SELAMAT DATANG DAN SELAMAT MENIKMATI, SEMOGA BERMANFAAT

Rabu, 30 Mei 2012

BIJAK dalam memaknai kata " BID'AH "


Dalam beribadah kepada Allah SWT sudah seharusnya kita ikhlas semata-mata apa yang kita kerjakan hanya untuk Allah SWT. Sesungguhnya Allah tidak butuh ibadah kita, justru kitalah yang butuh ibadah untuk tanda bahwa kita beribadah kepada Allah, hamba Allah yang bersyukur akan segala nikmat yang sudah di beri kepada kita. Namun belakangan ini muncul wabah ahli bid'ah, yang melakukan ibadah dengan mengkaitkan pada pertanyaan apakah ini bid'ah? atau apakah Rasulullah dulu melakukan ibadah ini atau yang lainnya. Memang tidak mengapa bersikap seperti itu, namun kenapa serasa berhitungan sekali sama Allah ya, toh Allah sendiri tidak pernah hitungan bila memberikan nikmat kepada kita.

Sebagai contoh misalnya puasa di bulan Rajab di anggap bid'ah, karena tidak ada dalilnya dan sebagainya. Apalagi pahala berpuasa juga dianggap demikian, segeralah istigfar jangan menyebarkan bid'ah pada orang yang berpuasa karena Allah SWT, Allah memberikan pahala kepada siapapun yang Allah kehendaki. Tidak mengapa pahala dari Allah menjadi pendorong seseorang mau berpuasa, kecuali orang tersebut melakukan hal yang diluar ibadah seperti minum khamar barulah kita katakan bahwa itu adalah haram. Dan masih banyak lagi yang orang ahli bid'ah mengatakan bahwa maulid adalah bid'ah, puasa rajab, dan sya'ban adalah juga bid'ah, apabila itu adalah bid'ah hasanah sah-sah saja hamba Allah yang ingin menggapai ridho Sang Khalik melakukan kegiata puasa, shalat dan zikir lainnya, biarlah Allah SWT yang pantas menilai ibadah dan pahala untuk hamba-Nya bukan manusia yang hanya memiliki sedikit ilmu namun pandai berkata-kata, wallahu alam bishowab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mau membaca, dengan segala kerendahan hati mohon diberikan komentar,semoga dapat bermanfaat