SELAMAT DATANG DAN SELAMAT MENIKMATI, SEMOGA BERMANFAAT

Kamis, 17 Oktober 2019

KALIMAT2 QUOTES KU

1. kalau rezeki gk kemana, klw udh milik yg terxatat pasti akan dtg

2, mw beli sesuatu yg mahal klw udh rezeki dtg aja 

3, klw mw anak pun dgn segala yg ada pasti bisa jadi
yakinlsh...,semudi rancang Allah swt
Pisau yg lama tak kau asah akan tumpul.
Lantai yg lama tak kau bersihkan akan berdebu.
Baju yg lama tak kau cuci akan kusam.
Begitu pula Ayat2 Al Qur'an yg telah kau hafalkan lama tak kau ulang2i  akan bercerai berai dan menyelinap entah kemana. Kau akan bersusah payah mengumpulkannya kembali. 
Usahakanlah agar keakrabanmu dengan Al Qur'an selalu kau jaga dengan selalu mengulang  membaca. 
Kerlipan cahaya Al Qur'an akan menerangimu kembali.
*_Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

GURU YANG MURAH HATI

Dulu saat saya masih sekolah smp dan sma selalu ada saja guru yang terkenal murah hati. Jadi gini, kalau guru tersebut kasih soal ulangan berbentuk essay, kita isi saja tulis sepanjang-panjangnya jawaban yang mendekati, walaupun asli nya kita gak tau jawaban sebenarnya.

Istilahnya kita "mengarang bebas" aja. Nanti saat dikoreksi sama si guru, jawaban kita walaupun salah tetap diberi poin sedikit. Istilahnya tetap dapat "upah nulis". Daripada lembar jawaban kita kosong, justru gak dapat poin sama selali.

Saudara juga ingat kan tipe guru yang seperti ini selalu ada saja saat kita sekolah ? Padahal jawaban nya salah, tapi karena si murid sudah ada kemauan untuk menjawab, tetap saja guru memberi poin. Ini namanya guru yang murah hati.

Saudara, jika manusia saja bisa sepemurah itu, tentu Allah lebih berhak lagi untuk pemurah kepada kita hambaNya. Karena itu perlu sekali kita berbaik sangka kepada Allah.

Lihatlah shalat kita tidak khusyu, lihat istigfar kita irit sekali gak sebanding dengan dosa yang jumlahnya sangat boros, harusnya kalau kita menilai dari sudut pandang manusianya, ibadah kita gak mungkin diterima.

Disinilah pentingnya kita tempatkan akhlak kita berbaik sangka (husnuzon) kepada Allah Yang Maha Pemurah.

Itu sebabnya guru saya selalu berpesan, "jangan kamu abaikan dua hal; husnuzon kepada Allah, dan husnuzon kepada manusia".

Wassalam.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita !

✍🏻 Ustadz Arafat

https://t.me/semangatsubuh

*_Selamat menunaikan ibadah shalat subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Senin, 19 Agustus 2019

*Materi Tayang AIHQ*
*DK PSDM ODOJ*

🏡Oase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Kamis, 09 Mei 2019


*Pejuang kehidupan*
Oleh: zidniya Nura Qonita @qoqokrans


Hidup..
Hidup bukan sekedar makan,
Tapi hidup tentang bagaimana menjadi pemenang peradaban.


Hidup memang tak seindah yang kita bayangkan.
Karena hidup butuh perjuangan dan pengorbanan.

Hidup bukanlah kita yang menentukan hasilnya, karena semua terletak pada kehendak-Nya.
Tugas kita mengoptimalkan segala daya upaya.

Lelah kita jadi ukuran
kerja keras kita jadi patokan
Begitu juga...
Seberapa sering ibadah kita tegakkan.
Seberapa kuat nafsu kita tinggalkan.
Dan seberapa sabar kita menanti keberhasilan.

Hidup itu memang sukar, bak jalan setapak dengan semak belukar.
Penduduk akhir zaman pun sering ingkar.
Dengan apa yang mereka janjikan.
Tapi bukan apa yang sudah mereka lakukan.

Mereka pun seakan lupa akan kehidupan yang sejati.
Kehidupan yang membuat hidup manusia akan abadi.
Sudah seharusnya mereka memulai.
Untuk menjauh dari dunia fana
dan berkenalan dengan kehidupan baka.
Mereka pun harus bersiap untuk menyambut hari dimana nafas tak lagi ada.

Itulah sejatinya pemenang peradaban.
Yang siap dan mampu menggapai ridho Sang Pengusa Kehidupan.



◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/434/09/05/2019
oaseodoj@gmail.com
🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸
[DOA NABI AYYUB]
#RamadhanProject
#Onedayonejuz
#1440H

Nabi Ayyub berasal dari Rum (Romawi), beliau adalah Ayyub bin Mush bin Razah bin Al-‘Ish bin Ishaq bin Ibrahim Al-Khalil. Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Ishaq dalam kitab Tarik Ath-Thabari. Ada juga ulama yang menyebutkan bahwa nama beliau adalah Ayyub bin Mush bin Raghwil bin Al-‘Ish bin Ishaq bin Ya’qub.

Kisah beliau diabadikan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya,

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ (83) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ وَآَتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَى لِلْعَابِدِينَ (84)
“Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Rabbnya: “(Ya Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Rabb Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (QS. Al-Anbiya’: 83-84

Ibnu Syihab mengatakan bahwa Anas menyebutkan bahwa Nabi Ayyub mendapat musibah selama 18 tahun. Wahb mengatakan selama pas hitungan tiga tahun. Ka’ab mengatakan bahwa Ayyub mengalami musibah selama 7 tahun, 7 bulan, 7 hari. Al-Hasan Al-Bashri menyatakan pula selama 7 tahun dan beberapa bulan. (Lihat Tafsir Al-Baghawi, 17: 181, juga lihat riwayat-riwayat dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 5: 351).


▶Sumber rumaysho.com
*Materi Tayang AIHQ*
*DK PSDM ODOJ*

🏡Oase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Senin, 13 Mei 2019


*Cinta Tak Sekedar Hasrat*
Oleh: @rochma_yulika


Berbincang tentang cinta.
Tak mengenal batas usia.
Tidaklah tua muda pun asyik membicarakannya.

Cinta itu karunia.
Bila hati merasakannya dengan berbunga-bunga.
Namun cinta akan jadi petaka.
Bila jiwa merasakan duka derita.

Berharap cinta kan mewarnai hidup kita.
Hingga yang sedih berubah gembira.
Yang berselisih menjadi bersaudara.
Dan yang merana berangsur mereda.

Bila hati tumbuh rasa cinta.
Janganlah salah kita menempatkannya.
Cinta hakiki bersandar pada Sang Maha Pecinta.
Agar dosa terhindar dari diri kita.

Cinta kita tak sekedar hasrat.
Cinta kita tak berbalut maksiat.
Namun cinta kita berlandas syariat.
Hingga lahirlah pribadi yang taat.
Syukur terpanjat bila karunia cinta kita dapat.
Hati manusia tak lagi ada yang tersekat.
Bahkan jiwa yang menjauh kini mendekat.
Yang ikatannya merenggang kembali erat.

Biarkan cinta menumbuh indah.
Selayak kembang yang sedang merekah.
Sirami dengan akhlakul karimah.
Sehidup sesurga tak akan terpisah.

Jangan biarkan cinta membawa kita pada jalan yang sesat.
Akan merugi kelak di akhirat.
Kita pun akan menjadi hamba yang terlaknat.
Tak akan terlepas dari panas neraka yang menjerat.

Mari kita benahi diri.
Menjadi pribadi yang berbudi.
Pemilik cinta sejati.
Bersumber dari Ilahi Rabbi.



◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/435/13/05/2019
oaseodoj@gmail.com
🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸
[DOA NABI IBRAHIM]
#RamadhanProject
#Onedayonejuz
#1440H

 رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّآ ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ وَتُبْ عَلَيْنَآ ۖ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

"Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Dan terimalah taubat kami, sungguh, Engkaulah Yang Maha Menerima taubat, Maha Penyayang."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 127-128)

Doa ini masih merupakan rangkaian doa Nabi Ibrahim. Saat itu, Nabi Ismail putra Nabi Ibrahim telah lahir. Allah SWT kemudian memerintahkan Nabi Ibrahim dan putranya untuk membangun rumah untuk mengingat Allah SWT, baitullah. Walaupun sebenarnya ahli tafsir memiliki pendapat yang berbeda terkait tafsiran “meninggikan dan membangun baitullah”.

Melalui angin, Allah SWT menunjukkan letak penempatan pembangunan rumah tersebut. Pada akhirnya, angin utusan Allah SWT berhenti di Mekah. Kemudian, Nabi Ibrahim mulai membangun rumah dan meletakkan batu fondasi.


Ibnu Abbas berkata bahwa ka’bah dibangun dari tujuh gunung, yaitu Thur Sina, Thur Zaita, Lubnan, al-Judi dan Hira. Beberapa ulama berpendapat bahwa ka’bah sudah pernah dibangun pada masa Nabi Adam, kemudian terjadi banjir besar pada masa Nabi Nuh hingga hilang tanda letaknya baitullah. Maka dibangun lagi pada zaman Nabi Ibrahim.
Setelah proses pembangunan selesai, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail berdoa memohon supaya amal ibadah yang sudah dilakukan dapat diterima oleh Allah SWT.


Doa ini menjadi tuntunan doa bagi umat manusia jika melakukan suatu perbuatan baik maka hendaklah berdoa kepada Allah SWT supaya perbuatan tersebut diterima di sisiNya. Beberapa ulama menambahkan bahwa sudah sepantasnya rasa takut seseorang akan tidak diterimanya amalan-amalan. Sehingga sangat dianjurkan untuk berdoa meminta amalan diterima oleh Allah SWT.

Sumber arrahmah.co.id