SELAMAT DATANG DAN SELAMAT MENIKMATI, SEMOGA BERMANFAAT

Selasa, 02 Agustus 2011


CINTA NAN FITRI YANG TIADA PERNAH HENTI

Sejenak mari kita meluangkan waktu untuk kembali ke masa silam saat menikmati pesta lebaran? Apa yang teringat dalam memori kita? Hidangan lebaran beraneka ragam, baju baru, angpau dari sanak saudara? Atau kartu lebaran yang dikirim oleh sahabat dan kerabat dari jauh. Berkembangnya teknologi membuat rasa silahturrahim semakin kehilangan maknanya, cukup dengan mengirim sms basa basi berbungkus doa, sekali kirim bisa terforwad ke ratusan nomor, tanpa harus berkumpul untunk sekedar berbagi kisah dalam acara keluarga. Sedikit demi sedikit  ruh  'Idhul Fitri yaitu silahturahim perlahan menghilang. 'Idhul Fitri adalah momen yang sangat tepat untuk kita membangun silahturahim dan hal ini diperintahkan Rasulullah SAW sendiri, sebagaimana yang disampaikan oleh Imam As-Syaukani berkata: "Ketahuilah bahwasanya Nabi SAW terus-menerus mengerjakan dua shalat 'Ied ini dan tidak pernah meninggalkannya satu pun dari beberapa 'Ied. ”Nabi SAW memerintahkan ummatnya untuk keluar pada hari 'Ied, hingga menyuruh wanita, gadis-gadis pingitan dan wanita yang haid. Tahukah kita mengapa wanita haid pun diperintahkan untuk keluar/hadir pada saat sholat 'ied? Tak lain agar ikut serta dalam silaturrahim.

Begitu pentingnya silahturahim sampai rahmat dan kasih sayang Allah SWT akan menjauh bila tali silaturrahim sudah terputus di antara kita. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya rahmat Allah tidak akan turun kepada suatu kaum yang di dalamnya ada orang yang memutuskan tali silaturrahim.”
Seorang sahabat yang bernama Abu Afwa pernah berkisah, Ketika itu, kata Abu Afwa, kami sedang berkumpul dengan Rasulullah SAW. Tiba-tiba beliau bersabda:
“Jangan duduk bersamaku pada hari ini orang yang memutuskan tali silaturrahim.”
Setelah itu seorang pemuda berdiri dan meninggalkan Rasulullah SAW. Rupanya sudah lama dia memendam permusuhan dengan bibinya. Ia segera meminta maaf kepada bibinya tersebut, dan bibinya pun memaafkannya. Kemudian Ia pun kembali ke majelis Rasulullah SAW dengan hati yang lapang.
Saudaraku, bagaimana mungkin hidup kita akan tenang kalau di dalam hati masih tersimpan kebencian dan permusuhan. Perhatikan keluarga kita, kaum yang paling kecil di masyarakat, bila di dalamnya ada beberapa orang saja yang sudah tidak saling tegur sapa, saling menjauh, apalagi kalau di belakang sudah saling hujat dan memfitnah, maka rahmat Allah akan menjauh dari rumah tersebut.
Silaturrahim adalah kunci terbukanya rahmat dan pertolongan Allah SWT. Dengan terhubungnya silaturrahim, maka ukhuwah Islamiyah akan terjalin dengan baik. Hal ini sangat penting, karena bagaimana pun besarnya ummat Islam secara kuantitatif, sama sekali tidak akan ada artinya, laksana buih di lautan yang mudah diombang-ambing gelombang, bila di dalamnya tidak ada persatuan dan kerjasama untuk taat kepada Allah SWT.

Karena itu 'Idul Fitri bisa dijadikan momentum bagi kebangkitan spiritual. Fitrah manusia adalah dari Tuhan, dan kelak akan menuju Tuhan. Ini merupakan perjalanan kembali kepada kekuatan fitrah. 'Idul Fitri bukanlah sekedar ritual saja. Namun juga merupakan aspek sosial dan itu bisa kita mulai dari membangun, menjalin dan menguatkan silahturahim, sehingga kelak bersemi dan tumbuhnya cinta nan fitri yang tak pernah berhenti.  Wallahu’alam bis-shawab.

(jos)



ENAM JURUS JAGA DIRI PASCA RAMADHAN


Perayaan lebaran pasca Ramadhan diperingati dengan suka ria dan kegembiraan seakan euforia yang tidak terbendung, segala letih, penat, tawadhu, dan khusyu selama ramadhan seakan sirna ditengah kemeriahan hari raya lebaran yang sudah berubah menjadi arena parade peragaan busana sekaligus kuliner yang bermutasi menjadi tradisi nasional. Nasehat khatib lebaran “Ied bukanlah bagi mereka yang memakai baju baru, tetapi bagi mereka yang taatnya bertambah“ hanya sekedar lewat di telinga dan tak pernah mampir di hati akankah kita kehilangan ruh dan spirit Ramadhan?
 
Ramadhan mendidik kita selama satu bulan dalam berpuasa, menahan jiwa dan raga, tidak makan, minum, menahan pandangan, dan segala nafsu yang bisa mengurangi pahala puasa atau bahkan membatalkan puasa. Semuanya telah dikerjakan termasuk shalat tarawih, dhuha, tahajjud, dan ibadah lainnya termasuk silaturrahim pun telah dikerjakan. Semua dilakukan untuk bisa mencapai kualitas taqwa seperti yang Allah perintahkan dalam surat Al-Baqarah:183, yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman! diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.“

Ada satu hal paling mendasar yang harus menjadi bahan refleksi bagi kita semua, yaitu pertanyaan-pertanyaan berikut: seberapa membekaskah Ramadhan kemarin bagi jiwa-jiwa kita?, Apakah semua yang kita lakukan itu, bisa merubah hidup kita menjadi pribadi yang lebih baik?, Apakah satu bulan berpuasa bisa menjaga 11 bulan yang siap menghadang di depan?, Apakah ibadah-ibadah, amal-amal kebaikan yang kita lakukan dapat kita pertahankan secara konsisten baik secara kualitas ataupun kuantitas?, Apakah gemericik keindahan Ramadhan bisa tetap kita rasakan di bulan-bulan lainnya?, Pertanyaan-pertanyaan inilah yang paling mendasar dan harus kita renungkan bagi diri kita setelah melewati bulan Ramadhan. Jangan sampai satu bulan yang kita kerjakan kemarin tak berdampak sedikitpun bagi kualitas perbaikan diri kita. Nauzubillah mindzalik, jangan sampai  kita menjadi orang-orang yang merugi. Seperti apa yang dikatakan Rasulullah SAW, “Orang-orang yang merugi adalah ia yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dan yang hari esoknya lebih buruk lagi dari hari ini.“

Apakah kita semua mau menjadi orang-orang yang merugi itu? Berikut ini jurus untuk menghindari kerugian dan sekaligus bisa menjaga ruh dan spirit Ramadhan kita:

Jurus Pertama : Shoum Syawal.   
Sebagai langkah awal untuk menjaga ruh dan spirit Ramadhan, Rasulullah SAW mengajarkan shoum Syawal sebagaimana sabda beliau: "Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun. (HR. Muslim)
Jurus Kedua:  Menjaga  Shalat Berjamaah.

Bila di bulan Ramadhan kita senantiasa melaksanakan shalat berjamaah di masjid atau mushala bagi laki–laki dan di rumah untuk perempuan  setidaknya itu bisa berlanjut pada bulan-bulan berikutnya. Sholat jamaah merupakan barometer kualitas keimanan kita.

Jurus Ketiga: Membiasakan Diri  Qiyamullail.

Shalat Tarawih pada bulan Ramadhan merupakan bagian dari shalat malam yang harus dilanjutkan pada bulan lainnya. "Rahmat Allah akan diturunkan ke bumi pada setiap malam ketika malam pada bulan Ramadhan tinggal sepertiga terakhir. Dia berkata, kemana hamba-Ku yang berdoa, akan Aku kabulkan doanya. Kemanakah hamba-Ku yang meminta, Aku akan penuhi permintaannya. Kemana pula hamba-Ku yang beristigfar, Aku akan ampuni dosanya." (HR Bukhari Muslim).

Jurus  Keempat : Tadarus Al Quran

Kebiasaan tadarus Al Quran hendaknya senantiasa bertambah sesudah Ramadhan. Perlu ditingkatkan juga tartil dan tahsinnya sebab  dalam hadits disebutkan  "Orang yang membaca Al Quran dan ia mahir (membaca dengan tartil) akan bersama para malaikat yang mulia dan taat (di akhirat). Sedangkan, seseorang membaca Al Quran dan ia merasa susah dalam membacanya, tetapi ia selalu berusaha, ia akan mendapat dua pahala." (HR Bukhari Muslim).

Jurus Kelima: Menjadi Pribadi Yang Jujur . 
Ramadhan telah  mendidik kita menjadi pribadi yang jujur. Dalam hadits riwayat Bukhari Nabi Muhammad SAW bersabda ”Barangsiapa yang berpuasa tetapi tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak membutuhkan lapar dan haus (puasanya).”
Jurus Keenam : Gemar Berinfaq dan Bershadaqoh .
Ramadhan menyalakan spirit infaq dan shadaqoh, maka hal ini harus selalu kita  jaga. "Perumpamaan orang yang menginfakan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai yang pada tiap-tiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui." (QS Al-Baqarah [2]: 261). Wallahu a'lam.
(jos)



SPRITUAL KEMERDEKAAN DI BULAN RAMADHAN

Tahun ini, hari Kemerdekaan Indonesia kembali jatuh pada bulan Ramadhan, dimana 66 tahun yang lalu, tepatnya 17 Agustus 1945, pada bulan puasa, teks proklamasi dibacakan. Memasuki usia ke-66 untuk ukuran seorang manusia sudah termasuk manula, tapi bagi suatu negeri usia 66 tahun tergolong sedang memasuki usia remaja, usia dimana sedang mencari jati diri untuk menuju proses “kematangan.” Namun bukan berarti usia yang tergolong remaja membuat  negeri ini selalu mencoba setiap jenis proses tanpa harus mempertimbangkan baik-buruknya akibat yang akan ditimbulkan, namun semuanya tetap harus menjadi pertimbangan, karena kemerdekaan yang didapat tidak diperoleh dengan mudah namun diperoleh dengan banyak pengorbanan dan air mata, serta atas pertolongan dan rahmat dari Allah SWT. Dalam proses pencarian jati diri inilah, kita sebagai bangsa yang merdeka harus berfikir jernih dan mengutamakan jiwa spiritual agama dalam meneruskan kemerdekaan bangsa.

SPIRITUAL KEMERDEKAAN

Di bulan Ramadhan yang mulia ini, kita memiliki kesempatan merenungkan kembali arti kemerdekaan sesungguhnya. Berpuasa di bulan Ramadhan melatih kita atas kedisiplinan dan kejujuran jiwa yang dapat menggugah kita dalam mengisi kemerdekaan ini.
Bulan Ramadhan adalah bulan yang tepat untuk setiap insan dalam mengisi hari kemerdekaan, memikirkan nilai-nilai spiritual dalam diri yang dapat kita sumbangkan untuk membangun negeri ini. Sebagai hamba Allah SWT yang beriman, adalah suatu kewajiban untuk menyampaikan kebenaran kepada yang lainnya untuk memperkokoh norma-norma sosial yang ada dalam masyarakat. Bulan Ramadhan selain diisi dengan kegiatan ibadah juga diisi dengan tingkat kepedulian kepada sesama, mengurangi kesusahan orang lain, dan selalu siap memberikan yang terbaik untuk saudaranya yang membutuhkan, dan tentu saja hal ini harus terus dilakukan di bulan lain selain bulan Ramadhan.

Menanamkan spiritual kemerdekaan harus dimulai dalam diri kita, dan kemudian akan menularkan kepada yang lain secara paralel sebagai bentuk meneruskan cita-cita kemerdekaan. Jadi bulan Ramadhan sesungguhnya adalah bulan introspeksi atas apa yang telah kita kerjakan untuk bangsa ini. Kemerdekaan dalam mencari nafkah yang halal juga sudah harus kita tanamkan, termasuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal dan thoyyib.

Dari hasil muhasabah kita, apa yang telah kita peroleh? Adakah rasa nyaman atau kegelisahan dari hati kita dalam mengisi kemerdekaan ini, atau justru kita hanya menjadi beban untuk bangsa ini, tak perlu kita memikirkan orang lain yang lebih senang membuat negeri ini menjadi sulit, tapi saatnya kita membuat negeri ini menjadi berdaya dengan keberadaan kita. Selama kita terus berusaha secara mandiri, tidak tergantung dengan orang lain, maka artinya kita berusaha untuk menjadi pribadi yang merdeka, begitupun ketika kita telah berhasil merdeka dari godaan syetan, sekencang apapun rayuan syetan, dapat kita hindari dengan mudah, maka kita telah menjadi orang yang merdeka, spiritual kemerdekaan di dalam diri kita sudah tertanam demikian kuat, sehingga kita akan menjadi orang yang selalu merasa merdeka dalam setiap kondisi, karena telah merdeka dari ketergantungan dengan orang lain, hanya allah SWT yang dijadikan sebagai satu-satunya tempat menggantungkan doa dan usaha.

Saudaraku yang berbahagia, semoga allah SWT menjadikan kita sebagai pribadi yang memiliki spiritual kemerdekaan dalam diri yang selalu dapat mengisi kemerdekaan dengan usaha terbaik menuju ridho Allah SWT, Amin.
(jos)

PRODUK BARU “ZAHRA PAKET HAJI DAN UMROH NEW”

PAKET HAJI DAN UMROH AHADNET
UNTUK KESEHATAN SERTA PERLINDUNGAN JAMAAH HAJI DAN UMROH

Umumnya menjadi undangan sebagai tamu Allah SWT untuk beribadah menunaikan rukun Islam kelima merupakan kebahagiaan yang tidak akan pernah terlupakan. Segala persiapan akan dilakukan untuk menjadi tamu yang santun, beradab, dan memahami aturan main yang telah ditetapkan oleh tuan rumah yakni Allah SWT. Dengan harapan undangan yang diberikan akan menjadikan sang tamu menjadi haji yang mabrur bahkan lebih ekstrem lagi, berharap akan undangan-undangan selanjutnya untuk kembali berhaji maupun berumroh ke tanah suci penuh keikhlasan dan hanya berharap keridhoan Allah SWT. Apapun akan dilakukan untuk menjadi tamu-Nya yang terbaik mulai dari mengikuti manasik haji, mempersiapkan kesehatan fisik serta membawa bekal untuk kebutuhan sehari-hari di tanah suci nanti. Adapun fisik yang bisa dilakukan sebelum berangkat ke tanah suci dapat dilakukan dengan banyak melakukan aktifitas jalan kaki, karena di tanah suci hampir sebagian besar jamaah akan melakukan aktifitas berjalan dari satu tempat ke tempat yang lain, terlebih lagi bila kondisi jalan menuju Masjidil Haram atau Mina macet atau pada saat thawaf, sa'i dan kegiatan ibadah lainnya. Sedangkan untuk bekal yang dipersiapkan dapat berupa: uang, obat, makanan, perlengkapan mandi, dan beberapa kebutuhan lain yang dibutuhkan.

Khusus untuk bekal perlengkapan perawatan tubuh dan kesehatan, AHAD-NET sangat peka dan peduli dengan kebutuhan calon jamaah haji tidak perlu bingung dan resah apakah perlengkapan yang dibawa ke tanah suci jelas atau tidak kehalalannya. Dan dengan kemasan paket khusus, AHAD-NET kembali  mengeluarkan paket haji sebagai bentuk kepedulian kepada ummat untuk ketenangan batin dalam menjalankan ibadah di tanah suci.

Produk-produk yang dikemas dalam  paket khusus ini terdiri dari produk yang sangat membantu jamaah dalam melaksanakan rangkaian ibadah di tanah suci, isi dari paket haji AHAD-NET terdiri dari  sebagai berikut:

  1. Lip Balm: Untuk menjaga kelembaban dan mencegah bibir dari pecah-pecah. Oleskan secara merata pada bibir setiap akan keluar ruangan.
  2. Sunscreen Gel SPF 30:  Merupakan cream pelindung kulit dari sengatan sinar matahari (melindungi kulit hingga 4 jam dari pemakaian). Gunakan pada wajah dan tangan secara merata untuk melindungi kulit.
  3. Rich Moisture Cream: Digunakan untuk pemakaian pada tumit dan siku, untuk mencegah kulit kering dan pecah-pecah.
  4. Face & Body Cleanser: Merupakan sabun cair pembersih badan dan  wajah untuk kesegaran dan kebersihan sehari-hari selama di tanah suci.
  5. Nazhif Pasta Gigi Herbal: untuk menyegarkan nafas dan menjaga kebersihan mulut.
  6. Zahra Olive Shampoo: untuk memberishkan dan menjaga kelembaban rambut jamaah haji.
  7. Bedak MB: Gunakan pada bagian ketiak untuk mengurangi dan menyerap keringat yang berlebih serta mengurangi bau badan
  8. Minyak Asyifa: Digunakan untuk mengurangi pegal-pegal serta meregangkan otot yang tegang setelah beraktivitas seharian di tanah suci.
  9. Nigella Plus*: Suplemen herbal untuk menjaga stamina dan kesehatan jamaah agar selalu dapat beribadah dengan kondisi kesehatan yang prima. Dikonsumsi pada pagi dan malam hari.
10.                Handuk Muka*
Paket haji dan umroh di atas hanya dapat diperoleh hanya di AHAD-NET. Tersedia dalam 2 paket yaitu paket 1 (semua produk diatas kecuali Nigella Plus dan Handuk muka), dan Paket 2 (dilengkapi dengan Nigella Plus (2 botol) dan Handuk Muka).
Saudaraku, Mari kita kenalkan dan tawarkan paket haji&umroh AHAD-NET kepada keluarga, teman,kerabat yang akan berangkat ke tanah suci, sebagai bekal untuk beribadah menuju haji yang mabrur. Amin Allahumma Amin

(jos)



PROMOSIKAN PRODUK ANDA  dengan BERAGAM TIPS


Memulai bisnis itu susah-susah gampang, banyak yang sukses namun tidak sedikit yang biasa-biasa saja, bahkan mundur secara teratur. Namun ketika kita mulai komitmen untuk masuk ke dunia bisnis tentunya banyak hal yang sudah harus kita persiapkan. Berbisnis di Multi Level Marketing dalam hal ini AHAD-NET promosi dilakukan dari mulut ke mulut lewat Mitraniaga yang satu ke calon mitra yang lainnya, hingga kemudian berhasil menjadikan si calon mitra ikut bergabung menjadi Mitraniaga AHAD-NET. Mitraniaga dalam hal ini bertindak sebagai promoter dari produk yang dimiliki, dan ruh dari pemasaran bisnis MLM ini adalah pertemuan, karena dengan adanya pertemuan, selain silaturrahim terjalin, juga dapat menambah wawasan dan pemantapan hati serta tekad untuk menjadi Mitraniaga yang istiqomah. Sebagai tambahan strategi promosi produk yang telah kita pakai selama ini, tidak ada salahnya mencoba beberapa tips promosi yang sering digunakan oleh banyak orang, paling tidak selain produk kita banyak yang memesan dan membeli, kita juga dapat mencari prospek dari orang yang berada jauh dalam jangkauan kita. Berikut tipsnya:

1.   Mendaftar pada situs pertemanan di internet, dengan cara : sebanyak-banyaknya menambah teman, promosikan semua produk yang ada berikut manfaatnya, setiap komentar dan pertanyaan yang masuk, segera untuk ditindaklanjuti, dan harus selalu update.
2.   Memanfaatkan iklan baris di Koran, internet, di buku telepon kuning, dll.
3.   Meminta waktu untuk menjadi pembicara setiap ada acara yang berhubungan dengan produk kita, seperti manasik haji, arisan, majelis taklim, di stasiun radio, dll.
4.   Membuat blog di internet yang berisi tentang produk dan bisnis kita, sampaikan semuanya secara jelas, sehingga orang yang berkunjung ke blog kita percaya bahwa produk kita ada bukan fiktif.
5.   Selipkan brosur atau bahan promosi lainnya ke dalam kantong/paket belanja pemesanan.
6.   Memanfaatkan sms gateway, yang fungsinya adalah untuk memberitahukan kepada relasi tentang produk yang terbaru, ucapan selamat ulang tahun, informasi lainnya yang mendukung promosi kita yang perlu diketahui oleh pelanggan kita, lakukan hal ini secara rutin, karena cara ini cukup manjur menggugah hati konsumen.

Mitra AHAD-NET yang optimis, banyak jalan menuju Roma, maka banyak jalan juga untuk berpromosi. AHAD-NET bukan hanya sekedar bisnis semata, banyak manfaat yang diperoleh di AHAD-NET, sehingga bukan hanya keuntungan financial saja yang kita harapkan, namun nilai dakwah didalamnya dapat mengantarkan kita kepada ketenangan batin. Sehingga lakukanlah promosi dengan bijaksana dengan cara halal serta tidak mahal yang dapat mendukung bisnis kita di AHAD-NET. Insya Allah siapa yang menabur benih maka akan menuai hasilnya, selamat mencoba

(jos)

SUDAH BERMAKNAKAH IBADAH RAMADHAN KITA?

Bulan Ramadhan telah memasuki hari ke-2, sudahkah dua hari berlalu dengan sia-sia atau penuh arti dan makna. memang sangat terasa proses try out pada bulan Rajab dan bulan Sya'ban, siapa yang banyak belajar sebelum ujian, maka di saat  ujian itu datang akan terasa ringan dan mudah. Bulan Rajab dan Sya'ban ada bulan dimana kita untuk membersihkan diri, berlatih untuk bersedekah, berpuasa sunah, sehingga kita bulan Ramadhan datang semuanya akan dilakukan dengan senang hati. Qiyamullail yang senantiasa dilakukan pada sepertiga malam terakhir akan meringankan Qiyamulail pada bulan Ramadhan, memudahkan mata ini terbuka untuk sahur dan tadarus Al Quran, sedekah dan infaq di bulan selain Ramadhan akan memudahkan tangan ini untuk mengeluarkan zakat fitrah dan zakat maal kita bila sudah mencapai nishobnya, akankan kita mengakali atau mencari trik agar zakat kita sedikit, naudzubilahmindzalik.

lalu bagaimana apabila pada bulan Ramadhan ini, seorang wanita terhenti berpuasa, karena sedang datang bulan? tetaplah melakukan amalan lain selain berpuasa dan shalat. Teruskan aktifitas ibadah lain yang dapat menambah pahala dan tidak mensia-siakan waktu di bulan penuh kemuliaan ini. Untuk wanita yang sedang datang bulan dapat melakukan kegiatan seperti berdzikir, infaq, zakat, shodaqoh, atau ketika sepertiga malam datang, apabila sudah terbiasa bangun, maka bangunlah , lakukan dzikir , hal ini untuk menghindari keinginan tidur yang berlebihan ketika masa suci sudah datang, jangan hentikan kebiasaan baik yang sudah rutin dikerjakan pada saat suci. Untuk mendapatkan pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa, maka berilah makan atau minum orang yang berpuasa, lakukan dengan ikhlas hanya untuk mencari ridho Allah SWT.

Ramadhan masih tersisa 27 hari lagi, apakah sisa waktu ini akan dihabiskan dalam kesia-siaan saja, atau justru sebaliknya akan semakin membentengi diri dari segalan nafsu dan maksiat? Semoga amal ibadah kita selama ini diterima Allah SWT. Amin

ANAK ADALAH AMANAH DARI ALLAH SWT


Kehadiran seorang anak di dalam keluarga memang menjadi harapan setiap orang tua, tanpa kecuali, walau terkadang kelahirannya sempat ditunda, tertahan karena memang belum rezeki dari Allah atau memang faktor lain , baik yang disengaja atau pun tidak disengaja. Untuk alasan kelahiran yang ditunda bisa saja penyembabnya karena  ekonomi yang belum cukup, kondisi yang tidak memungkinkan untuk memiliki anak pada saat itu. Namun apabila penyebabnya adalah ketakutan karena khawatir tidak memiliki uang, tidak mampu menafkahi, sungguh menghilangkan keberadaan Allah SWT. Karena tentunya kehadiran jabang bayi sebagai amanah Allah SWT untuk menjadi khalifah di muka bumi ini tentunya sudah diperkirakan dengan sempurna oleh Sang Khalik, sehingga ada istilah yang mengatakan kalau banyak anak banyak rezeki, jadi kenapa mesti harus takut memiliki anak, toh masih banyak keluarga kecil lain yang rela melakukan apa saja yang penting dapat punya anak.Kehadiran seorang anak dapat membukakan pintu kebaikan mulai dari rezeki, silaturrahim, bahkan merekatkan kasih sayang antara suami dan istri.

Alhamdulillah hari ini seorang sahabat terdekat telah melahirkan seorang bayi perempuan pada tanggal 2 Agustus, ,jam 8 pagi, dengan berat 3,3 kg. Lahir secara normal, yang sebelumnya diperkirakan oleh dokter akan lahir dengan operasi cesar, apalagi bayi ini dimajukan jadwal lahirnya dari tangga yang semula pada pertengahan bulan Agustus, namun karena sang ibu beberapa minggu terakhir ini sering mengalami gangguan pencernaan akut hingga harus keluar masuk rumah sakit, akhirnya pada saat dokter memeriksa kandungan sang ibu, ternyata dokter menyimpulkan kalau sang calon bayi memiliki ukuran berat yang berlebihan, dan harus segera dikeluarkan dari perut sang ibu.

Luar biasa vonis yang mengerikan dalam kondisi sang ibu yang sedang sakit. dengan segala kepasrahan yang tinggi kepada Allah SWT, akhirnya keluarga menerima saran dokter untuk memajukan kelahiran sang calon bayi, dan Alhamdulillah pada hari ini  proses melahirkan dilakukan secara normal, artinya biaya melahirkan menjadi lebih murah, inilah pertolongan Allah yang luar biasa, dari seharusnya yang operasi hingga normal, padahal secara fisik si ibu sangat tidak mungkin untuk lahir normal, namun kalau Allah sudah berkehendak tidak ada yang bisa menghentikan, kebahagiaan semakin beruntun ketika sang ayah diterima bekerja diperusahaan notaris beberapa saat ketika diberi kabar bahwa sang istri sedang melahirkan, walau sempat menolak keberadaan sang calon bayi, karena belum memiliki pekerjaan, namun hari demi hari pintu rezeki semakin dibukakan Allah SWT dan kasih sayang satu sama lain pun semakin tercipta, hingga kelahiran sang bayi mungil yang menggemaskan itu lahir pada hari ini, Semoga sang putri cantik menjadi anak yang shalihah yang selalu dapat memberikan kebahagiaan dalam keluarga dan bermanfaat di dunia dan akhirt.
Mari kita jadikan pengalaman ini selalu bisa membuat kita berfikir dan memahami setiap kejadian yang diberikan Allah SWT kepada kita sebagai sesuatu yang terbaik untuk kita jalani. Amin