Allâhu Akbar 3X, WaliLlâhilhamd
Ma'âsyira al-Muslimîn Rahimakumullâh,
Selain melestarikan Hablum Minallah, Idul Firti ini juga berfungsi sebagai sarana Hablum Minannas, sebagaimana telah diajarkan oleh Rasulullah saw. Maka hendaklah kita saling maaf memaafkan secara lahir dan batin, atas segala perbuatan kita yang telah lalu.
Sebagai seorang manusia, kita tidak bisa lepas dari sifat salah dan lupa. Kita adakan Silaturrahmi
kepada sanak famili, kita ajak putra-putri kita kepada famili agar saling mengenal sehingga kita
dapat memberi nasihat menuju kebenaran. Di samping itu, kita juga bersilaturrahmi kepada orang-orang Muslim dimana saja berada. Tersebutlah dalam hadist Rasulullah saw:
Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ialah pahalanya orang yang berbuat baik dan menyambung kefamilian, yakni silaturrahmi. Dan yang paling cepat mendatangkan kejahatan, ialah siksaan orang yang berbuat jahat dan memutuskan hubungan (kekeluargaan)”. (HR. Ibu Majah)

Allahu Akbar 3x
Detik demi detik itu akan terasa harganya andaikata sudah hilang, sholat subuh tadi tidak akan terulang lagi, kita akan menyesal kalau tadi tidak sungguh-sungguh berusaha untuk khusu.
Detik demi detik ini penuh rahasia , saat ini kita bersama-sama menunaikan sholat id, apakah yakin detik besok kita masih bisa bernafas, belum tentu. Sekarang tersenyum, berpegangan tangan di rumah, apakah detik selanjutnya masih bisa tersenyum? Boleh jadi itulah senyuman yang terakhir untuk selama-lamanya. Orang yang tahu betapa mahalnya detik, betapa mahalnya kesempatan, tidak mau disia-siakan. Setiap saat adalah amal sholeh kita, tidak boleh detik kita isi dengan amal salah, karena siapa tahu pada saat berbuat salah, malaikat maut menjemput.
Ma'âsyira al-Muslimîn Rahimakumullâh,
Marilah kita sama-sama menundukkan kepala dan hati kita, berharap Allah swt menurunkan ridho-Nya kepada kita, menerima segala amal ibadah kita selama ini…
Duhai ya Allah yang Maha Menatap, wahai yang Maha Tahu apapun yang kami lakukan
Engkau menyaksikan setiap dosa yang kami perbuat,
Engkau menatap setiap maksiat yang kami lakukan, tiada rahasia bagi-Mu ya Allah ,
Engkau tahu kotornya pikiran kami,
Engkau tahu setiap lirikan mata ini ,
Engkau mendengar setiap ghibah, fitnah, dusta yang keluar dari mulut kami,
Engkau Maha Tahu hati kami jarang ikhlas, jarang amal perbuatan kami karena Engkau,
Engkau Maha Tahu hati kami penuh kesombongan, mendustakan kebenaranmu, menghina hamba-hambamu, Engkau pun tahu ya Allah hati kami penuh kendengkian, tidak suka memberikan nikmat kepada orang yang tidak kami sukai, penuh rencana busuk hati kami ini ya Allah,
Engkau maha tahu sholat kami jarang sekali khusu,
Engkau lebih tahu tentang apa yang kami sembunyikan selama ini,
Ya Robbi, kami mengaku diri kami makhluk hina, dibalik pakaian ini tersimpan hati yang dengki, tubuh yang penuh dosa, kami mengaku kepadamu ya Allah, apapun diri kami, di hari yang suci ini, di hari yang fitri ini tetap ingin dekat denganmu, ingin merasakan senangnya hidup dicintai oleh-Mu robb,
Sehina, sekotor apapun diri ini aku ingin tetap bisa pulang kepadamu ya Allah,
Bulan ramadhan adalah bulan janji darimu. Engkau akan mengampuni, tolonglah ya Allah, kami tidak ingin menghadap-Mu dalam gelimang dosa , kami tidak mau mati dengan menyembunyikan aib-aib selama ini, kami ingin mati bersih ya Allah, kami ingin saat ajal kami datang, tubuh, pikiran, hati ini sudah engkau bersihkan.
Allahummaj al na mina tawabiiin waj alna minalmutatatohirin.
Ampuni kami di hari yang fitri ini ya Allah, Engkau Maha Pengampun, biar benar-benar bersih dosa kami, lembut hati kami diliputi sejuta kasih sayang.
ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺇﻧﻚ ﻋﻔﻭﱞ ﻛﺮﻳﻡ ﺗﺤﺐ ﺍﻠﻌﻔﻭ ﻔﺍﻋﻒ ﻋﻧﺎ
Engkau yang maha pemaaf Ya Robbi, ampuni, sayangi dan selamatkan ibu bapak kami, orang tua kami, darahdaging nya ada pada tubuh kami, jadikan ramadhan kemarin benar-benar ramadhan yang dapat menyelematkan dan membahagiakan ibu bapak kami,
Selamatkan saat akhir hayatnya, dikuburnya diakhirat kelak, Engkaulah pemberi keselamatan, ya Salaam,
Ya Allah ampuni dan muliakan guru-guru kami, para ulama, kekasih-kekasih-Mu yang terus menerus berusaha agar kami dekat dengan-Mu tanpa pamrih , muliakan ya Allah, selamatkan kelauarga dan keturunannya,
Robbana hablana min azwa jina wa dzurriiyatina qurrota a’yun, waj alna lil muttaqiina imama
Wahai yang menentukan setiap pasangan pendamping hidup, pilihkan yang terbaik bagi yang merindukannya, berikan pernikahan penuh berkah, rumah tangga sakinah, berikan kami keturunan yang sholeh sholehah, hiasi cinta dalam keluarga kami cinta karena Engkau ya Allah, jangan biarkan cinta membuat kami jauh darimu.
Ya Robbi, kami hidup di dunia ini tidak mau terkecoh oleh tipu daya dunia, luruskan niat kami ya Allah di dalam aktifitas dunia ini, jadikan hanya karena Engkau, jadikan detik demi detik nya hanya sibuk karena Engkau, hanya untukmu ya Allah,
Titipkan harta dunia pada kami yang tidak menjadikan fitnah bagi kami, dan menjadi jalan pendekat dengan-Mu, manfaat bagi ummat-Mu.
Ya Allah hari ini hari yang suci dan bersih, kami tiada tahu akan jumpa lagi atau tidak dengan ramadhan tahun depan, kami mohon kepada-Mu bimbing kami ya Allah agar tidak sia-sia dalam menjalani sisa umur kami.
Terima kasih ya Allah, atas nikmat yang telah Engkau limpahkan kepada kami dan keluarga kami, semoga kami termasuk hamba-Mu yang bersyukur, amin

Ma'âsyira al-Muslimîn Rahimakumullâh,

Mudah-mudahan idul fitri kali ini merupakan momentum buat kita untuk meningkatkan kualitas ibadah kita, sehingga kita akan merasa semakin dekat kepada Allah SWT, dan semoga pula akan meningkatkan kepedulian kita terhadap sesama.
Kami pribadi mohon maaf lahir dan batin, andaikata kami terdapat kesalahan dan kehilafan dalam tingkah laku maupun ucapan. Sudilah kiranya dimaafkan dengan setulus hati. Dan semoga kita selalu mendapat taufiq dan hidayah dari Allah dan berbahagia dunia sampai di akhirat. Akhirnya, marilah kita menundukkan hati kita ke hadirat Allah SWT, memohon ridha dan perkenanNya, mudah-mudahan Allah mempertemukan kita dengan ramadhan mendatang.

ﺒﺎﺮﻚ ﺍﷲ ﻠﻰ ﻮﻠﻛﻢ ﺒﺎﻠﻗﺮﺁﻥ ﺍﻠﻌﻅﻳﻢ ﻮﻧﻔﻌﻨﻲ ﻮﺇﻳﺎﻛﻢ ﺒﻣﺎ ﻔﻳﻪ ﻣﻥ ﺍﻷﻳﺎﺖ ﻮﺍﻠﻧ ﻛﺮ ﺍﻠﺣﻛﻳﻢ ﻮﺗﻗﺑﻝ ﻣﻨﻲ ﻮﻣﻧﻛﻢ ﺗﻼﻮﺗﻪ ﺇﻨﻪ ﻫﻮ ﺍﻠﺴﻣﻳﻊ ﺍﻠﻌﻠﻳﻢ


Wabillahitaufik wal hidayah,
ﻮﺍﻠﺴﻼﻡﻋﻠﻴﻛﻡﻮﺮﺤﻤﺔﺍﷲ ﻮﺒﺮﻛﺎﺗﻪ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mau membaca, dengan segala kerendahan hati mohon diberikan komentar,semoga dapat bermanfaat