BUKAN SIAPA-SIAPA
Nu'man bin Tsabit yang dikenal dengan sebutan Abu Hanifah, atau populer disebut IMAM HANAFI, pernah berpapasan dengan anak kecil yang berjalan mengenakan sepatu kayu (terompah kayu).
Sang Imam berkata: "Hati-hati nak dengan sepatu kayumu itu, jangan sampai kau tergelincir."
Bocah ini pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih
"Bolehkah saya tahu namamu Tuan?" tanya si bocah.
"Nu'man namaku", Jawab sang Imam."
Jadi, Tuan lah yang selama ini terkenal dengan gelar Al-imam Al-a'dhom. (Imam Agung) itu..??" tanya si bocah.
"Bukan aku yang memberi gelar itu, masyarakat-lah yang berprasangka baik dan memberi gelar itu kepadaku."
"Wahai Imam, hati-hati dengan gelarmu. Jangan sampai tuan tergelincir ke neraka karena gelar...! Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. Tapi gelarmu itu dapat menjerumuskanmu ke dalam api yang kekal jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya."
Ulama besar yang diikuti banyak umat Islam itupun tersungkur menangis....
Imam Abu Hanifah bersyukur. Siapa sangka, peringatan datang dari lidah seorang bocah.
Betapa banyak manusia tertipu karena jabatan, tertipu karena kedudukan, tertipu karena gelar, tertipu karena kemaqoman, tertipu karena harta yang berlimpah, tertipu karena status sosial...
Jangan sampai kita tergelincir... jadi angkuh dan sombong karena gelar, jabatan, status sosial, dan kebesaran di dunia.
PEPATAH MENGATAKAN:
"SEPASANG TANGAN YANG MENARIKMU KALA TERJATUH LEBIH HARUS KAU PERCAYAI DARIPADA SERIBU TANGAN YANG MENYAMBUTMU KALA TIBA DI PUNCAK KESUKSESAN"
Selasa, 27 Maret 2018
*Materi Tayang AIHQ*
*DK PSDM ODOJ*
🏡Oase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Kamis, 22 Maret 2018
*Manusia Berhak Memilih*
Oleh: Rochma Yulika
Hidup di dunia banyak pilihan.
Bahkan bersikap pun ada pilihan.
Bila hati cenderung pada keimanan yang muncul tak lain perilaku yang mencerminkan keshalihan.
Dan bila hati tak tercelup keimanan yang ada tak lain tabiat yang cenderung pada keburukan.
Iman yang mengarahkan kita kepada pilihan terbaik.
Dan pilihan terbaik itu merupakan karunia besar dari Nya.
Lantaran jiwa-jiwa yang tertunjuki adalah jiwa yang penuh keberuntungan.
Maka memilih jalan kebaikan menjadi keharusan agar ada dampak positif yang akan kita dapatkan.
Bila hati jauh dari cahaya iman maka kesadaran tiada lagi dalam diri kita.
Bila perilaku jauh dari kebenaran maka keburukan pun akan nampak pada tindak tanduk kita.
Jadilah orang yang pintar dalam menentukan pilihan.
Jadilah orang yang penuh kebijaksanaan.
Dalam sebuah nasihat seorang ulama, Manshur bin Aman berkata: _"Orang yang paling pintar adalah orang yang berbuat baik, tetapi takut akan adzab Allah swt. Sedangkan orang yang paling bodoh ialah orang yang berbuat kejahatan (kesalahan), tetapi merasa aman dari adzab Allah swt. Orang yang paling kaya adalah orang yang qanaah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, baik sedikit atau pun banyak). Sedangkan orang yang paling perkasa adalah orang yang (paling) bertaqwa."_
Menjadilah pribadi yang bertaqwa niscaya kemudahan kan berpihak pada kita.
InsyaAllah
◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/322/22/03/2018
oaseodoj@gmail.com
🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸
*DK PSDM ODOJ*
🏡Oase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Kamis, 22 Maret 2018
*Manusia Berhak Memilih*
Oleh: Rochma Yulika
Hidup di dunia banyak pilihan.
Bahkan bersikap pun ada pilihan.
Bila hati cenderung pada keimanan yang muncul tak lain perilaku yang mencerminkan keshalihan.
Dan bila hati tak tercelup keimanan yang ada tak lain tabiat yang cenderung pada keburukan.
Iman yang mengarahkan kita kepada pilihan terbaik.
Dan pilihan terbaik itu merupakan karunia besar dari Nya.
Lantaran jiwa-jiwa yang tertunjuki adalah jiwa yang penuh keberuntungan.
Maka memilih jalan kebaikan menjadi keharusan agar ada dampak positif yang akan kita dapatkan.
Bila hati jauh dari cahaya iman maka kesadaran tiada lagi dalam diri kita.
Bila perilaku jauh dari kebenaran maka keburukan pun akan nampak pada tindak tanduk kita.
Jadilah orang yang pintar dalam menentukan pilihan.
Jadilah orang yang penuh kebijaksanaan.
Dalam sebuah nasihat seorang ulama, Manshur bin Aman berkata: _"Orang yang paling pintar adalah orang yang berbuat baik, tetapi takut akan adzab Allah swt. Sedangkan orang yang paling bodoh ialah orang yang berbuat kejahatan (kesalahan), tetapi merasa aman dari adzab Allah swt. Orang yang paling kaya adalah orang yang qanaah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, baik sedikit atau pun banyak). Sedangkan orang yang paling perkasa adalah orang yang (paling) bertaqwa."_
Menjadilah pribadi yang bertaqwa niscaya kemudahan kan berpihak pada kita.
InsyaAllah
◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/322/22/03/2018
oaseodoj@gmail.com
🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸
🎈🎈🎈🎈🎈🎈🎈🎈🎈🎈
Sejenak Pagi:
*Catatan Kehidupan*
Ketika burung hidup, ia makan semut.
Ketika burung mati, semut makan burung.
Jadi, waktu berputar kapan saja.
Maka jangan MERENDAHKAN siapapun dalam hidup ini. Sepatutnyalah kita menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena SIAPA mereka, tetapi karena siapakah DIRI kita sendiri.
Kita mungkin berkuasa tapi WAKTU lebih berkuasa daripada kita.....
Satu pohon dapat membuat jutaan batang korek api, tapi satu batang korek api dapat membakar jutaan pohon.
Jadi, Satu pikiran negatif dapat MEMBAKAR semua pikiran positif.
Sebuah kapal dibuat untuk berada di tengah lautan & bukan hanya diam di dermaga.
Manusia dilahirkan untuk mengarungi kehidupan & bukan menunggu kehidupan ini berakhir.
Mengarungi kehidupan akan banyak ombak & mungkin badai yg akan dihadapi tetapi itulah seni dari kehidupan.
Terus kembangkan layar & nikmati perjalanan hingga sampai ke tujuan.
Jangan takut jatuh & salah, setiap kesalahan yg dilakukan adalah bagian dari proses pembentukan kepribadian. Jangan sesali & mengulanginya. Sesalilah jika tidak berubah.
Mendung bukan untuk membuat langit jadi gelap tetapi untuk memberi kabar gembira akan sejuknya air hujan.
Luka bukan untuk menyiksa tetapi untuk menyadarkan bahwa kita hanyalah ”Manusia Biasa”
Indahnya kehidupan, bukan terletak dari banyaknya harta tetapi pada bagaimana menyikapi KEHIDUPAN ini dengan penuh syukur.
Hidup adalah PERUBAHAN pola pikir yg POSITIF untuk membawa kita ke kehidupan yg lebih baik dan lebih dewasa, bukan sekedar menjadi tua.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin
😊❤👍
Sejenak Pagi:
*Catatan Kehidupan*
Ketika burung hidup, ia makan semut.
Ketika burung mati, semut makan burung.
Jadi, waktu berputar kapan saja.
Maka jangan MERENDAHKAN siapapun dalam hidup ini. Sepatutnyalah kita menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena SIAPA mereka, tetapi karena siapakah DIRI kita sendiri.
Kita mungkin berkuasa tapi WAKTU lebih berkuasa daripada kita.....
Satu pohon dapat membuat jutaan batang korek api, tapi satu batang korek api dapat membakar jutaan pohon.
Jadi, Satu pikiran negatif dapat MEMBAKAR semua pikiran positif.
Sebuah kapal dibuat untuk berada di tengah lautan & bukan hanya diam di dermaga.
Manusia dilahirkan untuk mengarungi kehidupan & bukan menunggu kehidupan ini berakhir.
Mengarungi kehidupan akan banyak ombak & mungkin badai yg akan dihadapi tetapi itulah seni dari kehidupan.
Terus kembangkan layar & nikmati perjalanan hingga sampai ke tujuan.
Jangan takut jatuh & salah, setiap kesalahan yg dilakukan adalah bagian dari proses pembentukan kepribadian. Jangan sesali & mengulanginya. Sesalilah jika tidak berubah.
Mendung bukan untuk membuat langit jadi gelap tetapi untuk memberi kabar gembira akan sejuknya air hujan.
Luka bukan untuk menyiksa tetapi untuk menyadarkan bahwa kita hanyalah ”Manusia Biasa”
Indahnya kehidupan, bukan terletak dari banyaknya harta tetapi pada bagaimana menyikapi KEHIDUPAN ini dengan penuh syukur.
Hidup adalah PERUBAHAN pola pikir yg POSITIF untuk membawa kita ke kehidupan yg lebih baik dan lebih dewasa, bukan sekedar menjadi tua.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin
😊❤👍
*SERI AQIDAH*
📚📚📚📚📚📚
*_Macam macam rasa takut dalam pelajaran tauhid_*
Rasa takut (khauf/خوف) dibahas dalam pembahasan tauhid karena ada “rasa takut” yang terkait dengan tauhid yang merupakan hak Allah. Sebagaimana kita ketahui bahwa menunaikan hak Allah adalah tujuan utama manusia diciptakan dan tugas utama manusia di muka bumi.
Terdapat beberapa ayat sebagai dalil yang menjelaskan rasa takut kepada Allah.
Allah berfirman,
وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ ﴿٤٦﴾ فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٤٧﴾ ذَوَاتَا أَفْنَانٍ
“Orang yang takut pada Allah akan mendapatkan dua surga. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? Kedua syurga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan” (QS. Ar-Rahman: 46-48)
Allah juga berfirman,
فَلَا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا
“Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit.” (QS. Al-Maidah: 44)
Demikian juga setan menakut-nakuti manusia untuk menghalangi mereka dari melaksanakan tauhid dan menunaikan hak Allah di muka bumi.
Allah berfirman,
إِنَّمَا ذَٰلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
“Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. Al-Imran: 175)
Berikut beberapa macam khauf dalam pelajaran tauhid:
1. Takut Thabi’iy (tabiat)
Yaitu takut secara naluri manusia seperti takut kepada musuh yang kuat, takut hewan buas dan takut dengan api yang tidak terkendali. Hal ini bukanlah jenis takut ibadah dan tidak menafikan keimanan.
Bahkan seorang mukmin bisa takut jenis ini sebagaimana takutnya Musa tatkala membunuh seorang penduduk Mesir dan dicari oleh pasukan Fir’aun.
Allah berfirman,
فأصبح في المدينة خائفا يترقب
“Karena itu, jadilah Musa di kata itu merasa takut menunggu-nunggu dengan takut khawatir (akibat perbuatannya)”. (QS. Al-Qashash: 18)
Takut jenis ini tidak tercela jika jelas sebabnya, akan tetapi jika sekedar wahm(sangkaan yang tidak kuat) dan sebabnya lemah (tidak mungkin) maka ini tercela karena pelakunya adalah pengecut.
2. Takut Maksiat
Yaitu rasa takut yang menyebabkan meninggalkan amar makruf dan nahi mungkar. Rasa takut yang kepada manusia/makhluk yang menyebabkan ia melakukan kemaksiatan. Hal ini haram dan tercela.
Contohnya:
Disuruh mencurangi laporan keurangan oleh atasan bosnya, ia lakukan hal tersebut karena takut pada bosnya.
3. Takut Ibadah
Yaitu takut kepada Allah disertai dengan rasa pengagungan, perendahan diri dan ketundukan kepada Allah yang melazimkan muncul rasa takwa.
Hal ini dibagi 2:
Pertama: terpuji
Apabila menimbulkan rasa takut yang mencegahnya melakukan kemaksiatan
Kedua: tercela
Apabila rasa takut kepada Allah yang berlebihan dan menyebabkan ia putus asa dari rahmat Alla
4. Takut “sir” (tersembunyi) yang termasuk syirik kecil
Yaitu takut kepada selain Allah berupa takut berhala, takut kepada manusia/makhluk yang jauh jaraknya (tidak ada ditempat), takut kalau makhluk tersebut bisa membuatnya terkena hal yang berbahaya. Ia berkeyakinan bahwa makhluk tersebut bisa memberikan manfaat dan bahaya dengan aqidah yang tidak benar.
Misalnya:
– Takut lewat pohon angker karena hanya dikeramat oleh orang saja (padahal pohon tidak bisa memberi manfaat dan madharat)
– Takut terhadap keris pusaka apabila tidak diperlakukan dengan baik semisal disimpan ditempat khusus
– Takut pakai baju berwarna hijau ke suatu tempat, karena jin akan mengganggu yang berwarna hijau
[Banyak mengambil faidah dari kitabHushulul Ma’muul karya Syaikh Shalih AlFauzan]
repost:admin MUSLIMAH TERBAIK
🌺🌸🌺🌸🌺🌸🌺🌸?🌺
📚📚📚📚📚📚
*_Macam macam rasa takut dalam pelajaran tauhid_*
Rasa takut (khauf/خوف) dibahas dalam pembahasan tauhid karena ada “rasa takut” yang terkait dengan tauhid yang merupakan hak Allah. Sebagaimana kita ketahui bahwa menunaikan hak Allah adalah tujuan utama manusia diciptakan dan tugas utama manusia di muka bumi.
Terdapat beberapa ayat sebagai dalil yang menjelaskan rasa takut kepada Allah.
Allah berfirman,
وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ ﴿٤٦﴾ فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٤٧﴾ ذَوَاتَا أَفْنَانٍ
“Orang yang takut pada Allah akan mendapatkan dua surga. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? Kedua syurga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan” (QS. Ar-Rahman: 46-48)
Allah juga berfirman,
فَلَا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا
“Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit.” (QS. Al-Maidah: 44)
Demikian juga setan menakut-nakuti manusia untuk menghalangi mereka dari melaksanakan tauhid dan menunaikan hak Allah di muka bumi.
Allah berfirman,
إِنَّمَا ذَٰلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
“Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. Al-Imran: 175)
Berikut beberapa macam khauf dalam pelajaran tauhid:
1. Takut Thabi’iy (tabiat)
Yaitu takut secara naluri manusia seperti takut kepada musuh yang kuat, takut hewan buas dan takut dengan api yang tidak terkendali. Hal ini bukanlah jenis takut ibadah dan tidak menafikan keimanan.
Bahkan seorang mukmin bisa takut jenis ini sebagaimana takutnya Musa tatkala membunuh seorang penduduk Mesir dan dicari oleh pasukan Fir’aun.
Allah berfirman,
فأصبح في المدينة خائفا يترقب
“Karena itu, jadilah Musa di kata itu merasa takut menunggu-nunggu dengan takut khawatir (akibat perbuatannya)”. (QS. Al-Qashash: 18)
Takut jenis ini tidak tercela jika jelas sebabnya, akan tetapi jika sekedar wahm(sangkaan yang tidak kuat) dan sebabnya lemah (tidak mungkin) maka ini tercela karena pelakunya adalah pengecut.
2. Takut Maksiat
Yaitu rasa takut yang menyebabkan meninggalkan amar makruf dan nahi mungkar. Rasa takut yang kepada manusia/makhluk yang menyebabkan ia melakukan kemaksiatan. Hal ini haram dan tercela.
Contohnya:
Disuruh mencurangi laporan keurangan oleh atasan bosnya, ia lakukan hal tersebut karena takut pada bosnya.
3. Takut Ibadah
Yaitu takut kepada Allah disertai dengan rasa pengagungan, perendahan diri dan ketundukan kepada Allah yang melazimkan muncul rasa takwa.
Hal ini dibagi 2:
Pertama: terpuji
Apabila menimbulkan rasa takut yang mencegahnya melakukan kemaksiatan
Kedua: tercela
Apabila rasa takut kepada Allah yang berlebihan dan menyebabkan ia putus asa dari rahmat Alla
4. Takut “sir” (tersembunyi) yang termasuk syirik kecil
Yaitu takut kepada selain Allah berupa takut berhala, takut kepada manusia/makhluk yang jauh jaraknya (tidak ada ditempat), takut kalau makhluk tersebut bisa membuatnya terkena hal yang berbahaya. Ia berkeyakinan bahwa makhluk tersebut bisa memberikan manfaat dan bahaya dengan aqidah yang tidak benar.
Misalnya:
– Takut lewat pohon angker karena hanya dikeramat oleh orang saja (padahal pohon tidak bisa memberi manfaat dan madharat)
– Takut terhadap keris pusaka apabila tidak diperlakukan dengan baik semisal disimpan ditempat khusus
– Takut pakai baju berwarna hijau ke suatu tempat, karena jin akan mengganggu yang berwarna hijau
[Banyak mengambil faidah dari kitabHushulul Ma’muul karya Syaikh Shalih AlFauzan]
repost:admin MUSLIMAH TERBAIK
🌺🌸🌺🌸🌺🌸🌺🌸?🌺
🌶 TIPS AGAR CABE SEGAR SAMPAI 2-3 BULAN 🌶
🐔Di kala cabe lagi murah, yuk kita borong cabe tanpa perlu takut bakal busuk walau di simpan lama sampe 2-3 bulan loh.
🐔Ternyata ada loh cara menyimpan cabe biar tetap bagus dan awet. Udah pernah coba menyimpan cabe masukin ke frezer belum..? Kalo udah pernah, alhasil cabe nya nanti jadi beku dan setelah dikeluarkan beberapa saat jadi layu/lembek banget kan. Sisanya juga ikut layu, lama kelamaan ya jadi ga enak pas mau di olahnya apalagi buat tumis-tumis. Sedih dan sayang banget rasanya...
🐔tips cara menyimpan cabe anti gagal/busuk :
🐔Siapkan wadah yang ada tutupnya, alasi dengan tisu.
Bisa pakai tisu wajah atau tisu makan. Terserah aja.
🐔siangi cabenya Harus dipetikin tangkainya. supaya ga berjamur
buang cabe yang busuk / agak lembek. Kalau yang busuk cuma ujungnya, dipatahkan/dipotong sebagian saja ambil yang masih bagus. Pastikan tidak ada cabe busuk ikut masuk ke dalam wadah karena bisa menular ke cabe yang lain.
🐥Tidak perlu di cuci, dicucinya kalau akan dipakai saja
🐥Satu wadah boleh dicampur dengan cabe lain. Tidak masalah
🐥Taruh 2 biji bawang putih yang telah dikupas diatas cabe. Bawang putih mengandung anti bakteri. Sehingga cabe tidak mudah busuk dan rasa pedas pada cabe tetap terjaga.
🐥Tutup rapat wadah
Simpan di kulkas bagian rak bawah saja. jangan di frezer.
🐥Cabe aman untuk 2-3 bulan ke depan dari busuk, insya Allah......
🐔🐔 senangnya berbagi tips Karena bisa berbagi itu menyenangkan dan membuat hati senang😍😁. Selamat mencoba dan semoga berhasil.🐣🐣
🐔Di kala cabe lagi murah, yuk kita borong cabe tanpa perlu takut bakal busuk walau di simpan lama sampe 2-3 bulan loh.
🐔Ternyata ada loh cara menyimpan cabe biar tetap bagus dan awet. Udah pernah coba menyimpan cabe masukin ke frezer belum..? Kalo udah pernah, alhasil cabe nya nanti jadi beku dan setelah dikeluarkan beberapa saat jadi layu/lembek banget kan. Sisanya juga ikut layu, lama kelamaan ya jadi ga enak pas mau di olahnya apalagi buat tumis-tumis. Sedih dan sayang banget rasanya...
🐔tips cara menyimpan cabe anti gagal/busuk :
🐔Siapkan wadah yang ada tutupnya, alasi dengan tisu.
Bisa pakai tisu wajah atau tisu makan. Terserah aja.
🐔siangi cabenya Harus dipetikin tangkainya. supaya ga berjamur
buang cabe yang busuk / agak lembek. Kalau yang busuk cuma ujungnya, dipatahkan/dipotong sebagian saja ambil yang masih bagus. Pastikan tidak ada cabe busuk ikut masuk ke dalam wadah karena bisa menular ke cabe yang lain.
🐥Tidak perlu di cuci, dicucinya kalau akan dipakai saja
🐥Satu wadah boleh dicampur dengan cabe lain. Tidak masalah
🐥Taruh 2 biji bawang putih yang telah dikupas diatas cabe. Bawang putih mengandung anti bakteri. Sehingga cabe tidak mudah busuk dan rasa pedas pada cabe tetap terjaga.
🐥Tutup rapat wadah
Simpan di kulkas bagian rak bawah saja. jangan di frezer.
🐥Cabe aman untuk 2-3 bulan ke depan dari busuk, insya Allah......
🐔🐔 senangnya berbagi tips Karena bisa berbagi itu menyenangkan dan membuat hati senang😍😁. Selamat mencoba dan semoga berhasil.🐣🐣
apakah Haid anda sering terlambat setelah menikah...ini jawabannya....
Siklus menstruasi sebetulnya tidak berkaitan dengan pernikahan, melainkan lebih dipengaruhi oleh keseimbangan hormonal dalam tubuh. Setelah pernikahan mungkin pola hidup keseharian Anda berubah sehingga menyebabkan kelelahan atau memicu stres, kondisi ini dapat mempengaruhi keseimbangan hormonal sehingga menyebabkan gangguan pada siklus menstruasi. Salah satu penyebab terjadinya keterlambatan menstruasi adalah adanya kehamilan. Untuk menentukan ada atau tidaknya kehamilan hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan medis yaitu dengan tes urine, tes darah, dan USG. Testpack merupakan salah satu metode deteksi kehamilan secara sederhana melalui tes urine. Bila Anda telah melakukan pemeriksaan testpack dan hasilnya negatif, maka Anda dapat mengulang pemeriksaan kembali 1 minggu kemudian. Jika hasilnya selalu negatif maka kemungkinan memang tidak terjadi kehamilan. Selain kehamilan, terlambat menstruasi dapat pula disebabkan oleh beberapa kemungkinan penyebab lainnya seperti:
- Ketidakseimbangan hormonal
- Penggunaan kontrasepsi
- Pola gizi yang buruk/kurang nutrisi
- Penurunan berat badan yang drastis
- Obesitas
- Gangguan hormon tiroid
- PCOS/sindrom polikistik ovarii
- dan sebagainya
- Beristirahat dan tidur yang cukup
- Jangan terlalu lelah, batasi aktivitas fisik yang berat
- Konsumsi makanan yang bergizi seimbang
- Menjaga berat badan ideal
- Berolahraga ringan secara rutin
- Mengelola stres secara bijak
Senin, 26 Februari 2018
_*Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh*_
_*Semangat Pagi*_
_*HIDUP INI ADALAH HARI HARI MENANTI AJAL*_
~~ Memang tidak banyak orang yang suka bicara kematian dengan berbagai alasan yang melatar belakangi.
Walau ternyata ajal tidak km memandang usia, tidak ada kompromi tentang urusan itu ketika sudah Alloh tetapkan.
Ada yang merasa takut bicara kematian karena merasa belum siap, ada juga yang saat bicara kematian minta kalau bisa jangan mati dulu karena masih banyak tanggung jawab terhadap keluarga seperti anak masih kecil kecil, ada juga enggan bicara kematian karena merasa masih banyak melanggar perintah Alloh Ta'ala dan belum banyak beramal sholeh, bahkan ada yang mengatakan jangan dululah kalau bisa karena masih banyak cita cita dalam hidup belum tercapai.
Tetapi kenyataannya ketika saat kematian telah tiba semua alasan yang dikemukan tersebut tidak ada artinya karena tidak mampu menahan ajal walau sesaat juga sebab janji harus ditepati waktu telah sampai tidak bisa dimajukan dan ditunda lagi pada saat kematian menjemput.
Alloh Ta'ala, berfirman:
قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِى تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُۥ مُلٰقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُون
َ
"Katakanlah, Sesungguhnya kematian yang kalian lari dari padanya, ia pasti menemui kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada (Alloh), Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan."
(QS. Al-Jumu'ah 62: Ayat 8)
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِى بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۗ ...
"Di mana pun kalian berada, kematian akan mendapatkan kalian, kendatipun kalian berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh...
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 78)
Ibnu Katsir rohimahulloh mengatakan, “Yang dimaksud dengan ayat-ayat di atas adalah setiap orang pasti akan merasakan kematian. Tidak ada seseorang yang bisa selamat dari kematian, baik ia berusaha lari darinya ataukah tidak. Karena setiap orang sudah punya ajal yang pasti.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 3: 163).
Jadilah mukmin yang cerdas, yaitu cerdas bahwa perlu persiapan bekal untuk hidup setelah kematian.
Sadar bahwa kehidupan yang merupakan rahmat Alloh ini akan berakhir. Kematian akan menghampiri siapa saja, dimana saja, kapan saja, dan bagaimanapun keadaannya.
Terkadang selalu beranggapan bahwa waktu itu masih jauh jaraknya. Sebagian orang justru beranggapan bahwa kematian itu sangat menakutkan. Ironisnya, mereka bukan mempersiapkan diri, sebaliknya malah menjauhi pembicaraan hal-hal yang bersifat maut.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ : كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ : « أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا ». قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ : « أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ ».
Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rosululloh, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259.
Alloh Ta'ala, berfirman:
... وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰى ۚ وَاتَّقُونِ يٰٓأُولِى الْأَلْبٰبِ
...Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!"
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 197)
Kematian adalah hak prerogratif Alloh Ta'ala. Yang perlu dipikirkan dan diupayakan adalah bagaimana nantinya kita mati? Coba bayangkan seandainya di akhir hidup kelak kita mati dalam kemaksiatan. Bagaimana kita mati adalah tolok ukur prestasi dihadapan Alloh. Bagaimana kita mati menjadi tolok ukur penentu kehidupan di alam keabadian kelak. Apa saja yang akan kita siapkan?
Bekal yang perlu dipersiapkan bukanlah kekayaan, kekuatan fisik, pangkat, kedudukan, banyaknya pengikut, dan hal-hal keduniaan lainnya. Maka sebaik baik bekal itu adalah Taqwa, karena Taqwa itu tempatnya di surga.
Wallohu a'lam bish showab.
*Selamat menunaikan ibadah sholat subuh semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin*
_*Semangat Pagi*_
_*HIDUP INI ADALAH HARI HARI MENANTI AJAL*_
~~ Memang tidak banyak orang yang suka bicara kematian dengan berbagai alasan yang melatar belakangi.
Walau ternyata ajal tidak km memandang usia, tidak ada kompromi tentang urusan itu ketika sudah Alloh tetapkan.
Ada yang merasa takut bicara kematian karena merasa belum siap, ada juga yang saat bicara kematian minta kalau bisa jangan mati dulu karena masih banyak tanggung jawab terhadap keluarga seperti anak masih kecil kecil, ada juga enggan bicara kematian karena merasa masih banyak melanggar perintah Alloh Ta'ala dan belum banyak beramal sholeh, bahkan ada yang mengatakan jangan dululah kalau bisa karena masih banyak cita cita dalam hidup belum tercapai.
Tetapi kenyataannya ketika saat kematian telah tiba semua alasan yang dikemukan tersebut tidak ada artinya karena tidak mampu menahan ajal walau sesaat juga sebab janji harus ditepati waktu telah sampai tidak bisa dimajukan dan ditunda lagi pada saat kematian menjemput.
Alloh Ta'ala, berfirman:
قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِى تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُۥ مُلٰقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُون
َ
"Katakanlah, Sesungguhnya kematian yang kalian lari dari padanya, ia pasti menemui kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada (Alloh), Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan."
(QS. Al-Jumu'ah 62: Ayat 8)
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِى بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۗ ...
"Di mana pun kalian berada, kematian akan mendapatkan kalian, kendatipun kalian berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh...
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 78)
Ibnu Katsir rohimahulloh mengatakan, “Yang dimaksud dengan ayat-ayat di atas adalah setiap orang pasti akan merasakan kematian. Tidak ada seseorang yang bisa selamat dari kematian, baik ia berusaha lari darinya ataukah tidak. Karena setiap orang sudah punya ajal yang pasti.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 3: 163).
Jadilah mukmin yang cerdas, yaitu cerdas bahwa perlu persiapan bekal untuk hidup setelah kematian.
Sadar bahwa kehidupan yang merupakan rahmat Alloh ini akan berakhir. Kematian akan menghampiri siapa saja, dimana saja, kapan saja, dan bagaimanapun keadaannya.
Terkadang selalu beranggapan bahwa waktu itu masih jauh jaraknya. Sebagian orang justru beranggapan bahwa kematian itu sangat menakutkan. Ironisnya, mereka bukan mempersiapkan diri, sebaliknya malah menjauhi pembicaraan hal-hal yang bersifat maut.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ : كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ : « أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا ». قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ : « أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ ».
Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rosululloh, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259.
Alloh Ta'ala, berfirman:
... وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰى ۚ وَاتَّقُونِ يٰٓأُولِى الْأَلْبٰبِ
...Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!"
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 197)
Kematian adalah hak prerogratif Alloh Ta'ala. Yang perlu dipikirkan dan diupayakan adalah bagaimana nantinya kita mati? Coba bayangkan seandainya di akhir hidup kelak kita mati dalam kemaksiatan. Bagaimana kita mati adalah tolok ukur prestasi dihadapan Alloh. Bagaimana kita mati menjadi tolok ukur penentu kehidupan di alam keabadian kelak. Apa saja yang akan kita siapkan?
Bekal yang perlu dipersiapkan bukanlah kekayaan, kekuatan fisik, pangkat, kedudukan, banyaknya pengikut, dan hal-hal keduniaan lainnya. Maka sebaik baik bekal itu adalah Taqwa, karena Taqwa itu tempatnya di surga.
Wallohu a'lam bish showab.
*Selamat menunaikan ibadah sholat subuh semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin*
Langganan:
Postingan (Atom)