SELAMAT DATANG DAN SELAMAT MENIKMATI, SEMOGA BERMANFAAT

Rabu, 08 Januari 2020

REZEKI YANG TIDAK DISADARI

Dulu, saya mengira sholat dhuha, sholat tahajjud, membaca Al Qur'an dan membaca zikir itu dapat menjadi penyebab terbukanya  pintu rezeki (dapat kekayaan harta).

Padahal justru ibadah-ibadah itu sndiri adalah rezeki.

Karena yg saya pahami bahwa rezeki itu adalah berwujud uang, gaji yg besar, banyak order , banyak job, urusan kerjaan lancar, banyak tabungan di bank, punya banyak aset, seperti kendaraan, properti disana-sini

Intinya rezeki itu adalah: "HARTA"

Namun setelah mencari tahu lebih dalam tentang apa makna rezeki dalam Islam, ternyata saya salah besar

Bahwa ternyata, langkah kaki yang dimudahkan untuk hadir ke majelis ilmu, itu adalah rezeki.

Langkah kaki yg dimudahkan untuk shalat berjamaah di masjid adalah rezeki.

Hati yg Allah jaga jauh dari sifat iri hati, dengki, dan kebencian, adalah rezeki.

Punya temen yang sholeh dan saling mengingatkan dalam kebaikan, itu juga rezeki.

Saat keadaan sulit serta penuh keterbatasanpun itu juga rezeki, karena mungkin jika kita dalam keadaan sebaliknya justru akan membuat kita condong bersikap kufur, sombong, angkuh dan bisa lupa diri.

Punya orang tua yang sakit-sakitan, ternyata itu adalah rezeki, karena itu  merupakan ladang amal pembuka pintu surga bila kita tulus Ikhlas mengurusnya.

Tubuh yang sehat adalah rezeki.
Bahkan saat diuji dengan sakit, itu juga bentuk lain dari rezeki karena sakit adalah penggugur dosa.

Dan mungkin akan ada jutaan list lainnya bentuk2 rezeki yang kita tidak sadari.

Suami istri dan anak2 sehat itu rezeki, anak-anak dapat bersekolah lancar itu rezeki.

Hidup rukun sama tetangga itu juga rezeki.

Bahkan bila Anda mendapatkan kiriman kajian tausiah keagamaan yg mengajak dan mengingatkan tentang kebajikan, itu juga rezeki, karena Anda akan mendapatkan ilmu darinya.

Punya sahabat seperti di grup ini yg saling mengingatkan juga rejeki

Justru yang harus kita waspadai adalah ketika hidup kita serba berkecukupan, penuh dengan kemudahan dan kesenangan, padahal begitu banyak hak Allah yang belum mampu atau tidak kita tunaikan.

Astaghfirullah

 ۚ ﻭَﻣَﺎ ٱﻟْﺤَﻴَﻮٰﺓُ ٱﻟﺪُّﻧْﻴَﺎٓ ﺇِﻻَّ ﻣَﺘَٰﻊُ ٱﻟْﻐُﺮُﻭﺭِ

"Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu" (Al-Hadid - 57:20)

Semoga bermanfaat.
Aamiin.

Rabu, 01 Januari 2020

💡 *_PESAN POSITIF HARIAN_* 💡
_Edisi : Selasa, 31 Desember 2019_
=========

*TAHUN BARU?? APANYA YANG BARU…??*

Akhi, Ukhti, tahun baru..
Ada apa sebenarnya dgn tahun baru?
Untuk siapakah tahun baru?
Emang apanya yg baru?

Seringkali terjadi pembodohan publik.. Sesuatu yg buruk akan dianggap baik dgn propaganda yg tiada henti (PENCITRAAN).

Sehingga terbentuklah opini publik bahwa itu adalah hal yg baik.
Begitu pula dgn tahun baru.

COBA KAU GUNAKAN AKAL SEHATMU..

Ingatlah bahwa tidak ada yg baru..
Tempat kerjamu tetap yg lama..
Tempat sekolahmu juga sama..
Istri atau suamimu juga tidak baru..
Anak-anakmu juga masih yg lama..
Rumahmu juga tetap yg dahulu..
Teman-teman dan sohib juga sama..
Gajimu juga tetap..

TERUS APANYA YANG BARU?

Sebagian umat islam turut dalam perayaan tahun baru dgn berbagai cara..
Ada yg tenggelam dalam acara² tidak berguna..
Ada yang menggunakannya untuk bermuhasabah..
Ada yang berkumpul berdoa dan berdzikir..

Ketahuilah..
Pada malam tahun baru itu tidak ada peristiwa apapun, sehingga kau harus bersikap atau bertindak.

"Tidak ada yg istimewa, tidak padamu, tidak pada negaramu, tidak pada keluargamu.."

TIDAK ADA APA-APA PADA MALAM TAHUN BARU, LAA SYAI'I..

Kita saja yg tertipu OLEH MEDIA..
Laluilah malam tahun baru seperti biasa..

KARENA PADA MALAM TAHUN BARU MEMANG TIDAK ADA PERISTIWA APA-APA..

Orang yg cerdas adalah orang yg berusaha untuk berada di depan dan tidak mau menjadi ekor, dia menjadi dirinya sendiri.
Maka kau jangan menjadi ekor karena tugas ekor itu menutupi aib dan kotoran serta mengusir serangga.

Sudah saatnya yang mengaku islam untuk kembali kepada ISLAM..

✍🏻 Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA (Via Telegram Channel IslamDiaries)
_Reposted by :_ @pesanpositifharian

         •┈┈┈┈• ❀ 💫⭐💫 ❀ •┈┈┈┈•

*BOLEH DI-SHARE* dengan tanpa menambah, mengurangi, mengubah dan menghilangkan sumbernya.
________
Follow akun IG @pesanpositifharian
Channel telegram https://t.me/pesanpositif
Join Grup FB Pesan Positif Harian
Gabung Grup WA :
📲 089666148616
(Simpan nomornya, Kirim via WA dengan format : Daftar#Nama#L/P#Kota).

Kamis, 17 Oktober 2019

KALIMAT2 QUOTES KU

1. kalau rezeki gk kemana, klw udh milik yg terxatat pasti akan dtg

2, mw beli sesuatu yg mahal klw udh rezeki dtg aja 

3, klw mw anak pun dgn segala yg ada pasti bisa jadi
yakinlsh...,semudi rancang Allah swt
Pisau yg lama tak kau asah akan tumpul.
Lantai yg lama tak kau bersihkan akan berdebu.
Baju yg lama tak kau cuci akan kusam.
Begitu pula Ayat2 Al Qur'an yg telah kau hafalkan lama tak kau ulang2i  akan bercerai berai dan menyelinap entah kemana. Kau akan bersusah payah mengumpulkannya kembali. 
Usahakanlah agar keakrabanmu dengan Al Qur'an selalu kau jaga dengan selalu mengulang  membaca. 
Kerlipan cahaya Al Qur'an akan menerangimu kembali.
*_Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

GURU YANG MURAH HATI

Dulu saat saya masih sekolah smp dan sma selalu ada saja guru yang terkenal murah hati. Jadi gini, kalau guru tersebut kasih soal ulangan berbentuk essay, kita isi saja tulis sepanjang-panjangnya jawaban yang mendekati, walaupun asli nya kita gak tau jawaban sebenarnya.

Istilahnya kita "mengarang bebas" aja. Nanti saat dikoreksi sama si guru, jawaban kita walaupun salah tetap diberi poin sedikit. Istilahnya tetap dapat "upah nulis". Daripada lembar jawaban kita kosong, justru gak dapat poin sama selali.

Saudara juga ingat kan tipe guru yang seperti ini selalu ada saja saat kita sekolah ? Padahal jawaban nya salah, tapi karena si murid sudah ada kemauan untuk menjawab, tetap saja guru memberi poin. Ini namanya guru yang murah hati.

Saudara, jika manusia saja bisa sepemurah itu, tentu Allah lebih berhak lagi untuk pemurah kepada kita hambaNya. Karena itu perlu sekali kita berbaik sangka kepada Allah.

Lihatlah shalat kita tidak khusyu, lihat istigfar kita irit sekali gak sebanding dengan dosa yang jumlahnya sangat boros, harusnya kalau kita menilai dari sudut pandang manusianya, ibadah kita gak mungkin diterima.

Disinilah pentingnya kita tempatkan akhlak kita berbaik sangka (husnuzon) kepada Allah Yang Maha Pemurah.

Itu sebabnya guru saya selalu berpesan, "jangan kamu abaikan dua hal; husnuzon kepada Allah, dan husnuzon kepada manusia".

Wassalam.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita !

✍🏻 Ustadz Arafat

https://t.me/semangatsubuh

*_Selamat menunaikan ibadah shalat subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Senin, 19 Agustus 2019

*Materi Tayang AIHQ*
*DK PSDM ODOJ*

🏡Oase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Kamis, 09 Mei 2019


*Pejuang kehidupan*
Oleh: zidniya Nura Qonita @qoqokrans


Hidup..
Hidup bukan sekedar makan,
Tapi hidup tentang bagaimana menjadi pemenang peradaban.


Hidup memang tak seindah yang kita bayangkan.
Karena hidup butuh perjuangan dan pengorbanan.

Hidup bukanlah kita yang menentukan hasilnya, karena semua terletak pada kehendak-Nya.
Tugas kita mengoptimalkan segala daya upaya.

Lelah kita jadi ukuran
kerja keras kita jadi patokan
Begitu juga...
Seberapa sering ibadah kita tegakkan.
Seberapa kuat nafsu kita tinggalkan.
Dan seberapa sabar kita menanti keberhasilan.

Hidup itu memang sukar, bak jalan setapak dengan semak belukar.
Penduduk akhir zaman pun sering ingkar.
Dengan apa yang mereka janjikan.
Tapi bukan apa yang sudah mereka lakukan.

Mereka pun seakan lupa akan kehidupan yang sejati.
Kehidupan yang membuat hidup manusia akan abadi.
Sudah seharusnya mereka memulai.
Untuk menjauh dari dunia fana
dan berkenalan dengan kehidupan baka.
Mereka pun harus bersiap untuk menyambut hari dimana nafas tak lagi ada.

Itulah sejatinya pemenang peradaban.
Yang siap dan mampu menggapai ridho Sang Pengusa Kehidupan.



◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/434/09/05/2019
oaseodoj@gmail.com
🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸
[DOA NABI AYYUB]
#RamadhanProject
#Onedayonejuz
#1440H

Nabi Ayyub berasal dari Rum (Romawi), beliau adalah Ayyub bin Mush bin Razah bin Al-‘Ish bin Ishaq bin Ibrahim Al-Khalil. Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Ishaq dalam kitab Tarik Ath-Thabari. Ada juga ulama yang menyebutkan bahwa nama beliau adalah Ayyub bin Mush bin Raghwil bin Al-‘Ish bin Ishaq bin Ya’qub.

Kisah beliau diabadikan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya,

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ (83) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ وَآَتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَى لِلْعَابِدِينَ (84)
“Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Rabbnya: “(Ya Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Rabb Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (QS. Al-Anbiya’: 83-84

Ibnu Syihab mengatakan bahwa Anas menyebutkan bahwa Nabi Ayyub mendapat musibah selama 18 tahun. Wahb mengatakan selama pas hitungan tiga tahun. Ka’ab mengatakan bahwa Ayyub mengalami musibah selama 7 tahun, 7 bulan, 7 hari. Al-Hasan Al-Bashri menyatakan pula selama 7 tahun dan beberapa bulan. (Lihat Tafsir Al-Baghawi, 17: 181, juga lihat riwayat-riwayat dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 5: 351).


▶Sumber rumaysho.com
*Materi Tayang AIHQ*
*DK PSDM ODOJ*

🏡Oase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Senin, 13 Mei 2019


*Cinta Tak Sekedar Hasrat*
Oleh: @rochma_yulika


Berbincang tentang cinta.
Tak mengenal batas usia.
Tidaklah tua muda pun asyik membicarakannya.

Cinta itu karunia.
Bila hati merasakannya dengan berbunga-bunga.
Namun cinta akan jadi petaka.
Bila jiwa merasakan duka derita.

Berharap cinta kan mewarnai hidup kita.
Hingga yang sedih berubah gembira.
Yang berselisih menjadi bersaudara.
Dan yang merana berangsur mereda.

Bila hati tumbuh rasa cinta.
Janganlah salah kita menempatkannya.
Cinta hakiki bersandar pada Sang Maha Pecinta.
Agar dosa terhindar dari diri kita.

Cinta kita tak sekedar hasrat.
Cinta kita tak berbalut maksiat.
Namun cinta kita berlandas syariat.
Hingga lahirlah pribadi yang taat.
Syukur terpanjat bila karunia cinta kita dapat.
Hati manusia tak lagi ada yang tersekat.
Bahkan jiwa yang menjauh kini mendekat.
Yang ikatannya merenggang kembali erat.

Biarkan cinta menumbuh indah.
Selayak kembang yang sedang merekah.
Sirami dengan akhlakul karimah.
Sehidup sesurga tak akan terpisah.

Jangan biarkan cinta membawa kita pada jalan yang sesat.
Akan merugi kelak di akhirat.
Kita pun akan menjadi hamba yang terlaknat.
Tak akan terlepas dari panas neraka yang menjerat.

Mari kita benahi diri.
Menjadi pribadi yang berbudi.
Pemilik cinta sejati.
Bersumber dari Ilahi Rabbi.



◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/435/13/05/2019
oaseodoj@gmail.com
🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸
[DOA NABI IBRAHIM]
#RamadhanProject
#Onedayonejuz
#1440H

 رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّآ ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ وَتُبْ عَلَيْنَآ ۖ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

"Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Dan terimalah taubat kami, sungguh, Engkaulah Yang Maha Menerima taubat, Maha Penyayang."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 127-128)

Doa ini masih merupakan rangkaian doa Nabi Ibrahim. Saat itu, Nabi Ismail putra Nabi Ibrahim telah lahir. Allah SWT kemudian memerintahkan Nabi Ibrahim dan putranya untuk membangun rumah untuk mengingat Allah SWT, baitullah. Walaupun sebenarnya ahli tafsir memiliki pendapat yang berbeda terkait tafsiran “meninggikan dan membangun baitullah”.

Melalui angin, Allah SWT menunjukkan letak penempatan pembangunan rumah tersebut. Pada akhirnya, angin utusan Allah SWT berhenti di Mekah. Kemudian, Nabi Ibrahim mulai membangun rumah dan meletakkan batu fondasi.


Ibnu Abbas berkata bahwa ka’bah dibangun dari tujuh gunung, yaitu Thur Sina, Thur Zaita, Lubnan, al-Judi dan Hira. Beberapa ulama berpendapat bahwa ka’bah sudah pernah dibangun pada masa Nabi Adam, kemudian terjadi banjir besar pada masa Nabi Nuh hingga hilang tanda letaknya baitullah. Maka dibangun lagi pada zaman Nabi Ibrahim.
Setelah proses pembangunan selesai, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail berdoa memohon supaya amal ibadah yang sudah dilakukan dapat diterima oleh Allah SWT.


Doa ini menjadi tuntunan doa bagi umat manusia jika melakukan suatu perbuatan baik maka hendaklah berdoa kepada Allah SWT supaya perbuatan tersebut diterima di sisiNya. Beberapa ulama menambahkan bahwa sudah sepantasnya rasa takut seseorang akan tidak diterimanya amalan-amalan. Sehingga sangat dianjurkan untuk berdoa meminta amalan diterima oleh Allah SWT.

Sumber arrahmah.co.id
[DOA NABI ADAM]
#RamadhanProject
#Onedayonejuz
#1440H

Doa Taubat Nabi Adam

Ketika itu Adam dan Hawa’ sangat menyesal sekali karena telah bermaksiat kepada Allah, segeralah keduanya bertobat dan beristighfar, keduanya berkata,

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

"Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.


Murkanya Allah usai melihat Nabi Adam dan Siti Hawa melakukan sesuatu hal yang dilarang, membuat Allah menghukum keduanya utnuk turun ke bumi secara terpisah.
Dan di sinilah adanya taubat nasuha. Nabi Adam bertaubat kepada Allah agar diampuni semua dosa-dosanya dan ingin dipertemukan kembali dengan Hawa. Pun Hawa melakukan hal yang sama.

Dalam suatu riwayat, Nabi Adam membaca doa ini selama 40 tahun lamanya

Sebuah pelajaran besar bagi kita, untuk jangan pernah lelah memohon ampunan kepada Allah, kapanpun sampai ajal menjemput

Wallahu a'lam bishowwab
📖 MEMBACA AL-QUR'AN DI LISAN

❅ https://t.me/MuliaDenganSunnah

Imam bin Baz رحمه الله berkata :

"Seseorang yang membaca al-Qur'an dalam hati semata tanpa menggerakkan bibirnya tidaklah dianggap sebagai qaari' (pembaca). Dan dia tidak memperoleh pahala qiraa'ah (bacaannya). Kecuali jika dia melafalkan al-Qur'an tersebut dengan lisannya sekalipun tidak didengar oleh orang di sebelahnya.

Hal itu berdasarkan kepada sabda Nabi ﷺ : "BACALAH oleh kalian al-Qur'an, karena kelak dia akan datang pada hari Kiamat sebagai syafa'at bagi orang yang membacanya" (HR. Muslim no. 1337) (Majmu' Fatawa Syaikh bin Baaz XXIV/356)

Bukankah Nabi ﷺ telah memerintahkan untuk membaca al-Qur'an dengan suara yang indah, yang berarti itu keluar dari lisan dan bukan sekedar di dalam hati ?

Dari Abu Lubababh Basyir bin ‘Abdul Mundzir radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda : "Tidak termasuk golongan kami, seseorang yang tidak mau memperindah suaranya ketika membaca al-Qur’an" (HR. Abu Dawud no. 1469 dan Ahmad I/175)

Yang dimaksud adalah membaguskan suara dalam membaca al-Qur’an, sebagaimana disebutkan dalam hadits : زَيِّنُوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ "Hiasilah al-Qur’an dengan suara kalian" (HR. Abu Dawud no.1468 dan an-Nasaa'i no.1016)

Imam al-Utsaimin رحمه الله berkata :

"Qira’ah (membaca ayat al-Qur'an) itu harus dengan lisan. Apabila seseorang membaca bacaan-bacaan shalat dengan hati saja, maka ini tidak dibolehkan. Demikian juga bacaan-bacaan yang lain, tidak boleh hanya dengan hati. Namun harus menggerakkan lisan dan bibirnya, barulah disebut sebagai aqwal (perkataan). Dan tidak dikatakan aqwal, jika tanpa lisan dan bergeraknya bibir" (Majmu’ Fatawa Ibnu ‘Utsaimin XIII/156)

Tetapi, apabila seseorang telah membaca al-Qur'an dengan hatinya semata, maka dia mendapatkan pahala dari sisi hadirnya hati karena dianggap sedang tadabbur al-Qur'an, dan bukanlah karena bacaannya yang akan diberikan pahalanya perhuruf.

✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar
https://telegram.me/najmiumar

✒ Editor : Admin Asy-Syamil.com

📡 Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini , semoga bermanfaat.
Jazakumullahu khoiron.

•═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•
📮CHANNEL MULIA DENGAN SUNNAH
🌐 https://t.me/MuliaDenganSunnah
🔄 https://t.me/RisalahSunnah
👥 https://bit.ly/JoinGrupKami
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
💠️ FB : https://goo.gl/tJdKZY
🛰 App : bit.ly/AsySyamilApp
📱 Admin : 081381173870
Sdrku... Mari sejenak bertafakur untuk mengenang wafatnya ibunda kita /umat muslim *Siti* *Khadijah* istri kesayangan Rosulullah Muhammad saw. Semoga menjadi ibroh kita dan menambah keimanan. ( berulang saya membacanya selalu 😭😭😭)

*DETIK-DETIK WAFATNYA SITI KHADIJAH, ISTRI TERCINTA RASULULLAH*

Siti Khadijah adalah istri pertama Rasulullah. Orang yang pertama kali beriman kepada ALLAH dan kenabian Rasulullah. Orang yang sangat berjasa bagi dakwah Rasulullah dan penyebaran agama Islam.

Siti Khadijah wafat pada hari ke-11 bulan Ramadlan tahun ke-10 kenabian, tiga tahun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Khadijah wafat dalam usia 65 tahun, saat usia Rasulullah sekitar 50 tahun.

PERMINTAAN TERAKHIR

Diriwayatkan, ketika Khadijah sakit menjelang ajal, Khadijah berkata kepada Rasululllah SAW,

Aku memohon maaf kepadamu, Ya Rasulullah, kalau aku sebagai istrimu belum berbakti kepadamu.

Jauh dari itu ya Khadijah. Engkau telah mendukung dawah Islam sepenuhnya, jawab Rasulullah

Kemudian Khadijah memanggil Fatimah Azzahra dan berbisik,

Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba, yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, aku malu dan takut memintanya sendiri, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa untuk menerima wahyu agar dijadikan kain kafanku.

Mendengar itu Rasulullah berkata,

Wahai Khadijah, ALLAH menitipkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di surga.

Ummul mukminin, Siti Khadijah pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Rasulullah. Didekapnya istri Beliau itu dengan perasaan pilu yang teramat sangat. Tumpahlah air mata mulia Beliau dan semua orang yang ada disitu.

KAIN KAFAN DARI ALLAH

Saat itu Malaikat Jibril turun dari langit dengan mengucap salam dan membawa lima kain kafan. Rasulullah menjawab salam Jibril dan kemudian bertanya,

Untuk siapa sajakah kain kafan itu, ya Jibril?

Kafan ini untuk Khadijah, untuk engkau ya Rasulullah, untuk Fatimah, Ali dan Hasan jawab Jibril. Jibril berhenti berkata dan kemudian menangis.

Rasulullah bertanya, Kenapa, ya Jibril?

Cucumu yang satu, Husain tidak memiliki kafan, dia akan dibantai dan tergeletak tanpa kafan dan tak dimandikan sahut Jibril.

Rasulullah berkata di dekat jasad Khadijah,

Wahai Khadijah istriku sayang, demi ALLAH, aku takkan pernah mendapatkan istri sepertimu. Pengabdianmu kepada Islam dan diriku sungguh luar biasa. ALLAH maha mengetahui semua amalanmu.

"Semua hartamu kau hibahkan untuk Islam. Kaum muslimin pun ikut menikmatinya. Semua pakaian kaum muslimin dan pakaianku ini juga darimu.

"Namun begitu, mengapa permohonan terakhirmu kepadaku hanyalah selembar sorban?

Tersedu Rasulullah mengenang istrinya semasa hidup.

Seluruh kekayan Khadijah diserahkan kepada Rasulullah untuk perjuangan agama Islam. Dua per tiga kekayaan Kota Mekkah adalah milik Khadijah. Tetapi ketika Khadijah hendak menjelang wafat, tidak ada kain kafan yang bisa digunakan untuk menutupi jasad Khadijah.

Bahkan pakaian yang digunakan Khadijah ketika itu adalah pakaian yang sudah sangat kumuh dengan 83 tambalan diantaranya dengan kulit kayu.

Rasulullah kemudian berdoa kepada ALLAH.

Ya ALLAH, ya Ilahi Rabbi, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Khadijahku, yang selalu membantuku dalam menegakkan Islam. Mempercayaiku pada saat orang lain menentangku. Menyenangkanku pada saat orang lain menyusahkanku. Menentramkanku pada saat orang lain membuatku gelisah. Oh Khadijahku sayang, kau meninggalkanku sendirian dalam perjuanganku. Siapa lagi yang akan membantuku?

Tiba-tiba Ali berkata, Aku, Ya Rasulullah!

PENGORBANAN SITI KHADIJAH SEMASA HIDUP

Dikisahkan, suatu hari ketika Rasulullah pulang dari berdakwah, Beliau masuk ke dalam rumah. Khadijah menyambut, dan hendak berdiri di depan pintu. Ketika Khadijah hendak berdiri, Rasulullah bersabda,

Wahai Khadijah tetaplah kamu ditempatmu.

Ketika itu Khadijah sedang menyusui Fatimah yang masih bayi.

Saat itu seluruh kekayaan mereka telah habis. Seringkali makananpun tak punya. Sehingga ketika Fatimah menyusu, bukan air susu yang keluar akan tetapi darah. Darahlah yang masuk dalam mulut Fatimah r.a.

Kemudian Beliau mengambil Fatimah dari gendongan istrinya lalu diletakkan di tempat tidur. Rasulullah yang lelah seusai pulang berdakwah dan menghadapi segala caci maki dan fitnah manusia itu lalu berbaring di pangkuan Khadijah.

Rasulullah tertidur. Ketika itulah Khadijah membelai kepala Rasulullah dengan penuh kelembutan dan rasa sayang. Tak terasa air mata Khadijah menetes di pipi Rasulullah. Beliau pun terjaga.

Wahai Khadijah Mengapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku, Muhammad? tanya Rasulullah dengan lembut.

Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan. Namun hari ini engkau telah dihina orang. Semua orang telah menjauhi dirimu. Seluruh kekayaanmu habis. Adakah engkau menyesal wahai Khadijah bersuamikan aku, Muhammad?" lanjut Rasulullah tak kuasa melihat istrinya menangis.

Wahai suamiku. Wahai Nabi ALLAH. Bukan itu yang kutangiskan." jawab Khadijah.

"Dahulu aku memiliki kemuliaan. Kemuliaan itu telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku adalah bangsawan. Kebangsawanan itu juga aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan. Seluruh kekayaan itupun telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya.

"Wahai Rasulullah. Sekarang aku tak punya apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini. Wahai Rasulullah. Sekiranya nanti aku mati sedangkan perjuanganmu ini belum selesai, sekiranya engkau hendak menyebrangi sebuah lautan, sekiranya engkau hendak menyebarangi sungai namun engkau tidak memperoleh rakit pun atau pun jembatan.

"Maka galilah lubang kuburku, ambilah tulang belulangku. Jadikanlah sebagai jembatan untuk engkau menyebrangi sungai itu supaya engkau bisa berjumpa dengan manusia dan melanjutkan dakwahmu.

"Ingatkan mereka tentang kebesaran Allah. Ingatkan mereka kepada yang hak. Ajak mereka kepada Islam, wahai Rasulullah.

Karena itu, peristiwa wafatnya Siti Khadijah sangat menusuk jiwa Rasulullah. Alangkah sedih dan pedihnya perasaan Rasulullah ketika itu karena dua orang yang dicintainya yaitu istrinya Siti Khadijah dan pamannya Abu Thalib telah wafat.

Tahun itu disebut sebagai Aamul Huzni (tahun kesedihan) dalam kehidupan Rasulullah.

Ilaa hadlratin Nabiyyil musthafa, wa ilaa Khadijah al Kubra, al Fatihah.

Tulisan Ustadz Zainul Hakim pada WA group Masjid Al Istiqomah.

Kitab Al Busyro, yang ditulis Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliky al Hasani.

Jika antum mau share niatkanlah dengan baik mudah-mudahan bisa jadi obat bagi masalah antum dan kita semua.

Share by.
https://tinyurl.com/Gabung-AQ

JANGAN TERHENTI.. ambil peluang kebaikan dg share meski hanya ke 1 grup atau 3 nomor saja
Syukran.. Jazakumullah
[DOA NABI ISA]
#RamadhanProject
#Onedayonejuz
#1440H

Doa Memohon Rezeki

قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَآ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ السَّمَآءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِّأَوَّلِنَا وَءَاخِرِنَا وَءَايَةً مِّنْكَ ۖ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرّٰزِقِينَ

"'Isa putra Maryam berdoa, Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami ataupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; berilah kami rezeki, dan Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 114)


Pada satu kesempatan Nabi Isa sedang berkumpul bersama para pengikutnya di tempat ibadah. Mereka meminta Nabi Isa supaya menurunkan makanan dan minuman dari langit. Secara kebetulan, orang-orang yang tidak percaya dengan kenabian Isa mengetahui permintaan itu. Rupanya mereka ingin membuktikan sendiri secara kasat mata kehebatan Nabi Isa. Akhirnya mereka meminta izin ikut bergabung dengan umat Nabi Isa.

Nabi Isa berdiri, lalu melangkahkan kakinya. Ia meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya, kemudian menundukkan kepala untuk memulai bermunajat. ”Ya Allah Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit.” Saking khusu’nya berdoa, sampai-sampai ia menangis dan air matanya memasahi jenggotnya yang panjang

Seketika turunlah makanan besar dari celah dua awan: satu awan di atasnya, satu awan di bawahnya. Saat itu orang-orang melihatnya penuh takjub. Nabi Isa melanjutkan doanya, “Ya Allah Tuhan kami, jadikanlah makanan ini sebagai rahmat dan jangan menjadi fitnah bagi kami.”

Makanan dari langit itu turun di hadapan Nabi Isa. Aroma dan baunya sangat harum, menggoda lidah siapa saja untuk segera menyantapnya. Nabi Isa tersungkur dalam keadaan sujud syukur yang diikuti oleh umatnya. Setelah itu mereka makan bersama. Bahkan orang-orang yang semula tidak percaya dengan Nabi Isa langsung meyakini ajaran-ajarannya. Sementara bagi pengikut Nabi Isa, mukjizat ini semakin mempertebal keimanannya kepada Allah SWT. Dikisahkan, makanan itu tidak habis-habis, meski dimakan oleh ribuan orang.

▶sebuah pelajaran besar bagi kita umat muslim untuk bahwa hanya kepada Allah-lah kita memohon rezeki, bukan kepada sesembahan lain yang sama-sama ia adalah makhluk
❤kisah menjelang tidur ❤

*❣"ALLOHUmma Sholli ala Sayyidina Mohammad wa ala Aali Sayyidina Mohammad..."❣*

😭😭😭😭😭😭😭
*"Cerita Yang Tak Pernah Ada Bosannya Dan Sangat Teramat Mengharukan..."*
😭😭😭😭😭

*Assalamu Alaikum Wr. Wb...*

Kisah ini terjadi pada diri Rosululloh SAW sebelum wafat.
Rosululloh SAW telah jatuh sakit agak lama, sehingga keadaan beliau sangat lemah.

Pada suatu hari, Rosululloh SAW meminta Sayyidina Bilal memanggil semua Sahabat datang ke Masjid. Tidak lama kemudian, penuhlah Masjid dengan para Sahabat.
Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendapat Taushiyah dari Rosululloh SAW.

Beliau duduk dengan lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat,
menahan sakit yang tengah dideritanya.

Kemudian Rosululloh SAW bersabda : "Wahai  sahabat-sahabatku semua. Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kepadamu,
bahwa sesungguhnya ALLOH SWT itu adalah satu-satunya TUHAN yang layak dan berhak serta wajb disembah...??? "

Semua Sahabat menjawab dengan suara bersemangat,
"Benar duhai Rosululloh,
Engkau telah sampaikan kepada kami bahwa sesungguhnya ALLOH SWT adalah satu-satunya TUHAN yang layak dan berhak serta wajib disembah."

Kemudian Rosululloh SAW bersabda :
"Persaksikanlah ya ALLOH... Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada mereka."

Kemudian Rosululloh SAW bersabda lagi,
dan setiap apa yang Rosululloh sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat.

Akhirnya sampailah pada satu pertanyaan yang menjadikan para Sahabat sedih dan terharu.

Rosululloh SAW bersabda :
"Sesungguhnya,
aku akan pergi menemui ALLOH SWT,
Dan sebelum aku pergi,
aku ingin menyelesaikan segala urusan dengan manusia.
Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua.
Adakah aku berhutang kepada kalian...?
Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut.
Karena aku tidak mau bertemu dengan ALLOH SWT dalam keadaan berhutang dengan manusia."

Ketika itu semua para Sahabat diam,
dan dalam hati masing-masing berkata "Mana ada Rosullulloh SAW berhutang dengan kita...? Kamilah yang banyak berhutang kepada Rosululloh".

Rosululloh SAW mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali.

Tiba-tiba bangun seorang lelaki yg bernama UKASYAH, seorang sahabat, mantan preman sebelum masuk Islam, dan dia berkata :

"Duhai Rosululloh...
Aku ingin sampaikan masalah ini.
Seandainya ini dianggap hutang,
Maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa".

Rosululloh SAW berkata: "Sampaikanlah wahai Ukasyah".

Maka Sayyidina Ukasyah pun mulai bercerita :
"Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, suatu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cemeti ke belakang kuda.
Tetapi cemeti tersebut tidak kena pada belakang kuda, tapi justeru terkena pada dadaku, karena ketika itu aku berdiri dibelakang kuda yang engkau tunggangi duhai Rosululloh".

Mendengar itu,
Rosululloh SAW berkata : "Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah. Kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yang sama."

Dengan suara yang agak tinggi, Sayyidina Ukasyah berkata : "Kalau begitu aku ingin segera melakukannya duhai Rosululloh."

Sayyidina Ukasyah seakan-akan tidak merasa bersalah mengatakan demikian.

Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak marah kepada Sayyidina Ukasyah.
"Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah. Bukankah Rosululloh sedang sakit...??!!!

Sayyidina Ukasyah tidak menghiraukan semua itu.
Rosululloh SAW meminta Sayyidina Bilal mengambil cambuk di rumah Sayyidah Fatimah, Putrinya.

Sayyidina Bilal meminta cambuk itu dari Sayyidah Fatimah,
Kemudian Sayyidah Fatimah bertanya : "Untuk apa Rosululloh meminta cambuk ini wahai Bilal...?"

Sayyidina Bilal menjawab dengan nada sedih: "Cambuk ini akan digunakan Ukasyah untuk memukul Rosululloh."

Terperanjat dan menangislah Sayyidah Fatimah, seraya berkata:
"Kenapa Ukasyah hendak memukul Ayahku Rosululloh...?
Ayahku sedang sakit,
kalau mau memukul,
pukullah aku anaknya".

Sayyidina Bilal menjawab : "Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua".

Sayyidina Bilal membawa cambuk tersebut ke Masjid lalu diberikannya kepada Sayyidina Ukasyah.
Setelah mengambil cambuk itu,
Sayyidina Ukasyah menuju ke hadapan Rosululloh SAW.

Tiba-tiba, Sayyidina Abu Bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata : "Ukasyah... kalau kamu hendak memukul,
pukullah aku..!!
Aku adalah orang yang pertama beriman dengan apa yang Rosululloh SAW sampaikan.
Akulah sahabatnya di kala suka dan duka.
Kalau engkau hendak memukul, maka pukullah aku".

Rosululloh SAW bersabda : "Duduklah wahai Abu Bakar.
Ini urusan antara aku dengan Ukasyah".

Sayyidina Ukasyah menuju ke hadapan Rosululloh SAW. Kemudian Sayyidina Umar bin Khattab berdiri menghalangi Sayyidina Ukasyah sambil berkata :

"Ukasyah...
kalau engkau mau mukul, pukullah aku.
Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Mohammad, bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya. Itu dulu. Sekarang, tidak boleh ada seorang pun yang boleh menyakiti Rosululloh Mohammad SAW.
Kalau engkau berani menyakiti Rosululloh,
maka langkahi dulu mayatku..!!"

Lalu dijawab oleh Rosululloh SAW :
"Duduklah wahai Umar. Ini urusan antara aku dengan Ukasyah".

Sayyidina Ukasyah menuju ke hadapan Rosululloh, dan tiba-tiba berdirilah Sayyidina Ali bin Abu Thalib, sepupu sekaligus menantu Rosululloh SAW.

Dia menghalangi Sayyidina Ukasyah sambil berkata : "Ukasyah, pukullah aku saja. Darah yang sama mengalir pada tubuhku ini wahai Ukasyah".

Lalu dijawab oleh Rosululloh SAW :
"Duduklah wahai Ali,
ini urusan antara aku dengan Ukasyah".

Ukasyah semakin dekat dengan Rosululloh SAW. Tiba-tiba tanpa disangka, bangkitlah kedua cucu kesayangan Rosululloh SAW yaitu Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husen.

Mereka berdua memegangi tangan Ukasyah sambil memohon...
"Wahai Paman,
pukullah kami Paman, Kakek kami sedang sakit,
Pukullah kami saja wahai Paman,,
sesungguhnya kami ini Cucu kesayangan Rosululloh SAW.
Dengan memukul kami, sesungguhnya itu sama dengan menyakiti Kakek kami,, wahai Paman."

Lalu Rosululloh SAW berkata : "Wahai Cucu-cucu kesayanganku, duduklah kalian.
Ini urusan kakek dengan Paman Ukasyah".

Begitu sampai di tangga mimbar,
dengan lantang Sayyidina Ukasyah berkata :

"Bagaimana aku mau memukul engkau duhai Rosululloh. Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau mau aku pukul, maka turunlah ke bawah sini..!!"

Rosululloh SAW memang manusia terbaik. Kekasih ALLOH itu meminta beberapa sahabat memapahnya ke bawah. Rosululloh SAW didudukkan pada sebuah kursi, lalu dengan suara tegas Sayyidina Ukasyah berkata lagi :

"Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju,
duhai Rosululloh."

Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Sayyidina Ukasyah.
Tanpa berlama-lama dalam keadaan lemah, Rosululloh SAW membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rosululloh yang sangat indah sedang beberapa batu terikat di perut Rosululloh SAW, pertanda Rosululloh sedang menahan lapar...

Kemudian Rosululloh SAW berkata :
"Wahai Ukasyah,
Segeralah dan janganlah kamu berlebih-lebihan.
Nanti ALLOH SWT akan Murka padamu."

Sayyidina Ukasyah langsung menghambur menuju Rosululloh SAW...  Cambuk di tangannya ia buang jauh-jauh. Kemudian ia peluk tubuh Rosululloh SAW se-erat-eratnya sambil menangis sejadi-jadinya...

Sayyidina Ukasyah berkata :
"Duhai Rosululloh, Ampuni aku,
Maafkan aku;
Mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau duhai Rosululloh. Sengaja aku melakukannya, agar aku dapat merapatkan tubuhku dengan tubuhmu...
Karena Engkau pernah mengatakan "Barang siapa yang kulitnya pernah bersentuhan denganku, maka diharamkan api neraka atasnya."

Seumur hidupku aku bercita-cita dapat memelukmu.
Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka.

Dan sungguh aku takut dengan api neraka.
Maafkan aku duhai Rosululloh..."

Rosululloh SAW dengan senyum berkata :

"Wahai sahabat-sahabatku semua, kalau kalian ingin melihat Ahli Syurga, maka lihatlah Ukasyah..!!"

Semua sahabat menitikkan air mata. Kemudian para sahabat bergantian memeluk Rasulullah SAW.

SEMOGA dengan membaca ini, bila ada air mata, ini membuktikan Kecintaan kita kepada Kekasih ALLOH SWT...

*ALLOHUumma Sholli ala Sayyidina Mohammad.*
*ALLOHUumma sholli alaihi wa Alihi wa Shohbihi wassalam...*

*Semoga ALLOH SWT selalu Mengampuni, Merohmati dan Meridloi kita semua. Aamiin...🤲🏻*

Jangan sampai kisah  ini kalah populer dibanding berita-berita yang bertebaran saat ini... !!
                                                                                    *❤Seluruh dunia mencintai Nabi Mohammad SAW.❤*

*KITA SEMUA UMMAT ROSULULLOH SAW..!!!*

   *ALLOHUMMA SHOLLI ALA SAYYIDINA MOHAMMAD WA ALA AALI SAYYIDINA MOHAMMAD*

*❤اللّٰهم صَلِّ عَلَی سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَی آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدﷺ❤*
🥦🥦🥦🥦🥦
*Kuliah Ramadhan Hari Kesebelas*

AL FATIHAH : PENYEMBUHAN YANG MENCUKUPI

@ Cahyadi Takariawan, Dewan Pembina LazisQu





Surat Al Fatihah dinamakan juga surat Al Kafiyatu Asy Syafiyah.

Al Kafiyah maknanya adalah pencukup, dan Asy Syafiyah berarti penyembuh, karena di dalam surat Al Fatihah terdapat penyembuh yang mencukupi untuk berbagai macam penyakit hati maupun badan.

Para ulama telah menjelaskan, bahwa surat Al Fatihah memiliki faedah yang terkait dengan penyembuhan penyakit ruhani maupun jasmani. Maka setiap muslim yang menegakkan shalat, akan melakukan penyembuhan diri secara rutin melalui bacaan Al Fatihah, apabila isinya dipahami, dihayati dan dilaksanakan dengan benar.

Penyakit apa saja yang bisa disembuhkan melalui Al Fatihah?

Pertama, penyakit hati seperti sombong, riya, ujub, dan lain-lain, dapat disembuhkan dengan Al Fatihah.

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan, “Aku mendengar Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, Iyyaka na’budu merupakan obat dari penyakit riya’, dan Iyyaka nasta’in merupakan obat dari penyakit kesombongan”.

“Maka Iyyaka na’budu dapat menghilangkan penyakit-penyakit hati, dengan mengingatkan seorang hamba akan kedudukan ikhlas yang merupakan semulia-mulianya kedudukan, dan Iyyaka nasta’in menyadarkan seorang hamba akan kefakiran dan kebutuhannya terhadap pertolongan Allah”.

Kedua, Al Fatihah untuk penyembuh penyakit badan.

Hal ini bisa kita pahami berdasarkan hadits dari sahabat Abu Said Al Khudri.

“Bahwa ada sekelompok sahabat Rasulullah Saw dahulu berada dalam perjalanan safar, lalu melewati suatu kampung Arab. Kala itu, mereka meminta untuk dijamu, namun penduduk kampung  tersebut enggan untuk menjamu.

Penduduk kampung tersebut berkata kepada para  sahabat yang mampir, “Apakah di antara kalian ada yang bisa meruqyah karena pembesar kampung tersengat binatang atau terserang demam.” Di antara para sahabat menjawab, “Iya ada.”

Sahabat itu mendatangi pembesar kampung tersebut dan meruqyahnya dengan membaca surat Al-Fatihah. Pembesar kampung itupun sembuh. Sahabat yang membacakan ruqyah tersebut diberikan seekor kambing, namun ia enggan menerimanya, -dan disebutkan- ia mau menerima sampai kisah tadi diceritakan kepada Nabi Saw.

Ia mendatangi Nabi Saw dan menceritakan kisah tadi kepada beliau. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku tidaklah meruqyah kecuali dengan membaca surat Al-Fatihah.” Rasulullah Saw lantas tersenyum dan berkata, “Bagaimana engkau bisa tahu Al-Fatihah adalah ruqyah?”

Beliaupun bersabda, “Ambil kambing tersebut dari mereka dan potongkan untukku sebagiannya bersama kalian” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

“Aku pernah menginap di Makkah selama beberapa saat lalu aku jatuh sakit, aku tidak mendapatkan satupun dokter di sana, maka aku mencoba mengobati diriku sendiri dengan membaca surat Al Fatihah, dan aku dapati perubahan yang sangat menakjubkan, sejak saat itu aku sering memberikan saran kepada orang-orang yang mengeluh akan penyakitnya untuk membaca Al Fatihah dan banyak dari mereka mendapatkan kesembuhan dengan cepat.”

Semoga surat Al Fatihah membawa kita menuju kesehatan ruhani dan jasmani. Mari perbanyak membaca Al Fatihah. Jangan lupa, perbanyak pula sedekah, mumpung ketemu bulan penuh berkah.

Salurkan sedekah anda melalui LAZISQU untuk berbagai aktivitas kebaikan yang sangat luas. Kirim donasi anda melalui Bank Syariah Mandiri 7224-7334-74 a.n. YAYASAN LAZISQU. Informasi LazisQu : 0878 3955 9003. Web : www.lazisqu.or.id. Instagram : @lazisqu.
[DOA NABI LUTH]
#RamadhanProject
#Onedayonejuz
#1440H

Doa ini diucapkan Nabi Luth untuk memohon agar beliau dan keluarganya dipelihara Allah dari tindakan kaumnya yang buruk.

رَبِّ نَجِّنِىْ وَاَهْلِى مِمَّايَعْمَلُوْنَ

"Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan. " (Asy Syu’araa ayat 169)


Nabi Luth adalah anak keponakan dari Nabi Ibrahim. Ayahnya yang bernama Haran (Abara’an) bin Azar adalah saudara kandung dari Ibrahim, ayahnya kembar dengan pamannya yang bernama Nahor. Silsilah lengkapnya adalah Luth bin Haran bin Azara bin Nahur bin Suruj bin Ra’u bin Falij bin ‘Abir bin Syalih bin Arfahsad bin Syam bin Nuh.

Nabi Luth beriman kepada saudara bapaknya (pamannya), yaitu Nabi Ibrahim, yang mendampinginya dalam semua perjalanan. Ketika mereka berada di Mesir mereka mempunyai usaha bersama dalam bidang peternakan yang sangat berhasil. Binatang ternaknya berkembang biak dengan pesat sehingga dalam waktu yang singkat jumlah binatang yang sudah berlipat ganda itu tidak dapat ditampung dalam tempat tersebut. Akhirnya usaha bersama Ibrahim-Luth dipecah dan binatang ternak serta harta milik perusahaan mereka dibagi dan berpisahlah Luth dengan Ibrahim. Luth pindah ke Yordania dan bermukim di sebuah tempat bernama Sadum (Sodom)

Lūth adalah salah satu nabi yang diutus untuk negeri Sadum dan Gomorrah. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 1900 SM. Ia ditugaskan berdakwah kepada Kaum yang hidup di negeri Sadum, Syam Palestina. Namanya disebutkan sebanyak 27 kali dalam Al Qur’an. Ia meninggal di Desa Shafrah di Syam, Palestina

Sumber bacaandoa.com
Hafshah binti Umar bin Khaththab
Hafshah binti Umar bin Khaththab adalah putri seorang laki-laki yang terbaik dan mengetahui hak-hak Allah dan kaum muslimin. Umar bin Khaththab adalah seorang penguasa yang adil dan memiliki hati yang sangat khusyuk. Pernikahan Rasulullah dengan Hafshah merupakan bukti cinta kasih beliau kepada mukminah yang telah menjanda setelah ditinggalkan suaminya, Khunais bin Hudzafah as-Sahami, yang berjihad di jalan Allah, pernah berhijrah ke Habasyah, kemudian ke Madinah, dan gugur dalam Perang Badar. Setelah suami anaknya meninggal, dengan perasaan sedih, Urnar menghadap Rasulullah untuk mengabarkan nasib anaknya yang menjanda. Ketika itu Hafshah berusia delapan belas tahun. Mendengar penuturan Umar, Rasulullah memberinya kabar gembira dengan mengatakan bahwa beliau bersedia menikahi Hafshah.
Jika kita menyebut narna Hafshah, ingatan kita akan tertuju pada jasa-jasanya yang besar terhadap kaum muslimin saat itu. Dialah istri Nabi yang pertama kali menyimpan Al-Qur’an dalam bentuk tulisan pada kulit, tulang, dan pelepah kurma, hingga kemudian menjadi sebuah kitab yang sangat agung.

Pemilik Mushaf yang Pertama
Karya besar Hafshah bagi Islam adalah terkumpulnya Al-Qur’an di tangannya setelah mengalami penghapusan karena dialah satu-satunya istri Nabi yang pandai membaca dan menulis. Pada masa Rasul, Al-Qur’an terjaga di dalam dada dan dihafal oleh para sahabat untuk kemudian dituliskan pada pelepah kurma atau lembaran-lembaran yang tidak terkumpul dalam satu kitab khusus.
Pada masa khalifah Abu Bakar, para penghafal A1-Qur’an banyak yang gugur dalam peperangan Riddah (peperangan melawan kaum murtad). Kondisi seperti itu mendorong Umar bin Khaththab untuk mendesak Abu Bakar agar mengumpulkan Al-Qur’an yang tercecer. Awalnya Abu Bakar merasa khawatir kalau mengumpulkan Al-Qur’an dalam satu kitab itu merupakan sesuatu yang mengada-ada karena pada zaman Rasul hal itu tidak pernah dilakukan. Akan tetapi, atas desakan Umar, Abu bakar akhirnya memerintah Hafshah untuk mengumpulkan Al-Qur’an, sekaligus menyimpan dan memeliharanya. Mushaf asli Al-Qur’an itu berada di rumah Hafshah hingga dia meninggal.
Semoga rahmat Allah senantiasa menyertai Hafshah. dan semoga Allah memberinya tempat yang layak di sisi-Nya. Amin.
Sumber: Dzaujatur-Rasulullah, karya Amru Yusuf, Penerbit Darus-Sa’abu, Riyadh
Artikel www.KisahMuslim.com
_*Sentilan Jiwa 💘*_

_SEDERHANA_

```Sederhana itu memperindah semua.. yang berkuasa mulia, yang jelata bermartabat, yang kaya dicinta, yang miskin terhormat

Sederhana itulah, bukan kemegahan gemerlap, yang lebih mudah mengundang doa-doa yang tulus dan rahasia..danjuga cinta

Sederhana memang membuat kita rendah, di mata para pihak yang mengukur kemuliaan dengan dunia, ia kehinaan semu, tak ada ruginya

Sederhana dalam makan, meringankan badan, sederhana soal pakaian, meringankan perjalanan, sederhana dalam papan, meringankan perjuangan

Sederhana dalam fikir, memudahkan tindakan, sederhana dalam tutur, memudahkan hubungan, sederhana dalam tampil, memudahkan kepemimpinan

Sederhana dalam takut menjauhkan maksiat, sederhana dalam harap menguatkan taat, sederhana dalam cinta melezatkan ibadat

Sederhana di keluarga mengeratkan ikatan, sederhana dalam berteman mengurangi dengki, sederhana dalam bermasyarakat menegaskan hormat.```

~ Ustadz Salim A Fillah ~

💘👌🏻💘👌🏻💘👌🏻💘👌🏻💘👌🏻💘
🍀🌸🌸🌸🍀
*Kuliah Ramadhan Hari Kedelapanbelas*

TASYAHUD AKHIR : MEMINTA PERLINDUNGAN DARI 4 HAL

@ Cahyadi Takariawan, Dewan Pembina LazisQu


Pada raka'at terakhir, usai sujud yang kedua, kita melakukan duduk tasyahud akhir, yang merupakan rukun shalat, sebagaimana penjelasan Imam An Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim.

Cara duduk tasyahud akhir adalah dengan tawarruk, yaitu duduk di lantai, kedua kaki diletakkan di sebelah kanan pinggang, kaki kiri dibentangkan, sedangkan kaki kanan ditegakkan.

Dalam hadits Abu Humaid As Sa’idi Ra beliau berkata:

فإذا جلس في الركعتين جلس على رجلٌه اليسرى، ونصب اليمنى، وإذا جلس في الركعة الآخرة، قدم رجلٌه اليسرى، ونصب الأخرى، وقعد على مقعدته

“Nabi Saw jika duduk dalam salat di dua raka'at pertama beliau duduk di atas kaki kirinya dan menegakkan kaki kanan. Jika beliau duduk di raka,'at terakhir, beliau mengeluarkan kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya dan duduk di atas lantai.” Hadits Riwayat Bukhari no. 828 dan Muslim no. 226.

Bacaan ketika tasyahud akhir sama dengan saat tasyahud awal:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

Namun ditambah dengan:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

“Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad, kama shalaita ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidum majid.Allahumma barik ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad, kama barakta ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidum majid.

Ya Allah, semoga shalawat terlimpah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana shalawat terlimpah kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.Ya Allah semoga keberkahan terlimpah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana engkau berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.” Hadits Riwayat Bukhari no. 6357, Muslim no. 406.

Ditambah lagi dengan doa meminta perlindungan dari empat perkara, sebagaimana hadits dari Abu Hurairah:

إِذَا فَرَغَ أَحَدُكُمْ مِنَ التَّشَهُّدِ الآخِرِ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Jika salah seorang di antara kalian selesai tasyahud akhir (sebelum salam), mintalah perlindungan pada Allah dari empat hal: siksa neraka jahannam, siksa kubur, penyimpangan ketika hidup dan mati, serta kejelekan Al Masih Ad Dajjal.” Hadits Riwayat Muslim no. 588.

Sedangkan doa yang diajarkan oleh Nabi Saw adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَشَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabil qabri, wa ‘adzabin nar, wa fitnatil mahya wal mamat, wa syarri fitnatil masihid dajjal.

Ya Allah, aku meminta perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka, penyimpangan ketika hidup dan mati, dan kejelekan Al Masih Ad Dajjal.” Hadits Riwayat Muslim no. 588.

Setelah itu berdoa dengan doa apa saja yang diinginkan. Dalam hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw bersabda:

إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ ثُمَّ يَدْعُو لِنَفْسِهِ بِمَا بَدَا لَهُ

“Jika salah seorang di antara kalian bertasyahud, maka mintalah perlindungan pada Allah dari empat perkara yaitu dari siksa Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati dan dari kejelekan Al Masih Ad Dajjal, kemudian hendaklah ia berdoa untuk dirinya sendiri dengan doa apa saja yang ia inginkan.” Hadits Riwayat An Nasa’i no. 1310. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih.

Di bagian akhir dari shalat, kita dituntunkan untuk meminta perlindungan kepada Allah dari empat hal:

1. Siksa neraka jahannam

2. Siksa kubur

3. Penyimpangan ketika hidup dan mati

4. Kejelekan Al Masih Ad Dajjal.

Sejak berdiri di raka'at pertama, kita sudah meminta petunjuk jalan lurus, saat tasyahud akhir, kita kembali meminta perlindungan kepada Allah agar terhindar dari penyimpangan ketika hidup dan mati, serta terhindar dari kejelekan Dajjal.

Ditambah permintaan yang menjamin keselamatan kita kelak ketika sudah meninggal dunia, yaitu terjauhkan dari siksa kubur dan terjauhkan dari siksa neraka jahannam.

Semoga Allah jauhkan kita semua dari empat hal yang sangat mengerikan tersebut, agar selamat dan bahagia hidup kita sejak di dunia hingga di akhirat. Jangan lupa, perbanyak sedekah, mumpung ketemu bulan penuh berkah.
☝🏽 *Sunnah yang banyak ditinggalkan di 10 akhir Ramadhan*

❓ Apa itu...
Tulisan ini saya sengaja saya singkat langsung dari pembahasan utamanya, diterjemahkan dan dirangkum dari grup WA Syaikh Walid Saifu Nashr.

سنة متروكة .. الاغتسال في العشر من رمضان.!

Sunnah yang banyak ditinggalkan.. Yaitu: Mandi (di 10 malam terakhir) bulan Ramadhan.

يستحب الإغتسال بين المغرب والعشاء في العشر
الاواخر من رمضان و روي ذلك عن جمع من السلف الصالح رحمهم الله

Dianjurkan mandi di waktu antara maghrib dan isya pada 10 Akhir Ramadhan dan ini telah diriwayatkan dari sekelompok salafush sholih (para pendahulu kita yang sholih).

• قال الإمام ابن رجب الحنبلي :
"و لفظ حديث عائشة :
كان رسول الله صلى الله عليه و سلم إذا كان رمضان  قام و نام فإذا دخل العشر شد المئزر و اجتنب النساء  و اغتسل بين الأذانين .أخرجه ابن أبي عاصم"

Imam Ibnu Rajab Al Hanbaly berkata :
"Lafadz hadits Aisyah : Rasulullah shollallaahu alaihi wasallam apabila berada dibulan Ramadhan beliau meghidupkan malam dan tidur namun bila masuk 10 Akhir beliau kencangkan ikat sarung dan menjauhi istri2nya dan beliau mandi antara dua adzan (maghrib & isya). ( dikeluarkan oleh ibnu Abi 'Ashim)

ومن الاثار التي تروى في استحباب الغسل بين المغرب والعشاء في العشر الاواخر من رمضان:

Diantara riwayat tentang dianjurkannya mandi diwaktu antara maghrib dan isya di 10 hari akhir Ramadhan adalah :

• و قال ابن جرير : كانوا يستحبون أن يغتسلوا كل ليلة من ليالي العشر الأواخر .

Ibnu Jarir berkata : mereka (para ulama salaf) menyukai mandi setiap malam di malam-malam 10 akhir Ramadhan.

فتبين بهذا أنه يستحب في الليالي التي ترجى فيها ليلة القدر التنظف و التزين و التطيب بالغسل و الطيب و اللباس الحسن كما يشرع ذلك في الجمع و الأعياد و كذلك يشرع أخذ الزينة بالثياب في سائر الصلوات كما قال تعالى : { خذوا زينتكم عند كل مسجد } بتصرف عن:عبدالرحمن الفقيه

Maka dari semua ini telah jelas bahwasanya dianjurkan di malam-malam yang sangat begitu diharapkan adanya lailatul qadr untuk menjaga kebersihan, berhias, memperindah diri dengan mandi, minyak wangi, pakaian yang baik sebagaimana hal ini dianjurkan di hari-hari jum'at, hari 'ied, sebagaimana disyariatkan pula menghias diri dengan pakaian indah dalam setiap sholat, berdasarkan firman Allah ta'ala :
"Hai anak adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) masjid"
(Diringkas dari Abdurrahman Alfaqih)
___________________________________

Al haram 23 Ramadhan/8 juni 2018

✍🏼 Oleh : *Abu Bakar Al Akhdhory, Lc.*


🖥 *Youtube: Quran Palace*
https://youtube.com/channel/UCitNizZ1DD044DobwXQGbtw

📬 *Telegram*
Link Join Channel
http://t.me/ABalakhdhory