SELAMAT DATANG DAN SELAMAT MENIKMATI, SEMOGA BERMANFAAT

Rabu, 26 Desember 2012

LAGI....TENTANG PASPOR

Selalu saja ada hal baru dalam pengurusan paspor, karena itu saya selalu tulis lagi hal baru atau hal yang beda dibanding sebelumnya. kenapa? Karena rasanya cape banget kalau harus bolak balik ke kantor imigrasi hanya karena syarat yang kurang lengkap ada saja dicari kekurangan dan kelemahannya, kalau jaraknya dekat dari rumah sih masih lumayan tapi kebanyakan jauh dari rumah udah gitu yang syaratnya kurang lengkap kebanyakan karena urus paspor orang tua atau yang nota bene pencatatatan sipil tahun tempo dulu sangat sulit, minim dan jarang kecuali mungkin yang statusnya pegawai.

Berikt ini tambahan atau beberapa revisi dari tulisan saya sebelumnya :
1.  kalau sebelumnya untuk paspor yang tiga nama boleh pakai nama ayah dan suami tapi sekarang katanya  tidak boleh pakai nama suami harus nama kakek, dan harus buat surat pernyataan diatas materai 6000, contoh surat ada pada tulisan sebelumnya.

2. dalam menyerahkan berkas harus datang dengan orang yang bersangkutan, tidak boleh diwakili.

3. Kalau petugas yang meminta surat kurang di kelurahan meminta suatu berita acara tentang keterangan tanggal lahir, maka orang yang mengajukan paspor itu haus membuat seperti apa yang diminta, bisa disuruh pulang lagi kalau petugas belim berkenan walaupun surat itu sudah mencakup semuanya.

4. Untuk saat ini, mendaftar online sama saja dengan mendaftar offline, sama sama datang esok hai untu wawancara dan foto, bedanya cuma karena kebanyakan orang pakai offline jadinyang daftar online bisa lebih dahulu nyerahin berkas, itupun kalau datangnya lebih dahulu kalau gak ya sama aja kaleee, belum lagi repotnya online semua berkas harus di scan, dan diprint surat pengantarnya, repot kan, belum biaya scan, biaya online, biaya print, iya kalau punya fasilitas itu semua kalau gak ada , piye toh...ya offline.

Ya itu saja yang bisa saya tambahkan semuanya masih sama koq, sekarang pelayanan info antrinya sudah bagus koq untuk kanim jakbar, yaitu info maksimal antrian 100 orang perhari di beritahuan , nomor antrian penyerahan berkas jelas, nomor antrian foto dan wawancara jelas, yang perlu dikritisi adalah, pada saat mau ambil nomor pembayaran di kasir itu yang gak jelas, bukanya jam berapa, udah gitu gak ada nomor antrian, dipanggil gak pake pengeras suara, jadi ya harus pasang telinga dengan tegak dan tinggi, ketika ditanya koq gak pake pengeras suara jawabnya : lagi rusak, ketika ditanya koq gak beli aja jawabnya beliin dong, hadeuh masa kantor pemerintah minta beliin sama rakyat sih, kan yang gaji mereka juga rakyat-rakyat juga, pakai aja uang rakyat ya untuk kepentingan umat, emang aja gak mau ada usaha untuk menjadi lebih baik. Itu aja, kita doakan selalu semoga pemerintahan selali benar benar berniat melayani masyarakat dengan segenap hati termasuk petugas bawahnya dan tidak mempersulit orang kecil, dan benar2 menjadi wilayah bebas korupsi begitu jargon dari kantor imigrasi. 

BELAJAR IKHLAS DARI SEKITAR

Belajar ikhlas memang tidak mudah, apalagi belajar sendiri dan tidak ada contoh yang diteladani . namun Rasulullah telah memberikan tauladan yang sangat banyak untuk ummatnya. Teladan Rasulullah sudah sangat cukup untuk dijadikan panduan dalam beramal, dan beribadah dan akan tambah bersyukurnya kita bila disekitar kita juga ada pendamping yang juga menerapkan tauladan Rasulullah, walau sedikit tapi bila diamalkan terus menerus bukankan akan menjadi bukit.

Belajar ikhlas dari sekitar bisa berasal dari orang tua, sahabat, saudara, kekasih hati pendamping hidup atau dari siapapun termasuk anak-anak. Apa yang perlu dan patut disyukuri maka syukurilah. Apabila saat ini belum bisa belajar ikhlas maka perhatikanlah sikap ikhlas orang disekitar kita yang kita nilai dan lihat sebagai penilaian ikhlas, untuk penilaian ikhlas sesungguhnya hanya allah yang menilai dan paling tidak kita mempunyai niat dan usaha untuk selalu ikhlas dalam setiap aktifitas dalam kehidupan ini.

Belajar keikhlasan dari seorang ibu dan kekasih hati yang selalu memberi tanpa pamrih, memberi tanpa diminta, membayar tanpa menghitung dan mengeluh,  mengajak tanpa meminta balasan, semua dilakukan hanya mengharap ridho allah swt, maka ambilah contoh terdekat dalam kehidupan di sekitar untuk penggerak dan penyemangat kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Amin.

Selasa, 18 Desember 2012

ADA ada saja PERSYARATAN BUAT PASPOR


Hari ini tepatnya pagi-pagi sekali saya mengantar kakak dan saudara untuk membuat paspor, karena sudah pernah bikin paspor dan baru saja dua bulan yang lalu bikin paspor untuk saya dan ibu saya yang sudah sepuh, lancar maka saya berusaha membantu kakak dan saudara untuk bikin paspor dan via online. Semuanya lancar seperti biasa, namun pada saat saudara saya yang sudah sepuh dipanggil untuk cek berkas, pada surat nikah untuk tanggal lahir hanya tertulis umur saja bukan tanggal lahir. Kalau tidak salah, orang tua zaman dahulu memang tertera demikian pada surat nikahnya dan suratnya pun berbentuk lembaran kertas 1 halaman bolak balik, kalau zaman sekarang kan pakai buku nikah dan ada tanggal lahirnya. eh kami harus pulang kembali untuk menunjukkan surat keterangan kelurahan bahwa yang bersangkutan tanggal lahirnya adalah benar sesuai di ktp, hadeuh bayangkan saja, semua sudah lengkap hanya minta surat keterangan tersebut, sedangkan orang tua saya yang sudah lebih sepuh 2 bulan yang lalu surat nikah seperti itu tidak bermasalah. Ditambah lagi daftar online pun tidak bisa tuntas hari ini pula untuk kakak saya yang syaratnya lengkap, biasanya daftar online , daftar langsung foto dan wawancara, setelah saya tanya katanya ada sistem atau program yang eror sehingga foto dan wawancara keesokan harinya dan hal in isudah berlangsung 2 minggu. Padahal niat saya mendaftar online untuk pelayanan satu hari, namun kecewa kuadrat.

Sepertinya banyak orang yang kecewa dalam pembuatan paspor, bisa jadi persyaratan yang dibawa tidak lengkap, tiap petugas imigrasinya juga standarnya berbeda-beda, informasinya kurang sampai ke umum tentang banyak hal yang berhubungan dengan teknis seperti kasus diatas. Karena itu supaya tidak kecewa , sudah jauh-jauh datang, antri panjang, sudah pagi-pagi jalan, dan ujungnya harus balik lagi esoknya, maka saya mau berbagi tips tambahan untuk yang mau bikin paspor, sebelumnya saya sudah membuat tips, namun sepertinya setelah saya datang lagi hari ini. ada tambahan baru deh, semoga bermanfaat:
1. datang sepagi mungkin, dan langsung antri saja di tempat ambil nomor antrian
2. kantor imigrasi jakarta barat setiap harinya hanya menyediakan 100 nomor antrian, dan dibuka untukambil nomor mulai jam 8.00-11.00 wib
3. pastikan saat antri dokumen dan formulir dalam map kuning sudah diisi lengkap, kalau belum , maka akan disuruh isi dulu oleh satpamnya
4. hari pertama untuk yang online saat ini menyerahkan berkas, dan esoknya foto serta wawancara, dan 3 hari kemudian ditentukan waktu pengambilan paspor yang jadi
5. untuk scan dokumen formatnya jpeg,grayscale
6. usahakan semua data yang diisi dan diinput sesuai ktp (terutama alamat)
7. Untuk tanggal lahir disesuaikan dengan akta lahir/surat nikah/ijazah, pastikan ada tanggal lahir, kalau tidak ada , maka buatlah surat keterangan di kelurahan bahwa yang bersangkutan memiliki tanggal lahir sekian.
8. apabila data di ktp ada yang sudah berubah seperti status pernikahan, pekerjaan, alamat atau yang lainnya pada saat sekarang maka segeralah buat surat keterangan di kelurahan mengenai hal tersebut.

9. Untuk yang mau umroh, paspor harus berisi 3 suku kata nama, bila nama kita cuma ada 1, makan tambahkan nama ayah dan kakek, kalau ada 2 maka tambahkan nama ayah, kalau sudah punya suami boleh pakai ayah dan suami, dan tentunya membuat surat pernyataan.
10. Kalau gak mau antri, ajak temanlah untuk antri sehingga bisa gantian antri
11. bawa gadget buat pengusir jenuh
untuk sementara tipsnya ini dulu, nanti kalau ada perubahan akan saya upload lagi , semoga bermanfaat.

Senin, 10 Desember 2012

ARTI MATERI BAGI WANITA

Saat ini kita banyak mendengar berita tentang perceraian, nikah siri, pernikahan, atau hal lain  yang alasan utamanya biasanya tentang materi.  seorang wanita banyak yang menikah karena hartanya, jabatannya dan ujungnya umumnya berakhir dengan perceraian. Saat dinikahkan senang, bangga , bahagia, karena akan dinikahkan dengan seorang pria yang memiliki banyak harta, punya jabatan tinggi, jaminan hari tua, dijanjikan mobil , rumah dan banyak kemewahan, mahar yang mahal, biaya pernikahan yang besar yang semuanya ditanggung sang calon suami, tidak perduli status sang calon apakah duda betul, duda dalam proses, duda di mulut atau masih punya istri. Sepertinya materi menggelapkan sang wanita juga keluarganya. Berharap perkawinan akan langgeng, namun banyak kenyataan tak seindah harapan, ada yang baru 2 hari nikah cerai, 2 bulan cerai , atau sudah punya anak cerai , dan alasanyapun adalah karena ternyata sang suami ternyata masih punya istri, atau suami tidak mau menceraikan istri pertama, menuntut hak anak, janji yang pernah dijanjikan tidak dipenuhi seperti mobil, rumah, dan kemewahan lain, dan akhirnya berujung perceraian, membuka aib, disharmonisasi, hubungan dua keluarga jadi rusak, dan bahkan dua orang yang pernah saling cinta, sayang dan berjanji untuk menjalin kehidupan hingga ajal memisahkanpun hilang entah kemana rasa itu semua.

Kejadian tersebut tidak hanya terjadi pada selebritis saja, banyak terjadi pada non seleb, bedanya mereka diekspos dan yang orang biasa tidak. Kenapa kaum wanita yang sebagian itu rela dibohongi, diimingi janji manis. Dan buat kaum pria hendaknya kalau tidak punya uang, dan tidak bisa menepati janji jangan mudah mengeluarkan janji manis, wanita memang mahluk yang lembut namun jangan dipermainkan dengan materi hanya karena sex saja. Landasi pemberian karena cinta dan memiliki kemampuan, jangan sampai tidak punya kemampuan tapi banyak janji dan akhirnya berujung perceraian. Awalnya saling cinta tapi karena banyak janji dan kemudian janjinya tidak dipenuhi hingga pernikahan terjadi, dikhawatirkan hal ini akan mengganggu rumah tangga, hubungan suami istri hingga tidak ada saling percaya karena ada janji yang tidak dipenuhi.

Pesan saya, jangan pernah tergoda dengan materi, mencintai karena allah swt, penuhi semua janji yang ada untuk menjaga rasa dan perasaan, hingga rumah tangga bahagia. Jangan pernah tertipu , ikuti kata hati, good luck. Semoga bahagia selalu.


Senin, 26 November 2012

BANGKIT dan BANGKIT !!!!

Dari Artikel seorang sahabat.....

"Seutas benang itu sesungguhnya hanya
ada dalam pikiran Anda!"

Ada kisah nyata tentang seekor gajah.
Sejak kecil ia sudah dirantai kakinya
dengan seutas rantai sepanjang 4 meter.

Apa yang terjadi ketika rantai itu
diganti dengan seutas benang? 

Gajah itu tetap saja berkeliling & tidak
berani melangkah keluar dari area
lingkaran 4 meter tersebut!

Dari kisah ini, pelajaran apa yang  bisa kita ambil?  Maaf, saya tidak bermaksud menyamakan diri kita dengan seekor gajah. :-) 
Namun bisa jadi, kita pun memiliki 'keterbelengguan' dengan seutas tali yang mengikat diri kita!
Kita tidak berani keluar dari zona yang dianggap nyaman. Meski sesungguhnya, kita bisa melakukan banyak hal hebat
dari perkiraan kita!

Mari kita jujur pada diri sendiri, berapa banyak kesempatan yg sebenarnya hadir, melintas di depan kita, namun
kita tidak mempedulikannya?

kita mungkin menganggap peluang itu 'terlalu tinggi' untuk kita, dan merasa tidak pantas berada disana. 
Atau mungkin kita malah merasa tidak mampu untuk melakukan hal itu padahal  sama sekali belum pernah mencobanya?

Kita semua tahu, segala hal yang menurut kita 'begitu hebat', seringkali tidak selalu seperti yang kita bayangkan. 

Atau hal yang kita anggap sulit, kadang sebenarnya sangat gampang!

Ada dua kunci dalam hal ini :
1. kita akan bisa jika kita  berpikir bisa
2. kita akan gagal jika kita berpikir gagal

So, jangan menyalahkan siapapun jika kesuksesan belum menghampiri diri kita. Sebab, faktor utamanya terletak pada
diri kita sendiri.

Oleh sebab itu, perhatikan dengan seksama, dan tanya pada diri sendiri, adakah seutas benang yang telah membelenggu diri kita selama ini?
Jika ya, maka segeralah untuk putuskan benang itu!

Cobalah bergerak maju dari lingkaran yang selama ini kita buat dan telah membelenggu diri kita sendiri!

Peluang itu sebenarnya selalu hadir kapan saja. Namun, karena kita selalu saja menutup mata, telinga, dan pikiran
kita, maka peluang itu akan terlewat begitu saja!  

Jika kita masih saja ragu untuk melangkah, cobalah untuk melatihnya sedikit demi sedikit. Dan jika kita
sudah yakin, maka segeralah berlari cepat,  keluar dari keterbelengguan kITA !!

Jika sudah seperti ini, maka siapa lagi yang diuntungkan, jika bukan kita sendiri? :-)
TRAUMA MASA LALU

Trauma atau tidaknya seseorang terletak kepada orang tersebut dalam memperlakukan setiap kejadian , terkadang yang tidak bisa mengelola suatu peristiwa menjadi yang diinginkan akan menjadikan sebuah trauma yang membekas dalam diri dan tak pernah dilupakan sepanjang hidupnya. berikut artikel dari seorang sahabat yang cukup menggugah.

Jika Anda mengalami trauma pada masa lalu yang begitu membekas. Trauma ini lantas Anda gunakan sebagai  kambing hitam' atas keterpurukan Anda saat ini. Anda terus terikat dengannya, meski itu menyakitkan.

Bila Anda tak bisa lepas dari trauma, maka coba tanyakanlah hal ini pada diri  Anda:
"Berapa banyak luka lagi yang akan

saya biarkan diderita oleh diri saya
sendiri? Apakah trauma ini pantas
menghancurkan seluruh sisa hidup
saya? Siapa yang berkuasa disini,
diri saya--ataukah trauma?"

Perhatikanlah daun-daun yang mati dan berguguran dari pohon, ia sebenarnya memberikan hidup baru pada pohon.
Bahkan sel-sel dalam tubuh kita pun selalu memperbaharui diri. Segala sesuatu di alam ini memberikan
jalan kepada kehidupan yang baru dan membuang yang lama. Satu-satunya yang menghalangi kita untuk melangkah dari masa lalu adalah pikiran kita sendiri.

Beban berat masa lalu, dibawa dari hari ke hari. Berubah menjadi ketakutan dan kecemasan, yang kemudian pada akhirnya akan menghancurkan hidup Anda sendiri.

ingatlah hanya seorang pemenanglah yang bisa melihat potensi, sementara seorang pecundang sibuk mengingat
masa lalu. Bila kita sibuk menghabiskan waktu dan energi kita memikirkan masa lalu dan mengkhawatirkan masa depan, maka kita tidak memiliki hari ini untuk disyukuri.

Saat kita merasa sedih dan putus asa, atau bahkan menderita, coba renungkan keadaan di sekitar kita. Barangkali
masih banyak yang lebih parah dibandingkan kita? Tetaplah tegar dan percaya diri, berpikir positif dan optimis,
berjuang terus, dan pantang mundur

Kamis, 08 November 2012

HIDUP ADALAH PANGGUNG SANDIWARA

Kehidupan adalah panggung sandiwara,
dan sandiwara itu sepenuhnya
menceritakan tentang kehidupan umat
manusia.

Maka sepanjang jalan kehidupan kita,
jangan pernah melakukan perbuatan
jahat, atau melakoni peran yang
konyol!


"Kesuksesan hidup tidak ada
hubungannya dengan apa yang Anda
dapatkan atau raih demi diri sendiri.
Kesuksesan hidup berhubungan dengan
apa yang Anda lakukan pada sesama
(untuk orang lain)" - Danny Thomas


sahabatku...

Dalam hidup, orang tak akan peduli
berapa banyak yang kita tahu, hingga
mereka tahu berapa banyak kita peduli
kepada mereka.


Oleh sebab itu kita sering mendengar
bahwa manusia terindah adalah manusia

yang bermanfaat untuk saudaranya, dan
orang lain. 



Seorang ulama mengatakan: 

"Janganlah engkau menunggu kaya 
untuk bersedekah, tapi bersedekahlah
sekarang juga, maka engkau akan
semakin kaya. Sumbangkanlah setiap
kebaikan, berikanlah setiap kasih
sayang, tunjukkanlah keakraban,
bantulah mereka yang memerlukan"


Mari kita belajar memberi

manfaat untuk orang lain... sebelum
diminta!


SEPERTI APA AKHIR HIDUP KITA

Artikel dari seorang sahabat ....:

Mati adalah awal kehidupan. Hidup
adalah pangkal kematian. Hidup dan
mati, datang silih berganti, tidak
ada yang kekal abadi. Itulah hukum
alam yang hakiki. Oleh sebab itu,
jangan takut mati, jangan mencari mati.
Selama hidup, lebih baik bersegeralah
perbanyak kebaikan, syukuri diri
dalam keadaan apapun, dan tahu diri
di manapun. Bebas, lepas, tidak
terikat dan melekat, cerah ceria,
berpikir optimis dan positif setiap
saat, insyaallah hidup senang, mati
tenang. :-)



Kisah Nyata...

Pagi itu seorang pria menjalani
rutinitasnya seperti biasa. Sebagai
seseorang yang mempunyai relasi luas
dan sibuk, ia selalu menyempatkan
diri untuk membaca kolom pengumuman
termasuk juga kolom berita kematian.
Tiba-tiba matanya membaca sebuah
berita, berita yang sangat
mengejutkan dan membuat bulu kuduknya
merinding. Ia sedang membaca berita
kematiannya sendiri.
Pria ini terhenyak, ia lalu bertanya
kepada dirinya sendiri, apakah ia
masih hidup? Apakah saat ini ia ada
di dunia atau di alam baka?
Saat ia menyadari bahwa ada sebuah
kesalahan dalam berita ini, mungkin
karena memiliki nama yang sama,
pastilah redaksi koran ini telah
melakukan kesalahan.
Namun karena rasa penasaran ia pun
melanjutkan membaca berita tersebut.
Ia ingin tahu apa tanggapan orang
mengenai dirinya.
Dalam artikel itu ia disebut dengan
panggilan 'raja dinamit' telah wafat.
Pada bagian lain ia juga disebut
sebagai 'partner dewa kematian'.
Ia terkejut bukan kepalang, apakah
seperti ini dirinya akan dikenang
oleh orang-orang?
Kejadian ini membuka pikirannya, ia
lalu memutuskan bahwa ia tidak ingin
dikenang seperti itu. Ia bertekad
mulai saat itu juga ia akan berjuang
demi kedamaian dan kemanusiaan.
Begitulah akhirnya, pria yang bernama
Alfred Nobel ini dengan tekadnya ia
berusaha hingga pada akhirnya namanya
diabadikan dalam hadiah
perdamaian--yaitu Nobel Prizes.
Bagaimana dengan Anda? Seperti apa
Anda ingin dikenang oleh orang-orang
yang Anda tinggalkan? Warisan apa
yang akan Anda sumbangsihkan demi
mashlahat umat banyak? Apakah
orang-orang akan mengingat Anda
dengan penuh cinta dan rasa hormat?

Mari kita bersegera lakukan sebanyak
kebaikanmulai hari ini, detik ini,
saat ini juga.


Minggu, 14 Oktober 2012

ZIARAH KE LUAR BATANG



Warga jakarta sudah seharusnya bersyukur kepada Allah SWT karena di tanah kelahirannya terdapat makam orang sholeh seperti habib Husein yang terkenal di Luar Batang, banyak karomah beliau, dan saya akan mencopykan riwayat hidup Habib Husein sehingga beliau pantas untuk diziarahi. Ohya selain bisa ziarah ke Luar batang, juga dapat mengunjungi banyak museum di sekitarnya seperti museum bahari, pasar ikan, kota tua yang merupakan komplek museum seperpti musem wayang, museum keramik, museum fatahilah, juga dekat dengan pelabuhan jakarta. Sesampai di Masjid Luar batang penziarah bisa shalat duha dahulu bila sampainya pagi, dan kemudian berziarah ke makam yang terletak di luar masjid utama, masih dalam lingkungan masjid. parkiran juga luas, silahkan ke sana insya allah barokah.

Berikut ini sejarah Habib Husein bin Abu Bakar Al-Idrus (HABIB LUAR BATANG) dari http://madinatulilmi.com

Al Habib Husein bin Abu Bakar Al 'Aydrus (Luar Batang) 

Al Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus dilahirkan di Yaman Selatan, tepatnya di daerah Hadhramaut, tiga abad yang silam. Ia dilahirkan sebagai anak yatim, yang dibesarkan oleh seorang ibu dimana sehari-harinya hidup dari hasil memintal benang pada perusahaan tenun tradisional. Husein kecil sungguh hidup dalam kesederhanaan.

Setelah memasuki usia belia, sang ibu menitipkan Habib Husein pada seorang “Alim Shufi”. Disanalah ia menerima tempaan pembelajaran thariqah. Di tengah-tengah kehidupan di antara murid-murid yang lain, tampak Habib Husein memiliki perilaku dan sifat-sifat yang lebih dari teman-temannya.

Kini, Al Habib Husein telah menginjak usia dewasa. Setiap ahli thariqah senantiasa memiliki panggilan untuk melakukan hijrah, dalam rangka mensiarkan islam ke belahan bumi Allah. Untuk melaksanakan keinginan tersebut Habib Husein tidak kekurangan akal, ia bergegas menghampiri para kafilah dan musafir yang sedang melakukan jual-beli di pasar pada setiap hari Jum’at.

Setelah dipastikan mendapatkan tumpangan dari salah seorang kafilah yang hendak bertolak ke India, maka Habib Husein segera menghampiri ibunya untuk meminta ijin.

Walau dengan berat hati, seorang ibu harus melepaskan dan merelakan kepergian puteranya. Habib Husein mencoba membesarkan hati ibunya sambil berkata : “janganlah takut dan berkecil hati, apapun akan ku hadapi, senantiasa bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya ia bersama kita.” Akhirnya berangkatlah Al Habib Husein menuju daratan India.

Sampailah Al Habib Husein di sebuah kota bernama “Surati” atau lebih dikenal kota Gujarat, sedangkan penduduknya beragama Budha. Mulailah Habib Husein mensi’arkan Islam dikota tersebut dan kota-kota sekitarnya.

Kedatangan Habib Husein di kota tersebut membawa Rahmatan Lil-Alamin. Karena daerah yang asalnya kering dan tandus, kemudian dengan kebesaran Allah maka berubah menjadi daerah yang subur. Agama Islam pun tumbuh berkembang.

Hingga kini belum ditemukan sumber yang pasti berapa lama Habib Husein bermukim di India. Tidak lama kemudian ia melanjutkan misi hijrahnya menuju wilayah Asia Tenggara, hingga sampai di pulau Jawa, dan menetap di kota Batavia, sebutan kota Jakarta tempo dulu.

Batavia adalah pusat pemerintahan Belanda, dan pelabuhannya adalah Sunda Kelapa. Maka tidak heran kalau pelabuhan itu dikenal sebagai pelabuhan yang teramai dan terbesar di jamannya. Pada tahun 1736 M datanglah Al-Habib Husein bersama para pedagang dari Gujarat di pelabuhan Sunda Kelapa.

Disinilah tempat persinggahan terakhir dalam mensyiarkan Islam. Beliau mendirikan Surau sebagai pusat pengembangan ajaran Islam. Ia banyak di kunjungi bukan saja dari daerah sekitarnya, melainkan juga datang dari berbagai daerah untuk belajar Islam atau banyak juga yang datang untuk di do’akan.

Pesatnya pertumbuhan dan minat orang yang datang untuk belajar agama Islam ke Habib Husein mengundang kesinisan dari pemerintah VOC, yang di pandang akan menggangu ketertiban dan keamanan. Akhirnya Habib Husein beserta beberapa pengikut utamanya di jatuhi hukuman, dan ditahan di penjara Glodok.

Istilah karomah secara estimologi dalam bahasa arab berarti mulia, sedangkan dalam kamus besar bahasa Indonesia (terbitan balai pustaka, Jakarta 1995, hal 483) menyebutkan karomah dengan keramat, diartikan suci dan dapat mengadakan sesuatu di luar kemampuan manusia biasa karena ketakwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam ajaran Islam karomah di maksudkan sebagai khariqun lil adat yang berarti kejadian luar biasa pada seseorang wali Allah. Karomah merupakan tanda-tanda kebenaran sikap dan tingkah laku seseorang, yang merupakan anugrah Allah karena ketakwaannya, berikut ini terdapat beberapa karomah yang dimiliki oleh Al Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus atau yang kita kenal Habib Luar Batang, seorang wali Allah yang lahir di Jasirah Arab dan telah ditakdirkan wafat di Pulau Jawa, tepatnya di Jakarta Utara.

1. Menjadi mesin pemintal

Di masa belia, ditanah kelahirannya yaitu di daerah Hadhramaut – Yaman Selatan, Habib Husein berguru pada seorang Alim Shufi. Di hari-hari libur ia pulang untuk menyambang ibunya.

Pada suatu malam ketika ia berada di rumahnya, ibu Habib Husein meminta tolong agar ia bersedia membantu mengerjakan pintalan benang yang ada di gudang. Habib Husein segera menyanggupi, dan ia segera ke gudang untuk mengerjakan apa yang di perintahkan oleh ibunya. Makan malam juga telah disediakan. Menjelang pagi hari, ibu Husein membuka pintu gudang. Ia sangat heran karena makanan yang disediakan masih utuh belum dimakan husein. Selanjutnya ia sangat kaget melihat hasil pintalan benang begitu banyaknya. Si ibu tercengang melihat kejadian ini. Dalam benaknya terpikir bagaimana mungkin hasil pemintalan benang yang seharusnya dikerjakan dalam beberapa hari, malah hanya dikerjakan kurang dari semalam, padahal Habib Husein dijumpai dalam keadaan tidur pulas disudut gudang.

Kejadian ini oleh ibunya diceritakan kepada guru thariqah yang membimbing Habib Husein. Mendengar cerita itu maka ia bertakbir sambil berucap : “ sungguh Allah berkehendak pada anakmu, untuk di perolehnya derajat yang besar disisi-Nya, hendaklah ibu berbesar hati dan jangan bertindak keras kepadanya, rahasiakanlah segala sesuatu yang terjadi pada anakmu.”

2. Menyuburkan Kota Gujarat

Hijrah pertama yang di singgahi oleh Habib Husein adalah di daratan India, tepatnya di kota Surati atau lebih dikenal Gujarat. Kehidupan kota tersebut bagaikan kota mati karena dilanda kekeringan dan wabah kolera.

Kedatangan Habib Husein di kota tersebut di sambut oleh ketua adat setempat, kemudian ia dibawa kepada kepala wilayah serta beberapa penasehat para normal, dan Habib Husein di perkenalkan sebagai titisan Dewa yang dapat menyelamatkan negeri itu dari bencana.

Habib Husein menyangupi bahwa dengan pertolongan Allah, ia akan merubah negeri ini menjadi sebuah negeri yang subur, asal dengan syarat mereka mengucapkan dua kalimat syahadat dan menerima Islam sebagai agamanya. Syarat tersebut juga mereka sanggupi dan berbondong-bondong warga di kota itu belajar agama Islam.

Akhirnya mereka di perintahkan untuk membangun sumur dan sebuah kolam. Setelah pembangunan keduanya di selesaikan, maka dengan kekuasaan Allah turun hujan yang sangat lebat, membasahi seluruh daratan yang tandus. Sejak itu pula tanah yang kering berubah menjadi subur. Sedangkan warga yang terserang wabah penyakit dapat sembuh, dengan cara mandi di kolam buatan tersebut. Dengan demikian kota yang dahulunya mati, kini secara berangsur-angsur kehidupan masyarakatnya menjadi sejahtera.

3. Mengislamkan tawanan

Setelah tatanan kehidupan masyarakat Gujarat berubah dari kehidupan yang kekeringan dan hidup miskin menjadi subur serta masyarakatnya hidup sejahtera, maka Habib Husein melanjutkan hijrahnya ke daratan Asia Tenggara untuk tetap mensiarkan Islam. Beliau menuju pulau Jawa, dan akhirnya menetap di Batavia. Pada masa itu hidup dalam jajahan pemerintahan VOC Belanda.

Pada suatu malam Habib Husein dikejutkan oleh kedatangan seorang yang berlari padanya karena di kejar oleh tentara VOC. Dengan pakaian basah kuyub ia meminta perlindungan karena akan dikenakan hukuman mati. Ia adalah tawanan dari sebuah kapal dagang Tionghoa.

Keesokan harinya datanglah pasukan tentara berkuda VOC ke rumah Habib Husein untuk menangkap tawanan yang dikejarnya. Beliau tetap melindungi tawanan tersebut, sambil berkata : “Aku akan melindungi tawanan ini dan aku adalah jaminannya.”

Rupanya ucapan tersebut sangat di dengar oleh pasukan VOC. Semua menundukkan kepala dan akhirnya pergi, sedangkan tawanan Tionghoa itu sangat berterima kasih, sehingga akhirnya ia memeluk Islam.

4. Menjadi Imam di Penjara

Dalam masa sekejab telah banyak orang yang datang untuk belajar agama Islam. Rumah Habib Husein banyak dikunjungi para muridnya dan masyarakat luas. Hilir mudiknya umat yang datang membuat penguasa VOC menjadi khawatir akan menggangu keamanan. Akhirnya Habib Husein beserta beberapa pengikut utamanya ditangkap dan di masukan ke penjara Glodok. Bangunan penjara itu juga dikenal dengan sebutan “Seksi Dua.”

Rupanya dalam tahanan Habib Husein ditempatkan dalam kamar terpisah dan ruangan yang sempit, sedangkan pengikutnya ditempatkan di ruangan yang besar bersama tahanan yang lain.

Polisi penjara dibuat terheran-heran karena ditengah malam melihat Habib Husein menjadi imam di ruangan yang besar, memimpin shalat bersama-sama para pengikutnya. Hingga menjelang subuh masyarakat di luar pun ikut bermakmum. Akan tetapi anehnya dalam waktu yang bersamaan pula polisi penjara tersebut melihat Habib Husein tidur nyenyak di kamar ruangan yang sempit itu, dalam keadaan tetap terkunci.

Kejadian tersebut berkembang menjadi buah bibir dikalangan pemerintahan VOC. Dengan segala pertimbangan akhirnya pemerintah Belanda meminta maaf atas penahanan tersebut, Habib Husein beserta semua pengikutnya dibebaskan dari tahanan.

5. Si Sinyo menjadi Gubernur

Pada suatu hari Habib Husein dengan ditemani oleh seorang mualaf Tionghoa yang telah berubah nama Abdul Kadir duduk berteduh di daerah Gambir. Disaat mereka beristirahat lewatlah seorang Sinyo (anak Belanda) dan mendekat ke Habib Husein. Dengan seketika Habib Husein menghentakan tangannya ke dada anak Belanda tersebut. Si Sinyo kaget dan berlari ke arah pembantunya.

Dengan cepat Habib Husein meminta temannya untuk menghampiri pembantu anak Belanda tersebut, untuk menyampaikan pesan agar disampaikan kepada majikannya, bahwa kelak anak ini akan menjadi seorang pembesar di negeri ini.

Seiring berjalannya waktu, anak Belanda itu melanjutkan sekolah tinggi di negeri Belanda. Kemudian setelah lulus ia di percaya di angkat menjadi Gubernur Batavia.

6. Cara Berkirim Uang

Gubernur Batavia yang pada masa kecilnya telah diramal oleh Habib Husein bahwa kelak akan menjadi orang besar di negeri ini, ternyata memang benar adanya. Rupanya Gubernur muda itu menerima wasiat dari ayahnya yang baru saja meninggal dunia. Di wasiatkan kalau memang apa yang dikatakan Habib Husein menjadi kenyataan diminta agar ia membalas budi dan jangan melupakan jasa Habib Husein.

Akhirnya Gubernur Batavia menghadiahkan beberapa karung uang kepada Habib Husein. Uang itu diterimanya, tetapi dibuangnya ke laut. Demikian pula setiap pemberian uang berikutnya, Habib Husein selalu menerimanya, tetapi juga dibuangnya ke laut. Gubernur yang memberi uang menjadi penasaran dan akhirnya bertanya mengapa uang pemberiannya selalu di buang ke laut. Dijawabnya oleh Habib Husein bahwa uang tersebut dikirimkan untuk ibunya ke Yaman.

Gubernur itu dibuatnya penasaran, akhirnya diperintahkan penyelam untuk mencari karung uang yang di buang ke laut, walhasil tak satu keeping uang pun diketemukan. Selanjutnya Gubernur Batavia tetap berupaya untuk membuktikan kebenaran kejadian ganjil tersebut, maka ia mengutus seorang ajudan ke negeri Yaman untuk bertemu dan menanyakan kepada ibu Habib Husein.

Sekembalinya dari Yaman, ajudan Gubernur tersebut melaporkan bahwa benar adanya. Ibu Habib Husein telah menerima sejumlah uang yang di buang ke laut tersebut pada hari dan tanggal yang sama.

7. Kampung Luar Batang

Makam+Luar+Batang Al Habib Husein Bin Abubakar Alaydrus (Habib Keramat Luar Batang)Gubernur Batavia sangat penuh perhatian kepada Habib Husein. Ia menanyakan apa keinginan Habib Husein. Jawabnya : “Saya tidak mengharapkan apapun dari tuan.” Akan tetapi Gubernur itu sangat bijak, dihadiahkanlah sebidang tanah di kampung baru, sebagai tempat tinggal dan peristirahatan yang terakhir.

Habib Husein telah di panggil dalam usia muda, ketika berumur kurang lebih 30-40 tahun. Meninggal pada hari kamis tanggal 17 Ramadhan 1169 atau bertepatan tanggal 27 Juni 1756 M. sesuai dengan peraturan pada masa itu bahwa setiap orang asing harus di kuburkan di pemakaman khusus yang terletak di Tanah Abang.

Sebagai mana layaknya, jenasah Habib Husein di usung dengan kurung batang (keranda). Ternyata sesampainya di pekuburan jenasa Habib Husein tidak ada dalam kurung batang. Anehnya jenasah Habib Husein kembali berada di tempat tinggal semula. Dalam bahasa lain jenasah Habib Husein keluar dari kurung batang, pengantar jenasah mencoba kembali mengusung jenasah Habib Husein ke pekuburan yang dimaksud, namun demikian jenasah Habib Husein tetap saja keluar dan kembali ke tempat tinggal semula.

Akhirnya para pengantar jenasah memahami dan bersepakat untuk memakamkan jenasa Habib Husein di tempat yang merupakan tempat rumah tinggalnya sendiri. Kemudian orang menyebutnya “Kampung Baru Luar Batang” dan kini dikenal sebagai “Kampung Luar Batang.”
ZIARAH HABIB ALI KWITANG DAN MAJELIS TAKLIM KWITANG



Bagi warga jakarta yang haus dengan ilmu agama, pasti kenal dengan nama Majelis Taklim Kwitang. Merupakan Majelis Taklim yang sudah turun temurun di wariskan dari kakek nenek zaman dahulu. Pergi ke kwitang setiap minggu pagi sangatlah menyenangkan, karena selain sehat jalan-jalan pagi, juga mendapatkan ilmu disana. Apalagi disana kita bisa melakukan ziarah ke makam habib yang merupakan pendiri dari pengajian mingguan kwitang ini. 

Pengalama saya kalau hendak pergi ke majelis taklim kwitang berangkatlah pagi-pagi, agar gak macet diajalannya, kemudian sampai disana lakukan ziarah di masjid ar-riyadh , mungkin sebelumnya dapat shalat attahiyatul masjid, shalat duha atau yang lainnya, kemudian ziarah kubur yang ada pinggir area latar majid (masih dalam masjid) dan kemudian jam 9 pagi acara taklim akan dimulai, taklim dilaksanakan bukan di dalam masjid tapi di gedung masjid taklim yang terpisah dengan masjid, terletak sejalan dengan masjid. pelaksanaan taklim kurang lebih hanya 1 jam saja, pengajian kitab rutin sekitar 15-20 menit dan selebihnya adalah pengajian dengar yang disampaikan oleh beberapa habib/ustad/kiyai dengan materi yang berkaitan dengan materi kitab rutin saat itu. jamaah yang hadir banyak sekali , pria, wanita, tua dan muda sampai anak-anak banyak, dan bersama keluarga tentunya sangat menyenangkan, dan tempat mendengarkanpun bermacam-macam, ada yang duduk di majelis taklim sambil melihat tv live penceramah , ada juga yang nongkrong dipinggir jalan, ada yang sambil makan, atau duduk di warung atau di rumah sekitar yang menyediakan ruangan rumahnya untuk jamaah yang mendengarkan, bahkan sampai disedikan kue pula setelah taklim selesai.

bagi yang hobi belanja pun, kwitang ini surganya, karena mulai dari masjid sampai masjid taklim dan sampai keramat raya banyak penjual kaki lima, mulai dari beragam makanan , pakaian, mukena, kaos kaki, perkakas rumah tangga, obat-obatan  sampai accesoris pun ada, dengan harga miring dan bisa di tawar jadi jamaah setelah taklim biasanya melanjutkan dengan belanja. dan makanan zaman dulupun dijual disini seperti pesor, kue cincin, pancong, dll, pokonya lengkap.

Ohya tidak ada salahnya mencoba hadir di majelis ilmu kwitang untuk menambah ilmu, ohya tak kenal maka tak sayang , maka saya akan copy paste riwayat dari Habib Ali pendiri majelis taklim kwitang, kalau saat ini yang meneruskan pengajian kwitang adalah cucu beliau yang bernama Habib Abdurrahman, sedangkan tempat ziarah yang ada adalah Habib Ali dan putra beliau Habib Muhammad (ayah dari Habib Abdurahman) . berikut riwayatnya semoga bermanfaat :

Habib Ali Kwitang (lahir di Jakarta20 April 1870 – meninggal di Jakarta13 Oktober1968 pada umur 98 tahun) adalah salah seorang tokoh penyiar agama Islam tedepan diJakarta pada abad 20. Ia juga pendiri dan pimpinan pertama pengajian Majelis Taklim Kwitang yang merupakan satu cikal-bakal organisasi-organisasi keagaaman lainnya diJakarta.

Riwayat Hidup

[sunting]Masa Kecil

Ia dilahirkan di daerah KwitangJakarta (lahir di JakartaJakarta20 April 1870 – meninggal di Jakarta13 Oktober 1968 pada umur 98 tahun) bertepatan dengan tanggal hijriah 20 Jumadil Awwal 1286 H dari pasangan Abdurrahman bin Abdullah Alhabsyi dan Salmah. Ayahnya adalah seorang ulama dan da'i keturunan arab sayyidyang hidup zuhud, sementara ibunya adalah seorang wanita sholehah puteri seorang ulama Betawi dari Kampung MelayuJatinegaraJakarta Timur.[rujukan?]. Ayahnya meninggal dunia saat Ali dalam usia kecil.
Ketika usianya mencapai sekitar 11 tahun, ia berangkat ke Hadramaut untuk belajar agama. Tempat pertama yang ditujunya ialah ke rubath Habib ‘Abdur Rahman bin ‘Alwi al-’Aydrus. Di sana beliau menekuni belajar dengan para ulamanya, antara yang menjadi gurunya ialah Shohibul Maulid Habib ‘Ali bin Muhammad al-Habsyi, Habib Hasan bin Ahmad al-’Aydrus, Habib Zain bin ‘Alwi Ba’Abud, Habib Ahmad bin Hasan al-’Aththas dan Syaikh Hasan bin ‘Awadh. Beliau juga berkesempatan ke al-Haramain dan meneguk ilmu daripada ulama di sana, antara gurunya di sana adalah Habib Muhammad bin Husain al-Habsyi (Mufti Makkah), Sayyid Abu Bakar al-Bakri Syatha ad-Dimyati, (pengarang I’aanathuth Thoolibiin yang masyhur) Syaikh Muhammad Said Babsail, Syaikh ‘Umar Hamda.

[sunting]Masa Muda dan Tua

Habib Ali menunaikan haji 3 kali. Pertama tahun 1311 H/1894 M pada masa Syarif Aun, kedua tahun 1343 H/1925 M pada masa Syarif Husein, dan ketiga tahun 1354 H/1936 M pada masa Ibnu Saud dan pergi ke Madinah 2 kali.
Ia mulai melaksanakan maulid akhir Kamis bulan Rabiul Awwal setelah wafatnya Habib Muhammad bin Idrus Al-Habsyi sejak tahun 1338 H/1920 M sampai 1355 H/1937 M di madrasah Jamiat Kheir.
Dalam rangka memantapkan tugas dakwahnya, Habib Ali membangun Masjid ar-Riyadh tahun 1940-an di Kwitang serta di samping masjid tersebut didirikannya sebuah madrasah yang diberi nama Madrasah Unwanul Falah. Tanah yang digunakan untuk membangun masjid tersebut merupakan wakaf yang sebagian diberikan oleh seorang betawi bernama Haji Jaelani (Mad Jaelani) asal Kwitang[1]. Banyak ulama betawi atau Jakarta yang pernah menjadi muridnya atau pernah belajar di madrasah yang didirikannya. Di antara muridnya yang terkenal adalah K.H. ‘Abdullah Syafi’i (pendiri majlis taklim Assyafi'iyah, K.H. Thahir Rohili (pendiri majlis taklimAtthohiriyah dan K.H. Fathullah Harun (ayah dari Dr. Musa Fathullah Harun, seorang bekas pensyarah UKM).
Saat meninggalnya Habib Ali, stasiun penyiaran TV satu-satunya Indonesia saat itu, TVRI, menyiarkan berita wafatnya.[2] Habib Salim bin Jindan membaiat putera Habib Ali yang bernama Muhammad untuk meneruskan perjuangan keagamaan yang dilakukan ayahnya.
Putera sulungnya yang bernama Abdurrahman mengawini seorang wanita keturunan belanda bernama Maria Van Engels[3] yang lalu masuk islam dan mengubah namanya menjadi mariam.

[sunting]Karier dan Dakwah

Pengajian Habib Ali Kwitang di zaman Jepang.
Selain menuntut ilmu, Ia juga aktif dalam mengembangkan dakwah Islamiyyah, mengajak umat Islam untuk mengikuti ajaran-ajaran Islam dengan dasar cinta kepada Allah dan MuhammadSAW. Selain di pengajian tetap di Majlis Taklim Kwitang yang diadakan setiap hari Minggu pagi sejak kurang lebih 70 tahun yang lalu hingga sekarang dengan kunjungan umat Islam yang berpuluh-puluh ribu, ia juga aktif menjalankan dakwah di lain-lain tempat di seluruh Indonesia. Bahkan hingga ke desa-desa yang terpencil di lereng-lereng gunung.
Selain itu Habib Ali juga berdakwah ke Singapura, Malaysia, India, Pakistan, Srilangka dan Mesir. Selain itu beliau juga sempat menulis beberapa kitab, di antaranya Al-Azhar Al-Wardiyyah fi As-Shuurah An-Nabawiyyah dan Ad-Durar fi As-Shalawat ala Khair Al-Bariyyah [4]
Menurut Muhammad Asad, penulis lebih dari 20 buku yang terbit di Timur Tengah yang puluhan tahun mengenal Habib Ali, menilai, bahwa majelis taklimnya dapat bertahan selama lebih dari satu abad karena inti ajaran Islam yang disuguhkannya berlandaskan tauhid, kemurnian iman, solidaritas sosial, serta akhlakul karimah. Ia juga menjelaskan bahwa ajaran dakwah Habib Alwi berupa pelatihan kebersihan jiwa, tasauf mu’tabarah dan dialog antara makhluk dengan al-Khalik serta antara sesama mahluk. Habib Ali tidak pernah menglajarkan ideologi kebencian, iri, dengki, ghibahfitnah dan namimah. Sebaliknya, Habib Ali mengembangkan tradisi kakek-kakeknya dari keluarga ahlul bait yang intinya menjunjung tinggi nilai kemanusian, menghormati hak-hak setiap manusia tanpa membedakan manusia atas latarbelakang status sosial mereka