” Mengingat Empat Kengerian “
☄Hatim al-Asham rahimahullah mengatakan, “Siapa yang kalbunya tidak pernah mengingat empat kengerian ini, berarti dia adalah orang yang teperdaya dan tidak aman dari kecelakaan.
(1) Saat yaumul mitsaq (hari saat diambilnya perjanjian terhadap ruh manusia) ketika Allah Subhanahu wata’ala berfirman, ‘Mereka di surga dan Aku tidak peduli, sedangkan mereka (yang lain) di neraka dan Aku tidak peduli’; dia tidak tahu, dirinya termasuk golongan yang mana.
(2) Saat dia diciptakan dalam tiga kegelapan (di dalam rahim), ketika malaikat diseru (untuk mencatat) kebahagiaan atau kesengsaraan (seseorang); dia tidak tahu apakah dirinya termasuk orang yang sengsara atau bahagia.
(3) Hari ditampakkannya amalan (saat sakaratul maut); dia tidak tahu, apakah dia diberi kabar gembira dengan keridhaan Allah Subhanahu wata’ala atau kemurkaan- Nya.
(4) Hari ketika manusia dibangkitkan dalam keadaan yang berbeda-beda; dia tidak tahu jalan mana yang akan ia tempuh di antara dua jalan yang ada.”
(Jami’ al-‘Ulum wal Hikam hlm. 81)
Selasa, 31 Mei 2016
. HURU-HARA TITIAN SHIRAT
ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﻘﺮﻃﺒﻲ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ :
Al-Imam Al-Qurthuby rahimahullah berkata:
Fikirkanlah sekarang tentang apa yang akan engkau alami berupa ketakutan yang besar dalam hatimu, jika engkau telah melihat shirat dan tipisnya, lalu pandanganmu tertuju kepada hitamnya Jahannam dibawahnya.
Kemudian pendengaranmu dikagetkan dengan suara neraka yang mengerikan dan gemuruhnya.
Sungguh engkau akan dipaksa berjalan melintasi shirat bersamaan dengan lemahnya kondisimu, dan kegoncangan hatimu dan gemetarnya kakimu.
Dan punggungmu sudah terasa berat dengan dosa-dosa yang menghalangimu untuk bisa berjalan di hamparan bumi, lebih-lebih diatas tajamnya shirat.
Maka bagaimana jika engkau meletakkan salah satu kakimu lalu engkau merasakan tajamnya. Lalu engkau dipaksa mengangkat kakimu yang kedua, dan para makhluk berada dihadapanmu, mereka terpeleset dan berjatuhan. Dan malaikat Zabaniyah-nya neraka menangkap mereka dengan penyambar dan pengait-pengait besi.
Dalam keadaan engkau melihat mereka, bagaimana mereka terjungkir kepala-kepala mereka ke arah neraka, dalam keadaan kaki mereka terangkat ke atas.
Duhai betapa mengerikan pemandangan tersebut.. betapa sulitnya tempat naiknya, betapa sempitnya tempat (titiannya), Ya Allah selamatkanlah kami, selamatkanlah kami !
ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﻘﺮﻃﺒﻲ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ :
Al-Imam Al-Qurthuby rahimahullah berkata:
Fikirkanlah sekarang tentang apa yang akan engkau alami berupa ketakutan yang besar dalam hatimu, jika engkau telah melihat shirat dan tipisnya, lalu pandanganmu tertuju kepada hitamnya Jahannam dibawahnya.
Kemudian pendengaranmu dikagetkan dengan suara neraka yang mengerikan dan gemuruhnya.
Sungguh engkau akan dipaksa berjalan melintasi shirat bersamaan dengan lemahnya kondisimu, dan kegoncangan hatimu dan gemetarnya kakimu.
Dan punggungmu sudah terasa berat dengan dosa-dosa yang menghalangimu untuk bisa berjalan di hamparan bumi, lebih-lebih diatas tajamnya shirat.
Maka bagaimana jika engkau meletakkan salah satu kakimu lalu engkau merasakan tajamnya. Lalu engkau dipaksa mengangkat kakimu yang kedua, dan para makhluk berada dihadapanmu, mereka terpeleset dan berjatuhan. Dan malaikat Zabaniyah-nya neraka menangkap mereka dengan penyambar dan pengait-pengait besi.
Dalam keadaan engkau melihat mereka, bagaimana mereka terjungkir kepala-kepala mereka ke arah neraka, dalam keadaan kaki mereka terangkat ke atas.
Duhai betapa mengerikan pemandangan tersebut.. betapa sulitnya tempat naiknya, betapa sempitnya tempat (titiannya), Ya Allah selamatkanlah kami, selamatkanlah kami !
¤Berlindung Dari Hutang¤
Terbebas dari hutang adalah ketenangan bagi hati. Tidak ada kenikmatan saat beribadah melainkan saat hati dalam ketenangan karena terbebas dari berbagai tanggungan.
Hendaklah seorang muslim sederhana dalam hidup, dan berhias diri dengan sifat qana'ah (merasa cukup).
¤» Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,
قَدْ أَفلَحَ مَنْ أَسَلَمَ وَرُزِقَ كَفَافاً وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ
"Sungguh beruntung orang yang telah islam, ia diberi rezeki yang cukup dan qana'ah (merasa cukup) dengan apa yang telah ALLAH berikan kepadanya." (HR. Muslim)
Jika anda bergelut dalam dunia bisnis, kembangkanlah sesuai kemampuan modal yang dimiliki. Jangan terlalu berani mengambil risiko dengan berhutang banyak hanya demi mengejar keuntungan dunia semata.
Karena saat anda mengambil hutang, secara tidak langsung anda telah menanamkan benih kegelisahan dan ketakutan di dalam hati anda.
¤» Rasulullah صلى الله عليه و سلم telah bersabda,
لَا تُخِيْفُوْا أَنْفُسَكُمْ بَعْدَ أَمْنِهَا. قَالُوْا: وَمَا ذَاكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ: الدَّيْنُ
"Janganlah kalian tanamkan ketakutan ke dalam diri kalian, padahal sebelumnya dalam keadaan tenang. Para sahabat bertanya, "Apa hal tersebut, wahai Rasulullah?." Beliau bersabda, "Hutang." (HR. Ahmad)
Namun, jika anda dalam kondisi telah terlanjur berhutang, maka berusahalah sekuat tenaga dengan memohon pertolongan ALLAH untuk melunasinya. Segera lunasi jika ada uang, dan jangan bermudah-mudahan untuk berhutang setelahnya.
¤» Dan perbanyaklah membaca doa berikut,
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
"Ya ALLAH, sesungguhnya aku berlindung kepada-MU dari rasa gundah dan sedih, rasa lemah dan malas, sifat bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang." (HR. Bukhari)
Terbebas dari hutang adalah ketenangan bagi hati. Tidak ada kenikmatan saat beribadah melainkan saat hati dalam ketenangan karena terbebas dari berbagai tanggungan.
Hendaklah seorang muslim sederhana dalam hidup, dan berhias diri dengan sifat qana'ah (merasa cukup).
¤» Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,
قَدْ أَفلَحَ مَنْ أَسَلَمَ وَرُزِقَ كَفَافاً وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ
"Sungguh beruntung orang yang telah islam, ia diberi rezeki yang cukup dan qana'ah (merasa cukup) dengan apa yang telah ALLAH berikan kepadanya." (HR. Muslim)
Jika anda bergelut dalam dunia bisnis, kembangkanlah sesuai kemampuan modal yang dimiliki. Jangan terlalu berani mengambil risiko dengan berhutang banyak hanya demi mengejar keuntungan dunia semata.
Karena saat anda mengambil hutang, secara tidak langsung anda telah menanamkan benih kegelisahan dan ketakutan di dalam hati anda.
¤» Rasulullah صلى الله عليه و سلم telah bersabda,
لَا تُخِيْفُوْا أَنْفُسَكُمْ بَعْدَ أَمْنِهَا. قَالُوْا: وَمَا ذَاكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ: الدَّيْنُ
"Janganlah kalian tanamkan ketakutan ke dalam diri kalian, padahal sebelumnya dalam keadaan tenang. Para sahabat bertanya, "Apa hal tersebut, wahai Rasulullah?." Beliau bersabda, "Hutang." (HR. Ahmad)
Namun, jika anda dalam kondisi telah terlanjur berhutang, maka berusahalah sekuat tenaga dengan memohon pertolongan ALLAH untuk melunasinya. Segera lunasi jika ada uang, dan jangan bermudah-mudahan untuk berhutang setelahnya.
¤» Dan perbanyaklah membaca doa berikut,
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
"Ya ALLAH, sesungguhnya aku berlindung kepada-MU dari rasa gundah dan sedih, rasa lemah dan malas, sifat bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang." (HR. Bukhari)
Ramadhan & Dua Tipe Manusia
Perjumpaan dengan Ramadhan adalah satu nikmat besar yang Allah سبحانه وتعالى berikan untuk kita.
Betapa banyak orang tak henti berdoa “Allahumma Balighna Ramadhan” (Ya Allah sampaikan aku pada Ramadhan)
Namun ternyata doanya tidak dikabulkan.
Ada yang ajal lebih dulu menjemput,
Ada pula yg bertemu Ramadhan dalam keadaan sakit, membuat tak mampu beribadah.
“Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”
(QS. Yunus [10]: 58)
Dua Tipe Manusia Dalam Meyikapi Datangnya Ramadhan.
Pertama,
Mereka yang telah lama menantikan & memendam rindu tak terkira akan kedatangan Ramadhan.
Karekateristik mereka dapat terlihat dengan kesibukan mereka sepanjang Ramadhan.
Mereka senantiasa memenuhi waktu-waktu di bulan Ramdhan dengan berbagai amal shalih.
Puasa yang ditunaikan dengan penuh semangat dan menjaga kesempurnaannya.
Siang dan malam mereka padati dengan berbagai ibadah.
Shalat-shalat fardhu terjaga dengan penuh adabnya.
Shalat-shalat sunnah pun tak dilewatkan begitu saja.
Tilawah al-Qur’an dan berbagai kalimat dzikir tak luput selalu membasahi lisan mereka.
Kedua,
Mereka yang lalai dan tak pandai bersyukur.
Bagi mereka Ramadhan sama saja dengan bulan lainnya.
Bahkan ada juga yang tak mengharap kedatangnnya.
Bagi mereka, Ramadhan hanya menjadi beban berat karena ada kewajiban berpuasa sepanjang siang harinya.
Melaksanakannya pun hanya sekedar rutinitas dan faktor lingkungan serta suasana yang mendukung.
Itupun mereka laksanakan dengan berat hati dan penuh keterpaksaan.
Kesempatan berharga pada siang dan malamnya sama sekali tidak dimanfaatkan untuk memperbanyak amal.
_____
Gunakan kesempatan dan jangan pernah tunda lagi,
Perbanyak amal di bulan itu,
Karena bisa jadi ini Ramadhan terakhir kita.
بارك الله فيك
Perjumpaan dengan Ramadhan adalah satu nikmat besar yang Allah سبحانه وتعالى berikan untuk kita.
Betapa banyak orang tak henti berdoa “Allahumma Balighna Ramadhan” (Ya Allah sampaikan aku pada Ramadhan)
Namun ternyata doanya tidak dikabulkan.
Ada yang ajal lebih dulu menjemput,
Ada pula yg bertemu Ramadhan dalam keadaan sakit, membuat tak mampu beribadah.
“Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”
(QS. Yunus [10]: 58)
Dua Tipe Manusia Dalam Meyikapi Datangnya Ramadhan.
Pertama,
Mereka yang telah lama menantikan & memendam rindu tak terkira akan kedatangan Ramadhan.
Karekateristik mereka dapat terlihat dengan kesibukan mereka sepanjang Ramadhan.
Mereka senantiasa memenuhi waktu-waktu di bulan Ramdhan dengan berbagai amal shalih.
Puasa yang ditunaikan dengan penuh semangat dan menjaga kesempurnaannya.
Siang dan malam mereka padati dengan berbagai ibadah.
Shalat-shalat fardhu terjaga dengan penuh adabnya.
Shalat-shalat sunnah pun tak dilewatkan begitu saja.
Tilawah al-Qur’an dan berbagai kalimat dzikir tak luput selalu membasahi lisan mereka.
Kedua,
Mereka yang lalai dan tak pandai bersyukur.
Bagi mereka Ramadhan sama saja dengan bulan lainnya.
Bahkan ada juga yang tak mengharap kedatangnnya.
Bagi mereka, Ramadhan hanya menjadi beban berat karena ada kewajiban berpuasa sepanjang siang harinya.
Melaksanakannya pun hanya sekedar rutinitas dan faktor lingkungan serta suasana yang mendukung.
Itupun mereka laksanakan dengan berat hati dan penuh keterpaksaan.
Kesempatan berharga pada siang dan malamnya sama sekali tidak dimanfaatkan untuk memperbanyak amal.
_____
Gunakan kesempatan dan jangan pernah tunda lagi,
Perbanyak amal di bulan itu,
Karena bisa jadi ini Ramadhan terakhir kita.
بارك الله فيك
Kamis, 21 April 2016
UANG 100 RIBU RUPIAH
Seorang guru mengangkat uang 100 ribu rupiah di depan murid-muridnya
Lalu ia bertanya:
"Siapa yang mau uang ini?"
Semua murid mengangkat tangan mereka, tanda ingin.....
Kemudian guru itu meremas uang 100 ribu itu dengan tangannya dan kembali bertanya : "Sekarang siapa yang mau uang ini?"
Kembali semua murid mengangkat tangannya.
Selanjutnya ia melemparkan uang itu kelantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya, sampai uang itu jadi kotor. Setelah betul-betul kotor oleh debu ia berkata : "Sekarang siapa yang mau uang ini?"
Tetap saja seluruh murid mengacungkan tangan mereka.
Saat itulah sang guru memasukkan pelajarannya : "Inilah pelajaran kalian hari ini. Betapapun kalian berusaha merubah bentuk uang ini tidak akan berpengaruh kepada nilainya.
Bagaimanapun kalian dihinakan, diremehkan, direndahkan, dilecehkan, dinistakan ataupun bahkan difitnah, kalian harus tetap yakin bahwa nilai hakiki kalian tidak akan pernah tersentuh.
Ketika itu kalian akan tetap berdiri kokoh setelah terjatuh. Kalian akan memaksa seluruh orang untuk mengakui harga dirimu. Bila kalian kehilangan kepercayaan terhadap diri kalian sendiri dan nilainya, saat itulah kalian kehilangan segala-galanya.."
Semoga bermanfaat
Seorang guru mengangkat uang 100 ribu rupiah di depan murid-muridnya
Lalu ia bertanya:
"Siapa yang mau uang ini?"
Semua murid mengangkat tangan mereka, tanda ingin.....
Kemudian guru itu meremas uang 100 ribu itu dengan tangannya dan kembali bertanya : "Sekarang siapa yang mau uang ini?"
Kembali semua murid mengangkat tangannya.
Selanjutnya ia melemparkan uang itu kelantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya, sampai uang itu jadi kotor. Setelah betul-betul kotor oleh debu ia berkata : "Sekarang siapa yang mau uang ini?"
Tetap saja seluruh murid mengacungkan tangan mereka.
Saat itulah sang guru memasukkan pelajarannya : "Inilah pelajaran kalian hari ini. Betapapun kalian berusaha merubah bentuk uang ini tidak akan berpengaruh kepada nilainya.
Bagaimanapun kalian dihinakan, diremehkan, direndahkan, dilecehkan, dinistakan ataupun bahkan difitnah, kalian harus tetap yakin bahwa nilai hakiki kalian tidak akan pernah tersentuh.
Ketika itu kalian akan tetap berdiri kokoh setelah terjatuh. Kalian akan memaksa seluruh orang untuk mengakui harga dirimu. Bila kalian kehilangan kepercayaan terhadap diri kalian sendiri dan nilainya, saat itulah kalian kehilangan segala-galanya.."
Semoga bermanfaat
Suatu hari seorang suami membeli Semangka untuk istrinya...
Buah Semangka tersebut ternyata tak sesuai dengan harapannya, rasanya hambar. Dan sang isteri pun marah...
Suami itu menanggapi amarah istrinya dengan tenang.., lalu bertanya dengan halus: "Kepada siapakah engkau marah wahai istriku..? Kepada pedagang buahkah ..? Kepada pembelinyakah..? Atau kepada petani yang menanamnya..? Ataukah pada yg menciptakan buah Semangka itu...???"
Si istri terdiam...
Sembari tersenyum., Suami itu melanjutkan perkataannya:
"Seorang pedagang tidak menjual sesuatu kecuali yang terbaik... Seorang pembeli pun pasti membeli sesuatu yang terbaik pula..! Begitu pula seorang petani.., tentu saja ia akan merawat tanamannya agar bisa menghasilkan yang terbaik..! Maka sasaran kemarahanmu berikutnya adalah untuk yang tersisa., tidak lain hanya kepada yang Menciptakan Semangka itu..!".
Uraian suami itu menembus ke dalam hati sanubari istrinya...
Sang istri begitu terperangah dan haru... butiran air mata menetes perlahan di kedua pelupuk matanya...
"Bertaqwalah wahai istriku... Terimalah apa yang sudah menjadi Ketetapan-Nya." .
Mendengar ucapan suaminya itu... Sang istri sadar, merunduk dan menangis mengakui kesalahannya dan ridha' dengan apa yang telah Allah Subhanahu Wa Ta'ala tetapkan.
"Suami itu adalah Syeikh al-Imam Syaqiq al- Balkhi. (wafat 194 H./810 M.)
Buah Semangka tersebut ternyata tak sesuai dengan harapannya, rasanya hambar. Dan sang isteri pun marah...
Suami itu menanggapi amarah istrinya dengan tenang.., lalu bertanya dengan halus: "Kepada siapakah engkau marah wahai istriku..? Kepada pedagang buahkah ..? Kepada pembelinyakah..? Atau kepada petani yang menanamnya..? Ataukah pada yg menciptakan buah Semangka itu...???"
Si istri terdiam...
Sembari tersenyum., Suami itu melanjutkan perkataannya:
"Seorang pedagang tidak menjual sesuatu kecuali yang terbaik... Seorang pembeli pun pasti membeli sesuatu yang terbaik pula..! Begitu pula seorang petani.., tentu saja ia akan merawat tanamannya agar bisa menghasilkan yang terbaik..! Maka sasaran kemarahanmu berikutnya adalah untuk yang tersisa., tidak lain hanya kepada yang Menciptakan Semangka itu..!".
Uraian suami itu menembus ke dalam hati sanubari istrinya...
Sang istri begitu terperangah dan haru... butiran air mata menetes perlahan di kedua pelupuk matanya...
"Bertaqwalah wahai istriku... Terimalah apa yang sudah menjadi Ketetapan-Nya." .
Mendengar ucapan suaminya itu... Sang istri sadar, merunduk dan menangis mengakui kesalahannya dan ridha' dengan apa yang telah Allah Subhanahu Wa Ta'ala tetapkan.
"Suami itu adalah Syeikh al-Imam Syaqiq al- Balkhi. (wafat 194 H./810 M.)
iSTiGHFAR RAJAB
Istigfar yg bulan rajab baca antara juhur dan ashar " 7x
أستغفر الله العظيم الذي لا اله الا هو الحي القيوم وأتوب إليه توبة عبد ظالمٍ لا يملك لنفسه ضرا ولا نفعا ولا موتا ولا حياةًً ولا نشورًا. (7x).
" Astaghfirullahaldzim alladzi laailaahailla huwal hayul qoyyum wa atuubu ilaihi taubatan abdin dzolimin laa yamliku linafsihi dhorron walaa naf'an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuro"
" Aku memohon ampunan, kpd allah yg maha agung, zat yg tiada tuhan selain allah, yg maha hidup dan maha tegak, dan aku bertaubat kepadanya, taubat hamba yg zhalim,yg tidak bs menguasai dalam dirinya. Kemudharatan yg ada padanya, kemanfaatannya matinya,hidupnya, dan pd wkt dikembalikannya"
أستغفر الله العظيم الذي لا اله الا هو الحي القيوم وأتوب إليه توبة عبد ظالمٍ لا يملك لنفسه ضرا ولا نفعا ولا موتا ولا حياةًً ولا نشورًا. (7x).
" Astaghfirullahaldzim alladzi laailaahailla huwal hayul qoyyum wa atuubu ilaihi taubatan abdin dzolimin laa yamliku linafsihi dhorron walaa naf'an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuro"
" Aku memohon ampunan, kpd allah yg maha agung, zat yg tiada tuhan selain allah, yg maha hidup dan maha tegak, dan aku bertaubat kepadanya, taubat hamba yg zhalim,yg tidak bs menguasai dalam dirinya. Kemudharatan yg ada padanya, kemanfaatannya matinya,hidupnya, dan pd wkt dikembalikannya"
Langganan:
Postingan (Atom)