SELAMAT DATANG DAN SELAMAT MENIKMATI, SEMOGA BERMANFAAT

Kamis, 08 Februari 2018

┏๐Ÿƒ๐ŸŒธ━━━━━━┓                       
      *_INSPIRASI HARI INI _*
━━━━━━━๐ŸŒธ๐Ÿƒ┛

Andai Engkau Tau, Hatimu kan Melumer
-------

Ini bukan dongeng. Kejadian itu terjadi di depan mata. Saat seorang pria-yang terekam CCTV-terlihat kesal dengan semut-semut kecil yang menggerayangi kakinya. Berkali-kali ia menghentak kaki untuk membunuh semut-semut yang telah mengganggu harinya itu.

Merasa kewalahan dengan sepasukan semut kecil di bawah kakinya, pria itu beranjak pindah lokasi. Sedetik kemudian, tiba-tiba sekelebat mobil yang kehilangan kendali menghantam keras tepat di lokasi pria tadi berdiri. Ending kisah nyata ini selanjutnya bisa ditebak... Pria itu selamat dari maut... Sekumpulan semut kecil telah menjadi martir demi keselamatan seorang makhluk Allฤh.

***

Demikianlah Allฤh-yang Mahahalus-berbuat. Sifat rahman-Nya terkadang hadir dalam wujud yang tidak kita sukai. Sifat rahim-Nya sering kali tak terbaca oleh hamba-hamba-Nya yang tak tau diri seperti kita ini.

Tak sekejap pun Allฤh pernah terlelap. Dia mengatur segalanya. Saat para hamba dan kekasih-Nya tertidur, Dia terjaga menjaga. Saat seekor makhluk-Nya yang melata mengerang dalam dahaga, sekejap langit mengucur air atas titah-Nya.

Dialah penyelamat Nuh di atas bahtera. Dialah penolong Ibrahim dalam api yang membara. Dialah penyelamat si kecil Musa yang dihanyutkan sang Bunda, saat seluruh bayi laki-laki dibantai Firร un, justru Musa kecil dibesarkan dalam buaian keluarga istana. Dialah yang mengatur perpisahan antara Yusuf dan ayahnya, untuk kelak berkumpul lagi dalam suasana yang agung lagi mulia.

Atas titah-Nya, bebuahan kurma berjatuhan untuk Maryam yang letih payah dan hamil tua. Atas pengaturan-Nya pula, terbantukanlah anak yatim dari orangtua yang shalih, dengan kedatangan Khidhir bersama Musa.

Demikianlah Allah berbuat. Itu yang terungkapkan oleh kalam-Nya untuk Muhammad. Perbuatan-Nya yang tak terungkap, sungguh lebih banyak dan lebih indah dari apa yang bisa kita bayangkan tentang keindahan.

Agaknya, itulah yang mendorong Ibnul Qayyim untuk menuliskan kalimat berikut:

"Andai seorang hamba mengetahui bagaimana Allah mengatur berbagai urusan untuknya, niscaya dia akan meyakini seyakin-yakinnya, bahwa Allah jauh lebih sayang kepadanya, daripada ayah dan ibunya, dan hatinya akan meleleh karena cinta pada-Nya"
Dari Sumur ke Istana

By; Nandang Burhanudin

(1)
Kita patut berterimakasih atas dedikasi seorang Yusuf, nabi dan penguasa, pemilik pesona dan kharisma jiwa. 

(2)
Dari Yusuf a.s. kita belajar, dengki dan konspirasi, pertanda kita memiliki bobot makna. Bukan karena nista, tapi karena mereka berat hati mengakui Yusuf yang memesona.

(3)
Acap kali tudingan yang menusuk atau tragedi menyayat hati, kadang datang tak kita kira. Yusuf boleh selamat dari cengkeraman srigala, tapi tak bisa mengelak dari kebengisan saudara.

(4)
Kisah Yusuf mengajarkan, tak boleh mengutarakan semua anugerah Allah pada kita. Sebab tak sedikit tipe manusia yang pandangannya sempit, hatinya menghimpit. Mereka sigap gelagap bila memandang anugerah di tangan orang lain, abai dengan anugerah yang ia genggam.

(5)
Kisah Yusuf memapar, manusia jahat kadang tampil bak ahli bijak. Saudara Yusuf mengklaim diri mereka, kami adalah pemberi nasihat dan penjaga terbaik untuk Yusuf.

(6)
Kejahatan apapun bentuknya tak ada yang sempurna. Pasti ada sisi-sisi yang tak terantisipasi. Saudara Yusuf terlupakan mengoyak kemeja. Alibi dimakan srigala terbantahkan.

(7)
Baik dan buruk bukan pada barang, tapi pada cara penggunaan. Kemeja contohnya, bisa menjadi alat dusta, alibi penyelamat, dus bisa menjadi alat terapi.

(8)
Kisah Yusuf menegaskan, si mulia tak akan terhina. Kebebasan bukan berarti  kebaikan dibalas keburukan. Karena Si cerdas tak akan meludahi sumur yang airnya ia minum.

(9)
Yusuf mengajarkan, amanah sejati tak akan ada kecuali a mampu menyingkirkan khianat. Tak ada blue area, apalagi remang-remang.

(10)
Yusuf digoda al-jubb dan alhubb (sumur dan kasur). Ia sukses melalui. Tak lama dari sumur ke istana berkat amanah dan dari godaan kasur menjadi luhur.

Damri
iqob tausyiah 2

*✍JODOHMU,CERMINAN DIRIMU*


๐Ÿค—```Banyak diantara kita yang sebelum menikah, mengangankan pasangan yang kriterianya seperti ini dan seperti itu. Bagi yang telah menikahpun, pasti masih menyimpan sebuah harapan pada pasangannya. Harapan agar pasangannya seperti yang ia idamkan.

⭕Salahkah jika kita menetapkan kriteria atau berharap pasangan saat ini sesuai dengan apa yang kita inginkan?

๐Ÿ‚Tentu tidak, selama kriteria-kriteria tersebut masih dalam koridor syari’at dan apa yang ia harapkan mampu dipenuhi oleh pasangannya. Namun, bagaimana jika harapan itu terlalu tinggi hingga sulit untuk dipenuhi?

๐ŸŽ‹Seandainya kita tahu, tidaklah Allah memasangkan kita melainkan dengan yang sekufu juga. Bukankah Allah telah berjanji dalam firman-Nya?

๐Ÿ‘‰“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” (An Nuur: 26)

✅Jika kita mengharapkan pasangan yang rajin menuntut ilmu, sudahkah kita aktif mendatangi majelis-majelis ilmu?

✅Jika kita mengidamkan pasangan yang halus tutur kata dan perangainya, sudahkah kita sendiri santun dalam berucap dan berbuat?

✅Jika kita mengharapkan pasangan yang rapat menjaga hijab dan kehormatannya serta menundukkan pandangannya dari lawan jenisnya, sudahkah kita menerapkan hal yang sama pada lawan jenis kita?

☘Sungguh jika kita sadar, ketika mengharapkan pasangan dengan segudang kriteria dan kelebihan.. Cobalah bertanya pada diri sendiri,

☘“Sudahkah saya cukup baik untuk mendapatkan yang demikian?”.

✍Ketika kita memimpikan pasangan yang 100% sesuai dengan harapan kita.. Jujurlah pada diri sendiri,

๐Ÿฃ“Sudahkah saya memenuhi harapannya akan kriteria pasangan ideal, sempurna 100%?”

❌Bukan berarti mengharap mendapat pasangan yang lebih baik itu terlarang. Yang jadi ganjalan adalah ketika kita muluk-muluk memimpikan si dia yang serba sempurna tanpa cela, sudahkah kita berkaca?

๐Ÿ“œSudahkah kita melihat pada diri sendiri?

๐Ÿ‚Mengukur dan menakar. Pantaskah kita mendapatkan si serba sempurna sementara kita sendiri.. Jauh dari kata sempurna?

❌Tidak ada yang salah dengan bermimpi. Asal tetap menjejak pada realita. Jangan sampai mimpi kita justru menghalangi kita untuk bersegera menikah.

๐Ÿ“–Karena terlalu sibuk mengejar yang sempurna sehingga melupakan yang biasa-biasa saja namun lebih mampu menjaga kita dari fitnah.

๐Ÿ“Atau bagi yang telah menikah, harapan itu menghalangi kita dari rasa syukur akan hadirnya pasangan yang Allah anugerahkan dalam hidup kita. Terus menuntut pasangan agar 100% sesuai dengan keinginannya.

๐ŸŽˆSo  teruslah berusaha, memperbaiki diri dan tak putus berdo’a...

๐ŸŽ—Agar diberikan yang shalih/ah dan menentramkan. Yang terbaik untuk menemani menjalani hari-hari, mewujudkan rumah tangga penuh sakinah di bawah limpahan rahmat-Nya.

๐Ÿ‘‰“Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”  (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)

❤Karena sesungguhnya jodohmu… adalah cerminan dirimu.

Wallahu a'lam bishowab```
Seandainya kita tahu, tidaklah Allah memasangkan kita melainkan dengan yang sekufu juga. Bukankah Allah telah berjanji dalam firman-Nya?

๐Ÿ‘‰“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” (An Nuur: 26)

Senin, 15 Januari 2018

*_10 WASIAT_*

*Rosulullah SAW*

Kepada *FATHIMAH* Puterinya :


1. *Wahai Fatimah*

Sesungguhnya wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, kelak Allah akan tetapkan baginya kebaikan dari setiap biji gandum yang diadonnya, dan juga Allah akan melebur kejelekan serta meningkatkan derajatnya.

2. *Wahai Fatimah*

Sesungguhnya wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah akan menjadikan antara neraka dan dirinya tujuh tabir pemisah.

3. *Wahai Fatimah*

Sesungguhnya wanita yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan kemudian mencuci pakaiannya, maka Allah akan tetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

4. *Wahai Fatimah*

Sesungguhnya wanita yang membantu kebutuhan tetangga-tetangganya, maka Allah akan membantunya untuk dapat meminum Telaga Kautsar pada hari kiamat nanti.

5. *Wahai Fatimah*

Yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhaan suami terhadap isteri.

Andaikata suamimu tidak ridha kepadamu,maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah Fatimah, Kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.

6. *Wahai Fatimah*

Disaat seorang wanita hamil, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah tetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan, serta melebur seribu kejelekan.

Ketika seorang wanita merasa sakit akan melahirkan, maka Allah tetapkan pahala baginya sama dengan pahala para Pejuang Allah.

Disaat seorang wanita melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya.

Disaat seorang wanita meninggal karena melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikit pun, didalam kubur akan mendapat taman
yang indah yang merupakan bagian dari taman surga.

Allah memberikan padanya pahala yang sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.

7. *Wahai Fatimah*

Disaat seorang isteri melayani suaminya selama sehari semalam, dengan rasa senang dan ikhlas, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya dihari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan.

Allahpun akan memberikan kepadanya pahala seratus kali ibadah haji dan umrah.

8. *Wahai Fatimah*

Disaat seorang isteri tersenyum dihadapan suaminya, maka Allah akan memandangnya dengan pandangan penuh kasih.

9. *Wahai Fatimah*

Disaat seorang isteri membentangkan alas tidur untuk suaminya dengan rasa senang hati, maka para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.

10. *Wahai Fatimah*

Disaat seorang wanita meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggotnya dan memotong kumisnya serta kuku-kukunya, maka Allah akan memberi minuman yang dikemas indah kepadanya, yang didatangkan dari sungai-sungai surga.

Allah pun akan mempermudah sakaratul maut baginya, serta menjadikan kuburnya bagian dari taman surga. Allah pun menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal mustaqim dengan selamat.


Subhaanallah

Betapa Agung dan Mulianya Posisi Wanita dalam rumah tangga ketika ia rela dan ikhlas menjalani Fitrahnya.

Ayo qt SHARE ke istri - sdri - tmn qt spy dpt kebaikan dr nya..

Smg kita dapat Menjalankan Tugas ini dengan ikhlas & Senang Hati

Sabtu, 30 Desember 2017

[12/30, 07:30] Enny Sulistiani Soemarno: Assalamu'alaikum ibu...ijin Fw dari WA lain.
[12/30, 07:30] Enny Sulistiani Soemarno: Habib Rizieq Syihab :

WASPADAI 5 LANGKAH LIBERALISASI AGAMA ISLAM

Kaum liberalis dan Sekuler telah gencar menyebarkan propaganda yang nampak Islami.
Berikut aneka PROPAGANDA LIBERAL dan jawaban kontra-logika sesat terkait :

1. PROPAGANDA SHALAT

“Buat apa SHALAT kalau riya’ tidak ikhlas, karena tidak diterima oleh ALLAH subhana wata'ala . Lebih baik bersihkan hati dulu, nanti kalau sudah ikhlas tidak riya’, maka baru shalat agar diterima oleh ALLAH Subhana wata'ala .”

TARGET :

Kalimat ini bertujuan untuk pembenaran meninggalkan shalat dengan “dalih” pembersihan hati dulu.

JAWAB :

Wajib shalat walau masih riya’ belum ikhlas, karena shalat adalah KEWAJIBAN AGAMA. Setiap muslim, ikhlas ataupun riya’, rela atau pun terpaksa, tetap WAJIB mendirikan Shalat.

Dan Shalat adalah BENTENG dari segala perbuatan KEJI dan MUNGKAR, termasuk riya’, sebagaimana firman ALLAH Subhana wata'ala dalam QS. Al-‘Ankabuut ayat 45.

ุงุชْู„ُ ู…َุง ุฃُูˆุญِูŠَ ุฅِู„َูŠْูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ْูƒِุชَุงุจِ ูˆَุฃَู‚ِู…ِ ุงู„ุตَّู„ุงุฉَ ุฅِู†َّ ุงู„ุตَّู„ุงุฉَ ุชَู†ْู‡َู‰ ุนَู†ِ ุงู„ْูَุญْุดَุงุกِ ูˆَุงู„ْู…ُู†ْูƒَุฑِ ูˆَู„َุฐِูƒْุฑُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฃَูƒْุจَุฑُ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ูŠَุนْู„َู…ُ ู…َุง ุชَุตْู†َุนُูˆู†َ

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al-Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat ALLAH (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan ALLAH mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Justru : Shalat adalah OBAT HATI yang bisa menyembuhkan dan menghilangkan penyakit hati seperti riya’ dan ‘ujub.
Bagaimana penyakit hati bisa sembuh tanpa mendirikan Shalat?!

2. PROPAGANDA JILBAB

“Lebih baik tidak pakai JILBAB, tapi hatinya baik, daripada pakai Jilbab tapi hatinya busuk." Dan kalimat rancu ini, "Lebih baik jilbabkan (jaga) hati dulu spy baik. Baru menjilbab (jaga) fisik kemudian."

TARGET :

Kalimat ini bertujuan untuk membenarkan pelepasan Jilbab dengan “dalih” yang penting hatinya baik.

JAWAB :

Jilbab adalah KEWAJIBAN AGAMA, baik si pemakai berhati baik maupun buruk, maka Jilbab tetap WAJIB dikenakan oleh para Wanita Muslimah sesuai dengan ketentuan Syariat, sebagaimana firman ALLAH Subhana wata'ala:

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ู‚ُู„ْ ู„ِุฃَุฒْูˆَุงุฌِูƒَ ูˆَุจَู†َุงุชِูƒَ ูˆَู†ِุณَุงุกِ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ูŠُุฏْู†ِูŠู†َ ุนَู„َูŠْู‡ِู†َّ ู…ِู†ْ ุฌَู„َุงุจِูŠุจِู‡ِู†َّ ุฐَู„ِูƒَ ุฃَุฏْู†َู‰ ุฃَู†ْ ูŠُุนْุฑَูْู†َ ูَู„َุง ูŠُุคْุฐَูŠْู†َ ูˆَูƒَุงู†َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุบَูُูˆุฑًุง ุฑَุญِูŠู…ًุง

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Al-Ahzab : 59).

Justru : Jilbab juga termasuk OBAT HATI yang akan ikut merangsang penyembuhan penyakit hati, sekaligus identitas muslimah yang jadi benteng dari segala gangguan.

Karenanya, lebih baik memakai jilbab dan berhati baik, daripada berhati baik tanpa jilbab, apalagi berhati busuk tanpa jilbab.

3. PROPAGANDA KEPEMIMPINAN

“Lebih baik PEMIMPIN KAFIR asal jujur, adil, baik, cerdas dan pekerja keras, daripada PEMIMPIN MUSLIM yang khianat, jahat, bejat, bodoh dan pemalas.” Dan kalimat rancu ini, "Lebih baik golput daripada memilih Pemimpin Muslim yg 'kurang' Islami."

TARGET :

Kalimat ini bertujuan untuk membolehkan orang Kafir memimpin umat Islam di wilayah mayoritas muslim. Dan meniadakan pemimpin muslim.

JAWAB :

Berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah serta Al-Ijma’ bahwasanya Orang Kafir HARAM memimpin umat Islam di negeri Islam atau di wilayah mayoritas muslim.

Kepemimpinan dalam pandangan Al-Qur’an bukan sekadar kontrak sosial antara sang pemimpin dengan masyarakatnya, tetapi merupakan ikatan perjanjian antara dia dengan Allah Subhana  wata'ala sebagaimana termaktub dalam firmanNya :

ูˆَ ุฅِุฐِ ุงุจْุชَู„َู‰ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠْู…َ ุฑَุจُّู‡ُ ุจِูƒَู„ِู…َุงุชٍ ูَุฃَุชَู…َّู‡ُู†َّ ู‚َุงู„َ ุฅِู†ِّูŠْ ุฌَุงุนِู„ُูƒَ ู„ِู„ู†َّุงุณِ ุฅِู…َุงู…ًุง ู‚َุงู„َ ูˆَ ู…ِู†ْ ุฐُุฑِّูŠَّุชِูŠْ ู‚َุงู„َ ู„ุงَ ูŠَู†َุงู„ُ ุนَู‡ْุฏِูŠ ุงู„ุธَّุงู„ِู…ِูŠْู†

“Dan (ingatlah) tatkala telah diuji Ibrahim oleh TuhanNya dengan beberapa kalimat, maka telah dipenuhinya semuanya. Diapun berfirman : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan engkau Imam bagi manusia. Dia berkata : Dan juga dari antara anak-cucuku. Berfirman Dia : Tidaklah akan mencapai perjanjianKu itu kepada orang-orang yang zalim.”
(QS. Al-Baqoroh : 2).

Karenanya, lebih baik Pemimpin Muslim yang jujur, adil, baik, cerdas dan pekerja keras, daripada Pemimpin Kafir yang jujur, adil, baik, cerdas dan pekerja keras, apalagi Pemimpin Kafir yang khianat, jahat, bejat, bodoh dan pemalas.

4. PROPAGANDA POLITIK

“Islam itu suci dan ulama itu mulia, sedang POLITIK kotor. Karenanya, jangan bawa Islam dan ulama ke dalam politik.”  Dan kalimat rancu, "Islam Yes, Politik No." Serta kalimat rancu, "Islam Yes, Demokrasi No."

TARGET :

Kalimat ini bertujuan untuk menjauhkan Islam dan ulama dari politik agar para Politisi Durjana bebas dan leluasa mengatur Negara dan Bangsa sesuai “Syahwat Syaithooniyyah”-nya.

JAWAB :

Islam itu suci dan ulama itu mulia, sedang politik (ุณูŠุงุณูŠ) itu PENTING untuk mengurus negara dan bangsa. Karenanya, hanya Islam yang suci dan ulama mulia yang boleh masuk ke dalam politik agar tidak dikotori oleh para Politisi Durjana.

Karenanya, Islam menjadikan Kekhilafahan menjadi salah satu Bab penting dalam Fiqih Islam. Dan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersama Khulafa Rasyidin Radhiallahu anhum, telah mempraktekkan POLITIK ISLAM yang benar lagi bersih untuk menjadi suri tauladan bagi segenap umat Islam.

*5. PROPAGANDA TATHBIQ SYARIAH*

“SYARIAT ISLAM adalah aturan hukum yang bagus, saat diterapkan di zaman Generasi Terbaik “shahabat”, maka hasilnya bagus.
Sedang zaman sekarang generasi umat Islam sangat lemah dan tidak bagus, sehingga tak mampu menjalankan Syariah yang begitu paripurna. Karenanya, umat Islam saat ini jangan sibuk dengan perjuangan TATHBIQ SYARIAH (penerapan syariah) dulu, tapi harus fokus kepada perbaikan diri sendiri dulu.”

TARGET :

Kalimat ini bertujuan agar umat Islam tidak lagi menperjuangkan Tathbiq Syariah dengan “dalih” memperbaiki diri dulu.

JAWAB :

Syariat Islam adalah aturan hukum yang bagus, dan selalu dijalankan oleh para shahabat, sehingga menjadi Generasi Terbaik.

Nah, generasi zaman sekarang yang lemah dan kurang bagus, justru karena tidak jalankan Syariat Islam dengan baik.

Karenanya, generasi sekarang wajib mencontoh para shahabat dalam menjalankan Syariah yang begitu paripurna, sehingga bisa menjadi generasi yang bagus juga.

INGAT : Dahulu para shahabat sebelum masuk Islam merupakan Generasi Jahiliyah yang buruk, lalu masuk Islam dan menjalankan Syariah Islam, sehingga menjadi Generasi Terbaik sebagaimana dipuji oleh ALLAH  dalam firmanNya :

ูƒُู†ْุชُู…ْ ุฎَูŠْุฑَ ุฃُู…َّุฉٍ ุฃُุฎْุฑِุฌَุชْ ู„ِู„ู†َّุงุณِ ุชَุฃْู…ُุฑُูˆู†َ ุจِุงู„ْู…َุนْุฑُูˆูِ ูˆَุชَู†ْู‡َูˆْู†َ ุนَู†ِ ุงู„ْู…ُู†ْูƒَุฑِ ูˆَุชُุคْู…ِู†ُูˆู†َ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู„َูˆْ ุกَุงู…َู†َ ุฃَู‡ْู„ُ ุงู„ْูƒِุชَุงุจِ ู„َูƒَุงู†َ ุฎَูŠْุฑًุง ู„َู‡ُู…ْ ู…ِู†ْู‡ُู…ُ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ُูˆู†َ ูˆَุฃَูƒْุซَุฑُู‡ُู…ُ ุงู„ْูَุงุณِู‚ُูˆู†َ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada ALLAH. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”
(QS. Al-Imron : 110).

Kesimpulannya, siapa yang ingin menjadi Generasi Terbaik, maka wajib perjuangkan Tathbiq Syariah, karena Syariah lah yang mampu mengubah pribadi dan masyarakat menjadi Generasi Terbaik.
~~~~~~~~~~~~~~~~

“Barangsiapa memberi petunjuk pada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikuti ajakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun juga.”
[HR. Muslim]
*"REFLEKSI TAHUN BARU BUKAN SESUATU YANG SPESIAL"*

*1.* Yang spesial, bukan jam 12 malam, tapi 1/3 MALAM TERAKHIR.

*2.* Yang hebat, bukan menunggu detik-detik pergantian tahun, tp menunggu panggilan AZAN untuk shalat subuh di mesjid.

*3.*Yang super, bukan begadang berpesta lalu tidur pagi, tapi tidur lebih awal dan BANGUN LEBIH AWAL untuk shalat tahajjud dan fajar dengan segar.

*4.* Yang membahagiakan, bukan menghambur-hamburkan harta dengan pesta pora, tapi memberikan SEDEKAH di pagi hari lalu dirutinkan di hari-hari selanjutnya.

*5.* Yang menjayakan, bukan ikut di keramaian acara tahun baru, tapi Shalat Shubuh Berjama'ah.

*6.* Yang luar biasa, bukan mendeklarasikan harapan saat kembang api memuncak, tapi saat Allah turun ke langit bumi dan kita bisa bermunajat dan memanjatkan doa pada-Nya.

Baarakallahu fiikum.