SELAMAT DATANG DAN SELAMAT MENIKMATI, SEMOGA BERMANFAAT

Senin, 19 Agustus 2019

*Materi Tayang AIHQ*
*DK PSDM ODOJ*

🏡Oase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Kamis, 09 Mei 2019


*Pejuang kehidupan*
Oleh: zidniya Nura Qonita @qoqokrans


Hidup..
Hidup bukan sekedar makan,
Tapi hidup tentang bagaimana menjadi pemenang peradaban.


Hidup memang tak seindah yang kita bayangkan.
Karena hidup butuh perjuangan dan pengorbanan.

Hidup bukanlah kita yang menentukan hasilnya, karena semua terletak pada kehendak-Nya.
Tugas kita mengoptimalkan segala daya upaya.

Lelah kita jadi ukuran
kerja keras kita jadi patokan
Begitu juga...
Seberapa sering ibadah kita tegakkan.
Seberapa kuat nafsu kita tinggalkan.
Dan seberapa sabar kita menanti keberhasilan.

Hidup itu memang sukar, bak jalan setapak dengan semak belukar.
Penduduk akhir zaman pun sering ingkar.
Dengan apa yang mereka janjikan.
Tapi bukan apa yang sudah mereka lakukan.

Mereka pun seakan lupa akan kehidupan yang sejati.
Kehidupan yang membuat hidup manusia akan abadi.
Sudah seharusnya mereka memulai.
Untuk menjauh dari dunia fana
dan berkenalan dengan kehidupan baka.
Mereka pun harus bersiap untuk menyambut hari dimana nafas tak lagi ada.

Itulah sejatinya pemenang peradaban.
Yang siap dan mampu menggapai ridho Sang Pengusa Kehidupan.



◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/434/09/05/2019
oaseodoj@gmail.com
🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸
[DOA NABI AYYUB]
#RamadhanProject
#Onedayonejuz
#1440H

Nabi Ayyub berasal dari Rum (Romawi), beliau adalah Ayyub bin Mush bin Razah bin Al-‘Ish bin Ishaq bin Ibrahim Al-Khalil. Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Ishaq dalam kitab Tarik Ath-Thabari. Ada juga ulama yang menyebutkan bahwa nama beliau adalah Ayyub bin Mush bin Raghwil bin Al-‘Ish bin Ishaq bin Ya’qub.

Kisah beliau diabadikan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya,

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ (83) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ وَآَتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَى لِلْعَابِدِينَ (84)
“Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Rabbnya: “(Ya Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Rabb Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (QS. Al-Anbiya’: 83-84

Ibnu Syihab mengatakan bahwa Anas menyebutkan bahwa Nabi Ayyub mendapat musibah selama 18 tahun. Wahb mengatakan selama pas hitungan tiga tahun. Ka’ab mengatakan bahwa Ayyub mengalami musibah selama 7 tahun, 7 bulan, 7 hari. Al-Hasan Al-Bashri menyatakan pula selama 7 tahun dan beberapa bulan. (Lihat Tafsir Al-Baghawi, 17: 181, juga lihat riwayat-riwayat dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 5: 351).


▶Sumber rumaysho.com
*Materi Tayang AIHQ*
*DK PSDM ODOJ*

🏡Oase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Senin, 13 Mei 2019


*Cinta Tak Sekedar Hasrat*
Oleh: @rochma_yulika


Berbincang tentang cinta.
Tak mengenal batas usia.
Tidaklah tua muda pun asyik membicarakannya.

Cinta itu karunia.
Bila hati merasakannya dengan berbunga-bunga.
Namun cinta akan jadi petaka.
Bila jiwa merasakan duka derita.

Berharap cinta kan mewarnai hidup kita.
Hingga yang sedih berubah gembira.
Yang berselisih menjadi bersaudara.
Dan yang merana berangsur mereda.

Bila hati tumbuh rasa cinta.
Janganlah salah kita menempatkannya.
Cinta hakiki bersandar pada Sang Maha Pecinta.
Agar dosa terhindar dari diri kita.

Cinta kita tak sekedar hasrat.
Cinta kita tak berbalut maksiat.
Namun cinta kita berlandas syariat.
Hingga lahirlah pribadi yang taat.
Syukur terpanjat bila karunia cinta kita dapat.
Hati manusia tak lagi ada yang tersekat.
Bahkan jiwa yang menjauh kini mendekat.
Yang ikatannya merenggang kembali erat.

Biarkan cinta menumbuh indah.
Selayak kembang yang sedang merekah.
Sirami dengan akhlakul karimah.
Sehidup sesurga tak akan terpisah.

Jangan biarkan cinta membawa kita pada jalan yang sesat.
Akan merugi kelak di akhirat.
Kita pun akan menjadi hamba yang terlaknat.
Tak akan terlepas dari panas neraka yang menjerat.

Mari kita benahi diri.
Menjadi pribadi yang berbudi.
Pemilik cinta sejati.
Bersumber dari Ilahi Rabbi.



◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/435/13/05/2019
oaseodoj@gmail.com
🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸
[DOA NABI IBRAHIM]
#RamadhanProject
#Onedayonejuz
#1440H

 رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّآ ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ وَتُبْ عَلَيْنَآ ۖ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

"Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Dan terimalah taubat kami, sungguh, Engkaulah Yang Maha Menerima taubat, Maha Penyayang."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 127-128)

Doa ini masih merupakan rangkaian doa Nabi Ibrahim. Saat itu, Nabi Ismail putra Nabi Ibrahim telah lahir. Allah SWT kemudian memerintahkan Nabi Ibrahim dan putranya untuk membangun rumah untuk mengingat Allah SWT, baitullah. Walaupun sebenarnya ahli tafsir memiliki pendapat yang berbeda terkait tafsiran “meninggikan dan membangun baitullah”.

Melalui angin, Allah SWT menunjukkan letak penempatan pembangunan rumah tersebut. Pada akhirnya, angin utusan Allah SWT berhenti di Mekah. Kemudian, Nabi Ibrahim mulai membangun rumah dan meletakkan batu fondasi.


Ibnu Abbas berkata bahwa ka’bah dibangun dari tujuh gunung, yaitu Thur Sina, Thur Zaita, Lubnan, al-Judi dan Hira. Beberapa ulama berpendapat bahwa ka’bah sudah pernah dibangun pada masa Nabi Adam, kemudian terjadi banjir besar pada masa Nabi Nuh hingga hilang tanda letaknya baitullah. Maka dibangun lagi pada zaman Nabi Ibrahim.
Setelah proses pembangunan selesai, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail berdoa memohon supaya amal ibadah yang sudah dilakukan dapat diterima oleh Allah SWT.


Doa ini menjadi tuntunan doa bagi umat manusia jika melakukan suatu perbuatan baik maka hendaklah berdoa kepada Allah SWT supaya perbuatan tersebut diterima di sisiNya. Beberapa ulama menambahkan bahwa sudah sepantasnya rasa takut seseorang akan tidak diterimanya amalan-amalan. Sehingga sangat dianjurkan untuk berdoa meminta amalan diterima oleh Allah SWT.

Sumber arrahmah.co.id
[DOA NABI ADAM]
#RamadhanProject
#Onedayonejuz
#1440H

Doa Taubat Nabi Adam

Ketika itu Adam dan Hawa’ sangat menyesal sekali karena telah bermaksiat kepada Allah, segeralah keduanya bertobat dan beristighfar, keduanya berkata,

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

"Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.


Murkanya Allah usai melihat Nabi Adam dan Siti Hawa melakukan sesuatu hal yang dilarang, membuat Allah menghukum keduanya utnuk turun ke bumi secara terpisah.
Dan di sinilah adanya taubat nasuha. Nabi Adam bertaubat kepada Allah agar diampuni semua dosa-dosanya dan ingin dipertemukan kembali dengan Hawa. Pun Hawa melakukan hal yang sama.

Dalam suatu riwayat, Nabi Adam membaca doa ini selama 40 tahun lamanya

Sebuah pelajaran besar bagi kita, untuk jangan pernah lelah memohon ampunan kepada Allah, kapanpun sampai ajal menjemput

Wallahu a'lam bishowwab
📖 MEMBACA AL-QUR'AN DI LISAN

❅ https://t.me/MuliaDenganSunnah

Imam bin Baz رحمه الله berkata :

"Seseorang yang membaca al-Qur'an dalam hati semata tanpa menggerakkan bibirnya tidaklah dianggap sebagai qaari' (pembaca). Dan dia tidak memperoleh pahala qiraa'ah (bacaannya). Kecuali jika dia melafalkan al-Qur'an tersebut dengan lisannya sekalipun tidak didengar oleh orang di sebelahnya.

Hal itu berdasarkan kepada sabda Nabi ﷺ : "BACALAH oleh kalian al-Qur'an, karena kelak dia akan datang pada hari Kiamat sebagai syafa'at bagi orang yang membacanya" (HR. Muslim no. 1337) (Majmu' Fatawa Syaikh bin Baaz XXIV/356)

Bukankah Nabi ﷺ telah memerintahkan untuk membaca al-Qur'an dengan suara yang indah, yang berarti itu keluar dari lisan dan bukan sekedar di dalam hati ?

Dari Abu Lubababh Basyir bin ‘Abdul Mundzir radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda : "Tidak termasuk golongan kami, seseorang yang tidak mau memperindah suaranya ketika membaca al-Qur’an" (HR. Abu Dawud no. 1469 dan Ahmad I/175)

Yang dimaksud adalah membaguskan suara dalam membaca al-Qur’an, sebagaimana disebutkan dalam hadits : زَيِّنُوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ "Hiasilah al-Qur’an dengan suara kalian" (HR. Abu Dawud no.1468 dan an-Nasaa'i no.1016)

Imam al-Utsaimin رحمه الله berkata :

"Qira’ah (membaca ayat al-Qur'an) itu harus dengan lisan. Apabila seseorang membaca bacaan-bacaan shalat dengan hati saja, maka ini tidak dibolehkan. Demikian juga bacaan-bacaan yang lain, tidak boleh hanya dengan hati. Namun harus menggerakkan lisan dan bibirnya, barulah disebut sebagai aqwal (perkataan). Dan tidak dikatakan aqwal, jika tanpa lisan dan bergeraknya bibir" (Majmu’ Fatawa Ibnu ‘Utsaimin XIII/156)

Tetapi, apabila seseorang telah membaca al-Qur'an dengan hatinya semata, maka dia mendapatkan pahala dari sisi hadirnya hati karena dianggap sedang tadabbur al-Qur'an, dan bukanlah karena bacaannya yang akan diberikan pahalanya perhuruf.

✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar
https://telegram.me/najmiumar

✒ Editor : Admin Asy-Syamil.com

📡 Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini , semoga bermanfaat.
Jazakumullahu khoiron.

•═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•
📮CHANNEL MULIA DENGAN SUNNAH
🌐 https://t.me/MuliaDenganSunnah
🔄 https://t.me/RisalahSunnah
👥 https://bit.ly/JoinGrupKami
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
💠️ FB : https://goo.gl/tJdKZY
🛰 App : bit.ly/AsySyamilApp
📱 Admin : 081381173870
Sdrku... Mari sejenak bertafakur untuk mengenang wafatnya ibunda kita /umat muslim *Siti* *Khadijah* istri kesayangan Rosulullah Muhammad saw. Semoga menjadi ibroh kita dan menambah keimanan. ( berulang saya membacanya selalu 😭😭😭)

*DETIK-DETIK WAFATNYA SITI KHADIJAH, ISTRI TERCINTA RASULULLAH*

Siti Khadijah adalah istri pertama Rasulullah. Orang yang pertama kali beriman kepada ALLAH dan kenabian Rasulullah. Orang yang sangat berjasa bagi dakwah Rasulullah dan penyebaran agama Islam.

Siti Khadijah wafat pada hari ke-11 bulan Ramadlan tahun ke-10 kenabian, tiga tahun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Khadijah wafat dalam usia 65 tahun, saat usia Rasulullah sekitar 50 tahun.

PERMINTAAN TERAKHIR

Diriwayatkan, ketika Khadijah sakit menjelang ajal, Khadijah berkata kepada Rasululllah SAW,

Aku memohon maaf kepadamu, Ya Rasulullah, kalau aku sebagai istrimu belum berbakti kepadamu.

Jauh dari itu ya Khadijah. Engkau telah mendukung dawah Islam sepenuhnya, jawab Rasulullah

Kemudian Khadijah memanggil Fatimah Azzahra dan berbisik,

Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba, yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, aku malu dan takut memintanya sendiri, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa untuk menerima wahyu agar dijadikan kain kafanku.

Mendengar itu Rasulullah berkata,

Wahai Khadijah, ALLAH menitipkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di surga.

Ummul mukminin, Siti Khadijah pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Rasulullah. Didekapnya istri Beliau itu dengan perasaan pilu yang teramat sangat. Tumpahlah air mata mulia Beliau dan semua orang yang ada disitu.

KAIN KAFAN DARI ALLAH

Saat itu Malaikat Jibril turun dari langit dengan mengucap salam dan membawa lima kain kafan. Rasulullah menjawab salam Jibril dan kemudian bertanya,

Untuk siapa sajakah kain kafan itu, ya Jibril?

Kafan ini untuk Khadijah, untuk engkau ya Rasulullah, untuk Fatimah, Ali dan Hasan jawab Jibril. Jibril berhenti berkata dan kemudian menangis.

Rasulullah bertanya, Kenapa, ya Jibril?

Cucumu yang satu, Husain tidak memiliki kafan, dia akan dibantai dan tergeletak tanpa kafan dan tak dimandikan sahut Jibril.

Rasulullah berkata di dekat jasad Khadijah,

Wahai Khadijah istriku sayang, demi ALLAH, aku takkan pernah mendapatkan istri sepertimu. Pengabdianmu kepada Islam dan diriku sungguh luar biasa. ALLAH maha mengetahui semua amalanmu.

"Semua hartamu kau hibahkan untuk Islam. Kaum muslimin pun ikut menikmatinya. Semua pakaian kaum muslimin dan pakaianku ini juga darimu.

"Namun begitu, mengapa permohonan terakhirmu kepadaku hanyalah selembar sorban?

Tersedu Rasulullah mengenang istrinya semasa hidup.

Seluruh kekayan Khadijah diserahkan kepada Rasulullah untuk perjuangan agama Islam. Dua per tiga kekayaan Kota Mekkah adalah milik Khadijah. Tetapi ketika Khadijah hendak menjelang wafat, tidak ada kain kafan yang bisa digunakan untuk menutupi jasad Khadijah.

Bahkan pakaian yang digunakan Khadijah ketika itu adalah pakaian yang sudah sangat kumuh dengan 83 tambalan diantaranya dengan kulit kayu.

Rasulullah kemudian berdoa kepada ALLAH.

Ya ALLAH, ya Ilahi Rabbi, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Khadijahku, yang selalu membantuku dalam menegakkan Islam. Mempercayaiku pada saat orang lain menentangku. Menyenangkanku pada saat orang lain menyusahkanku. Menentramkanku pada saat orang lain membuatku gelisah. Oh Khadijahku sayang, kau meninggalkanku sendirian dalam perjuanganku. Siapa lagi yang akan membantuku?

Tiba-tiba Ali berkata, Aku, Ya Rasulullah!

PENGORBANAN SITI KHADIJAH SEMASA HIDUP

Dikisahkan, suatu hari ketika Rasulullah pulang dari berdakwah, Beliau masuk ke dalam rumah. Khadijah menyambut, dan hendak berdiri di depan pintu. Ketika Khadijah hendak berdiri, Rasulullah bersabda,

Wahai Khadijah tetaplah kamu ditempatmu.

Ketika itu Khadijah sedang menyusui Fatimah yang masih bayi.

Saat itu seluruh kekayaan mereka telah habis. Seringkali makananpun tak punya. Sehingga ketika Fatimah menyusu, bukan air susu yang keluar akan tetapi darah. Darahlah yang masuk dalam mulut Fatimah r.a.

Kemudian Beliau mengambil Fatimah dari gendongan istrinya lalu diletakkan di tempat tidur. Rasulullah yang lelah seusai pulang berdakwah dan menghadapi segala caci maki dan fitnah manusia itu lalu berbaring di pangkuan Khadijah.

Rasulullah tertidur. Ketika itulah Khadijah membelai kepala Rasulullah dengan penuh kelembutan dan rasa sayang. Tak terasa air mata Khadijah menetes di pipi Rasulullah. Beliau pun terjaga.

Wahai Khadijah Mengapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku, Muhammad? tanya Rasulullah dengan lembut.

Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan. Namun hari ini engkau telah dihina orang. Semua orang telah menjauhi dirimu. Seluruh kekayaanmu habis. Adakah engkau menyesal wahai Khadijah bersuamikan aku, Muhammad?" lanjut Rasulullah tak kuasa melihat istrinya menangis.

Wahai suamiku. Wahai Nabi ALLAH. Bukan itu yang kutangiskan." jawab Khadijah.

"Dahulu aku memiliki kemuliaan. Kemuliaan itu telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku adalah bangsawan. Kebangsawanan itu juga aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan. Seluruh kekayaan itupun telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya.

"Wahai Rasulullah. Sekarang aku tak punya apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini. Wahai Rasulullah. Sekiranya nanti aku mati sedangkan perjuanganmu ini belum selesai, sekiranya engkau hendak menyebrangi sebuah lautan, sekiranya engkau hendak menyebarangi sungai namun engkau tidak memperoleh rakit pun atau pun jembatan.

"Maka galilah lubang kuburku, ambilah tulang belulangku. Jadikanlah sebagai jembatan untuk engkau menyebrangi sungai itu supaya engkau bisa berjumpa dengan manusia dan melanjutkan dakwahmu.

"Ingatkan mereka tentang kebesaran Allah. Ingatkan mereka kepada yang hak. Ajak mereka kepada Islam, wahai Rasulullah.

Karena itu, peristiwa wafatnya Siti Khadijah sangat menusuk jiwa Rasulullah. Alangkah sedih dan pedihnya perasaan Rasulullah ketika itu karena dua orang yang dicintainya yaitu istrinya Siti Khadijah dan pamannya Abu Thalib telah wafat.

Tahun itu disebut sebagai Aamul Huzni (tahun kesedihan) dalam kehidupan Rasulullah.

Ilaa hadlratin Nabiyyil musthafa, wa ilaa Khadijah al Kubra, al Fatihah.

Tulisan Ustadz Zainul Hakim pada WA group Masjid Al Istiqomah.

Kitab Al Busyro, yang ditulis Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliky al Hasani.

Jika antum mau share niatkanlah dengan baik mudah-mudahan bisa jadi obat bagi masalah antum dan kita semua.

Share by.
https://tinyurl.com/Gabung-AQ

JANGAN TERHENTI.. ambil peluang kebaikan dg share meski hanya ke 1 grup atau 3 nomor saja
Syukran.. Jazakumullah
[DOA NABI ISA]
#RamadhanProject
#Onedayonejuz
#1440H

Doa Memohon Rezeki

قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَآ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ السَّمَآءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِّأَوَّلِنَا وَءَاخِرِنَا وَءَايَةً مِّنْكَ ۖ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرّٰزِقِينَ

"'Isa putra Maryam berdoa, Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami ataupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; berilah kami rezeki, dan Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 114)


Pada satu kesempatan Nabi Isa sedang berkumpul bersama para pengikutnya di tempat ibadah. Mereka meminta Nabi Isa supaya menurunkan makanan dan minuman dari langit. Secara kebetulan, orang-orang yang tidak percaya dengan kenabian Isa mengetahui permintaan itu. Rupanya mereka ingin membuktikan sendiri secara kasat mata kehebatan Nabi Isa. Akhirnya mereka meminta izin ikut bergabung dengan umat Nabi Isa.

Nabi Isa berdiri, lalu melangkahkan kakinya. Ia meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya, kemudian menundukkan kepala untuk memulai bermunajat. ”Ya Allah Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit.” Saking khusu’nya berdoa, sampai-sampai ia menangis dan air matanya memasahi jenggotnya yang panjang

Seketika turunlah makanan besar dari celah dua awan: satu awan di atasnya, satu awan di bawahnya. Saat itu orang-orang melihatnya penuh takjub. Nabi Isa melanjutkan doanya, “Ya Allah Tuhan kami, jadikanlah makanan ini sebagai rahmat dan jangan menjadi fitnah bagi kami.”

Makanan dari langit itu turun di hadapan Nabi Isa. Aroma dan baunya sangat harum, menggoda lidah siapa saja untuk segera menyantapnya. Nabi Isa tersungkur dalam keadaan sujud syukur yang diikuti oleh umatnya. Setelah itu mereka makan bersama. Bahkan orang-orang yang semula tidak percaya dengan Nabi Isa langsung meyakini ajaran-ajarannya. Sementara bagi pengikut Nabi Isa, mukjizat ini semakin mempertebal keimanannya kepada Allah SWT. Dikisahkan, makanan itu tidak habis-habis, meski dimakan oleh ribuan orang.

▶sebuah pelajaran besar bagi kita umat muslim untuk bahwa hanya kepada Allah-lah kita memohon rezeki, bukan kepada sesembahan lain yang sama-sama ia adalah makhluk
❤kisah menjelang tidur ❤

*❣"ALLOHUmma Sholli ala Sayyidina Mohammad wa ala Aali Sayyidina Mohammad..."❣*

😭😭😭😭😭😭😭
*"Cerita Yang Tak Pernah Ada Bosannya Dan Sangat Teramat Mengharukan..."*
😭😭😭😭😭

*Assalamu Alaikum Wr. Wb...*

Kisah ini terjadi pada diri Rosululloh SAW sebelum wafat.
Rosululloh SAW telah jatuh sakit agak lama, sehingga keadaan beliau sangat lemah.

Pada suatu hari, Rosululloh SAW meminta Sayyidina Bilal memanggil semua Sahabat datang ke Masjid. Tidak lama kemudian, penuhlah Masjid dengan para Sahabat.
Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendapat Taushiyah dari Rosululloh SAW.

Beliau duduk dengan lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat,
menahan sakit yang tengah dideritanya.

Kemudian Rosululloh SAW bersabda : "Wahai  sahabat-sahabatku semua. Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kepadamu,
bahwa sesungguhnya ALLOH SWT itu adalah satu-satunya TUHAN yang layak dan berhak serta wajb disembah...??? "

Semua Sahabat menjawab dengan suara bersemangat,
"Benar duhai Rosululloh,
Engkau telah sampaikan kepada kami bahwa sesungguhnya ALLOH SWT adalah satu-satunya TUHAN yang layak dan berhak serta wajib disembah."

Kemudian Rosululloh SAW bersabda :
"Persaksikanlah ya ALLOH... Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada mereka."

Kemudian Rosululloh SAW bersabda lagi,
dan setiap apa yang Rosululloh sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat.

Akhirnya sampailah pada satu pertanyaan yang menjadikan para Sahabat sedih dan terharu.

Rosululloh SAW bersabda :
"Sesungguhnya,
aku akan pergi menemui ALLOH SWT,
Dan sebelum aku pergi,
aku ingin menyelesaikan segala urusan dengan manusia.
Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua.
Adakah aku berhutang kepada kalian...?
Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut.
Karena aku tidak mau bertemu dengan ALLOH SWT dalam keadaan berhutang dengan manusia."

Ketika itu semua para Sahabat diam,
dan dalam hati masing-masing berkata "Mana ada Rosullulloh SAW berhutang dengan kita...? Kamilah yang banyak berhutang kepada Rosululloh".

Rosululloh SAW mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali.

Tiba-tiba bangun seorang lelaki yg bernama UKASYAH, seorang sahabat, mantan preman sebelum masuk Islam, dan dia berkata :

"Duhai Rosululloh...
Aku ingin sampaikan masalah ini.
Seandainya ini dianggap hutang,
Maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa".

Rosululloh SAW berkata: "Sampaikanlah wahai Ukasyah".

Maka Sayyidina Ukasyah pun mulai bercerita :
"Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, suatu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cemeti ke belakang kuda.
Tetapi cemeti tersebut tidak kena pada belakang kuda, tapi justeru terkena pada dadaku, karena ketika itu aku berdiri dibelakang kuda yang engkau tunggangi duhai Rosululloh".

Mendengar itu,
Rosululloh SAW berkata : "Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah. Kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yang sama."

Dengan suara yang agak tinggi, Sayyidina Ukasyah berkata : "Kalau begitu aku ingin segera melakukannya duhai Rosululloh."

Sayyidina Ukasyah seakan-akan tidak merasa bersalah mengatakan demikian.

Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak marah kepada Sayyidina Ukasyah.
"Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah. Bukankah Rosululloh sedang sakit...??!!!

Sayyidina Ukasyah tidak menghiraukan semua itu.
Rosululloh SAW meminta Sayyidina Bilal mengambil cambuk di rumah Sayyidah Fatimah, Putrinya.

Sayyidina Bilal meminta cambuk itu dari Sayyidah Fatimah,
Kemudian Sayyidah Fatimah bertanya : "Untuk apa Rosululloh meminta cambuk ini wahai Bilal...?"

Sayyidina Bilal menjawab dengan nada sedih: "Cambuk ini akan digunakan Ukasyah untuk memukul Rosululloh."

Terperanjat dan menangislah Sayyidah Fatimah, seraya berkata:
"Kenapa Ukasyah hendak memukul Ayahku Rosululloh...?
Ayahku sedang sakit,
kalau mau memukul,
pukullah aku anaknya".

Sayyidina Bilal menjawab : "Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua".

Sayyidina Bilal membawa cambuk tersebut ke Masjid lalu diberikannya kepada Sayyidina Ukasyah.
Setelah mengambil cambuk itu,
Sayyidina Ukasyah menuju ke hadapan Rosululloh SAW.

Tiba-tiba, Sayyidina Abu Bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata : "Ukasyah... kalau kamu hendak memukul,
pukullah aku..!!
Aku adalah orang yang pertama beriman dengan apa yang Rosululloh SAW sampaikan.
Akulah sahabatnya di kala suka dan duka.
Kalau engkau hendak memukul, maka pukullah aku".

Rosululloh SAW bersabda : "Duduklah wahai Abu Bakar.
Ini urusan antara aku dengan Ukasyah".

Sayyidina Ukasyah menuju ke hadapan Rosululloh SAW. Kemudian Sayyidina Umar bin Khattab berdiri menghalangi Sayyidina Ukasyah sambil berkata :

"Ukasyah...
kalau engkau mau mukul, pukullah aku.
Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Mohammad, bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya. Itu dulu. Sekarang, tidak boleh ada seorang pun yang boleh menyakiti Rosululloh Mohammad SAW.
Kalau engkau berani menyakiti Rosululloh,
maka langkahi dulu mayatku..!!"

Lalu dijawab oleh Rosululloh SAW :
"Duduklah wahai Umar. Ini urusan antara aku dengan Ukasyah".

Sayyidina Ukasyah menuju ke hadapan Rosululloh, dan tiba-tiba berdirilah Sayyidina Ali bin Abu Thalib, sepupu sekaligus menantu Rosululloh SAW.

Dia menghalangi Sayyidina Ukasyah sambil berkata : "Ukasyah, pukullah aku saja. Darah yang sama mengalir pada tubuhku ini wahai Ukasyah".

Lalu dijawab oleh Rosululloh SAW :
"Duduklah wahai Ali,
ini urusan antara aku dengan Ukasyah".

Ukasyah semakin dekat dengan Rosululloh SAW. Tiba-tiba tanpa disangka, bangkitlah kedua cucu kesayangan Rosululloh SAW yaitu Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husen.

Mereka berdua memegangi tangan Ukasyah sambil memohon...
"Wahai Paman,
pukullah kami Paman, Kakek kami sedang sakit,
Pukullah kami saja wahai Paman,,
sesungguhnya kami ini Cucu kesayangan Rosululloh SAW.
Dengan memukul kami, sesungguhnya itu sama dengan menyakiti Kakek kami,, wahai Paman."

Lalu Rosululloh SAW berkata : "Wahai Cucu-cucu kesayanganku, duduklah kalian.
Ini urusan kakek dengan Paman Ukasyah".

Begitu sampai di tangga mimbar,
dengan lantang Sayyidina Ukasyah berkata :

"Bagaimana aku mau memukul engkau duhai Rosululloh. Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau mau aku pukul, maka turunlah ke bawah sini..!!"

Rosululloh SAW memang manusia terbaik. Kekasih ALLOH itu meminta beberapa sahabat memapahnya ke bawah. Rosululloh SAW didudukkan pada sebuah kursi, lalu dengan suara tegas Sayyidina Ukasyah berkata lagi :

"Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju,
duhai Rosululloh."

Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Sayyidina Ukasyah.
Tanpa berlama-lama dalam keadaan lemah, Rosululloh SAW membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rosululloh yang sangat indah sedang beberapa batu terikat di perut Rosululloh SAW, pertanda Rosululloh sedang menahan lapar...

Kemudian Rosululloh SAW berkata :
"Wahai Ukasyah,
Segeralah dan janganlah kamu berlebih-lebihan.
Nanti ALLOH SWT akan Murka padamu."

Sayyidina Ukasyah langsung menghambur menuju Rosululloh SAW...  Cambuk di tangannya ia buang jauh-jauh. Kemudian ia peluk tubuh Rosululloh SAW se-erat-eratnya sambil menangis sejadi-jadinya...

Sayyidina Ukasyah berkata :
"Duhai Rosululloh, Ampuni aku,
Maafkan aku;
Mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau duhai Rosululloh. Sengaja aku melakukannya, agar aku dapat merapatkan tubuhku dengan tubuhmu...
Karena Engkau pernah mengatakan "Barang siapa yang kulitnya pernah bersentuhan denganku, maka diharamkan api neraka atasnya."

Seumur hidupku aku bercita-cita dapat memelukmu.
Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka.

Dan sungguh aku takut dengan api neraka.
Maafkan aku duhai Rosululloh..."

Rosululloh SAW dengan senyum berkata :

"Wahai sahabat-sahabatku semua, kalau kalian ingin melihat Ahli Syurga, maka lihatlah Ukasyah..!!"

Semua sahabat menitikkan air mata. Kemudian para sahabat bergantian memeluk Rasulullah SAW.

SEMOGA dengan membaca ini, bila ada air mata, ini membuktikan Kecintaan kita kepada Kekasih ALLOH SWT...

*ALLOHUumma Sholli ala Sayyidina Mohammad.*
*ALLOHUumma sholli alaihi wa Alihi wa Shohbihi wassalam...*

*Semoga ALLOH SWT selalu Mengampuni, Merohmati dan Meridloi kita semua. Aamiin...🤲🏻*

Jangan sampai kisah  ini kalah populer dibanding berita-berita yang bertebaran saat ini... !!
                                                                                    *❤Seluruh dunia mencintai Nabi Mohammad SAW.❤*

*KITA SEMUA UMMAT ROSULULLOH SAW..!!!*

   *ALLOHUMMA SHOLLI ALA SAYYIDINA MOHAMMAD WA ALA AALI SAYYIDINA MOHAMMAD*

*❤اللّٰهم صَلِّ عَلَی سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَی آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدﷺ❤*
🥦🥦🥦🥦🥦
*Kuliah Ramadhan Hari Kesebelas*

AL FATIHAH : PENYEMBUHAN YANG MENCUKUPI

@ Cahyadi Takariawan, Dewan Pembina LazisQu





Surat Al Fatihah dinamakan juga surat Al Kafiyatu Asy Syafiyah.

Al Kafiyah maknanya adalah pencukup, dan Asy Syafiyah berarti penyembuh, karena di dalam surat Al Fatihah terdapat penyembuh yang mencukupi untuk berbagai macam penyakit hati maupun badan.

Para ulama telah menjelaskan, bahwa surat Al Fatihah memiliki faedah yang terkait dengan penyembuhan penyakit ruhani maupun jasmani. Maka setiap muslim yang menegakkan shalat, akan melakukan penyembuhan diri secara rutin melalui bacaan Al Fatihah, apabila isinya dipahami, dihayati dan dilaksanakan dengan benar.

Penyakit apa saja yang bisa disembuhkan melalui Al Fatihah?

Pertama, penyakit hati seperti sombong, riya, ujub, dan lain-lain, dapat disembuhkan dengan Al Fatihah.

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan, “Aku mendengar Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, Iyyaka na’budu merupakan obat dari penyakit riya’, dan Iyyaka nasta’in merupakan obat dari penyakit kesombongan”.

“Maka Iyyaka na’budu dapat menghilangkan penyakit-penyakit hati, dengan mengingatkan seorang hamba akan kedudukan ikhlas yang merupakan semulia-mulianya kedudukan, dan Iyyaka nasta’in menyadarkan seorang hamba akan kefakiran dan kebutuhannya terhadap pertolongan Allah”.

Kedua, Al Fatihah untuk penyembuh penyakit badan.

Hal ini bisa kita pahami berdasarkan hadits dari sahabat Abu Said Al Khudri.

“Bahwa ada sekelompok sahabat Rasulullah Saw dahulu berada dalam perjalanan safar, lalu melewati suatu kampung Arab. Kala itu, mereka meminta untuk dijamu, namun penduduk kampung  tersebut enggan untuk menjamu.

Penduduk kampung tersebut berkata kepada para  sahabat yang mampir, “Apakah di antara kalian ada yang bisa meruqyah karena pembesar kampung tersengat binatang atau terserang demam.” Di antara para sahabat menjawab, “Iya ada.”

Sahabat itu mendatangi pembesar kampung tersebut dan meruqyahnya dengan membaca surat Al-Fatihah. Pembesar kampung itupun sembuh. Sahabat yang membacakan ruqyah tersebut diberikan seekor kambing, namun ia enggan menerimanya, -dan disebutkan- ia mau menerima sampai kisah tadi diceritakan kepada Nabi Saw.

Ia mendatangi Nabi Saw dan menceritakan kisah tadi kepada beliau. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku tidaklah meruqyah kecuali dengan membaca surat Al-Fatihah.” Rasulullah Saw lantas tersenyum dan berkata, “Bagaimana engkau bisa tahu Al-Fatihah adalah ruqyah?”

Beliaupun bersabda, “Ambil kambing tersebut dari mereka dan potongkan untukku sebagiannya bersama kalian” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

“Aku pernah menginap di Makkah selama beberapa saat lalu aku jatuh sakit, aku tidak mendapatkan satupun dokter di sana, maka aku mencoba mengobati diriku sendiri dengan membaca surat Al Fatihah, dan aku dapati perubahan yang sangat menakjubkan, sejak saat itu aku sering memberikan saran kepada orang-orang yang mengeluh akan penyakitnya untuk membaca Al Fatihah dan banyak dari mereka mendapatkan kesembuhan dengan cepat.”

Semoga surat Al Fatihah membawa kita menuju kesehatan ruhani dan jasmani. Mari perbanyak membaca Al Fatihah. Jangan lupa, perbanyak pula sedekah, mumpung ketemu bulan penuh berkah.

Salurkan sedekah anda melalui LAZISQU untuk berbagai aktivitas kebaikan yang sangat luas. Kirim donasi anda melalui Bank Syariah Mandiri 7224-7334-74 a.n. YAYASAN LAZISQU. Informasi LazisQu : 0878 3955 9003. Web : www.lazisqu.or.id. Instagram : @lazisqu.
[DOA NABI LUTH]
#RamadhanProject
#Onedayonejuz
#1440H

Doa ini diucapkan Nabi Luth untuk memohon agar beliau dan keluarganya dipelihara Allah dari tindakan kaumnya yang buruk.

رَبِّ نَجِّنِىْ وَاَهْلِى مِمَّايَعْمَلُوْنَ

"Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan. " (Asy Syu’araa ayat 169)


Nabi Luth adalah anak keponakan dari Nabi Ibrahim. Ayahnya yang bernama Haran (Abara’an) bin Azar adalah saudara kandung dari Ibrahim, ayahnya kembar dengan pamannya yang bernama Nahor. Silsilah lengkapnya adalah Luth bin Haran bin Azara bin Nahur bin Suruj bin Ra’u bin Falij bin ‘Abir bin Syalih bin Arfahsad bin Syam bin Nuh.

Nabi Luth beriman kepada saudara bapaknya (pamannya), yaitu Nabi Ibrahim, yang mendampinginya dalam semua perjalanan. Ketika mereka berada di Mesir mereka mempunyai usaha bersama dalam bidang peternakan yang sangat berhasil. Binatang ternaknya berkembang biak dengan pesat sehingga dalam waktu yang singkat jumlah binatang yang sudah berlipat ganda itu tidak dapat ditampung dalam tempat tersebut. Akhirnya usaha bersama Ibrahim-Luth dipecah dan binatang ternak serta harta milik perusahaan mereka dibagi dan berpisahlah Luth dengan Ibrahim. Luth pindah ke Yordania dan bermukim di sebuah tempat bernama Sadum (Sodom)

Lūth adalah salah satu nabi yang diutus untuk negeri Sadum dan Gomorrah. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 1900 SM. Ia ditugaskan berdakwah kepada Kaum yang hidup di negeri Sadum, Syam Palestina. Namanya disebutkan sebanyak 27 kali dalam Al Qur’an. Ia meninggal di Desa Shafrah di Syam, Palestina

Sumber bacaandoa.com
Hafshah binti Umar bin Khaththab
Hafshah binti Umar bin Khaththab adalah putri seorang laki-laki yang terbaik dan mengetahui hak-hak Allah dan kaum muslimin. Umar bin Khaththab adalah seorang penguasa yang adil dan memiliki hati yang sangat khusyuk. Pernikahan Rasulullah dengan Hafshah merupakan bukti cinta kasih beliau kepada mukminah yang telah menjanda setelah ditinggalkan suaminya, Khunais bin Hudzafah as-Sahami, yang berjihad di jalan Allah, pernah berhijrah ke Habasyah, kemudian ke Madinah, dan gugur dalam Perang Badar. Setelah suami anaknya meninggal, dengan perasaan sedih, Urnar menghadap Rasulullah untuk mengabarkan nasib anaknya yang menjanda. Ketika itu Hafshah berusia delapan belas tahun. Mendengar penuturan Umar, Rasulullah memberinya kabar gembira dengan mengatakan bahwa beliau bersedia menikahi Hafshah.
Jika kita menyebut narna Hafshah, ingatan kita akan tertuju pada jasa-jasanya yang besar terhadap kaum muslimin saat itu. Dialah istri Nabi yang pertama kali menyimpan Al-Qur’an dalam bentuk tulisan pada kulit, tulang, dan pelepah kurma, hingga kemudian menjadi sebuah kitab yang sangat agung.

Pemilik Mushaf yang Pertama
Karya besar Hafshah bagi Islam adalah terkumpulnya Al-Qur’an di tangannya setelah mengalami penghapusan karena dialah satu-satunya istri Nabi yang pandai membaca dan menulis. Pada masa Rasul, Al-Qur’an terjaga di dalam dada dan dihafal oleh para sahabat untuk kemudian dituliskan pada pelepah kurma atau lembaran-lembaran yang tidak terkumpul dalam satu kitab khusus.
Pada masa khalifah Abu Bakar, para penghafal A1-Qur’an banyak yang gugur dalam peperangan Riddah (peperangan melawan kaum murtad). Kondisi seperti itu mendorong Umar bin Khaththab untuk mendesak Abu Bakar agar mengumpulkan Al-Qur’an yang tercecer. Awalnya Abu Bakar merasa khawatir kalau mengumpulkan Al-Qur’an dalam satu kitab itu merupakan sesuatu yang mengada-ada karena pada zaman Rasul hal itu tidak pernah dilakukan. Akan tetapi, atas desakan Umar, Abu bakar akhirnya memerintah Hafshah untuk mengumpulkan Al-Qur’an, sekaligus menyimpan dan memeliharanya. Mushaf asli Al-Qur’an itu berada di rumah Hafshah hingga dia meninggal.
Semoga rahmat Allah senantiasa menyertai Hafshah. dan semoga Allah memberinya tempat yang layak di sisi-Nya. Amin.
Sumber: Dzaujatur-Rasulullah, karya Amru Yusuf, Penerbit Darus-Sa’abu, Riyadh
Artikel www.KisahMuslim.com
_*Sentilan Jiwa 💘*_

_SEDERHANA_

```Sederhana itu memperindah semua.. yang berkuasa mulia, yang jelata bermartabat, yang kaya dicinta, yang miskin terhormat

Sederhana itulah, bukan kemegahan gemerlap, yang lebih mudah mengundang doa-doa yang tulus dan rahasia..danjuga cinta

Sederhana memang membuat kita rendah, di mata para pihak yang mengukur kemuliaan dengan dunia, ia kehinaan semu, tak ada ruginya

Sederhana dalam makan, meringankan badan, sederhana soal pakaian, meringankan perjalanan, sederhana dalam papan, meringankan perjuangan

Sederhana dalam fikir, memudahkan tindakan, sederhana dalam tutur, memudahkan hubungan, sederhana dalam tampil, memudahkan kepemimpinan

Sederhana dalam takut menjauhkan maksiat, sederhana dalam harap menguatkan taat, sederhana dalam cinta melezatkan ibadat

Sederhana di keluarga mengeratkan ikatan, sederhana dalam berteman mengurangi dengki, sederhana dalam bermasyarakat menegaskan hormat.```

~ Ustadz Salim A Fillah ~

💘👌🏻💘👌🏻💘👌🏻💘👌🏻💘👌🏻💘
🍀🌸🌸🌸🍀
*Kuliah Ramadhan Hari Kedelapanbelas*

TASYAHUD AKHIR : MEMINTA PERLINDUNGAN DARI 4 HAL

@ Cahyadi Takariawan, Dewan Pembina LazisQu


Pada raka'at terakhir, usai sujud yang kedua, kita melakukan duduk tasyahud akhir, yang merupakan rukun shalat, sebagaimana penjelasan Imam An Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim.

Cara duduk tasyahud akhir adalah dengan tawarruk, yaitu duduk di lantai, kedua kaki diletakkan di sebelah kanan pinggang, kaki kiri dibentangkan, sedangkan kaki kanan ditegakkan.

Dalam hadits Abu Humaid As Sa’idi Ra beliau berkata:

فإذا جلس في الركعتين جلس على رجلٌه اليسرى، ونصب اليمنى، وإذا جلس في الركعة الآخرة، قدم رجلٌه اليسرى، ونصب الأخرى، وقعد على مقعدته

“Nabi Saw jika duduk dalam salat di dua raka'at pertama beliau duduk di atas kaki kirinya dan menegakkan kaki kanan. Jika beliau duduk di raka,'at terakhir, beliau mengeluarkan kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya dan duduk di atas lantai.” Hadits Riwayat Bukhari no. 828 dan Muslim no. 226.

Bacaan ketika tasyahud akhir sama dengan saat tasyahud awal:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

Namun ditambah dengan:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

“Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad, kama shalaita ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidum majid.Allahumma barik ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad, kama barakta ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidum majid.

Ya Allah, semoga shalawat terlimpah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana shalawat terlimpah kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.Ya Allah semoga keberkahan terlimpah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana engkau berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.” Hadits Riwayat Bukhari no. 6357, Muslim no. 406.

Ditambah lagi dengan doa meminta perlindungan dari empat perkara, sebagaimana hadits dari Abu Hurairah:

إِذَا فَرَغَ أَحَدُكُمْ مِنَ التَّشَهُّدِ الآخِرِ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Jika salah seorang di antara kalian selesai tasyahud akhir (sebelum salam), mintalah perlindungan pada Allah dari empat hal: siksa neraka jahannam, siksa kubur, penyimpangan ketika hidup dan mati, serta kejelekan Al Masih Ad Dajjal.” Hadits Riwayat Muslim no. 588.

Sedangkan doa yang diajarkan oleh Nabi Saw adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَشَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabil qabri, wa ‘adzabin nar, wa fitnatil mahya wal mamat, wa syarri fitnatil masihid dajjal.

Ya Allah, aku meminta perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka, penyimpangan ketika hidup dan mati, dan kejelekan Al Masih Ad Dajjal.” Hadits Riwayat Muslim no. 588.

Setelah itu berdoa dengan doa apa saja yang diinginkan. Dalam hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw bersabda:

إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ ثُمَّ يَدْعُو لِنَفْسِهِ بِمَا بَدَا لَهُ

“Jika salah seorang di antara kalian bertasyahud, maka mintalah perlindungan pada Allah dari empat perkara yaitu dari siksa Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati dan dari kejelekan Al Masih Ad Dajjal, kemudian hendaklah ia berdoa untuk dirinya sendiri dengan doa apa saja yang ia inginkan.” Hadits Riwayat An Nasa’i no. 1310. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih.

Di bagian akhir dari shalat, kita dituntunkan untuk meminta perlindungan kepada Allah dari empat hal:

1. Siksa neraka jahannam

2. Siksa kubur

3. Penyimpangan ketika hidup dan mati

4. Kejelekan Al Masih Ad Dajjal.

Sejak berdiri di raka'at pertama, kita sudah meminta petunjuk jalan lurus, saat tasyahud akhir, kita kembali meminta perlindungan kepada Allah agar terhindar dari penyimpangan ketika hidup dan mati, serta terhindar dari kejelekan Dajjal.

Ditambah permintaan yang menjamin keselamatan kita kelak ketika sudah meninggal dunia, yaitu terjauhkan dari siksa kubur dan terjauhkan dari siksa neraka jahannam.

Semoga Allah jauhkan kita semua dari empat hal yang sangat mengerikan tersebut, agar selamat dan bahagia hidup kita sejak di dunia hingga di akhirat. Jangan lupa, perbanyak sedekah, mumpung ketemu bulan penuh berkah.
☝🏽 *Sunnah yang banyak ditinggalkan di 10 akhir Ramadhan*

❓ Apa itu...
Tulisan ini saya sengaja saya singkat langsung dari pembahasan utamanya, diterjemahkan dan dirangkum dari grup WA Syaikh Walid Saifu Nashr.

سنة متروكة .. الاغتسال في العشر من رمضان.!

Sunnah yang banyak ditinggalkan.. Yaitu: Mandi (di 10 malam terakhir) bulan Ramadhan.

يستحب الإغتسال بين المغرب والعشاء في العشر
الاواخر من رمضان و روي ذلك عن جمع من السلف الصالح رحمهم الله

Dianjurkan mandi di waktu antara maghrib dan isya pada 10 Akhir Ramadhan dan ini telah diriwayatkan dari sekelompok salafush sholih (para pendahulu kita yang sholih).

• قال الإمام ابن رجب الحنبلي :
"و لفظ حديث عائشة :
كان رسول الله صلى الله عليه و سلم إذا كان رمضان  قام و نام فإذا دخل العشر شد المئزر و اجتنب النساء  و اغتسل بين الأذانين .أخرجه ابن أبي عاصم"

Imam Ibnu Rajab Al Hanbaly berkata :
"Lafadz hadits Aisyah : Rasulullah shollallaahu alaihi wasallam apabila berada dibulan Ramadhan beliau meghidupkan malam dan tidur namun bila masuk 10 Akhir beliau kencangkan ikat sarung dan menjauhi istri2nya dan beliau mandi antara dua adzan (maghrib & isya). ( dikeluarkan oleh ibnu Abi 'Ashim)

ومن الاثار التي تروى في استحباب الغسل بين المغرب والعشاء في العشر الاواخر من رمضان:

Diantara riwayat tentang dianjurkannya mandi diwaktu antara maghrib dan isya di 10 hari akhir Ramadhan adalah :

• و قال ابن جرير : كانوا يستحبون أن يغتسلوا كل ليلة من ليالي العشر الأواخر .

Ibnu Jarir berkata : mereka (para ulama salaf) menyukai mandi setiap malam di malam-malam 10 akhir Ramadhan.

فتبين بهذا أنه يستحب في الليالي التي ترجى فيها ليلة القدر التنظف و التزين و التطيب بالغسل و الطيب و اللباس الحسن كما يشرع ذلك في الجمع و الأعياد و كذلك يشرع أخذ الزينة بالثياب في سائر الصلوات كما قال تعالى : { خذوا زينتكم عند كل مسجد } بتصرف عن:عبدالرحمن الفقيه

Maka dari semua ini telah jelas bahwasanya dianjurkan di malam-malam yang sangat begitu diharapkan adanya lailatul qadr untuk menjaga kebersihan, berhias, memperindah diri dengan mandi, minyak wangi, pakaian yang baik sebagaimana hal ini dianjurkan di hari-hari jum'at, hari 'ied, sebagaimana disyariatkan pula menghias diri dengan pakaian indah dalam setiap sholat, berdasarkan firman Allah ta'ala :
"Hai anak adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) masjid"
(Diringkas dari Abdurrahman Alfaqih)
___________________________________

Al haram 23 Ramadhan/8 juni 2018

✍🏼 Oleh : *Abu Bakar Al Akhdhory, Lc.*


🖥 *Youtube: Quran Palace*
https://youtube.com/channel/UCitNizZ1DD044DobwXQGbtw

📬 *Telegram*
Link Join Channel
http://t.me/ABalakhdhory
*Materi Tayang AIHQ*
*DK PSDM ODOJ*

🏡Oase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Kamis, 23 Mei 2019


*Menjadi Hebat Lantaran Tabiat*
Oleh: @rochma_yulika


Menjadi muslimah yang selayak para shahabiyah tidaklah mudah.
Mereka panutan untuk kita mengambil peran di jalan dakwah.
Mereka pribadi pejuang yang tak kenal lelah.
Dan pesonanya tak lekang walau jaman telah berubah.

Selintas kita ingat sejarah muslimah di masa Rasulullah.
Kita semua tentu mengenal Hindun. Seorang wanita dari kaum kafir Qurays yang begitu membenci Rasulullah dan ajaran yang disampaikannya. Keberingasannya sangat nampak dalam peristiwa perang Uhud.
Tak terbayang ada sesosok wanita yang sanggup membelah dada Hamzah lantas mengambil jantungnya kemudian dimakan dengan garangnya.
Luar biasa.

Hidayah Allah tak pernah tahu kapan datangnya. Tak ada satu pun orang yang mampu menahannya bila Allah telah berkehendak. Takdir telah mengubah sosok bengis menjadi jauh lebih manis.
Cahaya Islam datang menyelusup ke sanubarinya dan bergegas Hindun pun menyambutnya.

Cahaya itulah yang mampu mengubah hidupnya.
Dan cahaya itu pula yang membalikkan perangainya.
Dari kekasaran menjadi kelembutan.
Begitulah adanya Hindung kala Islam sudah dipeluknya. Bahkan akhirnya beliau pun menjadi salah satu umul mukminin yang kita kenang kebaikannya hingga saat ini.

Islam sebuah ajaran yang mengajak manusia untuk senantiasa berkarakter yang mulia. Maka sejatinya seorang manusia bila ia sudah mengenal Islam harus mampu mengubah dirinya menjadi lebih baik. Internalisasi nilai luhur yang terintegrasi dalam sikap, perkataan dan ekspresi wajah yang penuh keindahan.

Maka keinginan mengubah diri harusbmenjadi tabiat.
Dan sesiapa yang mampu berubah, mereka adalah muslimah yang hebat.

Terlintas dalam benak diri ini tentang muslimah hebat.
Seperti apa mereka?

Muslimah hebat adalah seseorng yang mampu mengubah masalah menjadi hikmah.
Yang mampu mengubah amarah dengan sikap ramah.
Yang mampu mengatasi gelisah dengan memperbanyak ibadah.
Yang mampu mengubah akhlakul madzmumah menjadi karimah.
Dan muslimah hebat itu bukan pemilik jiwa yang lemah.

Banyak kita dapati muslimah akhir jaman yang enggan menapaktilasi kisah hidup shahabiyah. Generasi terbaik yang bisa jadi teladan bagi semua insan.
Mereka kuat secara fisik, mereka cerdas dalam berpikir, dan optimal dalam taqarub ilallah.

Maka kita harus belajar dan terus belajar mengubah diri dengan muhasabah serta mutabaah keshalihan kita.

Ada kata kunci ketika ingin menjadi muslimah hebat.
1. Harus memiliki energi. Karena gerak langkah kita bermula dari energi yang kita punya. Seberapa besar energi itu akan menjadi ukuran seberapa tegap kita melangkah dan seberapa gesit kita melaju dalam menjalankan amanah. Energi tak lain dari semangat yang luar biasa dari kita. Dan semangat itulah yang akan membuat diri kita merasa senantiasa berenergi.

2. Harus memiliki daya pikul. Ketangguhan muslimah terukur dari sejauh mana mampu memikul banyak beban yang menjadi tanggungannya. Dalam hidup tentu kita akan berjumpa dengan banyak peristiwa. Dan diantara sekian banyak yang hadir tak lain menjadi bagian dari tanggung jawab kita. Dari urusan pribadi hingga keumatan. Maka kita harus terus belajar dari memikul masalah remeh hingga akhirnya mampu menjadi sosok pemikul tanggung jawab atas masalah umat.

3. Harus memiliki daya lawan. Dalam jiwa kita selalu ada pertentangan antara haq dan batil. Antara sikap baik dan buruk bahkan antara kebenaran dan kedzaliman Daya lawan atas energi negatif ini dalam diri harus senantiasa diasah sehingga mampu melawab segala hal buruk dari luar. Fitnah, kezaliman bahkan penindasan dari pihak yang memusuhi Islam pun mampu kita lawan. Sehingga dengan mengupgrade terus kekuatan maknawiyah akan melahirkan jiwa-jiwa pemberani untuk melawan kemungkaran.

Maka ukuran hebatnya seorang muslimah bukan pada harta dan kekayaan yang dimiliki namun terletak pada kekayaan hati yang selalu bergegas untuk mengubah diri agar menjadi lebih baik.



◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/436/23/05/2019
oaseodoj@gmail.com
🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸
*_Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Ganjil Atau Genap..?

Malam ini malam genap..

"Pemburu" sejati lailatul Qadr tak akan peduli..

Berbeda dengan mereka yang suka pilah-pilih..

Semangat beribadah hanya saat malam ganjil..

A. Yang Tersisa.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى تَاسِعَةٍ تَبْقَى ، فِى سَابِعَةٍ تَبْقَى ، فِى خَامِسَةٍ تَبْقَى

“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan pada sembilan, tujuh maupun lima malam yang tersisa…” (HR. al-Bukhari: 2021)

Beberapa ulama berpendapat..

Lafadzh “tersisa” menunjukkan terhitung dari belakang akhir Ramadhan.

Lalu bagaimana…?

B. Tetap Semangat Dan Berdoa.

Ibunda Kaum Mukminin pernah bertanya,

“Wahai Rasulullah, apa pandangan engkau apabila aku mengetahui bahwa suatu malam itu adalah lailatul qadar.

Apa yang sebaiknya aku ucapkan di malam itu…?”

Beliau menjawab,

”Katakanlah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

“Ya Allah… Sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf maka maafkanlah aku…”

(Shahih, HR. at-Tirmidzi: 3513, Ibnu Majah: 3850)

Singsingkan lengan, kencangkan ikat pinggang..

Penghujung Ramadhan telah datang..

Hidupkanlah seluruh malam...

Tanpa perlu pilah-pilih..

Ganjil atau genap..

-sahabatilmu-

https://t.me/semangatsubuh

*_Selamat menunaikan ibadah sholat subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*
[DOA NABI MUHAMMAD]
#RamadhanProject
#Onedayonejuz
#1440H

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ


"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)". (QS. Ali 'Imran ayat 8)



Menggunakan akal semata akan membuat seseorang mudah tergelincir. Oleh karenanya, orang-orang yang mendalam ilmunya dan mantap imannya selalu berdoa, ya tuhan kami, janganlah engkau condongkan hati kami kepada kesesatan sebagaimana halnya mereka yang mencaricari takwil ayat-ayat mutasyabih untuk menimbulkan keraguan, setelah engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat yang mencakup segala jenis dan macamnya; antara lain berupa kemantapan iman, ketenangan batin, kemudahan dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan. Rahmat itu bersumber dan langsung dari sisi-Mu, turun secara berkesinambungan dan tanpa mengharap imbalan apa pun, sebab sesungguhnya engkau maha pemberi.

Mereka tidak hanya mengajukan permohonan yang berkaitan dengan kehidupan di dunia, tetapi juga menegaskan keyakinan tentang keniscayaan hari akhir. Ya tuhan kami, engkaulah yang mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada keraguan padanya, yaitu pada hari kiamat. Sungguh, Allah tidak menyalahi janji.

Sumber; tafsirweb.com
[DOA NABI YUNUS]
#RamadhanProject
#Onedayonejuz
#1440H


وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Terjemah Arti: Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim". (QS. Al Anbiya : 87)


Ingatlah juga wahai nabi tentang kisah Dzun Nun yaitu Yunus bin Mata yang tinggal dalam (perut) ikan paus. Allah mengutusnya kepada penduduk Ninawa di negeri seberang. Ketika dia pergi dengan keadaan marah kepada kaumnya karena tidak mau beriman, dan beranggapan bahwa Kami tidak akan menyempitkan urusannya, namun kami biarkan dia meninggalkan mereka.

Lalu dia berdoa dalam 3 kegelapan yaitu kegelapan malam, kegelapan laut dan kegelapan perut paus: “Tiada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau dari sesuatu yang tidak sesuai. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menzalimi diri sendiri dengan pergi tanpa seizinMu dan meninggalkan kaumku”

Referensi: tafsirweb.com
🌹☘☘☘🌹
*Kuliah Ramadhan Hari Keduapuluhlima*

MENGAPA TIDAK BISA KHUSYU’?

@ Cahyadi Takariawan, Dewan Pembina LazisQu





Khusyu’ dalam shalat bukanlah perkara mudah, apalagi dalam kehidupan kita saat ini. Hal ini telah dinyatakan oleh Nabi Saw:

“Yang pertama kali diangkat (oleh Allah) dari umat ini adalah sifat khusyu’, sehingga (nantinya) kamu tidak akan melihat lagi seorang yang khusyu’ (dalam ibadahnya)”. HR Ath Thabrani, dinyatakan shahih oleh syaikh Al Albani dalam Al Jami’ush Shahih no. 2569.

Mengapa tidak khusyu’ dalam shalat? Ada sangat banyak sebab, namun di antara sebab yang utama adalah kurangnya ilmu. Tidak akan khusyu’ shalatnya orang yang tidak berilmu dengan benar.

Nabi Saw pernah berdoa, meminta perlindungan kepada Allah dari empat hal yang tercela. “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak pernah puas, dan dari doa yang tidak dikabulkan”. HR Muslim no. 2722.

Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi dijelaskan, bahwa Nabi Saw menggandengkan empat hal tercela tersebut, sebagai isyarat bahwa ilmu yang tidak bermanfaat memiliki tanda-tanda buruk, yaitu hati yang tidak khusyu’, jiwa yang tidak pernah puas, dan doa yang tidak dikabulkan.

Imam Ibnu Rajab Al Hambali berkata, “Hadits ini menunjukkan bahwa ilmu yang tidak menimbulkan (sifat) khusyu’ dalam hati maka ini adalah ilmu yang tidak bermanfaat”. 

Artinya, khusyu’ adalah natijah atau hasil dari ilmu yang bermanfaat.

Imam Al ‘Ala-i ---sebagaimana dinukil oleh Imam Al Munawi dalam kitab Faidhul Qadir berkata: “Ketika Rasulullah menggandengkan antara memohon perlindungan (kepada Allah Ta’ala) dari ilmu yang tidak bermanfaat dan dari hati yang tidak khusyu’, (maka) ini mengisyaratkan bahwa ilmu yang bermanfaat adalah yang mewariskan sifat khusyu’ (dalam diri manusia)”.

Lebih lanjut, Imam Ibnu Rajab menjelaskan, “Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang merasuk dan menyentuh hati manusia, kemudian menumbuhkan dalam hati ma’rifatullah (mengenal Allah Ta’ala) dan meyakini kemahabesaran-Nya, rasa takut, pengagungan, pemuliaan dan cinta (kepada-Nya). Tatkala sifat-sifat ini telah menetap dalam hati, maka hatinya akan khusyu’ lalu semua anggota badannyapun akan khusyu’ mengikuti kekhsyu’an hatinya”.

Inilah hakikat khusyu’ yang merupakan natijah dari ilmu yang bermanfaat. Tidak akan bisa khusyu’ orang yang tidak berilmu, dan hanya orang berilmu sajalah yang akan bisa takut kepada Allah, sebagaimana firmanNya:

{إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ}

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya, hanyalah orang-orang yang berilmu.” (QS. Fathir:28).

Oleh karena itu, untuk mencapai khusyu’ dalam shalat, harus berbekal ilmu yang benar. Yaitu ilmu untuk mengenal Allah dengan semua nama dan sifat-sifatNya, sampai kita merasakan ihsan pada saat shalat, merasakan bahwa kita benar-benar tengah berhadapan dengan Allah bahkan berdialog denganNya.

Sebagaimana penjelasan Hatim Al Asham tentang bagaimana ia melakukan shalat. “Kemudian aku pergi ke masjid, aku siapkan semua anggota badanku dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku bayangkan Allah ada di hadapanku, surga di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, malaikat maut berada di belakangku, dan aku bayangkan pula bahwa aku seolah-olah berdiri di atas titian ‘shirath’ dan aku menganggap bahwa shalatku kali ini adalah shalat terakhirku, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik”.

“Setiap bacaan dan doa dalam shalat aku paham maknanya, kemudian aku ruku’ dan sujud dengan tawadhu’, aku bertasyahud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku shalat selama 30 tahun.”

Mari semakin giat belajar menambah ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu yang akan membuat hati kita bisa khusyu’, jiwa yang selalu puas, dan doa yang dikabulkan Allah. Jangan lupa, perbanyak sedekah, mumpung ketemu bulan penuh berkah
Meneladani Sifat Nabi Musa ‘Alaihissalam

Suatu ketika Rasulullah Saw melakukan pembagian (harta ganimah), tiba-tiba ada seseorang berkata, “Sesungguhnya Muhammad tidak menghendaki ridha Allah dengan pembagian ini.”

Mendengar selentingan tersebut, Abdullah Ibnu Mas’ud langsung berkata, “Hai musuh Allah, camkanlah, sesungguhnya aku benar-benar akan menceritakan apa yang kamu katakan itu kepada Rasulullah.”

Lalu Ibnu Mas’ud menceritakan hal itu kepada Nabi Saw, tetiba saja wajah beliau berubah menjadi merah kemudian bersabda:

رَحْمَةُ اللَّهِ عَلَى مُوسَى، فَقَدْ أُوذِيَ بِأَكْثَرِ مِنْ هَذَا فَصَبَرَ

“Semoga rahmat Allah terlimpahkan kepada Musa, sungguh dia pernah disakiti lebih dari ini, tetapi ia bersabar,” (HR. Bukhari-Muslim)

Riwayat di atas menunukkan bahwa ketika disakiti oleh kaumnya, Rasulullah SAW langsung mengingatkan kesabaran Nabi Musa ketika menghadapi Bani Israil yang terkenal dengan sifatnya yang ngeyel. Selain terkenal dengan badannya yang kuat, Nabi Musa juga disebutkan oleh Allah sebagai pribadi yang pemalu dan banyak bersabar dengan cobaan.  Allah ta’ala sebutkan dalam firman-Nya:

وَفَتَنَّاكَ فُتُونًا

“Aku akan mengujimu dengan berbagai macam ujian.” (QS. Thaha: 40)

Ujian yang dialami Musa memang cukup berat. Mulai dari beliau dilahirkan hingga berhasil meruntuhkan kekuasaan Fir’aun. Lalu dilanjut lagi dengan ujian dari umatnya yang keras kepala. Suatu ketika Said bin Jubair pernah bertanya kepada Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma perihal ayat yang disebutkan di atas. Karena banyaknya bentuk ujian yang harus disebutkan, Ibnu Abbas berkata, “Hai Ibnu Jubair, ajukanlah pertanyaanmu itu besok pagi, karena sesungguhnya jawabannya mengandung kisah yang panjang.”

Esoknya, Ibnu Abbas membaca ayat-ayat yang menceritakan Musa dari awal. Mulai dari kisah Firaun melakukan pembantaian terhadap bayi lelaki, kemudian Musa dilempar ke sungai dan diselamatkan oleh keluarga Firaun. Kemudian kisah Musa menarik jenggotnya firaun, hingga Musa diberi pilihan antara kurma dan bara. Termasuk kisah dia membunuh orang mesir, lalu dia lari ke Madyan dan menikah dengan salah satu putri orang tua di Madyan. Kemudian Musa kembali ke Mesir, dan beliau salah jalan di kegelapan malam, hingga beliau melihat api dan mendapat wahyu dari Allah.

Setelah Ibnu Abbas menyebutkan semuanya, dia mengatakan, “Hai Ibnu Jubair, peristiwa itu merupakan sebagian dari fitnah (cobaan) sesudah semua cobaan yang ditimpakan kepada Musa’,” (Tafsir Ibn Katsir, 5/285).
Nabi musa memang berhasil melewati ujian dengan sifat sabarnya yang tinggi. Ketika harus menghadapi kekejaman Fir’aun, di saat yang sama Nabi Musa juga harus bersabar atas perlakuan Bani Israil terhadap dirinya. Beliau dituduh dan dihina oleh kaumnya itu memiliki cacat dan penyakit yang menjijikkan di tubuhnya, juga pernah dituduh berzina, penyihir dan sebagainya. Namun semua itu beliau lalui dengan bersabar dan menyerahkan urusannya kepada Allah semata. Karena banyaknya cobaan tersebut, beliau digolongkan termasuk salah di antara Ulul Azmi (rasul pilihan yang memiliki keteguhan hati dan ketabahan yang luar biasa).

Selain sifatnya yang sabar, Al-Quran juga menyebutkan bahwa beliau adalah sosok Rasul yang selalu menepati janji dengan manusia, yakin dengan segala ketetapan Allah, tawadhu’, amanah dan memiliki hati yang lapang. Sebagaimana dalam salah satu permohonannya kepada Allah Ta’ala:

Nabرَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي

“Ya Rabbku, lapangkanlah dadaku,” (QS. Thoha: 25)

Berikutnya Al-Quran juga menceritakan sosok Musa yang memiliki kuatan fisik yang luar biasa. Terbukti ketika beliau mampu mematikan lawan dengan sekali pukulan. Tidak hanya itu, ketika beliau pindah ke kota Madyan, oleh salah seorang putri yang ditolongnya ketika menimba air berkata kepada bapaknya:

“Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”. (QS. Al-Qashsas; 26)

Meskipun memiliki kekuatan fisik di atas rata-rata orang pada umumnya, Namun Nabi Musa tidak lantas menjadi sosok yang sombong, kasar dan berbuat sekehendaknya. Justru beliau menjadi Rasul yang pemalu dan sabar dengan tindakan kaumnya yang sering bertindak lancang terhadap beliau. Bahkan saat menghadapi Fir’aun, beliau tetap mendakwahkannya dengan cara lemah lembut.

Karena itu, perjalanan dakwah Nabi Musa benar-benar menjadi penghibur sekaligus motivasi bagi Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah. Sehingga ketika ada sikap umatnya yang melampaui batas, beliau hanya bersabda, “Semoga rahmat Allah terlimpahkan kepada Musa, sungguh dia pernah disakiti lebih dari ini, tetapi ia bersabar,” Dan sebagai umatnya, tentu kita juga harus menedani keluhuran akhlak para nabi tersebut. Wallahu a’lam bis shawab!

Penulis : Fakhruddin
Editor: Arju
[DOA NABI SULAIMAN]
#RamadhanProject
#Onedayonejuz
#1440H


فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ


Terjemah Arti: Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".



Karena kagum terhadapnya dan terhadap nasehatnya (semut). Seperti inilah keadaan para nabi ‘alaihimush shalaatu was salaam, mereka memiliki adab yang sempurna dan kagum pada tempatnya, dan tertawa mereka pun hanya senyuman, sebagaimana Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam yang sebagian besar tertawanya adalah senyum.

Hal itu, karena tertawa terbahak-bahak menunjukkan lemahnya akal dan kurang adab, dan jika tidak tersenyum sama sekali dan tidak kagum terhadap hal tersebut menunjukkan akhlaknya yang buruk dan keras, sedangkan para rasul bersih dari semua itu.

Ada yang berpendapat, bahwa Beliau mendengar suara semut dari jarak tiga mil yang dibawa oleh angin, maka Beliau menahan bala tentaranya ketika telah dekat ke lembah semut, hingga semua semut masuk ke rumahnya. Ketika itu bala tentara Nabi Sulaiman ada yang berkendaraan dan ada yang berjalan kaki.


Sebagai rasa syukur kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala yang telah mengantarkan Beliau kepada kedudukan tersebut. Yakni baik nikmat agama maupun dunia.

Yaitu amal yang sesuai perintah Allah dengan ikhlas menjalankannya, selamat dari hal yang membatalkan pahalanya dan yang menguranginya.

Yaitu para nabi dan para wali. Inilah potret Beliau yang disebutkan Allah ketika Beliau mendengar suara semut dan panggilannya. Selanjutnya, Allah menyebutkan potret Beliau ketika berbicara dengan burung

Referensi: tafsirweb.com
[DOA NABI SYUAIB]
#RamadhanProject
#Onedayonejuz
#1440H


رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ


"Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya." (QS. Al 'Araf ayat 89)

 Para pemuka kaum nabi syuaib merasa putus asa menundukkan syuaib dan pengikutnya yang tetap teguh pada agama mereka. Mereka merasa cemas pengikut nabi syuaib akan semakin banyak melihat kekuatan dan ketegarannya dalam berdakwah. Karena itu, pemukapemuka dari kaumnya yang kafir beralih kepada pengikut mereka, mengancam mereka dengan berkata, sesungguhnya jika kamu mengikuti syuaib, beriman kepadanya dan meninggalkan ajaran dan tradisi leluhur kamu, tentu kamu menjadi orang-orang yang rugi, karena mengikuti agama yang salah, yang belum pernah diikuti oleh leluhur kalian.

Fath (keputusan) Allah kepada hamba-hamba-Nya mencakup dua hal:

a. Keputusan dalam arti diterangkan ilmu, yakni diterangkan jalan yang benar dari jalan yang batil, petunjuk daripada kesesatan, dan siapa yang berada di atas jalan yang lurus dengan yang berada di atas jalan yang bengkok.

b. Keputusan dalam arti pemberian balasan dan hukuman kepada orang yang zalim, serta keselamatan dan pemuliaan kepada orang-orang yang saleh.

Referensi: tafsirweb.com
[DOA NABI ZAKARIYA]
#RamadhanProject
#Onedayonejuz
#1440H


قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Terjemah : "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa". (QS. Ali 'Imran ayat 38)

Melihat keistimewaan maryam dan nilai keberkahan mihrab tersebut, zakaria menjadikan tempat yang diberkahi itu untuk memohon seorang anak kepada Allah. Di sanalah, di mihrab tempat maryam beribadah, zakaria berdoa dengan penuh kekhusyukan dan keyakinan. Dia berkata, ya tuhanku, melalui keberkahan mihrab ini, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, karena aku sendiri tidak tahu bagaimana caranya. Yang aku tahu sesungguhnya engkau maha mendengar doa setiap hamba yang memohon kepada-Mu.



Allah mengabulkan doa zakaria, dan dengan segera para malaikat, yakni malaikat jibril, memanggilnya ketika dia sedang berdiri melaksanakan salat di mihrab, Allah menyampaikan kabar gembira yakni memberi anak kepadamu, wahai zakaria, dan menambah pemberian-Nya dengan memberinya nama yahya.


Bukan hanya itu, ia adalah orang yang akan membenarkan atau mengimani sebuah kalimat atau firman dari Allah yakni kedatangan seorang nabi yang diciptakan tanpa ayah yaitu nabi isa, juga sebagai panutan, berkemampuan menahan diri dari hawa nafsu dan seorang nabi di antara orang-orang saleh.

Referensi: tafsirweb.com
🕋 *" TAHNI-AH IDUL FITRI "* 🕋

Oleh: Egi Sopian.

🗣 _*Tahni-ah*_ adalah sebuah ucapan selamat kepada sesama muslim ketika mendapatkan nikmat. Kebalikannya adalah _*ta'ziyah*_/ ucapan bela sungkawa. Allah swt berfirman,

*كلوا واشربوا هنيئا بما كنتم تعملون*
_"Kuluu wasyrabuu hanii-an bimaa kuntum ta'maluuna"_

Artinya: _"(Dikatakan kepada mereka), 'Makan dan minumlah kalian dengan enak sebagai balasan dari apa yang kalian kerjakan'_ (QS. Ath-Thur [52]: 19).

1⃣ Secara bahasa 'id artinya kembali,  yakni kembali ke tempat atau keadaan semula. Sedangkan fitri artinya kesucian. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa *idul fitri* adalah kembalinya manusia kepada keadaan semula yaitu kesucian. Rasulullah saw bersabda,

_"Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan suci,  maka orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi atau Nasrani"_ (HR. Bukhari Muslim).

2⃣ *Dosa* mengakibatkan manusia semakin jauh dari Allah maupun sesama makhluk-Nya, sebagaimana Adam dan Hawa ketika di surga,  _"Janganlah kamu berdua mendekati pohon *ini*"_ (QS. Al-Baqarah [2]: 35), ayat tersebut menjelaskan suatu posisi yang berdekatan antara Allah,  Adam dan Hawa karena menggunakan isyarat dekat *ini*.

Namun, setelah melanggar perintah-Nya dengan memakan buah pohon,  maka mereka berdua menjauh dari posisi semula dengan menggunakan isyarat jauh *itu*, _"Bukankah Aku telah melarang kamu berdua mendekati pohon *itu*"_ (QS. Al-'Araf [7]: 22).

3⃣ *Kesadaran* manusia terhadap dosanya dapat mengantarkan mereka menuju posisi semula, yakni kesucian dengan cara bertobat (menyesali,  tidak mengulang, memperbaiki bahkan meminta maaf kepada orang yang terzalimi), Allah berfirman: _"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat Allah lalu memohon ampunan terhadap dosa-dosa mereka dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu,  sedangkan mereka mengetahuinya"_ (QS. Ali 'Imran [3]: 135).

4⃣ Dianjurkan untuk saling *mendo'akan* sesama muslim setelah shalat idul fitri, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya, 

*تقبل الله منا ومنكم*
_"Taqabbalallaahu minnaa wa minkum"_
Artinya: _"Semoga Allah menerima amal (ibadah) kami dan kalian"._

📲 Maka dianjurkan untuk membalasnya dengan ucapan,

*نعم، تقبل الله منا ومنكم*
_"Na'am, taqabbalallaahu minnaa wa minkum"_

Artinya: _"Ya, semoga Allah menerima amal (ibadah) kami dan kalian"_

5⃣ Sebagian *tradisi* masyarakat mengikuti ucapan para sahabat setelah kemenangan dalam perang badar,

*من العائدين والفائزين*
_"Minal 'aa-idiina wal faa-iziina"_

Redaksi lengkapnya adalah,

*جعلنا الله من العائدين والفائزين*
_"Ja'alanallaahu minal 'aa-idiina wal faa-iziina"_

Artinya: _"Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang kembali (kepada kesucian) dan orang-orang yang beruntung"_

📲 Kemudian dianjurkan untuk membalasnya dengan ucapan,

*آمين*
_Aamiina,_

Artinya: _"Semoga Allah mengabulkan do'a kita"_

📲 Atau jawaban lainnya,

*تقبل ياكريم*
_"Taqabbal yaa kariimu"._

Artinya: _"Terimalah (permohonan kami) wahai Dzat Yang Maha Mulia"_

6⃣ Tradisi *lainnya* dengan ucapan khabar/ pemberitahuan namun bermakna do'a, 

*كل عام وأنت بخير*
_"Kullu 'aamin wa anta bi khairin"_

Artinya: _"Semoga sepanjang tahun kamu baik-baik saja"_

📲 Kemudian dianjurkan untuk membalasnya dengan ucapan,

*وأنت كذلك، نسأل الله لنا ولك كل خير.*
_"Wa anta kadzaalika, nas-alullaaha lanaa wa laka kullaa khairin"_

Artinya: _"Semoga kamu juga demikian, kami memohon segala kebaikan kepada Allah, untuk kami dan untuk kamu"_

📖 .....  ✍
*Allah swt berfirman: _"Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu"_ (QS. An-Nisa [4]: 86).*

*والله أعلم بالصواب*

🌾📖🌾
 =================
*MS-Selasa, 4 Juni 2019.*
•••┈┈•┈┈•⊰✿💐💐✿⊱•┈┈•┈┈•••
Departemen Training, PSDM One Day One Juz

*OSM(ODOJ Spirit Message)*

STANDAR PERBUATAN

Dalam hidup kita selalu dihadapkan dengan aneka ragam pilihan
Yang jika kita tidak mengerti standard kepastian
Gemerlap duniawi nan menggiurkan bisa menjadi pilihan
Tanpa terasa diri terlalaikan dengan kebahagiaan semu berakhir penyesalan

Kesempurnaan Islam melahirkan aturan petunjuk jalan
Ada wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram diseluruh aspek kehidupan
Taat perintah sesuai kemampuan, tanpa tapi seluruh larangan ditinggalkan

Karena..
Standard kepastian bagi orang yang beriman adalah syari'at
Yang jika ia berseru maka yang tersebut hanyalah saya mendengar dan saya taat
Yang akan menjamin kebahagiaan di dunia hingga diakhirat

Dan syari'at itu telah termuat dalam Al Qur'an dan Hadits
Yang akan menuntun diri dijalanNya dengan penuh optimis
Yang akan memalingkan  dari tujuan kehidupan materialiatis juga solusi pragmatis

Yang Rasulullah berseru untuk kita berpegang pada keduanya
Baca, pahami dan yakinkan perbuatan diri sesuai standard yang telah ditentukanNya
Jika kita inginkan kebahagiaan yang hakiki dalam RidhaNya
Karena itulah tujuan hidup yang sesungguhnya

Tatik Ummu Adzkia
Departemen Training

OSM-148/06/2019 9 Juni 2019
•••┈┈•┈┈•⊰✿💐💐✿⊱•┈┈•┈┈•••
*MOTIVASI SIANG*

*Membaca Al Quran tidak akan mengurangi waktumu. Justru sebaliknya, ia akan menambah waktumu*

Secara hitungan matematika dunia, membaca Al Quran tampak seakan-akan mengurangi waktu. Dari total 24 jam dalam sehari, seolah-olah berkurang sekian detik, sekian menit atau sekian jam jika digunakan untuk membaca Al Quran.

Tapi, tahukah anda bahwa waktu yang anda gunakan untuk membaca Al Quran itu sebenarnya tidak hilang begitu saja. Ia akan diganti oleh Allah dengan keberkahan yang berlipat ganda.

Apa itu keberkahan?

Keberkahan artinya pertambahan dan pertumbuhan. Wujudnya bisa bermacam-macam. Misalnya, pekerjaan beres, produktivitas meningkat, keuntungan bertambah, kesehatan terjaga dan seterusnya.

Itu adalah wujud keberkahan yang akan diperoleh oleh orang yang membaca Al Quran.

Pernahkah anda mendengar tentang orang yang stress? Atau orang yang sedang kebingungan mencari inspirasi? Atau orang yang kesulitan menyelesaikan pekerjaannya? Atau orang yang waktunya habis sia-sia tanpa produktivitas?

Itu adalah bentuk-bentuk kehilangan umur yang disebabkan tidak berkahnya waktu.

Tahukah anda bahwa dahulu para ulama bisa menulis karya-karya agung yang jumlahnya melebihi bilangan umur mereka? Padahal saat itu belum ada mesin ketik, apalagi komputer. Semuanya ditulis manual dengan tangan dan peralatan yang sangat sederhana, ditambah kondisi yang lebih sulit daripada kondisi sekarang.

Mengapa mereka bisa? Jawabnya karena waktu mereka penuh berkah.

Dari mana keberkahan itu? Jawabnya dari membaca Al Quran.

“Perbanyaklah membaca Al Quran. Jangan anda tinggalkan. Karena kemudahan yang akan anda peroleh akan berbanding lurus dengan kadar yang anda baca.

*Jangan membaca Al Quran di waktu luangmu, tapi luangkanlah waktumu untuk membaca Al Quran*.

#Copas
*Materi Tayang AIHQ*
*DK PSDM ODOJ*

🏡Oase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Kamus, 13 Juni 2019


*Setiap Kebaikan Bermula dari Diri Sendiri*
Oleh: @rochma_yulika


Mengubah orang lain bermula dari mengubah diri sendiri.
Jika kita ingin orang lain baik maka diri kita harus lebih dahulu baik.

_“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah…”_
(QS. Ali Imran : 110)

Mengajak pada jalan kebaikan tidaklah mudah.
Mari kita bercermin dari para Nabi dan Rasul yang pernah mengalami betapa beratnya mengajak orang lain untuk menuju jalan yang diridlai oleh Allah.

Ada beberapa hal yang harus kita lakukan ketika berkeinginan menyeru kebenaran.

*1. Memiliki karakter yang baik.*
Seorang yang berakhlak mulia akan menjadi contoh Kebaikan sebelum menyampaikannya pada orang lain. Pribadinya cerminan akhlak yang telah dituntunkan. Pun demikian kesantunan Rasulullah tak mampu menggerakkan hati Sang Paman untuk berubah dan memilih bersyahadat. Maka kemudahan ketika mengajak teman atau siapa pun tak bisa lepas dari kehendak Allah.

*2. Mengajak dengan kesantunan.*
Pemilihan kata yang menyejukkan sudah seharusnya. Bukan dengan perintah atau paksaan. Kita tentu akan terheran seperti apa Kan'an menolak mengimanu Tuhan Sang Ayah dan memilih untuk kufur dan terseret air bah ketika azab didatangkan untuk kaum Nabi Nuh. Tugas kita berikhtiar agar Allah ridla dari setiap yang kita lakukan.

*3. Mengajak beramal yang mudah.*
Banyak orang berpikir untuk menjadi lebih baik lantas mengukur diri semampu apa bisa menjalani kebaikan itu. Maka memulakan dari amal yang sederhana tapi bernilai, dari yang kecil tapi rutin akan membuat seseorang terbiasa melakukan kebaikan hingga akhirnya tanpa rasa berat amal-amal yang awalnya dirasa berat menjadi ringan.

*4. Sampaikan dengan hati.*
Berbicara dengan hati nanti akan sampai ke hati. Keikhlasan kita kala mengajak kebaikan akan menjadi tolok ukur keberhasilan. Bahkan hati bersih cerminan genapnya iman seseorang. Kualitas iman pun akan terukur ketika bermuamalah. Tak mudah menyakiti, tak gampang menyelisihi bahkan berusaha menyelaraskan dengan orang lain.

*5. Melakukan pendekatan yang intesif.*
Kedekatan seseorang akan bisa menjadikan antar teman saling memahami karakter masing-masing. Dengan ini akan lebih mudah untuk menyampaikan ajakan kebaikan karena antar temat dekat tidak ada sekat. Walaupun demikian harus tetap hati-hati dan perlu strategi yang tepat agar mudah teman kita menerimanya.

*6. Senantiasa mengharap pertolongan Allah.*
Kita hamba yang lemah, dan tak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Maka doa untuk dimudahkan berkata pun diajarkan. Setiap kita akan mengajak seseorang mulakanlah dengan berdoa agar kemudahan untuk menyampaikan kebenaran kita dapatkan.

Jangan putus asa untuk mengajak siapa pun berbuat baik karena satu orang yang tergerak hatinya maka pahala amal jariyah akan terus mengalir untuk kita. Wallahul musta'an


◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/441/13/06/2019
oaseodoj@gmail.com
🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸
*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

*RAHASIA KETIKA SUJUD*

Sujud melibatkan 5 anggota badan yang bertumpu pada bumi, yaitu:
dahi, hidung, kedua telapak tangan, lutut dan kedua ujung jari kaki.

Sujud adalah konsep merendahkan diri, memuji Alloh dan meminta segala macam permintaan kepada Alloh.
Sekaligus, mengikis sifat sombong, riya', takabur, dll.

Dr. Fidelma O'Leary, Phd Neuroscience dari St. Edward's University, telah menjadi mu'allaf, karena mendapati fakta tentang manfaat sujud bagi kesehatan.

Dalam kajiannya ditemukan bahwa ada beberapa urat syaraf di dalam otak manusia yg tidak dimasuki darah, dan urat ini baru bisa dimasuki darah ketika manusia bersujud.

Tetapi urat saraf ini hanya memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja.
Yaitu, pada waktu-waktu sholat yang telah ditetapkan Islam (Shubuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, 'Isya).

Masya Alloh...

Jadi, siapa yang tidak sholat maka urat ini tidak menerima darah sehingga otaknya tidak berfungsi secara normal.
Salah satu indikasinya adalah timbul macam-macam gejala sosial di masyarakat yg tidak bersholat saat ini.

Karena letak otak di atas jantung, maka kata Prof. Hembing, jantung hanya mampu membekalkan 20% darah ke otak manusia, maka dibantu lagi dengan sujud yang lebih lama agar menambah kekuatan aliran darah ke otak.

Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan Rasululloh, supaya kita sujud berlama-lama pada raka'at terakhir.

Manfaat sujud berlama-lama ini, untuk menolak pening, dan migrain, menyegarkan otak, menajamkan akal pikiran (peka), melegakan sistem pernapasan, membetulkan pundi peranakan yang jatuh, memperbaiki kedudukan bayi sungsang, dll.

Dan yang menakjubkan, jika kita memperhatikan, bentuk saraf yang ada dalam otak kita berbentuk seperti orang yang bersujud...

MASYA ALLOH..........

https://t.me/semangatsubuh

*_Selamat menunaikan ibadah sholat subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*
•••┈┈•┈┈•⊰✿💐💐✿⊱•┈┈•┈┈•••
Departemen Training, PSDM One Day One Juz

*OSM(ODOJ Spirit Message)*

*FENOMENA DI BULAN SYAWAL*

Ketika akses internet kita terputus, kita merasa frustrasi. Apakah hal yang sama kita rasakan saat  kehilangan konektivitas dengan Allah. Dan sarana koneksi kita dengan Allah selain Sholat adalah juga lewat Al Quran.

Namun sudah menjadi fenomena pada setiap bulan Syawal usai menjalani hari-hari padat ibadah di bulan Ramadhan hingga kesibukan Lebaran, terjadi degradasi kuantitas maupun kualitas ibadah dan tilawah sebagian besar umat Islam.

Seakan sudah lazim terjadi kompetisi dan seleksi alam memilih mereka yang tetap istiqomah bertahan menjaga kemurnian takwanya dan mengeliminir mereka yang rapuh dan futur, yang gugur meninggalkan arena jihadnya usai Ramadhan.

Padahal Rasulullah Salallahu alaihi wasalam bersabda, *“Sesungguhnya setiap amalan itu tergantung pada akhirnya.”* (HR. Al-Bukhari) dan kesinambungan itu dicintai Allah, *“Sesungguhnya amalan yang dicintai Allah adalah yang dikerjakan secara konsisten meskipun sedikit.”* (HR. Al-Bukhari)

Jagalah Istiqomahmu, sebab hal-hal hebat itu butuh perjuangan dan kebaikan itu perlu dipaksakan, jika daya juangmu melemah genggam erat tangan sahabatmu yang konsisten menjaga dan membantumu agar tetap Istiqomah.

Tetaplah bersama komunitas kebaikan dan jadikan Al Quran sebagai sahabat sejati. Jangan keluar dari barisan sebab tidak ada jaminan keistiqomahanmu diluar sana tetap terjaga. Dalam jama'ah saja kamu bisa rapuh dan futur apalagi berjalan sendirian.
(Nasehat ini terutama untuk diri saya sendiri)

Bundamien.
Dept. Training Odoj.

OSM-150/06/2019 16 Juni 2019
•••┈┈•┈┈•⊰✿💐💐✿⊱•┈┈•┈┈•••
*Materi Tayang AIHQ*
*DK PSDM ODOJ*

🏡Oase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Senin, 17 Juni 2019


*Kematian Adalah Guru Kehidupan*
Oleh: @rochma_yulika


Cukuplah kematian sebagai pengingat.
Bahwa hidup manusia hanya sesaat.
Bahwa hidup di dunia sekedar lewat.
Dan bahwa perjalanan ini sangatlah singkat.

Kita belajar dari kematian.
Bahwa hidup hanya sementara.
Bahwa kita bukan siapa-siapa.
Bahwa kita tak punya apa-apa.
Dan segala yang ada tak bisa menyelamatkannya.

Kematian adalah guru kehidupan.
Mengajarkan pada kita bahwa diri harus punya persiapan.
Ketika ajal tiba sudah memiliki bekalan.
Dan saat meregang nyawa ada jalan kemudahan.

Melihat kematian sanak saudara membuat kita merenung kembali.
Siapa pun kita juga akan mati.
Sementara kapan datangnya ajal pun tak pasti.
Tugas kita bersiap kala dipanggil Ilahi.

Bersyukurlah bagi hamba-hamba Allah yang senantiasa mampu merenunginya.
Selayaknya guru, kematian menghadirkan banyak pelajaran berharga.
Menjadikan suasana lebih bermakna.
Menjaga diri agar selaras dengan aturan-Nya.
Hingga tak menyimpang dari jalan yang ditetapkan-Nya.

Allah swt mengingatkan itu dalam surah Al-Anbiya ayat 1,
_“Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).”_

Dan akan datang ajal di saat yang tak kita ketahui, bahkan kita sedang apa pun tak bisa kita kira. Maka bersiaplah untuk menerima kehadiran malaikat pencabut nyawa.


◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/442/17/06/2019
oaseodoj@gmail.com
🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸
*Materi Tayang AIHQ*
*DK PSDM ODOJ*

🏡Oase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Kamis, 20 Juni 2019


*Sandaran Jiwa*
Oleh: @rochma_yulika


Lelah kadang kita rasakan.
Gelisah pun pernah mengusik ketenangan.
Keperihan hati pun bisa dirasakan.
Begitulah keadaan yang akan dilalui semua insan.

Susah senang menjadi warna .
Duka derita silih berganti akan jadi cerita.
Sebagai manusia wajib menerimanya.
Karena iman mengajarkan bahwa setiap keadaan sudah jadi ketetapan-Nya.

Lantas bagaimana sebagai umat beriman kita menyikapinya?
Jangan biarkan jiwa kita gundah gulana.
Segera menyandarkan segala urusan pada Sang Pencipta.
Dan mengadukan segala kepelikan pada Sang Maha Kuasa.

Lihatlah Nabi Ya’qub
‘alaihissalam ketika menghadapi kesedihan berupa kehilangan putranya, Yusuf, sehingga anak-anaknya yang lain mengiranya akan bertambah sakit dan sedih. Maka dengarlah jawaban Nabi Ya’qub yang perlu diteladani setiap muslim,

قَالَ إِنَّمَا أَشْكُوْ بثّيْ وَ حُزْنِيْ إِلَى اللهِ

_“Dia (Ya’qub) menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.”_
(QS Yusuf: 86)

Tak ada manusia yang pernah terlepas dalam keadaan seperti kehilangan, atau pun segala keadaan yang membuat air bening di sudut mata tak mampu untuk ditahan.
Kita masih punya Allah yang akan memberikan jalan keluar bagi hamba-Nya yang mau beriman.


◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/443/20/06/2019
oaseodoj@gmail.com
🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸
Nasehat dan Tausiyah singkat tentang keutamaan orang kaya dan keutamaan orang miskin.

Keutamaan orang kaya tergambar dalam hadits berikut:

“Orang-orang miskin (dari para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) pernah datang menemui beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mereka berkata: “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, orang-orang (kaya) yang memiliki harta yang berlimpah bisa mendapatkan kedudukan yang tinggi (di sisi Allah Ta’ala) dan kenikmatan yang abadi (di surga), karena mereka melaksanakan shalat seperti kami melaksanakan shalat dan mereka juga berpuasa seperti kami berpuasa, tapi mereka memiliki kelebihan harta yang mereka gunakan untuk menunaikan ibadah haji, umrah, jihad dan sedekah, sedangkan kami tidak memiliki harta…”.

Dalam riwayat Imam Muslim, di akhir hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Itu adalah kerunia (dari) Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya”.

Dan Keutamaan Orang-orang miskin tergambar dalam hadits berikut:

“Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, matikanlah aku dalam keadaan miskin dan kumpulkanlah aku bersama dengan orang-orang miskin pada hari kiamat”. ‘Aisyah berkata, “Mengapa –wahai Rasulullah- engkau meminta demikian?” “Orang-orang miskin itu masuk ke dalam surga 40 tahun sebelum orang-orang kaya. Wahai ‘Aisyah, janganlah engkau menolak orang miskin walau dengan sebelah kurma. Wahai ‘Aisyah, cintailah orang miskin dan dekatlah dengan mereka karena Allah akan dekat dengan-Mu pada hari kiamat”, jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam (HR. Tirmidzi no. 2352. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Lihatlah bagaimana sampai Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam mendorong ‘Aisyah untuk mencintai dan dekat dengan orang miskin. Karena keutamaannya, seseorang akan semakin dekat dengan Allah pada hari kiamat. Namun patut diingat, Mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka, yaitu dengan membantu dan menolong mereka. Jadi bukan hanya sekedar dekat dengan mereka.
🌺🌸

*Al-Qur'an sebagai warisan*

_Alloh telah mewahyukan kepada Muhammad Rosululloh Sholallohu Alaihi wa Sallam yaitu Kitab (Al-Qur'an) yang haq, dan Al-Qur'an itu diwariskan kepada hamba-hamba pilihan Alloh._
Apakah kita termasuk hamba-hamba pilihan-Nya?.

Alloh berfirman yang artinya:

" _Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzhalimi diri sendiri, ada yang pertengahan dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan* dengan izin Alloh. Yang demikian itu adalah karunia yang besar_".
(QS. Fathir[35]:32).

Keterangan:
*Menzhalimi diri sendiri* ialah orang yang *lebih banyak kesalahannya daripada kebaikannya,* dan *pertengahan*  ialah orang yang *kebaikannya berbanding sama dengan kesalahannya,* sedang yang dimaksud dengan "Orang-orang yang lebih dahulu dalam berbuat kebaikan" ialah *orang-orang yang kebaikannya sangat banyak dan sangat jarang berbuat kesalahan.*

Rosululloh . bersabda,
_Abu Sa'id al-Khudriy r.a., berkata, "Berkenaan dengan ayat ini; 'kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih diantara hamba-hamba Kami, lalu diantara mereka ada yang menzhalimi diri sendiri ada yang pertengahan dan ada(pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Alloh. ' (Fathir:32)._

Rosululloh . bersabda:

_"Mereka itu semuanya dalam kedudukan yang sama dan mereka semuanya berada dalam surga_"
(HR. Tirmidzi, dia menyatakan hasan, diriwayatkan pula oleh Baihaqi dan at-Tayalisi).

#Al-Quran Sebagai Warisan
#Petunjuk Antara Yang Haq Dan Bathil
#Surga Tempat Kembali
#Raih Husnul Khootimah
#Salam Cinta Satu Juz
☘🌷🍒🌈
_*Renungan,*_
_*Sabtu, 22/06/2019*_

Assalamu’alaikum, warahmatullahi wabarakatuh.
بِسْــــــــمِ اللَّــہ الرَّحْمَــــــانِ الرَّحِيـــــــم
Bismillahir Rahmanir Rahiim.

*"TIGA PERKARA YANG MENJADI PENGHALANG MASUK SURGA"*

Dalam sebuah hadits diriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, *"Barang siapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal yaitu, 1. Sombong, 2. Khianat (ghulul), 3. Hutang, maka dia masuk surga".* _(HR. Ibnu Majah no.2414. Syeik Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)._

Setiap Insan yang beriman kepada Allah azza wa jalla dan percaya akan Hari Akhir, sudah pasti semuanya berharap kelak di akhirat masuk kedalam Surga-Nya. Karena tak ada dari kita yang menginginkan masuk kedalam Neraka. Begitu pula kita mengetahui bahwasanya penghuni surga adalah orang-orang yang di Ridhoi oleh Allah. Orang-orang yang demikian adalah orang-orang yang semasa hidupnya selalu berbuat baik terhadap sesama dan tentunya dalam hal ibadah ia juga selalu mentaati semua perintah-Nya.
Namun wajib kita ketahui bahwa nanti akan ada orang-orang baik dan beramal shaleh yang terhalang masuk surga karena kematiannya meninggalkan beberapa perkara yang menjadi penghalang masuk surga.
Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, *“Barang siapa datang pada hari Kiamat dalam keadaan bebas dari tiga perkara maka ia masuk surga, yaitu takabur, khianat, dan hutang”.* _(HR. Nasai dan Ibnu Hibban)._

Sungguh betapa bahayanya ketika kita sudah beriman dan beramal shaleh namun ketika meninggalnya, kita membawa tiga perkara yang menjadi penghalang masuk surga yaitu, Takabur, Khianat dan juga Hutang. Oleh karena itu kita semua harus menyiapkan diri sebelum kita di panggil oleh Allah SWT agar senantiasa menghindari tiga perkara yang akan menjadi penghalang masuk surga. Karena tidak ada yang tau kapan kita akan dipanggil dari alam ini. Agar kita dapat menghindari perkara-perkara yang dapat menjadi penghalang kita masuk kedalam surga-Nya kita perlu mengetahui hal-hal tersebut :

*1⃣ TAKABUR (SOMBONG).*
Secara bahasa, takabur berasal dari kata kabura yang berarti besar. Takabur berarti merasa besar. Orang yang takabur adalah orang yang merasa dirinya besar (lebih segala-segalanya dari orang lain). Jadi takabur ialah sikap membanggakan diri dan memandang derajat orang lebih rendah daripada dirinya atau merendahkan orang lain. Orang yang takabur menganggap dirinya yang paling tinggi derajat atau kedudukannya.
Sifat takabur (sombong) merupakan sikap yang sangat dibenci oleh Allah karena sifat takabur akan menumbuhkan kebencian di antara manusia dan tidak akan membawa manfaat, bahkan akan merugikan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.
Sebagaimana Allah azza wa jalla berfirman, *"Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri".* _(QS. Luqman 18)._

Firman-Nya lagi, *“Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina".* _(QS. Al Muminun 60)._
Dalam penjelasan diatas sudah sangat jelas bahwa sifat takabur merupakan hal tercela dan dibenci oleh Allah, maka dari itu kita harus berhati hati, dengan hati dan niat kita jangan sampai ada perasaan sombong yang singgah dalam diri kita, karena hal itu juga bisa menjadi penghalang masuk surga kelak.

*2⃣ KHIANAT (GHULUL).*
Khianat merupakan perbuatan yang dilarang oleh Allah azza wa jalla. Khianat adalah orang yang mengingkari janji atau amanat yang diberikan padanya. Firman-Nya, *"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui".* _(QS. Al Anfal 27)._
Maka dari itu kita harus senantiasa bermawas diri agar tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah yakni berkhianat karena berkhianat juga akan menghalangi kita menuju surga-Nya Allah azza wa jalla.

*3⃣ HUTANG.*
Hutang merupakan salah satu penghambat dan penghalang masuk surga, seringkali kita menyepelekan hutang padahal sesungguhnya hutang itu merupakan penghalang menuju surga sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya, *"Setiap dosa yang mati diampuni kecuali hutang".* _(HR. Muslim)._
Dari Samurah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Kami bersama Rasûlullâh SAW menguburkan jenazah. beliau bersabda :

*(( أَهَا هُنَا مِنْ بَنِي فُلَانٍ أَحَدٌ ؟ ثَلَاثًا ، فَقَامَ رَجُلٌ ، فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (( مَا مَنَعَكَ فِـي الْـمَرَّتَيْنِ الْأُوْلَيَيْنِ أَنْ لَا تَكُوْنَ أَجَبْتَنِيْ ؟ أَمَا إِنِّـيْ لَـمْ أُنَوِّهْ بِكَ إِلَّا بِخَيْرٍ ، إِنَّ فُلَانًا لِرَجُلٍ مِنْهُمْ مَاتَ مَأْسُورًا بِدَيْنِهِ ))*.
_Artinya :_
*“Adakah seseorang dari Bani Fulan di sini?’ Beliau mengulanginya tiga kali. Lalu berdirilah seorang laki-laki. Rasûlullâh bertanya kepadanya, ‘Apa yang menghalangimu untuk menjawab seruanku pada kali yang pertama dan kedua ? Adapun aku tidak menyebutkan sesuatu kepadamu melainkan kebaikan. Sesungguhnya fulan seorang laki-laki dari kalangan mereka yang sudah mati tertawan (tertahan) karena utangnya”.*
Orang yang terhutang dan yang menghutangi itu kewajibannya sama. Yang menghutangi wajib menagih dan yang terhutang juga wajib membayar meskipun hutangnya hanya sebungkus vetsin ataupun sebuah jarum. Berdosalah orang yang menghutangi jika tidak mau menagih, dan berdosa pula orang yang berhutang tapi tidak mau membayar.
Maka dari itu hendaklah kita menjadi orang yang bertanggung jawab buat yang menghutangi jika kalian sayang pada sesama maka bantulah ia agar tidak tertahan atau terhalang masuk kedalam surga dengan menagih hutangnya. Dan buat yang berhutang jika ingin jalanmu mulus menuju ke surga, segeralah membayar hutang tanpa harus menunggu ditagih oleh yang menghutangi.

_Semoga bermanfaat. Selamat tahajud dan mendirikan shalat subuh, kiranya Allah SWT meridhoi ibadah kita, Aamiin...3x Ya Rabbal Aalamiin._

*“Taqobbalallahu minna wa minkum”*
 وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
(Wassalamu‘alaikum Wr. Wb).
☘🌷🍒🌈