SELAMAT DATANG DAN SELAMAT MENIKMATI, SEMOGA BERMANFAAT

Sabtu, 03 Desember 2011

“ SEDEKAH YANG PALING UTAMA“

Pada satu kesempatan, Rasulullah SAW ditanya seseorang sahabatnya tentang sedekah yang paling utama. Sabda beliau, ''Engkau menyedekahkan harta itu pada saat engkau dalam keadaan sehat dan di kala engkau benar-benar menginginkan harta tersebut saat itu.''
(HR Abu Dawud).

Dalam Alquran, Allah SWT juga berfirman, ''Engkau tak akan mendapatkan kebaikan apa pun hingga kalian menyedekahkan sebagian harta yang paling kalian cintai. Ketahuilah, apa pun yang kalian infakkan, Allah pasti mengetahuinya.'' (Ali 'Imran: 92).

Mungkin kita semua pernah merasakan, ketika kita mendapatkan limpahan rezeki dari Allah SWT , ada perasaan ingin selalu menambah rezeki itu menjadi lebih banyak, tak jarang kita merasa dengan menambah terus menerus akan membuat harta kita semakin banyak. Tentu saja hal itu menyalahi aturan Allah SWT, karena dari rezeki yang kita dapat ada hak orang lain di dalam harta kita, ada doa orang tua kita, keluarga kia yang menyertai rezeki kita hingga datang menghampiri kita. Memiliki rezeki yang dikaruniakan Allah SWT kepada kita, sudah seharusnya kita syukuri dengan cara mengeluarkan apa yang sudah seharusnya dikeluarkan dari harta tersebut, kita bersihkan harta yang ada dengan cara mengeluarkan zakatnya bila sudah sampai nishob, atau kita sedekahkan kepada yang membutuhkan sebagian dari rezeki kita, karena tidak akan pernah menjadi  miskin orang yang banyak bersedekah.

Jangan pernah kita menjadi cinta terhadap harta , karena hal itu akan menjadi penghambat kita untuk mengeluarkan sedekah kita. Salah satu akhlak mulia yang patut dicontoh dalam masalah sedekah adalah dengan mempercepat dalam memberikan sedekah itu. Pernah suatu ketika, Nabi SAW mempercepat shalatnya hingga membuat para sahabatnya bertanya-tanya.

Setelah ditanya, beliau menjawab, ''Ketika shalat, aku teringat ada harta bendaku yang belum aku sedekahkan.'' (HR Bukhari).

Harta bukan untuk ditumpuk, kemudian dinikmati sendiri. Ada kewajiban yang mesti dilakukan terhadap harta itu, agar harta yang diberikan Allah tidak sia-sia. Yakni, bisa menjadi bekal hidup, baik dunia maupun di akhirat. Keseimbangan dalam mengelola harta itulah yang ditekankan Rasulullah SAW. Harta memang miliknya, tapi di dalamnya juga ada milik orang lain yang mesti diberikan. Inilah yang terkadang berat dilakukan, karena menganggap harta benda yang dimiliki adalah hasil kerja keras yang harus dinikmati sendiri. Padahal, dalam harta seseorang sejatinya ada campur tangan dari Allah SWT. Karena itu, harta mesti dikelola sesuai dengan petunjuk Allah juga. Insya Allah semoga apa yang kita miliki dapat menjadi penolong kita di akhirat kelak, karena kehidupan yang abadi adalah Akhirat yang kekal.
Wallahu 'alam bishowab

 (Mei 2011)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mau membaca, dengan segala kerendahan hati mohon diberikan komentar,semoga dapat bermanfaat