SELAMAT DATANG DAN SELAMAT MENIKMATI, SEMOGA BERMANFAAT
Tampilkan postingan dengan label Leadership. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Leadership. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 September 2011

PRO dan KONTRA yang ADIL

Dunia memang tidak akan ramai bila di dunia ini tidak ada yang pro dan kontra. Kalau yang kontra tidak merugikan orang lain mungkin suatu hal yang lumrah dan wajar-wajar saja, akan tetapi yang lebih membahayakan apabila yang kontra justru menyebabkan kerugian bagi pihak lain, begitupun sebaliknya untuk yang pro. 

Pro dan  kontra dalam suatu organisasi adalah hal yang wajar namun adalah suatu kewajiban bagi pihak yang memahami titik permasalahan untuk menengahi, meneliti dan memaparkan penyebab suatu masalah itu ada. Seandainya pro dan kontra itu harus ada usahakan tujuan organisasi dikedepankan, kepentingan orang banyak dan yang menjadi hak dari orang banyak juga di utamakan. Sesungguhnya setiap keputusan kita yang dapat merugikan orang banyak akan diminta pertanggungjawabannya oleh ALLAH SWT. 
Siapapun Anda terutama petinggi dalam suatu perusahaan maupun organisasi harus mengingat bahwa setiap keputusan Anda dan pertimbangan Anda dalam membuat keputusan disana banyak orang bergantung pada keadilan. Bersikap dan berfikirlah yang cerdas, jangan mudah terpengaruh oleh bawahan Anda yang justru akan menjerumuskan Anda pada jalan yang tidak seharusnya Anda berada, Wallahu'alam bishowab.

Sabtu, 24 September 2011

TELADAN RASUL SELALU YANG UTAMA


Mempertahankan sikap yang sudah menjadi prinsip kita, saya rasa merupakan sebuah keharusan selama prinsip kita tersebut memang berasal dari apa yang ada dalam diri kita. Apabila terjadi pemaksaan untuk suatu hal yang berada dalam keinginan kita, tentunya hal itu harus disikapi dengan positif dan terlebih lagi jangan menjadi pengikut dari yang salah hanya karena sebuah jabatan dan posisi. bagi Saya yang terpenting dalam kehidupan ini adalah mengacu dan mengikut pada pola kehidupan rasulullah baik ketika kita bereran sebagai bawahan, atasan, seorang suami, teman, anak dll, semuanya harus dikembalikan kepada sunnah Rasul karena hanya rasulullah lah tipe manusia di bumi ini yang menunjukkan manusia yang paling ideal untuk semua peran, walau tidak sepenuhnya mengikut kepada rasulullah tapi paling tidak ada sikap dan sifat yang kita ikuti dan selebihnya harus berusaha di teladani bukan dibiarkan tidak ada.

Apabila menjadi pemimpin hanya menginginkan keuntungan diri semata, mencari muka, menyelamatkan diri sendiri dan mengorbankan banyak pihak tentu saja hal ini bertentangan dengan yang Rasul ajarkan. Entahlah biasanya bila ada orang yang berada di posisi tersebut justru akan berada di atas angin, memegang kekuasaan dengan tangan besi, dan mengatakan bahwa dirinya yang paling benar, dan tidak mengingat bahwa ada orang lain yang dirugikan. Kesulitan menyampaikan ide yang benar, menyampaikan hal yang tertindas tentu saja akan menguap begitu saja apabila tidak ada tempat untuk mengadu. Ini hanya di dunia, sesungguhnya kehidupan yang adil ada hanya di akhirat, dan balasannya ada di akhirat kelak. Bila seseorang sudah tidak percaya kalau doa tidak bisa memperbaiki keadaan, maka hendaklah orang tersebut beristigfar karena sesungguhnya Allah SWT tidak akan membiarkan hamba-Nya yang berdoa tidak mendapat apa-apa, jadi terus positif dan berdoa untuk memohon yang terbaik, bahwa Allah SWT menolong hamba-Nya yang dizholimi, karena doa orang yang dizholimi sangat dekat dengan Allah.

Rabu, 21 September 2011

MEMIMPIN PINTAR DENGAN JIWA dan HATI


Kemarin saya mengikuti test sebagai bagian dari rangkaian psikotest dari kantor saya. Tujuannya untuk menyaring leader untuk posisi tertentu yang kita belum tahu akan dimana kita ditempatkan. Dalam test tersebut kita dibentuk kelompok kecil untuk membahas sebuah kasus, yang hasilnya akan didiskusikan dengan pada kelompok besar atau gabungan dari kelompok kecil. Instruksinya adalah kita harus memutuskan 2 jawaban dari kasus yang ada dan kemudian mempertahankan jawaban kita di kelompok besar tersebut, dan dengan waktu yang telah ditentukan kelompok besar harus menelurkan 2 jawaban yang terbaik sebagai keputusan dari kelompok. Diskusi dalam kelompok kecil dimulai , masing-masing anggota mengeluarkan ide dan gagasan karena berusaha agar jawabannya diterima oleh anggota yang lain dalam kelompok kecil tersebut serta memberikan alasan yang menarik, kemudian setelah berhasil merumuskan 2 jawaban, diskusi kelompok besar dimulai dan diskusi panjang dan alot pun terjadi, masing-masing kelompok mempertahankan jawabanya. hingga akhirnya waktu yang telah ditentukan selesai TIME'S OUT, dan belum ada keputusan akhir dari 2 jawaban yang menjadi keputusan kelompok akhir. Kami tidak tahu apa maksud diskusi ini, bagaimana penilaiannya, apa dari keaktifan kami atau yang lainnya.
Kemudian setelah rangkaian test berakhir pada hari itu, team psikotest menguraikan penyebab dari tidak adanya suara bulat dari hasil keputusan kelompok besar sebagai jawaban yang diinginkan.

Menjadi seorang leader tidak harus pandai bicara, pandai berfikir, namun perlu seksama memahami setiap tugas yang diberikan dengan logis dan tentunya hati nurani harus berjalan, sehingga tujuan kelompok dapat dicapai. Perdebatan tidak perlu diteruskan, karena pasti ada jalan tengah yang dapat diambil. Mengambil posisi sebagai pemimpin bisa diambil ketika kelompok tersebut tidak memiliki figur pemimpin yang ideal, tidak perlu mengajukan namun berilah ide kepada kelompok agar pemilihan dilakukan dengan adil. Pemimpin juga harus legowo, bergerak cepat, dapat bekerja dengan cerdas bukan dengan kerja keras. Menjadi pemimpin harus memegang amanah yang diberikan karena semua yang dilakukan akan ditanyakan oleh ALLAH SWT. Gambaran perdebatan dalam suatu diskusi merupakan cerminan sehari-hari , tidak ada yang mengalah, semoga kita dapat berubah untuk keutuhan dan kemajuan team.

Sabtu, 17 September 2011

TETAPLAH TERSENYUM untuk SETIAP UJIAN

Menghadapi ujian di dunia kalau masih bisa kita hindari, maka kita akan berlari jauh, namun ketika ujian itu datang  dan memang harus dilalui oleh kita sebagai pendewasaan diri untuk kehidupan yang lebih baik kedepannya, tentu saja kita tak bisa berlari, bahkan kita tak bisa diam di tempat hanya untuk menjalani ujian tersebut tentu saja banyak hal yag harus kita lakukan, agar ujian menjadi  mudah dan bisa keluar sebagai pemenang dari ujian tersebut. 
Ujian dalam bentuk apapun, entah itu ujian di dunia kerja, dalam rumah tangga, perjodohan, dengan kerabat tentu saja harus kita hadapi dan tak lupa selalu meminta kekuatan kepada Allah SWT agar diberik kemudahan dalam setiap peristiwa yang dialami, diberi kesabaran dan kelapangan dada sehingga kita termasuk hamba-Nya yang bersyukur dan bersabar serta menjadi hamba-Nya yang terbaik, jalani semuanya dengan senyum.
POHON YANG TINGGI, ANGINNYA SEMAKIN BESAR


Menghindari perubahan dalam hidup terkadang tidak bisa dihindari, bila segalanya datang dengan waktunya, maka tak bisa berlari. Untuk perubahan ke arah positif yang diinginkan semua orang biasanya akan datang suatu proses yang menyertai dalam perjalan tersebut. Tentu saja hal ini bukanlah suatu kebetulan dari Allah SWT tapi merupakan suatu kebenaran, bentuknya bias bermacam-macam, ada yang mungkin kita menjadi bahan pembicaraan orang  banyak, dikonfrontir oleh pihak lain, atau banyak lagi,  namun hadapi semuanya dengan bijak, belajar mencari hikmah, berfikir untuk selalu positif dan yang tak kalah pentingnya adalah ikhlas dan sabar.

Adanya proses kehidupan yang tidak kita senangi dan menyertai perjalanan hidup merupakan cara Allah SWT membuat kita menjadi kuat, bijak dan empati kepada pihak lain bila kita harus berhadapan dengan orang lain. Tidak semua orang menyenangi kita dan tidak selamanya orang yang selama ini berada di pihak kita akan menyayangi kita bisa jadi akan menjadi sebaliknya. Lakukan semuanya dengan sebaik-baiknya, banyak mencari ilmu yang bermanfaat, perluas wawasan dan pergaulan, tingkatkan ibadah dan selalu dekat dengan Allah SWT, karena hanya Allah SWT tempat bercerita dan meminta serta pemberi solusi yang terbaik di dunia dan akhirat, Good Luck..

Sabtu, 10 September 2011

Sang IMAM

Menjadi seorang pemimpin memang harus dipersiapkan sejak dini, paling tidak dari awal dibekali bahwa kelak orang tersebut akan menjadi pemimpin atau menggantikan pemimpin yang sudah ada. Pemimpin tidak hanya di kantor tetapi menjadi seorang imam dalam shalat berjamaah adalah pemimpin. Apabila menjadi imam tidak dipersiapkan maka shalat dari orang-orang yang dipimpinnya akan kacau, jadi menjadi seorang imam harus dipersiapkan baik dari segi bacaan dan hapalan dalam shalat. Menjadi imam shalat tarawih di malam ramadhan 2011/1432H adalah pengalaman pertama aku, gak menyangka kalau akan ditunjuk menjadi imam shalat tarawih. Dari awal memang tidak dipersiapkan oleh sang imam yang memang umiku sendiri, karena masih ada teman umiku yang selain usianya seumur sama umiku juga selalu memimpin doa setelah tarawih. tetapi pada malam ke-21 umiku sakit, jadi tidak bisa ikut shalat tarawih dan menjadi imam shalat tarawih di rumah, kemudian setelah temannya diminta menjadi imam tetapi tidak bersedia karena tidak bisa, akhirnya umiku dan atas persetujuan kakakku meminta aku yang menjadi imam, wuihh deg-degan banget, khawatir salah makhraj, tertukar shalat, apalagi selama ramadhan ini aku tarawih di barisan terakhir karena memang jamaah shalat tarawih di rumahku selalu penuh, dan ini adalah kesempatan pertamaku menjadi imam shalat tarawih, biasanya kalau dalam shalat tarawih aku baru sampai jabatan khalifah yang bacain shalawat setelah 2 rakaat tarawih selesai. Awalnya aku menolak karena masih ada ibu haji teman umiku itu, namun karena mereka mempertimbangkan banyak tentang aku jadi aku yang diminta jadi imam. alhamdulilah akhirnya malam pertama berhasil tanpa khilaf, dan pada hari kedua sebelum mulai shalat aku belajar dulu surat yang akan dibaca pada shalat tarawih supaya gak ada ayat yang terlewat dan alhamdulilah semua berjalan  lancar. dan pada hari ke-3 aku fikir umi sudah sembuh ternyata belum, jadi aku masih jadi imam...eh alhmdulilah ada imam pengganti ada kakak pertamaku yang lagi datang ke rumah jadi aku bisa istirahat.


Pelajaran yang bisa aku ambil adalah : 
1. Menjadi Pemimpin harus dipersiapkan semenjak dini dan diinformasikan ke yang akan didelegasikan tugas.
2. Menjadi Pemimpin itu berat, tidak bisa lambat dalam bergerak dan tidak bisa terlalu cepatm,semua harus dipelajari dengan matang dan cerdas.
3. Menjadi Pemimpin adalah amanah, kemana makmum akan dibawa ada pada tangan pemimpin
4. Sepintar apapun pemimpin tetap harus selalu belajar agar bisa memberikan yang  terbaik untuk yang dipimpin.

Insya Allah masih banyak lagi yang dapat dijadikan pelajaran dari kejadian diatas, semoga dapat diambil hikmahnya, amin.

Kamis, 04 Agustus 2011


MEMBERI KEBAHAGIAAN UNTUK ORANG LAIN

Apa yang membuat diri kita bahagia biasanya karena kita merasa senang sudah dapat memberikan kebahagiaan kepada orang lain, baik kepada keluarga, sahabat, teman, maupun tetangga, bahkan orang lain tak dikenal sekalipun. Apalagi kalau orang-orang tersebut memang adalah orang yang kita sayangi, dan dekat dengan disekitar kita, rasanya memberi kebahagiaan adalah suatu hal  yang bisa membuat hidup ini menjadi makna.

Jangankan memberikan dengan harga barang yang mahal, dengan yang murah pun apabila sudah membuat orang lain tersenyum, sudah cukup melepas dahaga, bahkan dengan yang gratis pun yaitu senyum bisa membuat orang lain bisa merasakan penghargaan yang tinggi dari senyum yang kita berikan.

Membelanjakan keluarga, sahabat apalagi orang yang membutuhkan memiliki arti yang luar biasa, tidak hanya dirasakan oleh yang memberikan, terlebih-lebih kepada orang yang dibelanjakan atau yang diberi, walaupun secara finasial mungkin mampu membeli, namun orang yang bersyukur akan selalu bersyukur dengan apa yang diperolehnya, mendoakan dan menerima pemberian sebagai suatu kesyukuran, apalagi apabila pemberian yang diperoleh juga dikembangkan dengan cara menyalurkan atau memberikan kepada pihak lain yang membutuhkan, sehingga proses sedekah akan terus menerus mengalir dan tidak berhenti. Semoga kita termasuk orang yang selalu dapat memberi dan menjaga sedekah di dunia ini, sebagai bekal untuk akhirat, Amin.

Rabu, 03 Agustus 2011


Hati-hati Memegang Amanah
Memilih seorang pekerja di front office haruslah hati-hati, karena mereka adalah cerminan dari perusahaan atau suatu lembaga. Seorang front office yang jutek, pemarah, cuek, dan malas akan berimbas pada cerminan dan kelakuannya kepada konsumen. Didepan sang boss bisa jadi bersikap baik, apalagi ketika awal bekerja, namun lama kelamaan difatnya akan muncul kembali. lakukan banyak test pengenalan karakter untuk karyawan front office secara seksama dan lakukan sekali-kali penyelidikan melalui penyamaran sebagai mistery guest yang tidka dikenali oleh front office, dan kita akan mengetahui kelakuan dari karyawan tersebut.

Saya punya  pengalaman menarik di sebuah hotel ternama, sambutan resepsionist kurang hangat, bahkan menganggap enteng voucer menginap yang  kami sodorkan, namun kami dengan berbesar hati menerima, dan berusaha melupakan kejadian itu, namun ketika saya bertemu dengan pimpinan saya bekerja, dan menceritakan kejadian yang kurang mengenakan yang saya temukan di hotel tersebut , ternyata pimpinan saya juga mengatakan bahwa resepsionist di hotel tersebut tidak ramah dan tidak sopan, entah dengan orang yang sama atau bukan dengan yang saya alami. Ceritanya begini, karena ada urusan kerjasama antara perusahaan kami dan pihak hotel yang diwakili oleh manajer hotel tersebut, pimpinan saya datang ke hotel tersebut dan menyampaikan ingin bertemu dengan Pak X, dengan melihat penampilan pimpinan saya yang trendi dan sangat rapi seperti seorang yang berjabatan, seharusnya sang resepsionis tanya dulu Pak X yang manajer atau yang office boy, karena ternyata namanya sama, akan tetapi justru yang dikatakan adalah Pak X yang OB ya bu? hehehe mana mungkin sih utusan suatu perusahaan besar datang ke hotel ternama untuk bertemu OB, bukan mengecilkan posisi OB tetapi secara nalar tentunya ingin bertemu dengan top manajemen hotel tersebut, apalagi kedatangan pimpinan saya tidak sendiri , datang bersama beberapa direksi lain.

Mari kita ambil hikmah dari pengalaman dan peristiwa yang ada di sekitar kita. Semoga kita tidak termasuk orang yang tidak dapat bersikap dan memegang amanah dari setiap jabatan yang kita pegang.


TENTUKAN SIKAP TERBAIK KITA

Setiap orang memerlukan motivasi dalam kehidupannya, biasanya motivasi dapat diperoleh dari berbagai cara seperti membaca buku, konsultasi dengan orang sukses atau bahkan menekuni hobi, tak jarang ada pula orang yang mengikuti pelatihan motivasi untuk pengembangan diri. lalu bagaimana bila semula memiliki hobi yang menarik dan kemudian dipaksa untuk mengembangkan keterampilannya dalam suatu pelatihan yang sebenarnya tidak disukai oleh orang tersebut? tentu saja hal ini bukanmembuat orang tersebut termotivasi justru akan membuat orang tersebut menjadi demotivasi bahkan akan menjauh dari hobi tersebut. 


Seharusnya pelatihan yang dibuat adalah pelatihan yang dapat merangsang minat seseorang untuk semakin mengembangkan diri, melakukan dengan ikhlas, mengikuti dengan keinginan sendiri,bukan sebagai kewajiban untuk mengikuti. Namun apabila dilakukan dengan terpaksa justru akan menimbulkan perlawanan dan penolakan dari setiap ilmu yang diajarkan. Tugas-tugas yang menumpuk, dipaksa untuk melakukan akan membuat banyak pengorbanan yang dihasilkan. Bukan ini tujuan dari pengembangan diri seseorang.

Apabila berada pada tingkat kejenuhan dan posisi seperti demikian, maka sebaiknya segera menentukan sikap, jangan biarkan diri kita menjadi lahan orang lain dalam mempratekan ilmunya, merubah prinsip dan pandangan hidup kita, lakukan suatu hal yang bisa dipertanggungjawabkan tanpa merugikan orang lain. Action lainnya adalah jangan sampai hobi menjadi tergusur karena orang lain, perdalam ilmu dari orang lain dan dengan cara yang lain.

Apabila kita telah mengambil sikap, maka biasanya akan ada reaksi muncul, biasanya dari tempat sekitar kita berada, abaikan ucapan dan omongan mereka, bersikap biasa saja, anggap saja bahwa mereka hanya menakuti anda saja, dan yakinlah dengan sikap yang kita ambil, serahkan semua pada ALLAH SWT, bahwa hidup, rezeki dan keberlangsungan kita bukan dari manusia tapi cukup hanya dari Allah SWT tempat kita menggantungkan kehidupan ini. Wallahu'alam bishowab.



Sabtu, 23 Juli 2011

Buat negeri ini tersenyum kembali

Hari ini ada seseorang nan jauh di depan mata , namun dekat di hati sedang berusaha dengan sekuat tenaga untuk mencari tiket ke jakarta, Sulit dan walaupun ada mahal harganya, baik tiket kereta api atau pun pesawat terbang. Koq bisa ya,liburan anak sekolah sudah berakhir tapi harga tiket tetap melambung, dan susah untuk didapat. itulah pertanyaan yang ada di benak saya, sangat tidak masuk akal dan logika, namun inilah indonesia semua bisa saja muncul dan menghilang dengan cepat, semuanya sudah ada yang mengatur, demikian biasanya lontaran mereka yang paham dengan kondisi tersebut.

Untuk weekend kali ini, akhirnya tiket dengan harga yang terjangkau tidak diperoleh, bisa saja tiket yang harganya selangit itu dibeli , namun rasanya uang yang tidak sedikit itu sangat sayang apabila dikeluarkan untuk membeli tiket , masih bisa ditunda satu sampai dua hari, dan alhamdulillah untuk hari senin akhirnya dapat tiket pesawat dengan harga yang lumayan turun.

Kenapa hal ini bisa terjadi, bisakan kita menikmati perjalanan berkunjung dengan mudah tanpa harus membeli tiket dengan sulit ditambah lagi dengan harga yang tinggi. Mari kita berharap semua keadaan akan selalu menjadi lebih baik , mari kita buat negeri ini menjadi tersenyum kembali

LEADER YANG AMANAH

Saya koq heran yah,  masa sih ada seorang leader dalam sebuah perusahaan yang tidak perduli dengan kesalahan yang terjadi dalam divisi yang dipimpinnya, merasa itu bukan tanggung jawabnya, tentu saja hal ini akan merusak sistem organisasi di perusahaan tersebut.

Sudah menjadi tugas seorang leader untuk memperbaiki sistem yang ada dalam wewenangnya, mempermudah alur dan memberikan kenyamanan di tempat dia memegang amanah. Jabatan adalah amanah selama jabatan itu dipegang, sampai masa jabatan berakhir,  selama jabatan itu belum berakhir , amanah itu masih menjadi tanggung jawab kita . Begitupun ketika sudah berakhir jabatan tersebut tetap jiwa seorang pemimpin diperlukan , apabila kita masih diminta informasi atau bantuan untuk hal-hal yang tidak diketahui oleh orang yang baru menggantikan.

Mental seseorang sangat jelas terlihat dalam hal pelaksanaan amanah tersebut. Apa jadinya apabila seorang leader bersikap cuek, bagaimana nasib orang yang dipimpinnya, dan parahnya lagi bagaiman nasib orang lain yang tidak dipimpinnya namun berhadapan dengan customer.

Sungguh celakalah orang-orang yang menyalahgunakan amanah. Memegang amanah hanya untuk gengsi, hanya  untuk bisa memimpin dengan cara bossy. Semoga menjadi leader dengan sikap seperti itu tidak kita tiru, justru harus kita jadikan pelajaran dalam diri kita, bahwa hidup ini harus diisi dengan sikap terbaik untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Selamat menjadi leader yang amanah.

Jumat, 22 Juli 2011

KOMUNIKASI MODAL INTI  MENJADI PEMIMPIN

“Menjadi pemimpin itu mudah? “  Siapa bilang demikian, kalimat tersebut bisa saja meluncur dari orang yang memang merasa mudah dalam memimpin, tetapi tunggu dulu , bagaimana dengan kalimat dari orang yang dipimpinnya, bisa saja yang keluar adalah keluhan dan umpatan dari orang yang dipimpin, karena merasa bos yang selama ini memimpinnya hanya memberikan perintah seenak hatinya saja tanpa mengetahui apa sebenarnya yang diingini oleh bawahannya.
Apabila kita diamanahkan sebagai pemimpin di tempat  kita bekerja ,pernahkan kita menanyakan tentang kabar keluarga bawahan kita? Atau kita hanya memberikan tugas tanpa memberikan penjelasan maksud dan tujuan mengapa bawahan anda harus melakukan pekerjaan yang kita beri? Sudahkan kepemimpinan kita menduplikasi kepemimpinan Rasulullah saw? Yang tidak pernah memaksa dalam memberikan tauladan, yang melayani sebelum dilayani oleh sahabatnya, dan ternyata  terbukti bahwa rasulullah menjadi pemimpin yang dicintai oleh sahabat-sahabatnya bahkan dicontoh ummatnya hingga akhir zamn.

Kunci  sebenarnya yang telah diajarkan rasulullah adalah terjalinnya komunikasi yang  baik antara yang dipimpin dan yang memimpin, Dalam kepemimpinan beliau,  Rasulullah selalu mengajak para sahabat untuk berkumpul untuk merundingkan apa yang harus dilakukan atau untuk memberikan pemahaman kepada para sahabat apabila ada hal yang tidak diketahui sahabat-sahabatnya. Begitupun halnya yang harus kita lakukan adalah menjalin komunikasi yang baik antara kita dan bawahan, kapan waktunya kita menjadi pendengar dan kapan waktunya untuk berbicara.

Ternyata komunikasi tidak hanya berhenti sampai pada internal kita, kepada pihak eksternal kita harus menguatkan hubungan dengan cara menjalin komunikasi , minimnya komunikasi akan menimbulkan misscomunication, akan menimbulkan prasangka yang tidak seharusnya terjadi, bahkan membawa efek yang berkepanjangan yaitu menurunnya kepercayaan customer kepada kita. Apa yang harus kita lakukan bila komunikasi tidak berjalan dengan baik dengan internal kita. Apabila komunikasi hanya bagus pada level atas namun tidak ada perbaikan hingga pada level bawah , apakah usaha yang ada akan berjalan sesuai dengan yang kita inginkan? Atau  target kita tercapai ? tentu saja tidak akan dengan mudah mencapai keberhasilan sesuai target  apabila pihak yang sering berhubungan dengan pihak luar tidak memiliki skill komunikasi yang baik, tidak  mengetahui informasi yang up to date,  Rangsang kebahagiaan bawahan kita dalam bekerja dengan memperbaiki komunikasi , bagaimana membangkitkan perasaan mereka dapat bekerja merasa dihargai dan dibutuhkan jadi entry point nya adalah inti untuk menjadi seorang pemimpin adalah komunikasi, walau sifat lainnya tetap harus diperlukan seperti rendah hati, jiwa melayani, jujur , bertanggung jawab dan sifat-sifat yang telah dicontohkan oleh rasulullah SAW.

Di perusahaan terkemuka selalu mengedepankan komunikasi dengan para karyawannya.             Bahkan ketika perusahaan tersebut mengalami krisis , justru yang dilakukan oleh perusahaan tersebut adalah bagaimana caranya meningkatkan kesejahteraan karyawan bukan menaikan gaji para eksekutifnya. Menyejahterakan tidak hanya dalam bentuk materi saja namun juga dari meningkatkan komunikasi yang dijalin oleh perusahaan kepada para karyawannya, karena yang mengetahui tingkat kesulitan bekerja secara teknis adalah karyawan. Apabila komunikasi telah terjalin secara utuh dalam semua lini perusahaan insya allah satu sama lain akan menunjang keberhasilan team dalam mencapai target yang telah ditetapkan, dan tugas  bagi anda yang menjadi pemimpin tidak terlalu dipusingkan dengan masalah bawahan, Mari perbaiki komunikasi untuk menjadi pemimpin yang baik seperti yang diajarkan Rasulullah SAW, Insya Allah kerja akan semakin ringan dan omset tinggi tercapai.


APAKAH KECERDASAN EMOSI (EQ) KITA  RENDAH???
Bila kita mengklaim diri kita , bahwa kita telah sukses, memiliki segala materi yang diindikasikan secara kacamata dunia telah kita punyai, maka kita keliru ,mungkin secara materi benar , kita telah mencapai keinginan terbesar sebagian orang bahkan semua orang, namun apakah yang kita miliki dilandasi dengan EQ atau kecerdasan emosi yang seimbang?  Atau paling tidak kita memperoleh semua kesuksesan kita baik secara finansial maupun non finansial dengan cara yang indah dan penuh proses yang membahagiakan orang lain.
Mitraniaga AHAD-NET yang berbahagia , Kecerdasan emosi merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seseorang dalam kehidupan.  EQ atau kecerdasan emosi sangat berperan penting terhadap apa yang akan kita capai, berikut ini ada beberapa ciri-ciri orang yang ber-EQ rendah, yang dikutip dari motivasi jiwa.blogspot.com  yang dapat kita jadikan bahan evaluasi apakah kita termasuk orang yang memiliki EQ rendah atau sebaliknya.
Adapun Ciri-ciri EQ rendah adalah sebagai berikut :
  1. Cenderung egois, berorientasi pada kepentingan sendiri dan kepuasan pribadi terkadang merasa puas bila mampu menghina atau mengalahkan orang lain. semakin bingung, semakin panik orang lain semakin senanglah ia. Orang-orang seperti ini biasanya menciptakan rasa kemenangan dengan membuat penderitaan atau kesulitan orang lain.
  2. Pendengar yang buruk, lebih suka berbicara, senangnya interupsi dan sangat menyukai perdebatan, baginya saya selalu benar. padahal Tuhan telah mengaruniakan kita satu mulut dan dua telinga sebagai bukti kalau kita diperintahkan untuk lebih banyak mendengar.
  3. Negatif di mata orang banyak, biasanya orang yang ber EQ rendah memiliki penilaian negatif di lingkungan sekitarnya, hampir setiap orang tidak menyukainya.
  4. Melihat masalah dari pikiran, bukan perasaan, biasanya mereka terlalu kaku dalam menegakkan aturan, banyak hal yang tidak prinsipil dibahas terlalu detail sehingga menimbulkan konflik yang tidak perlu.
  5. Merasa tidak aman dan sulit menerima kesalahan diri, sulit meminta maaf secara tulus sebaliknya sulit menerima keberhasilan orang lain.
Dengan merujuk pada 5 ciri –ciri diatas, dapatlah kita berkaca untuk diri kita untuk kita jadikan bahan renungan dan evaluasi bahwa kita harus berubah , kita evaluasi diri kita dan menghindari sifat-sifat diatas agar  kita dapat menjadi pribadi yang sukses, tidak hanya finansial namun juga sukses kecerdasan emosi kita. Selamat Berevaluasi...semoga kemudahan selalu bersama kita..ALLAHU AKBAR

MARKETING BISNIS SANG RASULULLAH SAW


Sebagai ummat Nabi Muhammad SAW, tentunya secara sadar kita sangat ingin mentauladani semua sifat dan sikap Sang Rasul dalam kesehariannnya baik sebagai pendakwah, pebisnis maupun sebagai kepala rumah tangga. Semua yang Rasulullah lakukan indah dan santun.  Beliau adalah utusan ALLAH SWT yang terakhir sebagai pembawa kebaikan dan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia.   Bahkan , Michael Hart dalam bukunya, menempatkan beliau sebagai orang nomor satu dalam daftar seratus orang yang memiliki pengaruh yang sangat besar dalam sejarah. Menurut Hart, “Muhammad Saw terpilih untuk menempati posisi pertama dalam urutan seratus tokoh dunia yang paling berpengaruh, karena beliau merupakan satu-satunya manusia yang memiliki kesuksesan yang paling hebat dalam dua bidang sekaligus : agama dan dunia”.  Kita harus bangga dan patut mencontoh Sang Rasulullah tercinta dalam semua bidang, tentunya, agar semua yang kita jalani mendapatkan keridhoan ALLAH SWT, terutama dalam hal marketing bisnis yang penuh dengan intrik atau jalan yang bila kita melenceng sedikit maka kita akan mudah tersesat dari jalan yang benar. Berikut ini empat tips Marketing bisnis ala Rasulullah SAW yang dikutip dari situs niriah.com :
1. Jujur adalah Brand
Saat berbisnis  Nabi Muhammad SAW muda  dikenal dengan julukan Al Amin (yang terpercaya). Sikap ini tercermin ketika  berhubungan dengan customer maupun pemasoknya, dimana  Nabi Muhammad SAW mengambil stok barang dari Khadijah, konglomerat kaya yang akhirnya menjadi  istrinya. Dia sangat jujur terhadap Khadijah juga  kepada pelanggan. Saat memasarkan barangnya dia menjelaskan semua keunggulan dan kelemahan barang yang dijualnya. Bagi Rasulullah kejujuran adalah brand-nya.

2. Menghormati Customer
Dalam berbisnis Rasulullah sangat mencintai customer seperti dia mencintai dirinya sendiri. Itu sebabnya dia melayani pelanggan dengan sepenuh hati. Bahkan, dia tak rela pelanggan tertipu saat membeli, sejalan dengan hadits yang beliau sampaikan, "Belum beriman seseorang sehingga dia mencintai saudaramu seperti mencintai dirimu sendiri."

3. Tepat  Janji
Nabi sejak dulu selalu berusaha memenuhi  janji-janjinya. Firman ALLAH SWT, "Wahai orang-orang yang beriman penuhi janjimu." (QS Al Maidah 3).
Hal ini mencerminkan bahwa Rasulullah selalu memberikan value produknya seperti yang diiklankan atau dijanjikan. Dan untuk itu butuh upaya yang tidak kecil. Pernah suatu ketika Rasulullah marah saat ada pedagang mengurangi timbangan. Inilah kiat Nabi menjamin customer satisfaction (kepuasan pelanggan).

4. Segmentasi cara Rasulullah SAW
Nabi pernah marah saat melihat pedagang menyembunyikan jagung basah di sela-sela jagung kering. Beliau selalu menunjukkan bagus atau tidaknya kualitas suatu barang, bila ada yang kurang bagus, maka dijual dengan harga yang murah, inilah segmentasi yang diajarkan rasul kepada kita.

Demikian mulia Rasulullah memberikan tauladan  kepada kita  untuk berbisnis   dengan cara yang jujur dan  santun , Mitraniaga AHAD-NET yang selalu optimis, bisakah kita menjalankan bisnis di AHAD-NET menduplikasi marketing bisnis ala Rasulullah ?  INSYA ALLAH....BISA...mari kita tekadkan dan niatkan bahwa kita BISA...
(JOS)

            BERCERMINLAH PADA KEHIDUPAN ROSULULLAH 
Sebentar lagi kita akan peringati maulid nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa salam, kita bersyukur di negeri ini peringatan maulud  Hari Kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW.  diitetapkan sebagai Hari Libur Nasional.
Seperti tahun-tahun sebelumnya Maulid berlangsung di bebarapa tempat, diperingati dengan sangat meriah namun namun tak jarang diperingati secara  sederhana. Bahkan Perayaan Maulid dibeberapa daerah sudah menjadi tradisi, bahkan dicampuradukan dengan praktek kesyirikan seperti mengadakan sesajian, berkurban untuk alam, laut ,penyucian gamelan,keris yg diikuti dengan pemubadziran makanan atau harta, ikhtilath atau campur baur laki-laki dan perempuan, praktek yang mengancam jiwa dengan berdesak-desakan atau rebutan makanan, dan lainnya sehingga kehilangan ruh,semangat, dan makna maulid,  Dan inilah yang justru paling penting dalam memperingati maulid agar perayaan itu bukan sekedar seremonial belaka.

Peringatan maulid itu dalam rangka mengingat kembali sejarah kehidupan Rasulullah saw., sekaligus kepribadian beliau yang agung, mengingat misinya sebagai perubah peradaban jahiliyyah menuju Islam minadzulumatil ilaa nuur  dan keteladanan sebagai agen of change inilah yg belum kita teladani dari beliau baik secara individu maupun kelompok,selalu memperbaiki diri dan manjadi terbaik inilah ciri-ciri individu yang menteladani rosulullah,jika tidak maka
, maka kehidupan kita  cenderung mudah  terperosok dan menjadi ummat terbelakang, di hampir semua lini kehidupan. dibandingkan dengan ummat-ummat lain dan perubahan itu dimulai dari diri kita sendiri sebagaimana firman Allah“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah segala sesuatu yang ada pada diri mereka sendiri” (QS.23. Ar-Ra’du : 11).

Imam Ibnu ‘Atho’illah berpesan dalam kitab Al-Hikam menyatakan :“Bagaimana mungkin keadaanmu akan berubah menjadi luar biasa, sedangkan kamu belum mau merubah kebiasaan-kebiasaaan hidupmu”.
Kebiasaan mengabaikan teladan Rasulullah SAW dalam kehidupan kita sehari-hari tidak saja membawa kita kepada keterpurukan personal tapi membawa  hilangnya  derajat kemanusiaan kita, kita harus merubah kebiasaan kita.dengan bercermin pada kehidupan rosulullah dan . Kita harus lebih bersungguh-sungguh lagi dalam mengenal dan mengikuti teladan Rosulullah SAW dalam hidup ini.

Kesungguhan kita dalam mengikuti teladan Rasulullah SAW secara universal dalam mengarungi perjuangan hidup ini adalah kunci menuju kehidupan ummat yang lebih maju dan bertartabat di masa yang akan datang.

dan sekali lagi Imam Ibnu Atho’illah menyatakan : “Janganlah kamu membanggakan amalan yang belum kamu ketahui buahnya. Sesungguhnya yang dimaksudkan dengan adanya awan itu bukanlah hujan. Sesungguhnya yang dimaksudkan dengan adanya awan adalah wujudnya buah-buah pepohonan”.

Alhamdulillah jika kita dapat menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan meriah. Namun hendaknya jangan terlalu bangga dahulu. Sebab terselenggaranya acara itu baru ibarat awan. Meriahnya suasana baru laksana hujan. Bagaimana dengan buahnya ?. Sudah wujudkah ?.
Buahnya adalah “Mutiara hikmah dan perubahan”. Perubahan menjadi lebih baik. Lebih utuh dan lebih bersungguh-sungguh dalam meneladani Rosulullah SAW dalam seluruh sisi kehidupan kita. Kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, negara dan dunia.

Para mitra
AHAD-NET yang dirahmati ALLAH SWT, Rasullah SAW adalah rahmat bagi semesta alam, kebaikan dan keberkahannya tidak hanya didapatkan oleh orang-orang yang semasanya dan tidak pula berakhir dengan wafatnya.  Kepada Nabi Muhammad SAW, Allah SWT berfirman, " dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) kententraman jiwa bagi mereka. Allah Maha mendengar, maha mengetahui." (Qs. At-Taubah: 103).

Allahumma inni atawajjahu ilaika binabiyyika nabiyyirrahmati Muhammadin shallallahu `alaihi wa alihi. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan (perantaraan) Nabi-Mu, nabi pembawa rahmat, Nabi Muhammad, shalawat atasnya dan atas keluarganya.

Wallaahu ‘a’lam bisshowaab.

(Jos dari Al-hikam)

Rabu, 20 Juli 2011

RASULULLAH SAW AS A GOOD LEADER
Ya Nabi Salam Alaika
Ya Rosuul salam alaika
Ya Habiib salam alaika
Sholawatulloh alaika

Dalam  Alqur'anul karim , Allah SWT  berfirman :
“Sesungguhnya Allah SWT dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”

Demikian agungnya Rasulullah SAW, Kekasih Allah SWT yang memiliki banyak tauladan yang semua ajarannya, ucapannya, tingkah lakunya dan seluruh prilakunya tidak pernah lapuk dimakan zaman dan tidak lekang dimakan usia. Hanya manusia yang tidak pernah meniru, tidak berusaha mengambil contoh dari manusia yang paling mulia di dunia inilah adalah orang-orang yang merugi ,orang yang tidak pernah merubah dirinya untuk menjadi makhluk Allah SWT yang paling baik, dengan meniru akhlak sang pemimpin yang mulia, yang sangat dicintai oleh Allah SWT yang terbukti dari namanya telah disandingkan dalam dua kalimat shayadat “ Asyhaduallah illahaillallah, wa ashyhaduanna muhammadarrasulullah “ yang artinya ” Aku bersaksi  bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah”.
Walaupun Rasulullah SAW meninggalkan dunia ini ribuan tahun yang lalu, namun pengaruhnya sangat kuat hingga saat ini,  Kita ummatnya yang tidak pernah melihat wajahnya , tidak pernah mendengar tutur katanya, tidak pernah merasakan sentuhan kasih sayangnya secara langsung, namun kita selalu berusaha menduplikasikan  apa yang ada dalam diri Rasulullah SAW, dan sesungguhnya kitalah hamba Allah SWT yang paling beruntung menjadi ummat Rasulullah SAW, yang memiliki keyakinan yang besar kepada Rasulullah SAW sang Pemimpin, kita adalah ummatnya yang mau mengikuti apa yang diajarkan tanpa diperintah secara lisan dan langsung, kita ummatnya yang patuh dan tunduk kepada Rasulullah karena Rasulullah SAW telah mengajarkan cara memimpin tanpa memaksakan kepada siapapun yang dipimpinnya baik dalam keluarga, kepada sahabat, ataupun kepada orang-orang kafir yang memusuhinya dan yang mengaku musuh baginya yang tidak pernah beliau anggap musuhnya sebagai musuh, sungguh mulia sikap dan sifat Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW As A Good Leader Dalam Keluarga
Sebagai seorang pemimpin dalam keluarga, Rasulullah SAW selalu bersikap baik kepada keluarganya, dalam hal apapun tidak pernah ada kata-kata yang menyakiti hati keluarganya terutama kepada anak-anaknya, termasuk dalam hal mencarikan jodoh untuk putri-putri tercintanya. Beliau begitu menjaga putri-putrinya dari kesedihan, dan ketika suami anak sulungnya Zainab binti Muhammad yang bernama Abul Ash bin Rabi menjadi tawanan perang yang pada saat itu belum memeluk islam, beliau pun membebaskan suami putrinya tersebut, dimana sang putri terkasihnya telah mengirimkan kalung  dari batu onyx Zafar pemberian istri tercintanya Khadijah binti Khuwaylid pada saat sang putri akan menikah dengan Abul Ash bin Rabi , Kalung tersebut diberikan Zainab sebagai tebusan untuk pembebasan suaminya.
Namun karena Rasulullah SAW mengenali kalung dari pembelian istri tercintanya Khadijah tersebut, maka beliau kemudian berkata kepada pasukannya, bahwa “ Seorang mukmin adalah pelindung bagi mukmin lainnya, apabila mereka memberikan perlindungan, maka kitapun harus melindungi orang yang dilindungi oleh Zainab. Jika kalian bisa membebaskan Abul Ash bin Rabi untuk Zainab dan mengembalikan kalung ini kepada Zainab, maka lakukanlah “ , dan pada akhirnya Abul Ash bin Rabi dapat dibebaskan pasukan Rasulullah SAW sedangkan kalung tebusan milik Zainab dikembalikan kepada Zainab.
Ketegasan Rasulullah SAW nampak jelas terlihat dalam hal  menjaga kesucian anak-anaknya, dimana suami -suami dari ketiga putrinya yang belum memeluk islam, beliau larang untuk  mendekati istri-istri mereka sebelum mereka memeluk Islam, seperti yang terjadi pada Ruqayyah dan Ummu Kultsum, yang memiliki perjalanan hidup yang hampir sama karena kedua putrinya terlahir dari bapak dan ibu yang sama, suami mereka pun kakak beradik yang namanya juga mirip yaitu  Utbah dan Utaibah, mempunya mertua yang sama, masuk Islam pada hari yang sama, bercerai pada hari yang sama, dan setelah perceraian itu, mereka mempunyai suami yang sama pula yaitu Ustman bin Affan r.a  , Begitu pula dengan Zainab Beliau pun telah melarang Zainab agar tidak mendatangi Abul 'Ash, karena dia tidak halal bagi Zainab selama dia masih kafir. Hingga sampai  Abul 'Ash  masuk islam , maka Rasulullah SAW SAW. pun menikahkan kembali Zainab kepada Abul 'Ash  .
Dalam hal memilihkan jodoh untuk putri-putrinya Rasulullah SAW selalu memilihkan seorang pria yang memiliki akhlak yang mulia dibandingkan pria-pria yang ada pada zamannya. Ketika putri kesayangan beliau Fatimah Az-Zahra banyak yang datang melamar untuk menjadi suami Fatimah termasuk sahabat beliau seperti Abu Bakar r.a, dan Umar Bin Khattab r.a, namun beliau menolaknya dengan cara halus, beliau mengatakan kepada sahabat tercintanya dengan mengatakan “"Wahai Abu Bakar r.a,, tunggulah ketetapan tentang Fatimah.' begitupun yang  beliau katakan kepada Umar Bin Khattab r.a, sehingga hal ini tidak membuat sakit hati sahabatnya yang mulia, karena semuanya diserahkan kepada Allah SWT, hingga akhirnya atas desakan Abu Bakar r.a,, berhasil  membujuk Ali bin Abi Thalib r.a, untuk memberanikan diri  melamar putri kesayangan Rasulullah SAW  yang juga masih kerabat dekatnya, dan dengan bibir yang kelu ketika hendak meminta Fatimah Binti Muhammad SAW , sesaat Ali Bin Abi Thalib r.a  berhasil melawan kelu lidahnya , setelah Rasulullah SAW  mendahului pembicaraan dengan berkata: “Hai Ali nampaknya Eng­kau mempunyai suatu keperluan. Katakanlah apa yg ada dalam fikiranmu. Apa saja yg Engkau perlukan akan Kau peroleh dariku!” semakin mantap niat Imam Ali untuk  menyampaikan keinginannya menjadikan Fatimah sebagai istrinya .
Dan menurut suatu riwayat dari Ummu Salamah melihat wajah Rasulullah SAW pada saat itu terlihat berseri-seri , dan mengatakan kepada Ali  bahwa “ Engkau wajib bergembira sebab Allah SWT sebenarnya sudah lebh dahulu menikahkan Engkau di langit sebelum Aku menikahkan Engkau di bumi!”, wallahu 'alam bishowab.

Rasulullah SAW  As A Good Leader Terhadap Para Sahabatnya
Rasulullah SAW banyak memiliki sahabat yang mencintainya bahkan rela mengorbankan jiwa dan raganya demi membela kekasih Allah SWT.  Rasulullah SAW pemimpin terbaik di sepanjang zaman, pemimpin yang dicintai, dicontoh semua tauladannya, tak ada yang salah dan hina dari semua yang  ada dalam diri Rasulullah SAW karena Rasulullah SAW adalah manusia terbaik dan sempurna yang Allah SWT ciptakan di muka bumi ini. Semua kisah sahabat dan Rasulullah SAW selalu meninggalkan cerita yang mengandung banyak hikmah, sehingga alangkah sedihnya sahabat ketika Rasulullah SAW wafat dan meninggalkan dunia yang fana ini untuk selama-selamanya, alangkah gaduhnya suasana masjid Rasulullah SAW ketika menjelang detik-detik maut Rasulullah SAW apalagi ketika melihat Rasulullah SAW tidak mengimamkan shalat berjamaah pada saat itu, hingga membuat Sayyidina Abu Bakar Ash Siddiq r.a,  jatuh pingsan karena menyadari bahwa waktu kepergian sahabat terkasihnya itu sudah semakin dekat, namun Rasulullah SAW selalu menghibur sahabatnya untuk tidak bersedih. Sungguh mulia sifat Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW selalu memberi tauladan yang tidak membuat orang lain merasa terpaksa untuk meniru sikap dan tindakannya , seperti kisah dimana sahabat Rasululah SAW,  Ibnu Mas’ud berkunjung ke rumah Rasulullah SAW ,  mengetahui kedatangan Ibnu Mas’ud Rasulullah SAW yang saat itu sedang tidur-tiduran di atas tikar terbuat dari anyaman daun-daun tamar bangkit menemui sahabatnya. Rasulullah SAW pada waktu itu tidak memakai baju, maka jelaslah terlihat bekas anyaman tikar yang melekat pada punggung Rasulullah SAW. Melihat hal tersebut Ibnu Mas’ud merasa sedih dan air matanya pun tak terbendung berjatuhan, menurutnya sungguh tidaklah pantas rasanya seorang Rasul kekasih Allah SWT, seorang kepala negara, panglima tertinggi seperti demikian, kemudian Ibnu Mas’ud menawarkan untuk membawakan sebuah kasur untuk Rasulullah SAW . Namun Rasulullah SAW bersabda ,” Apalah artinya kesenangan hidup di dunia ini bagiku, perumpamaan hidup di dunia ini bagiku tidak ubahnya seperti seorang musafir dalam perjalanan jauh yang singgah berteduh dibawah pohon kayu yang rindang untuk melepaskan rasa lelah. Kemudian dia harus berangkat meninggalkan tempat itu untuk meneruskan perjalanan yang sangat jauh tidak berujung.”
Luar biasa bukan, Rasulullah SAW tidak  memanfaatkan jabatannya untuk kehidupan yang mewah, tidak memanfaatkan tenaga sahabatnya demi kesenangannya, namun Rasul yang mulia hanya mengharapkan kehidupan akhirat yang kekal.
Begitupun ketika Rasulullah SAW  hendak menegur sahabatnya, tidak dilakukan dengan keras bahkan tidak membuat sahabat yang ditegurnya malu, justru semuanya dilakukan dengan santun, hal ini pernah terjadi ketika pada suatu hari Rasulullah SAW sedang duduk-duduk dengan para sahabat saat menunggu shalat berjamaah, Kemudian diantara sahabatnya ada seorang yang baru pulang pesta dan memakan daging, dan terciumlah aroma uap panas daging tersebut ke dalam mejelis tersebut. Rasulullah SAW menyadari bau tak sedap tersebut berasal dari sahabatnya yang juga mengalami kesulitan untuk duduk dimajelis tersebut, namun apabila Rasulullah SAW memintanya untuk berwudhu maka akan ketahuanlah  bahwa orang tersebut yang menimbulkan bau tidak sedap tersebut, tentu orang itu akan merasa malu dan gelisah. Beliau menginginkan sang pelaku menyadari kesalahanya tanpa diketahui oleh orang banyak, kemudian Rasulullah SAW saw. melepaskan pandangannya kepada semua yang hadir, sambil memerintahkan : “Siapa yang sebelum ke majelis ini makan daging  hendaknya berwudhu!”
“Semuanya telah memakan daging, ya Rasulullah SAW!, “jawab para sahabat.
Lalu beliau bersabda : “Kalau begitu, berwudhulah kalian semua.”
Mereka bangkit semua pergi berwudhu. Termasuk orang yang merupakan sumber datangnya bau kurang sedap itu. Orang ini telah diselamatkan air mukanya dari rasa malu, berkat kecerdikan dan kelembutan Rasulullah SAW. 


Rasulullah SAW As A Good Leader Terhadap Orang Yang Menganggapnya Musuh
Saudaraku yang berbahagia, sebagai ummatnya yang selalu ingin memperbaiki diri, tentu saja sekecil apapun sifat dan sikap yang ada pada pemimpin kita, tentu saja ingin kita terapkan pada diri kita, ingin kita tularkan pada keluarga kita juga pada orang-orang disekitar kita yang kita sayangi. Namun pernahkah kita berniat membagi kasih kita pada musuh kita? tentu sangat sulit bagi kita untuk memberikan kasih sayang kita pada orang yang jelas-jelas telah memusuhi kita, jangan kan dengan orang yang terang-terangan memusuhi kita dengan orang yang mengumpat pada kita pun rasanya enggan bagi kita untuk membagi kasih kita, namun saudaraku hal tersebut tidak akan kita temukan pada sikap Rasulullah SAW terhadap orang yang jelas-jelas memusuhinya, banyak kisah syahadat yang terjadi dari mulut orang yang memusuhi Rasulullah SAW , semuanya terjadi karena sikap Rasulullah SAW yang tulus , seluruh sifat dan sikap sebagai seorang pemimpin telah dimiliki oleh Rasulullah SAW, kepada siapapun Rasulullah SAW berhadapan , maka hanya sikap positif dan mulialah yang nampak dalam jiwa Rasulullah SAW.
Pernah membaca tentang kisah seorang wanita Yahudi yang selalu berada di sudut pasar Madinah Al-Munawaroh? Seorang wanita yang selalu menghina dan menuduh bahwa Muhammad adalah orang gila, pembohong, tukang sihir, dan masih banyak kata-kata fitnahan keji kepada Rasulullah SAW, dan meminta semua orang untuk tidak mendekati Muhammad. Namun meski demikian setiap pagi Rasulullah SAW selalu mendatanginya dengan membawa makanan, menyuapi si wanita tua buta itu dengan tanganya yang mulia, tanpa berkata sepatahpun, walau si wanita buta itu sambil menghinanya, namun Rasulullah SW tetap menyuapinya dengan kasih dan sayang. Dan hal ini dilakukan Rasulullah SAW hingga beliau wafat, dan tak ada seorangpun yang melakukan hal yang sama sepeninggal rasul kepada wanita Yahudi buta tersebut. Namun sebagai sahabat yang setia kepada Rasulnya, Abu Bakar r.a melakukan hal yang telah dilakukan Rasulullah SAW kepada wanita Yahudi tersebut, dimana sebelumnya Abu Bakar r.a,menanyakan sunah Rasulullah SAW yang belum dikerjakannya, dan kemudian Aisyah r.ha memberitahkan perihal Rasulullah SAW yang setiap pagi selalu pergi ke ujung pasar di Madinah untuk membawakan makanan kepada seorang pengemis Yahudi  yang buta.  Dan keesokan harinya Abu Bakar r.a pergi ke pasar dengan membawakan makanan untuk pengemis Yahudi tersebut dan menyuapi si pengemis, namun tiba-tiba wanita buta tua tersebut berteriak , “"Siapakah kamu ?". Abu Bakar r.a menjawab, "Aku adalah orang yang biasa datang".
 "Bukan !, Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku ,  maka tidak susah tanganku memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan padaku dengan tanganya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya.
Tak kuasa Abu Bakar r.a  untuk menahan air matanya, sambil menangis ia berkata kepada wanita buta itu bahwa dia bukanlah orang yang biasa datang, namun dia adalah sahabat dari orang yang selama datang pada si wanita tua ini , namun orang yang biasa datang itu kini telah tiada, dan dia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Mendengar hal itu wanita pengemis buta itu pun menangis dan tidak percaya dengan apa yang sedang dialaminya, orang yang selama ini dihina, difitnah dan dicaci ,namun tak sedikitpun dirinya dimarahi bahkan beliau tetap selalu datang untuk membawa makanan setiap pagi, akhirnya di hadapan Abu Bakar r.a. pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat bahwa Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah SWT, dan Muhammad adalah utusan-Nya “
Selain itu kisah inspiratif dari sikap Rasulullah SAW adalah ketika Rasulullah SAW membantu membawakan barang bawaan seorang wanita tua yang sedang melintasi gurun pasir, tanpa sepatah kata pun terucap dari bibir  Rasulullah SAW selama membantu membawa beban berat yang dibawanya, justru sebaliknya dengan wanita tua itu , yang selalu berpesan kepada Rasulullah SAW yang belum dikenalnya “Anak muda, selama kita berjalan bersama, Saya hanya punya satu permintaan. Jangan berbicara apapun tentang Muhammad! Gara-gara dia, tidak ada lagi rasa damai dan saya sangat terganggu dengan pemikirannya. Jadi sekali lagi, jangan berbicara apapun tentang Muhammad!” sepanjang perjalanan hanya Muhammad SAW yang diumpat oleh wanita tua, tersebut hingga telah sampai tujuan wanita itu bertanya siapa nama pemuda yang menolongnya membawakan barang bawaanya yang berat tersebut, lalu Muhammad muda menyebut “ Saya Muhammad” , seketika itu juga wanita tua yang telah menghinanya sepanjang perjalanan mengucapkan syahadat, memeluk agama Islam.

Rasulullah SAW As A Good Leader Dalam Memimpin Ummat

"Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin." (At-taubah: 128) 
Dalam ayat tersebut Allah SWT memberikan gambaran yang jelas tentang sosok seorang pemimpin yang patut menjadi panutan sebagai seorang pemimpin di muka bumi ini, yang memiliki kepemimpinan yang harus dicontoh , mengayomi, dan menyejahterakan ummat yang dipimpinnya.
Menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah, Namun bukan juga hal yang sulit apabila kita telah memiliki dan memahami panduan yang Allah SWT telah berikan kepada hamba-Nya melalui seorang manusia yang sempurna Allah SWT ciptakan, yaitu Muhammad Rasulullah SAW.
Kalau memimpin hanya untuk menjadi pemimpin yang disegani,di takuti dan dilayani tentu saja semua orang mengingnkan hal itu, namun apakah memimpin seperti demikian yang diajarkan dalam Islam? Tentu bukan hal seperti itu yang diajarkan oleh Islam. Agama Islam telah memberikan uswatun hasanah yang sempurna untuk hamba Allah SWT yang selalu ingin menjadi hamba yang terbaik dalam pandangan sang Khalik juga dicintai Rasul-Nya, Islam telah memberikan banyak contoh dalam jiwa dan akhlak Rasul dalam memberikan tauladan-tauladan dalam memimpin. Karena kepemimpinan yang dicontohkan Rasul adalah kepemimpinan yang melayani dan menjadi nakhkoda bagi yang dipimpinnya.
Kepemimpinan Rasul selalu diduplikasi oleh sahabatnya seperti Abu Bakar r.a  yang pada saat pertama kali menerima jabatan sebagai khalifah sepeninggal Rasulullah SAW  menjalankan amanah kepemimpinan yang tidak sedikit, di awal jabatannya tersebut beliau meminta dukungan kepada para sahabatnya apabila yang dilakukannya adalah suatu hal yang benar, namun apabila apa yang dilakukannya salah maka beliau juga minta untuk diingatkan dan diluruskan. Ini merupakan contoh yang dilakukan sahabat terdekat Rasulullah SAW yang selalu berusaha melakukan apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah SAW dalam memipin ummat yang memimpin dengan prilaku yang junur, amanah, selalu berpihak kepada rakyat serta tidak ada keluar kata-kata dusta dalam bibir mulianya.
Apabila saat ini kita menemukan pemimpin yang jauh berbeda dengan apa yang dilakukan Rasulullah SAW , maka sudah seharusnya kita sebagai ummat Rasulullah SAW untuk selalu mengambil entry poin dari kepemimpinan Rasulullah SAW untuk diaplikasikan kedalam kehidupan sehari-hari untuk diri kita, keluarga kita, lingkungan kita dan di setiap saat kita dipilih untuk menjadi pemimpin.
Subhanallah, maha Suci Allah SWT yang telah menciptakan jiwa yang tenang serta hati yang ikhlas dalam diri Rasulullah SAW. Tak akan pernah habis kisah tauladan dari Rasulullah SAW , dan tak akan pernah kenyang fikiran ini dengan contoh-contoh yang Rasulullah SAW berikan dan tak akan pernah memenuhi dahaga ini apabila hari-hari ini dipenuhi dengan lantunan bait dan syair yang menceritakan tentang indahnya akhlak Rasulullah SAW dalam mempimpin ummatnya , hanya sedih, terharu dan hanyut dalam perasaan yang tidak menentu, karena teramat jauh rasanya diri ini dari kepemimpinan Rasulullah SAW, teramat kotor diri ini dalam memimpin , menjadi pemimpin siapapun yang pernah dipimpin , betapa hina diri ini mengaku cinta Rasulullah namun laksana jauh panggang dari api dalam mengaplikasi akhlak Rasulullah SAW dalam keseharian kita.
Bayangkan bila kita membaca kisah Rasulullah SAW dengan sahabat dekatnya sedang melakukan shalat berjamaah ,  Umar Bin Khattab r.a  yang berada pada shaff terdepan merasa terganggu terdengar seperti gesekan persendian beliau satu sama lain.
Usai shalat Umar Bin Khattab r.a mendatangi Rasulullah SAW, dan menanyakan kondisi Rasulullah SAW, apakah beliau sakit dan menanggung penderitaan yang sangat hingga persendiannya terdengar sangat memilukan. Lalu Rasulullah SAW hanya tersenyum dan menggelengkan kepala dan mengatakan bahwa beliau baik-baik dan dalam keadaan sehat.
Namun sahabat Rasul tersebut terus menanyakan kepada Rasul , namun Rasulullah SAW tetap menyembunyikan dan menghibur sahabatnya tersebut dengan senyuman, karena beliau tidak ingin meihat sahabatnya bersedih dan mengasihani beliau. Namun karena jawaban Rasulullah SAW yang menjawab sehat dan baik-baik saja tidak membuat hati Umar Bin Khattab r.a  puas maka akhirnya Rasulullah SAW mengangkat jubahnya hingga bagian perut beliau terlihat . Umar Bin Khattab r.a  dan sahabat yang hadir pada saat itu terpana, tampak perut beliau yang begitu kempis, dan dililit oleh kain yang membuntal berisi kerikil-kerikil. Ternyata kerikil-kerikil inilah yang menimbulkan bunyi gesekan ketika Rasulullah SAW mengimami shalat.
tiba-tiba Umar Bin Khattab
r.a  tercekat dan dengan suara bergetar oleh rasa iba dan penyesalan Umar Bin Khattab berkata "Ya Rasul," Apakah jika engkau mengatakan sedang lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan menyediakan dan menyiapkannya untuk Engkau?"
Kemudian beliau kembali menutup perutnya dan menatap Umar Bin Khattab
r.a  dengan pandangan cinta kasih,
"Tidak, ya Umar Bin Khattab. Aku tahu, apa pun akan kalian korbankan demi Aku, akan tetapi apa yang akan Aku katakan di hadapan Allah SWT nanti jika sebagai pemimpin Aku menjadi beban bagi umatku?"
Kemudian beliau kembali meneruskan kalimatnya sambil berkata,
"Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah dari Allah SWT untukku agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia, terlebih di akhirat."  Suasana berubah menjadi hening dan penuh keharuan, seorang pemimpin yang tidak mau menjadi beban bagi ummatnya, seorang pemimpin yang tidak ingin terlihat susah di depan orang-orang yang dipimpinnya, masih adakah pemimpin yang seperti Baginda Rasulullah SAW? Seharusnya kita lah yang mencontoh akhlak Rasul dalam memimpin, memimpin dengan hati yang tulus dan ikhlas bukan dengan  hati yang penuh nafsu dunia , nafsu untuk menguasai dan menggengam dunia dengan kekuasaan karena sesungguhnya dunia ini fana dan hanya sementara, karena sesungguhnya kehidupan yang sebenar-benarnya adalah di akhirat kelak, yang butuh waktu yang lama untuk menyelesaikan segala urusan kita di dunia untuk kita pertanggungjawabkan di hadapan sang Khalik

Saudaraku yang dirahmati Allah SWT, Tidak ada cela dalam diri dan akhlak Rasulullah SAW, Rasulullah SAW memimpin dengan suri tauladan yang baik. Maha Suci Allah SWT yang telah mengutus seorang pemimpin yang begitu mulia akhlak dan perkataannya. Sungguh saat ini kita begitu merindukan pemimpin sebijaksana beliau yang berkata dengan lembut dan halus tutur katanya, yang tidak pernah membebani ummatnya , tidak pernah menyakiti hati anak , istri dan keluarganya, yang selalu membantu tugas istrinya , kata-kata yang keluar dari bibirnya selalu sesuai dengan apa yang dilakukannya, memimpin dengan hati bukan hanya mengandalkan fikiran, karena kepemimpinan yang hanya mengandalkan kecerdasan fikiran semata tanpa melibatkan hati didalamnya , maka akan menciptakan kepimpinan yang penuh  dengan kesewenang-wenangan, hanya memikirkan dunia saja tanpa memikirkan bagaimana nasib dan perasaan orang yang dipimpinnya.
Sungguh Rasulullah SAW adalah pemimpin yang tiada bandingannya di dunia ini, beliau berkorban demi kemaslahatan umat bukan dengan mengorbankan orang lain, beliau selalu memberikan yang terbaik untuk ummatnya bukan berfikir apa yang dapat diperoleh dari ummatnya.
Semua pilihan ada pada kita , apakah kita akan menjadi seorang pemimpin yang mengikuti junjungan tercinta Rasulullah SAW yang sudah jelas dan terlihat bahwa membawa kepada dunia dan akhirat atau sebaliknya, karena setiap diri kita adalah pemimpin, paling tidak pemimpin untuk dirinya sendiri. Sebaiknya kita harus selalu bermuhasabah dengan apa yang telah kita lakukan selama ini , sebelum kita di hisab di akhirat kelak akan apa-apa yang telah kita lakukan , karena sebaik-baik manusia adalah yang paling banya manfaatnya kepada orang lain . Mari kita jadikan pribadi agung Rasulullah SAW selalu hidup didalan sanubari kita hingga ajal menjemput , semoga senyuman dan harapan bertemu Allah SWT dan Rasulnya menjadi kemudahan bagi kita di akhirat kelak. Wallahu‘alam bishowab