SELAMAT DATANG DAN SELAMAT MENIKMATI, SEMOGA BERMANFAAT

Kamis, 21 April 2016

UANG 100 RIBU RUPIAH

Seorang guru mengangkat uang 100 ribu rupiah di depan murid-muridnya
Lalu ia bertanya:
 "Siapa yang mau uang ini?"

Semua murid mengangkat tangan mereka, tanda ingin.....
Kemudian guru itu meremas uang 100 ribu itu dengan tangannya dan kembali bertanya : "Sekarang siapa yang mau uang ini?"
Kembali semua murid mengangkat tangannya.

Selanjutnya ia melemparkan uang itu kelantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya, sampai uang itu jadi kotor. Setelah betul-betul kotor oleh debu ia berkata : "Sekarang siapa yang mau uang ini?"
Tetap saja seluruh murid mengacungkan tangan mereka.

Saat itulah sang guru memasukkan pelajarannya : "Inilah pelajaran kalian hari ini. Betapapun kalian berusaha merubah bentuk uang ini tidak akan berpengaruh kepada nilainya.

 Bagaimanapun kalian dihinakan, diremehkan, direndahkan, dilecehkan, dinistakan ataupun bahkan difitnah, kalian harus tetap yakin bahwa nilai hakiki kalian tidak akan pernah tersentuh.

Ketika itu kalian akan tetap berdiri kokoh setelah terjatuh. Kalian akan memaksa seluruh orang untuk mengakui harga dirimu. Bila kalian kehilangan kepercayaan terhadap diri kalian sendiri dan nilainya, saat itulah kalian kehilangan segala-galanya.."

Semoga bermanfaat
Suatu hari seorang suami membeli  Semangka untuk istrinya...

Buah Semangka tersebut ternyata tak sesuai dengan harapannya, rasanya hambar. Dan sang isteri pun marah...

Suami itu menanggapi amarah istrinya  dengan tenang.., lalu bertanya dengan halus: "Kepada siapakah engkau marah wahai istriku..? Kepada pedagang buahkah ..? Kepada pembelinyakah..? Atau kepada petani yang menanamnya..? Ataukah pada yg menciptakan buah Semangka itu...???"

Si istri  terdiam...

Sembari tersenyum., Suami itu melanjutkan perkataannya:

"Seorang pedagang tidak menjual sesuatu kecuali yang terbaik... Seorang pembeli pun pasti membeli sesuatu yang terbaik pula..! Begitu pula seorang petani.., tentu saja ia akan merawat tanamannya agar bisa menghasilkan yang terbaik..! Maka sasaran kemarahanmu berikutnya adalah untuk yang tersisa., tidak lain hanya kepada yang Menciptakan Semangka itu..!".

Uraian suami itu menembus ke dalam hati sanubari istrinya...

Sang istri begitu terperangah dan haru... butiran air mata menetes perlahan di kedua pelupuk matanya...

"Bertaqwalah wahai istriku... Terimalah apa yang sudah menjadi Ketetapan-Nya." .
Mendengar ucapan suaminya itu... Sang istri sadar, merunduk dan menangis mengakui kesalahannya dan ridha' dengan apa yang telah Allah Subhanahu Wa Ta'ala tetapkan.

"Suami itu adalah Syeikh al-Imam Syaqiq al- Balkhi. (wafat 194 H./810 M.)

iSTiGHFAR RAJAB

Istigfar yg bulan rajab baca antara juhur dan ashar " 7x

أستغفر الله العظيم الذي لا اله الا هو الحي القيوم وأتوب إليه توبة عبد ظالمٍ لا يملك لنفسه ضرا ولا نفعا ولا موتا ولا حياةًً ولا نشورًا. (7x).

" Astaghfirullahaldzim alladzi laailaahailla huwal hayul qoyyum wa atuubu ilaihi taubatan abdin dzolimin laa yamliku linafsihi dhorron walaa naf'an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuro"

" Aku memohon ampunan, kpd allah yg maha agung, zat yg tiada tuhan selain allah, yg maha hidup dan maha tegak, dan aku bertaubat kepadanya, taubat hamba yg zhalim,yg tidak bs menguasai dalam dirinya. Kemudharatan yg ada padanya, kemanfaatannya matinya,hidupnya, dan pd wkt dikembalikannya"

Kamis, 10 Maret 2016

PELAJARAN BERUMAH TANGGA

Rumah tangga yang tidak diisi dengan Ilmu Agama selama-lamanya tidak akan pernah menjadi keluarga sakinah..

Keluarga sakinah hanyalah mimpi-mimpi bagi keluarga yang didalam keluarga itu tidak dihidupkan dan diamalkan ilmu agama Allah..

Kalau toh pun dia katanya bahagia, hanyalah bahagia sesaat..

Setelah bahagia sesaat ini yang ada hanyalah rutinitas membosankan..

Apalagi setelah itu ketahuan melakukan sebuah perbuatan maksiat, keluarga ini semakin akan hancur lebur.

Namun sayang, hancur leburnya setelah kita punya anak..

Sehingga akhirnya bingung, cerai nggak cerai nggak.. kasihan anak-anak..

Akhirnya si bapak malas masuk rumah, masuk rumah hanya karena anak-anak..

Ibunya masak atau mencuci nggak ada niat di hati..

Jadilah rumah tangga itu rumah tangga neraka..

Dan semua ini adalah efek dari dosa dan maksiat kepada Allah ta'ala..

Berkata para ulama "Kebahagiaan itu milik Allah, berada di tangan Allah. Dan Allah tidak akan memberikan kebahagiaan itu kecuali kepada orang-orang yang Dia ridhoi".

Tidak ada petaka rumah tangga yang akhirnya berujung dengan pertikaian-pertikaian rumah tangga didunia sekarang ini yang akhirnya berujung dengan perceraian melainkan penyebab seluruhnya adalah dosa dan maksiat.

[
Syekh Ibnu AthaiLlah dalam Kitab Al Hikam menegaskan bahwa, “Maksiat yang melahirkan rasa hina pada dirimu hingga engkau menjadi butuh kepada Allah, itu lebih baik daripada taat yang menimbulkan perasaan mulia dan sombong atau membanggakan dirimu.”

Dengan kata lain, hina dan butuh kepada Allah keduanya adalah sifat orang yang menghamba.

Adapun mulia dan agung adalah sifat Tuhan, sehingga tidak ada kebaikan bagi seorang hamba yang taat tapi menimbulkan perasaan mulia dan agung, sebab keduanya adalah sifat Tuhan.

Tawadhu-nya orang yang berbuat maksiat dan perasaan hina dan takut kepada Allah, itu lebih utama daripada takabbur-nya orang alim atau orang yang ‘abid.

Ibnu Athaillah membesarkan hati orang yang telah berbuat dosa agar tidak putus asa terhadap ampunan Allah.

Bahkan orang yang berdosa namun bertobat dengan penuh rasa hina dihadapan Allah itu dinilai lebih baik, dibanding orang yang ahli ibadah yang merasa paling hebat, suci, mulia dan sombong dengan ibadahnya.

RasuluLlah bersabda, “Jikalau kalian tak pernah berbuat dosa, niscaya yang paling saya takutkan pada kalian adalah yang lebih dahsyat lagi, yaitu ‘ujub (kagum pada diri sendiri).” (HR Imam Ahmad)

Jangan meniru non muslim

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ , قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ : فَمَنْ
“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669).
ADA 4 ORANG Di DUNIA INI .... ANDA TERMASUK YANG MANA ?
=======

1. Orang yang meraih dunia, dengan mengorbankan akhiratnya... maka, itu sebuah kerugian, karena dia mengorbankan kenikmatan yang sangat berharga, untuk mendapatkan kenikmatan yang sangat murah, dan ini banyak terjadi dan bukan hal yang hebat, meski banyak orang terkecoh dengannya.. karena banyaknya propaganda konsep kapitalis ini.

2. Orang yang tidak meraih dunia, padahal sudah mengorbankan akhiratnya... maka, ini sungguh kerugian yang paling nyata, susah di dunia, tersiksa di akhirat... Ini juga banyak kita dapati di sekeliling kita, banyak orang yang sudah miskin dunia, tapi dia juga tidak memperhatikan akhiratnya... Semoga Allah melindungi kita darinya.

3. Orang yang meraih sedikit dunia, namun dia juga menjaga akhiratnya, dengan tidak melanggar syariatNya... maka, ini sudah merupakan keuntungan yang besar, karena dia seperti orang yang mengorbankan sesuatu yang sangat murah, untuk meraih sesuatu yang sangat berharga.

4. Orang yang meraih dunia bersama dengan akhiratnya... maka, inilah keuntungan yang hebat dan istimewa, hanya sedikit orang yang bisa mendapatkannya... Karena di saat dunia leluasa menggodanya, dia masih tetap tegar untuk memanfaatkannya dalam jalan-jalan kebaikan.

Saya yakin banyak yang ingin menjadi orang keempat ini... tapi itulah, sesuatu yang istimewa, pasti banyak disukai, karena hal itu susah didapatkan... Kalau itu mudah diraih, tentu bukan hal yang istimewa lagi.

Oleh karenanya, mari berjuang untuk meraihnya, semoga Allah memberikan taufiqNya kepada kita semua... Aamiin.
                                                                                                                   ⏩ Silahkan disebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya. Barakallah fikum.                                          
✒ ?Ditulis oleh Ust. Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA حفظه الله تعالى