Senin, 06 Mei 2019
SELAMAT BERPUASA 1 RAMADHAN 1440 H
Di Awal bulan Raomdhan tahun 1440 H, disaat Pintu Rahmad Engkau buka, dan isaat Engkau belenggu musuh manusia Iblis wa Syaitan, kami meminta kepada-Mu ya Allah ya Mujib Tak Kuasa menahan kemurahan-Mu,tak sanggup melihat limpahan kasih sayang-Mu, tak sanggup merangkai kalimat, sujud hambah menangis meminta kepada-Mu Ya illahi ya Rabb ya Hayyu ya Qayyuumu, Anta Allah... Anta Allah... Anta Allah...., hambah datang...memenuhi panggilan-Mu, Jangan Engkau menolak dan mengusir hambah disaat Engkau membuka pintu segala hajat, disaat Engkau menggabulkan doa hambah yang bermunajat, disaat Engkau mengampuni hamba yang bertaubat, disaat Engkau membuka pintu Surga dan menutup pintu neraka, disaat Engkau menetapkan amal kebaikan, disaat hambah menangis merindukan Engkau ya Rabb Engkau Ya Rahman, Engkau Ya Rahim, hamba saat ini tidak akan kuat,tidak akan sanggup menulis,tidak akan sanggup menghitung nikmat, Rahmat dan kasih sayang yang Engkau berikan, sekalipun air laut menjadi tinta untuk mencatat, air laut itu habis, tidak akan bisa menghitung nikmat -Mu ya Rabb ya Ghaniu, hambah mencucurkan air mata karena-Mu dan kepada-Mu, hamba yang dhaif dan hina dina ini memohon untuk saudaraku muslimin wal muslimat, hambah tidak menyebut nama mereka satu -persatu bersama keluarganya, Ya Rabb ya Jaami'u mereka orang membaca sms ini, begitu mereka tulus menolong, mendukung, memperhatikan dakwah agama-Mu,agama Rasul-Mu Muhammad SAW,bahkan menolong hambah-Mu yang memerlukan, disaat mereka tidak punya harta bahkan hanya diri mereka, terus berusaha untuk berZakat,berinfaq dan bershadaqoh,karena Engkau dan Rasul-Mu sebagai tanda syukur Ya Syakur atas Engkau Maha Agung lagi mulia, mereka tidak mengeluh, tidak pernah kecewa, olehnya itu Ya Rahman anta Rahman,Ya Rahim anta Rahim, Ya Salam anta Salam,ya Razzaq anta Razzaq, jika mereka sakit hamba mohon sembuhkan penyakit baik jasmani maupun rohani yang tertimpa, jika mereka terbelenggu dengan banyak masalah dan persoalan, Ya Nafiu anta Nafiu Ya Hadi Anta Hadi berikan jalan keluar dengan Hidayah-Mu dan Maghfira-Mu,jika Rizqi mereka jauh,sempit,tersendat dan sukar Ya Razaq hamba mohon dekatkan,lapangkan,lancarkan dan mudahkan rizqi mereka, Ya Mujib cita cita dan hajat mereka banyak, hamba mohon ijabah dan penuhi cita-cita mereka,berkahi harta yang tersisa pada mereka,gantikan pemberian tulus dari zakat,infak dan shadaqoh mereka, lindungi keluarga keturunan dan harta mereka,angkat derajat mereka, tulislah dengan tinta mas amal perbuatan kami, perbaiki amal ibadah kami,tumbuh suburkan silaturrahmi kami,bimbing kami menuju Engkau Ya awwal ya Akhir ya Zhaahir ya Bathin, maafkan khilaf dan lalai kami, ampuni dosa dan durhaka kami, jauhkan kami dari fitnah musibah dan bencana, mohon kumpulkan kami bersama para sahabat, para Nabi dan Rasul-Mu Muhammad SAW . Ya Nur anta Nur sinari kami dengan ilmu dan cahaya Alquran, Cahaya Islam,cahaya sunnah Nabi Muhammad SAW, hambah mohon, hamba minta kabulkan permohonan hamba ini subhanaka robbi izatiamma yasifun wassalamu alalmursalin walhamdulillahirrabil alamin
Assalamu'alaikum Wr.Wb
🍯 Filosofi Sumur
Jika sebuah sumur ditimba airnya, maka setiap hari airnya jernih dan tidak akan pernah kering selalu ada air di dalamnya ...
Namun anehnya, kalau dalam satu hari saja airnya tidak ditimba, ketinggian air yang ada di dalam sumur itu tidak meningkat, sama seperti semula ...
Sumur yang tak pernah lagi diambil airnya, bahkan akan cenderung airnya kotor dan beracun sehingga tak layak diminum ...
Inilah Hukum Alam
Di mana didalam alam terdapat misteri yang bertujuan untuk selalu memberi & keseimbangan ...
Sesungguhnya kehidupan kita juga sama & serupa dengan sumur ini ...
Pada umumnya orang berpikir bahwa jika kita memberi apa yang kita miliki pasti akan berkurang dari apa yang di miliki semula ...
Tapi kalau kita mau belajar dari filosofi sumur ini,semakin banyak dan sering kita memberi akan semakin banyak air yang mengalir kepadanya ...
Dalam hal memberi tidak harus dalam bentuk uang atau materi ...
Kita dapat saja memberi dalam bentuk apa saja yang kita miliki ...
Saat kita mengajarkan dan memberi ilmu, maka dengan sendirinya kemampuan kita akan semakin meningkat ...
Sebaiknya kita memberi karena menginginkan orang lain agar bisa bahagia, bisa hidup lebih baik dan layak ...
Manfaat langsung yang dapat kita rasakan saat memberi adalah perasaan kepuasan batin ...
Dan inilah sebenarnya kebahagiaan sejati ...
" Katakanlah : Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendakiNya diantara hamba-hambaNya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya "
{ QS. Saba : 39 }
Subhanallah ...
#JanganLelahDalamBerdo'a
Jangan bosan bersedekah
Semoga bermanfaat😊🙏
🍯 Filosofi Sumur
Jika sebuah sumur ditimba airnya, maka setiap hari airnya jernih dan tidak akan pernah kering selalu ada air di dalamnya ...
Namun anehnya, kalau dalam satu hari saja airnya tidak ditimba, ketinggian air yang ada di dalam sumur itu tidak meningkat, sama seperti semula ...
Sumur yang tak pernah lagi diambil airnya, bahkan akan cenderung airnya kotor dan beracun sehingga tak layak diminum ...
Inilah Hukum Alam
Di mana didalam alam terdapat misteri yang bertujuan untuk selalu memberi & keseimbangan ...
Sesungguhnya kehidupan kita juga sama & serupa dengan sumur ini ...
Pada umumnya orang berpikir bahwa jika kita memberi apa yang kita miliki pasti akan berkurang dari apa yang di miliki semula ...
Tapi kalau kita mau belajar dari filosofi sumur ini,semakin banyak dan sering kita memberi akan semakin banyak air yang mengalir kepadanya ...
Dalam hal memberi tidak harus dalam bentuk uang atau materi ...
Kita dapat saja memberi dalam bentuk apa saja yang kita miliki ...
Saat kita mengajarkan dan memberi ilmu, maka dengan sendirinya kemampuan kita akan semakin meningkat ...
Sebaiknya kita memberi karena menginginkan orang lain agar bisa bahagia, bisa hidup lebih baik dan layak ...
Manfaat langsung yang dapat kita rasakan saat memberi adalah perasaan kepuasan batin ...
Dan inilah sebenarnya kebahagiaan sejati ...
" Katakanlah : Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendakiNya diantara hamba-hambaNya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya "
{ QS. Saba : 39 }
Subhanallah ...
#JanganLelahDalamBerdo'a
Jangan bosan bersedekah
Semoga bermanfaat😊🙏
Kamis, 02 Mei 2019
UMI AJARI AKU TUK IKHLAS
Umi ajari aku tuk ikhlas menjalankan hidupku...ikhlas dengan apa yg sdh didapat...yg sdh dikeluarkaan...yg sdh mjd takdir
Rasanya hati ini penuh hitung2an dlm tiap hal...padahal tw kalau semakin rela dan ridho semakin enak jalaninya
Jangan takut sedekah karena rezeki semakin dibuka akan semakin byk datangnya
Jangan hitung2an maka allah swt tak akan hitung2an juga
Melihat orang lain tak hitung2an kita senang maka lakukan itu utk org lain juga
Allah akan jaga rezeki kita juga...jgn fikirkan habis berpa tp lihatlah berapa anugerah yg sddh allah kasih ke kita
Tak disangka ditawarkan hadiah besar hanya sdkt nambah krn keinginan...hanyaj sedkt tambahannya ...printilan saja jgn anggap besar...brp byk rezeki kagetan dtg... Ada bramg baru meski bayar diawal utk diganti...brp byka org ingin itu semua...percaya lah ini rezeki tak hingga..
Insya allah akan dtg rezeki yg lbh bnyak lg...allah tw itu...jgn menyesali dan jgn mghitung2...yg terpenting ibadah tenang...rezeki lancar..badan sehat semua lancar ...
Ya allah terima kasih akan segalanya nikmat tak hingga...beri aku kenikmatan besar lain ya allah sebg penerus warislu...karena Engkau sebaik2 pemberi waris...aammiin
...
Selasa, 30 April 2019
Share
*_Siraman Rohani**
Tidak ada
*"orang baik"*
yang tidak punya
*masa lalu*,
Dan tidak ada
*"orang jahat"*
yang tidak punya
*masa depan*.
Setiap orang memiliki
*kesempatan*
yang sama untuk
*berubah menjadi lebih baik*.
Bagaimanapun masa lalunya dahulu,
sekelam apa lingkungannya dulu,
dan seburuk apa perangainya di masa lampau.
Berilah kesempatan seseorang untuk
*berubah*.
Karena,
*"seseorang yang hampir membunuh Rasul pun"*
kini berbaring di sebelah makam beliau. :
*Umar bin Khattab.*
Jangan melihat seseorang dari masa lalunya..
*"Seseorang yang pernah berperang melawan agama Allah pun"*
akhirnya menjadi pedang-nya
*Allah* :
*Khalid bin Walid*
Jangan memandang seseorang dari
*status*
dan
*hartanya*,
karena
*sepatu emas fir'aun berada di neraka*,
sedangkan
*terompah Bilal bin rabah terdengar di syurga.*
*Intinya*,
Jangan memandang
*remeh*
seseorang karena
*masa lalu*
dan
*lingkungannya*,
karena
*bunga teratai*
tetap
*mekar cantik*
meski tinggal di air yang kotor.
Maka untuk jadi
*hebat*
yang diperlukan adalah
*kuatnya tekad*.
Tak perlu pusingkan masa lalu,
tak perlu malu dengan tempat asalmu,
jika kau mau.
Kau bisa menjadi laksana
*bunga teratai*
yang tinggal di air yang kotor namun tetap
*mekar mengagumkan*.
*Berubah*
dan
*bangkit*
jauh lebih
*indah*
dari pada
*diam*
dan hanya
*bermimpi*
tanpa melakukan tindakan apapun.
*INGATLAH!!!*
Jika semua yang kita
*kehendaki*
terus kita
*miliki*,
dari mana kita belajar *Ikhlas...*?
Jika semua yang kita
*impikan*
segera
*terwujud*,
darimana kita belajar
*Sabar...*
Jika setiap
*do’a*
kita terus
*dikabulkan*,
bagaimana kita dapat belajar
*Ikhtiar...*
Seorang yang dekat dengan
*Allah*,
bukan berarti tidak ada
*air mata...*
Seorang yang tekun
*berdo’a*,
bukan berarti tidak ada
*masa² sulit...*
Biarlah
*Sang Penyelenggara Hidup*
yang berdaulat sepenuhnya atas kita,
karena hanya
*Dia-lah/ ALLAH SWT*
yang tahu waktu dan kondisi yang tepat untuk memberikan yang
*Terbaik..*
Tetap
*SEMANGAT…*
Tetap
*SABAR…*
Tetap
*IKHLAS…*
Tetap
*SYUKUR...*
Tetap
*BERDOA...*
Karena kamu sedang kuliah di *_UNIVERSITAS KEHIDUPAN..._*
Orang yang
*Hebat*
tidak dihasilkan melalui
*Kemudahan,
Kesenangan,
dan
Kenyamanan...*
Mereka dibentuk melalui
*KESUKARAN,
TANTANGAN*
dan bahkan
*AIR MATA*..
Gantungkan hidup kita sepenuhnya hanya kepada
*_ALLAH AZZA WA JALLA_*
Barakallah fiikum.
*_Siraman Rohani**
Tidak ada
*"orang baik"*
yang tidak punya
*masa lalu*,
Dan tidak ada
*"orang jahat"*
yang tidak punya
*masa depan*.
Setiap orang memiliki
*kesempatan*
yang sama untuk
*berubah menjadi lebih baik*.
Bagaimanapun masa lalunya dahulu,
sekelam apa lingkungannya dulu,
dan seburuk apa perangainya di masa lampau.
Berilah kesempatan seseorang untuk
*berubah*.
Karena,
*"seseorang yang hampir membunuh Rasul pun"*
kini berbaring di sebelah makam beliau. :
*Umar bin Khattab.*
Jangan melihat seseorang dari masa lalunya..
*"Seseorang yang pernah berperang melawan agama Allah pun"*
akhirnya menjadi pedang-nya
*Allah* :
*Khalid bin Walid*
Jangan memandang seseorang dari
*status*
dan
*hartanya*,
karena
*sepatu emas fir'aun berada di neraka*,
sedangkan
*terompah Bilal bin rabah terdengar di syurga.*
*Intinya*,
Jangan memandang
*remeh*
seseorang karena
*masa lalu*
dan
*lingkungannya*,
karena
*bunga teratai*
tetap
*mekar cantik*
meski tinggal di air yang kotor.
Maka untuk jadi
*hebat*
yang diperlukan adalah
*kuatnya tekad*.
Tak perlu pusingkan masa lalu,
tak perlu malu dengan tempat asalmu,
jika kau mau.
Kau bisa menjadi laksana
*bunga teratai*
yang tinggal di air yang kotor namun tetap
*mekar mengagumkan*.
*Berubah*
dan
*bangkit*
jauh lebih
*indah*
dari pada
*diam*
dan hanya
*bermimpi*
tanpa melakukan tindakan apapun.
*INGATLAH!!!*
Jika semua yang kita
*kehendaki*
terus kita
*miliki*,
dari mana kita belajar *Ikhlas...*?
Jika semua yang kita
*impikan*
segera
*terwujud*,
darimana kita belajar
*Sabar...*
Jika setiap
*do’a*
kita terus
*dikabulkan*,
bagaimana kita dapat belajar
*Ikhtiar...*
Seorang yang dekat dengan
*Allah*,
bukan berarti tidak ada
*air mata...*
Seorang yang tekun
*berdo’a*,
bukan berarti tidak ada
*masa² sulit...*
Biarlah
*Sang Penyelenggara Hidup*
yang berdaulat sepenuhnya atas kita,
karena hanya
*Dia-lah/ ALLAH SWT*
yang tahu waktu dan kondisi yang tepat untuk memberikan yang
*Terbaik..*
Tetap
*SEMANGAT…*
Tetap
*SABAR…*
Tetap
*IKHLAS…*
Tetap
*SYUKUR...*
Tetap
*BERDOA...*
Karena kamu sedang kuliah di *_UNIVERSITAS KEHIDUPAN..._*
Orang yang
*Hebat*
tidak dihasilkan melalui
*Kemudahan,
Kesenangan,
dan
Kenyamanan...*
Mereka dibentuk melalui
*KESUKARAN,
TANTANGAN*
dan bahkan
*AIR MATA*..
Gantungkan hidup kita sepenuhnya hanya kepada
*_ALLAH AZZA WA JALLA_*
Barakallah fiikum.
♾♾♾♾♾♾♾♾♾♾♾♾
*▪Jangan rusak kebahagiaanmu dengan kekhawatiran*
*▪ Jangan rusak pikiranmu dengan pesimisme.*
*▪Jangan rusak kesuksesanmu dengan kecurangan.*
*▪Jangan rusak optimisme orang lain dengan menghancurkannya.*
*▪Jangan rusak harimu dengan melihat kembali hari kemarin.*
*– Ibnu Qayyim*
♾♾♾♾♾♾♾♾♾♾♾♾
Assalaamu'alaikum epribadiiih....🙏🏻🥰
Bismillaah..yuk awali hari ini dg do'a :
*اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِى دِينِىَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى وَأَصْلِحْ لِى دُنْيَاىَ الَّتِى فِيهَا مَعَاشِى وَأَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيهَا مَعَادِى وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ*
_Ya Allah. Perbaikilah bagiku agamaku, yang merupakan benteng (penjaga) urusanku. Perbaikilah bagiku duniaku, yang menjadi tempat kehidupanku. Perbaikilah bagiku Akhiratku, yang menjadi tempat kembaliku. Jadikanlah kehidupan ini memunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan, dan jadikanlah kematianku sebagai pembebas dari segala keburukan_
Aamiin🤲🏻
Selamat pagi...
Selamat beraktifitas...🙏🏻
Niatkan *Lillaah* segala aktifitas kita.
*▪Jangan rusak kebahagiaanmu dengan kekhawatiran*
*▪ Jangan rusak pikiranmu dengan pesimisme.*
*▪Jangan rusak kesuksesanmu dengan kecurangan.*
*▪Jangan rusak optimisme orang lain dengan menghancurkannya.*
*▪Jangan rusak harimu dengan melihat kembali hari kemarin.*
*– Ibnu Qayyim*
♾♾♾♾♾♾♾♾♾♾♾♾
Assalaamu'alaikum epribadiiih....🙏🏻🥰
Bismillaah..yuk awali hari ini dg do'a :
*اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِى دِينِىَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى وَأَصْلِحْ لِى دُنْيَاىَ الَّتِى فِيهَا مَعَاشِى وَأَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيهَا مَعَادِى وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ*
_Ya Allah. Perbaikilah bagiku agamaku, yang merupakan benteng (penjaga) urusanku. Perbaikilah bagiku duniaku, yang menjadi tempat kehidupanku. Perbaikilah bagiku Akhiratku, yang menjadi tempat kembaliku. Jadikanlah kehidupan ini memunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan, dan jadikanlah kematianku sebagai pembebas dari segala keburukan_
Aamiin🤲🏻
Selamat pagi...
Selamat beraktifitas...🙏🏻
Niatkan *Lillaah* segala aktifitas kita.
💦
_*MENGAPA HATI SULIT MENERIMA NASEHAT ?*_
_*Malik bin Dinar berkata,*_
_*Jika badan sakit,maka tidak akan enak makan, minum,tidur,dan istirahat..*_
_*Demikian pula dengan hati,jika terikat dengan cinta dunia,dan hati itu menjadi hubbud dunya.. sakit,mengeras,maka berbagai nasehat takkkan bermanfaat baginya..*_
_*”Hiburlah hatimu, siramilah ia dengan percik-percik hikmah. Seperti halnya fisik, hati juga merasakan letih.” (Ali bin Abi Thalib)*_
_*Sebagaimana tubuh butuh makanan,begitu juga ruh atau hati kita butuh asupan gizi berupa nasehat kebaikan atau hikmah..*_
*داوم على سماع المواعظ، فإن القلب إذا غاب عن المواعظ عمي*
_*Biasakanlah mendengar nasihat, sebab hati ketika kosong dari nasehat maka akan buta. (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)*_
_*Semoga hati kita termasuk hati yang sehat dan bersih sehingga mudah menerima nasehat kebaikan..*_
_*Aamiin yaa Robbal'aalamiin..*_
_*SEMANGAT DZIKIR PAGI SAHABAT..*_ 😘😘
💦
_*MENGAPA HATI SULIT MENERIMA NASEHAT ?*_
_*Malik bin Dinar berkata,*_
_*Jika badan sakit,maka tidak akan enak makan, minum,tidur,dan istirahat..*_
_*Demikian pula dengan hati,jika terikat dengan cinta dunia,dan hati itu menjadi hubbud dunya.. sakit,mengeras,maka berbagai nasehat takkkan bermanfaat baginya..*_
_*”Hiburlah hatimu, siramilah ia dengan percik-percik hikmah. Seperti halnya fisik, hati juga merasakan letih.” (Ali bin Abi Thalib)*_
_*Sebagaimana tubuh butuh makanan,begitu juga ruh atau hati kita butuh asupan gizi berupa nasehat kebaikan atau hikmah..*_
*داوم على سماع المواعظ، فإن القلب إذا غاب عن المواعظ عمي*
_*Biasakanlah mendengar nasihat, sebab hati ketika kosong dari nasehat maka akan buta. (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)*_
_*Semoga hati kita termasuk hati yang sehat dan bersih sehingga mudah menerima nasehat kebaikan..*_
_*Aamiin yaa Robbal'aalamiin..*_
_*SEMANGAT DZIKIR PAGI SAHABAT..*_ 😘😘
💦
Selasa, 26 Maret 2019
*❣"ALLOHUmma Sholli ala Sayyidina Mohammad wa ala Aali Sayyidina Mohammad..."❣*
😭😭😭😭😭😭😭
*"Cerita Yang Tak Pernah Ada Bosannya Dan Sangat Teramat Mengharukan..."*
😭😭😭😭😭
*Assalamu Alaikum Wr. Wb...*
Kisah ini terjadi pada diri Rosululloh SAW sebelum wafat.
Rosululloh SAW telah jatuh sakit agak lama, sehingga keadaan beliau sangat lemah.
Pada suatu hari, Rosululloh SAW meminta Sayyidina Bilal memanggil semua Sahabat datang ke Masjid. Tidak lama kemudian, penuhlah Masjid dengan para Sahabat.
Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendapat Taushiyah dari Rosululloh SAW.
Beliau duduk dengan lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat,
menahan sakit yang tengah dideritanya.
Kemudian Rosululloh SAW bersabda : "Wahai sahabat-sahabatku semua. Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kepadamu,
bahwa sesungguhnya ALLOH SWT itu adalah satu-satunya TUHAN yang layak dan berhak serta wajb disembah...??? "
Semua Sahabat menjawab dengan suara bersemangat,
"Benar duhai Rosululloh,
Engkau telah sampaikan kepada kami bahwa sesungguhnya ALLOH SWT adalah satu-satunya TUHAN yang layak dan berhak serta wajib disembah."
Kemudian Rosululloh SAW bersabda :
"Persaksikanlah ya ALLOH... Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada mereka."
Kemudian Rosululloh SAW bersabda lagi,
dan setiap apa yang Rosululloh sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat.
Akhirnya sampailah pada satu pertanyaan yang menjadikan para Sahabat sedih dan terharu.
Rosululloh SAW bersabda :
"Sesungguhnya,
aku akan pergi menemui ALLOH SWT,
Dan sebelum aku pergi,
aku ingin menyelesaikan segala urusan dengan manusia.
Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua.
Adakah aku berhutang kepada kalian...?
Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut.
Karena aku tidak mau bertemu dengan ALLOH SWT dalam keadaan berhutang dengan manusia."
Ketika itu semua para Sahabat diam,
dan dalam hati masing-masing berkata "Mana ada Rosullulloh SAW berhutang dengan kita...? Kamilah yang banyak berhutang kepada Rosululloh".
Rosululloh SAW mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali.
Tiba-tiba bangun seorang lelaki yg bernama UKASYAH, seorang sahabat, mantan preman sebelum masuk Islam, dan dia berkata :
"Duhai Rosululloh...
Aku ingin sampaikan masalah ini.
Seandainya ini dianggap hutang,
Maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa".
Rosululloh SAW berkata: "Sampaikanlah wahai Ukasyah".
Maka Sayyidina Ukasyah pun mulai bercerita :
"Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, suatu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cemeti ke belakang kuda.
Tetapi cemeti tersebut tidak kena pada belakang kuda, tapi justeru terkena pada dadaku, karena ketika itu aku berdiri dibelakang kuda yang engkau tunggangi duhai Rosululloh".
Mendengar itu,
Rosululloh SAW berkata : "Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah. Kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yang sama."
Dengan suara yang agak tinggi, Sayyidina Ukasyah berkata : "Kalau begitu aku ingin segera melakukannya duhai Rosululloh."
Sayyidina Ukasyah seakan-akan tidak merasa bersalah mengatakan demikian.
Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak marah kepada Sayyidina Ukasyah.
"Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah. Bukankah Rosululloh sedang sakit...??!!!
Sayyidina Ukasyah tidak menghiraukan semua itu.
Rosululloh SAW meminta Sayyidina Bilal mengambil cambuk di rumah Sayyidah Fatimah, Putrinya.
Sayyidina Bilal meminta cambuk itu dari Sayyidah Fatimah,
Kemudian Sayyidah Fatimah bertanya : "Untuk apa Rosululloh meminta cambuk ini wahai Bilal...?"
Sayyidina Bilal menjawab dengan nada sedih: "Cambuk ini akan digunakan Ukasyah untuk memukul Rosululloh."
Terperanjat dan menangislah Sayyidah Fatimah, seraya berkata:
"Kenapa Ukasyah hendak memukul Ayahku Rosululloh...?
Ayahku sedang sakit,
kalau mau memukul,
pukullah aku anaknya".
Sayyidina Bilal menjawab : "Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua".
Sayyidina Bilal membawa cambuk tersebut ke Masjid lalu diberikannya kepada Sayyidina Ukasyah.
Setelah mengambil cambuk itu,
Sayyidina Ukasyah menuju ke hadapan Rosululloh SAW.
Tiba-tiba, Sayyidina Abu Bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata : "Ukasyah... kalau kamu hendak memukul,
pukullah aku..!!
Aku adalah orang yang pertama beriman dengan apa yang Rosululloh SAW sampaikan.
Akulah sahabatnya di kala suka dan duka.
Kalau engkau hendak memukul, maka pukullah aku".
Rosululloh SAW bersabda : "Duduklah wahai Abu Bakar.
Ini urusan antara aku dengan Ukasyah".
Sayyidina Ukasyah menuju ke hadapan Rosululloh SAW. Kemudian Sayyidina Umar bin Khattab berdiri menghalangi Sayyidina Ukasyah sambil berkata :
"Ukasyah...
kalau engkau mau mukul, pukullah aku.
Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Mohammad, bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya. Itu dulu. Sekarang, tidak boleh ada seorang pun yang boleh menyakiti Rosululloh Mohammad SAW.
Kalau engkau berani menyakiti Rosululloh,
maka langkahi dulu mayatku..!!"
Lalu dijawab oleh Rosululloh SAW :
"Duduklah wahai Umar. Ini urusan antara aku dengan Ukasyah".
Sayyidina Ukasyah menuju ke hadapan Rosululloh, dan tiba-tiba berdirilah Sayyidina Ali bin Abu Thalib, sepupu sekaligus menantu Rosululloh SAW.
Dia menghalangi Sayyidina Ukasyah sambil berkata : "Ukasyah, pukullah aku saja. Darah yang sama mengalir pada tubuhku ini wahai Ukasyah".
Lalu dijawab oleh Rosululloh SAW :
"Duduklah wahai Ali,
ini urusan antara aku dengan Ukasyah".
Ukasyah semakin dekat dengan Rosululloh SAW. Tiba-tiba tanpa disangka, bangkitlah kedua cucu kesayangan Rosululloh SAW yaitu Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husen.
Mereka berdua memegangi tangan Ukasyah sambil memohon...
"Wahai Paman,
pukullah kami Paman, Kakek kami sedang sakit,
Pukullah kami saja wahai Paman,,
sesungguhnya kami ini Cucu kesayangan Rosululloh SAW.
Dengan memukul kami, sesungguhnya itu sama dengan menyakiti Kakek kami,, wahai Paman."
Lalu Rosululloh SAW berkata : "Wahai Cucu-cucu kesayanganku, duduklah kalian.
Ini urusan kakek dengan Paman Ukasyah".
Begitu sampai di tangga mimbar,
dengan lantang Sayyidina Ukasyah berkata :
"Bagaimana aku mau memukul engkau duhai Rosululloh. Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau mau aku pukul, maka turunlah ke bawah sini..!!"
Rosululloh SAW memang manusia terbaik. Kekasih ALLOH itu meminta beberapa sahabat memapahnya ke bawah. Rosululloh SAW didudukkan pada sebuah kursi, lalu dengan suara tegas Sayyidina Ukasyah berkata lagi :
"Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju,
duhai Rosululloh."
Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Sayyidina Ukasyah.
Tanpa berlama-lama dalam keadaan lemah, Rosululloh SAW membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rosululloh yang sangat indah sedang beberapa batu terikat di perut Rosululloh SAW, pertanda Rosululloh sedang menahan lapar...
Kemudian Rosululloh SAW berkata :
"Wahai Ukasyah,
Segeralah dan janganlah kamu berlebih-lebihan.
Nanti ALLOH SWT akan Murka padamu."
Sayyidina Ukasyah langsung menghambur menuju Rosululloh SAW... Cambuk di tangannya ia buang jauh-jauh. Kemudian ia peluk tubuh Rosululloh SAW se-erat-eratnya sambil menangis sejadi-jadinya...
Sayyidina Ukasyah berkata :
"Duhai Rosululloh, Ampuni aku,
Maafkan aku;
Mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau duhai Rosululloh. Sengaja aku melakukannya, agar aku dapat merapatkan tubuhku dengan tubuhmu...
Karena Engkau pernah mengatakan "Barang siapa yang kulitnya pernah bersentuhan denganku, maka diharamkan api neraka atasnya."
Seumur hidupku aku bercita-cita dapat memelukmu.
Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka.
Dan sungguh aku takut dengan api neraka.
Maafkan aku duhai Rosululloh..."
Rosululloh SAW dengan senyum berkata :
"Wahai sahabat-sahabatku semua, kalau kalian ingin melihat Ahli Syurga, maka lihatlah Ukasyah..!!"
Semua sahabat menitikkan air mata. Kemudian para sahabat bergantian memeluk Rasulullah SAW.
SEMOGA dengan membaca ini, bila ada air mata, ini membuktikan Kecintaan kita kepada Kekasih ALLOH SWT...
*ALLOHUumma Sholli ala Sayyidina Mohammad.*
*ALLOHUumma sholli alaihi wa Alihi wa Shohbihi wassalam...*
*Semoga ALLOH SWT selalu Mengampuni, Merohmati dan Meridloi kita semua. Aamiin...🤲🏻*
Silahkan share di WA tentang Keagungan Rosululloh SAW...
Jangan sampai kisah ini kalah populer dibanding berita-berita yang bertebaran saat ini... !!
*❤Seluruh dunia mencintai Nabi Mohammad SAW.❤*
Kami ingin mengajak 500.000.000 Sholawat kepada Sahabat yang mencintai Rosululloh Mohammad SAW.
Dengan ribuan orang berdzikir, Semoga Negara-Negara Islam diselamatkan ALLOH SWT. Hanya dengan membaca dan menyebarkan kepada sdra-sdri, teman, sahabat rekan kita, serta semua orang-orang yang kita cinta...
*KITA SEMUA UMMAT ROSULULLOH SAW..!!!*
*ALLOHUMMA SHOLLI ALA SAYYIDINA MOHAMMAD WA ALA AALI SAYYIDINA MOHAMMAD*
Kirim kepada semua teman Muslim dan INSYA ALLOH dalam beberapa menit nanti ramailah orang bersama-sama membaca Keindahan dan Keagungan Kepribadian Rosululloh SAW, Sang Manusia Agung Kekasih ALLOH SWT.
*Teruskan message ini jika agar yang lainpun ikut serta bersholawat...!!*
*Anggaplah sebagai sedekah Jariyah..!!*
*❤اللّٰهم صَلِّ عَلَی سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَی آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدﷺ❤*
😭😭😭😭😭😭😭
*"Cerita Yang Tak Pernah Ada Bosannya Dan Sangat Teramat Mengharukan..."*
😭😭😭😭😭
*Assalamu Alaikum Wr. Wb...*
Kisah ini terjadi pada diri Rosululloh SAW sebelum wafat.
Rosululloh SAW telah jatuh sakit agak lama, sehingga keadaan beliau sangat lemah.
Pada suatu hari, Rosululloh SAW meminta Sayyidina Bilal memanggil semua Sahabat datang ke Masjid. Tidak lama kemudian, penuhlah Masjid dengan para Sahabat.
Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendapat Taushiyah dari Rosululloh SAW.
Beliau duduk dengan lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat,
menahan sakit yang tengah dideritanya.
Kemudian Rosululloh SAW bersabda : "Wahai sahabat-sahabatku semua. Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kepadamu,
bahwa sesungguhnya ALLOH SWT itu adalah satu-satunya TUHAN yang layak dan berhak serta wajb disembah...??? "
Semua Sahabat menjawab dengan suara bersemangat,
"Benar duhai Rosululloh,
Engkau telah sampaikan kepada kami bahwa sesungguhnya ALLOH SWT adalah satu-satunya TUHAN yang layak dan berhak serta wajib disembah."
Kemudian Rosululloh SAW bersabda :
"Persaksikanlah ya ALLOH... Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada mereka."
Kemudian Rosululloh SAW bersabda lagi,
dan setiap apa yang Rosululloh sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat.
Akhirnya sampailah pada satu pertanyaan yang menjadikan para Sahabat sedih dan terharu.
Rosululloh SAW bersabda :
"Sesungguhnya,
aku akan pergi menemui ALLOH SWT,
Dan sebelum aku pergi,
aku ingin menyelesaikan segala urusan dengan manusia.
Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua.
Adakah aku berhutang kepada kalian...?
Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut.
Karena aku tidak mau bertemu dengan ALLOH SWT dalam keadaan berhutang dengan manusia."
Ketika itu semua para Sahabat diam,
dan dalam hati masing-masing berkata "Mana ada Rosullulloh SAW berhutang dengan kita...? Kamilah yang banyak berhutang kepada Rosululloh".
Rosululloh SAW mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali.
Tiba-tiba bangun seorang lelaki yg bernama UKASYAH, seorang sahabat, mantan preman sebelum masuk Islam, dan dia berkata :
"Duhai Rosululloh...
Aku ingin sampaikan masalah ini.
Seandainya ini dianggap hutang,
Maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa".
Rosululloh SAW berkata: "Sampaikanlah wahai Ukasyah".
Maka Sayyidina Ukasyah pun mulai bercerita :
"Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, suatu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cemeti ke belakang kuda.
Tetapi cemeti tersebut tidak kena pada belakang kuda, tapi justeru terkena pada dadaku, karena ketika itu aku berdiri dibelakang kuda yang engkau tunggangi duhai Rosululloh".
Mendengar itu,
Rosululloh SAW berkata : "Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah. Kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yang sama."
Dengan suara yang agak tinggi, Sayyidina Ukasyah berkata : "Kalau begitu aku ingin segera melakukannya duhai Rosululloh."
Sayyidina Ukasyah seakan-akan tidak merasa bersalah mengatakan demikian.
Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak marah kepada Sayyidina Ukasyah.
"Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah. Bukankah Rosululloh sedang sakit...??!!!
Sayyidina Ukasyah tidak menghiraukan semua itu.
Rosululloh SAW meminta Sayyidina Bilal mengambil cambuk di rumah Sayyidah Fatimah, Putrinya.
Sayyidina Bilal meminta cambuk itu dari Sayyidah Fatimah,
Kemudian Sayyidah Fatimah bertanya : "Untuk apa Rosululloh meminta cambuk ini wahai Bilal...?"
Sayyidina Bilal menjawab dengan nada sedih: "Cambuk ini akan digunakan Ukasyah untuk memukul Rosululloh."
Terperanjat dan menangislah Sayyidah Fatimah, seraya berkata:
"Kenapa Ukasyah hendak memukul Ayahku Rosululloh...?
Ayahku sedang sakit,
kalau mau memukul,
pukullah aku anaknya".
Sayyidina Bilal menjawab : "Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua".
Sayyidina Bilal membawa cambuk tersebut ke Masjid lalu diberikannya kepada Sayyidina Ukasyah.
Setelah mengambil cambuk itu,
Sayyidina Ukasyah menuju ke hadapan Rosululloh SAW.
Tiba-tiba, Sayyidina Abu Bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata : "Ukasyah... kalau kamu hendak memukul,
pukullah aku..!!
Aku adalah orang yang pertama beriman dengan apa yang Rosululloh SAW sampaikan.
Akulah sahabatnya di kala suka dan duka.
Kalau engkau hendak memukul, maka pukullah aku".
Rosululloh SAW bersabda : "Duduklah wahai Abu Bakar.
Ini urusan antara aku dengan Ukasyah".
Sayyidina Ukasyah menuju ke hadapan Rosululloh SAW. Kemudian Sayyidina Umar bin Khattab berdiri menghalangi Sayyidina Ukasyah sambil berkata :
"Ukasyah...
kalau engkau mau mukul, pukullah aku.
Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Mohammad, bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya. Itu dulu. Sekarang, tidak boleh ada seorang pun yang boleh menyakiti Rosululloh Mohammad SAW.
Kalau engkau berani menyakiti Rosululloh,
maka langkahi dulu mayatku..!!"
Lalu dijawab oleh Rosululloh SAW :
"Duduklah wahai Umar. Ini urusan antara aku dengan Ukasyah".
Sayyidina Ukasyah menuju ke hadapan Rosululloh, dan tiba-tiba berdirilah Sayyidina Ali bin Abu Thalib, sepupu sekaligus menantu Rosululloh SAW.
Dia menghalangi Sayyidina Ukasyah sambil berkata : "Ukasyah, pukullah aku saja. Darah yang sama mengalir pada tubuhku ini wahai Ukasyah".
Lalu dijawab oleh Rosululloh SAW :
"Duduklah wahai Ali,
ini urusan antara aku dengan Ukasyah".
Ukasyah semakin dekat dengan Rosululloh SAW. Tiba-tiba tanpa disangka, bangkitlah kedua cucu kesayangan Rosululloh SAW yaitu Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husen.
Mereka berdua memegangi tangan Ukasyah sambil memohon...
"Wahai Paman,
pukullah kami Paman, Kakek kami sedang sakit,
Pukullah kami saja wahai Paman,,
sesungguhnya kami ini Cucu kesayangan Rosululloh SAW.
Dengan memukul kami, sesungguhnya itu sama dengan menyakiti Kakek kami,, wahai Paman."
Lalu Rosululloh SAW berkata : "Wahai Cucu-cucu kesayanganku, duduklah kalian.
Ini urusan kakek dengan Paman Ukasyah".
Begitu sampai di tangga mimbar,
dengan lantang Sayyidina Ukasyah berkata :
"Bagaimana aku mau memukul engkau duhai Rosululloh. Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau mau aku pukul, maka turunlah ke bawah sini..!!"
Rosululloh SAW memang manusia terbaik. Kekasih ALLOH itu meminta beberapa sahabat memapahnya ke bawah. Rosululloh SAW didudukkan pada sebuah kursi, lalu dengan suara tegas Sayyidina Ukasyah berkata lagi :
"Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju,
duhai Rosululloh."
Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Sayyidina Ukasyah.
Tanpa berlama-lama dalam keadaan lemah, Rosululloh SAW membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rosululloh yang sangat indah sedang beberapa batu terikat di perut Rosululloh SAW, pertanda Rosululloh sedang menahan lapar...
Kemudian Rosululloh SAW berkata :
"Wahai Ukasyah,
Segeralah dan janganlah kamu berlebih-lebihan.
Nanti ALLOH SWT akan Murka padamu."
Sayyidina Ukasyah langsung menghambur menuju Rosululloh SAW... Cambuk di tangannya ia buang jauh-jauh. Kemudian ia peluk tubuh Rosululloh SAW se-erat-eratnya sambil menangis sejadi-jadinya...
Sayyidina Ukasyah berkata :
"Duhai Rosululloh, Ampuni aku,
Maafkan aku;
Mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau duhai Rosululloh. Sengaja aku melakukannya, agar aku dapat merapatkan tubuhku dengan tubuhmu...
Karena Engkau pernah mengatakan "Barang siapa yang kulitnya pernah bersentuhan denganku, maka diharamkan api neraka atasnya."
Seumur hidupku aku bercita-cita dapat memelukmu.
Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka.
Dan sungguh aku takut dengan api neraka.
Maafkan aku duhai Rosululloh..."
Rosululloh SAW dengan senyum berkata :
"Wahai sahabat-sahabatku semua, kalau kalian ingin melihat Ahli Syurga, maka lihatlah Ukasyah..!!"
Semua sahabat menitikkan air mata. Kemudian para sahabat bergantian memeluk Rasulullah SAW.
SEMOGA dengan membaca ini, bila ada air mata, ini membuktikan Kecintaan kita kepada Kekasih ALLOH SWT...
*ALLOHUumma Sholli ala Sayyidina Mohammad.*
*ALLOHUumma sholli alaihi wa Alihi wa Shohbihi wassalam...*
*Semoga ALLOH SWT selalu Mengampuni, Merohmati dan Meridloi kita semua. Aamiin...🤲🏻*
Silahkan share di WA tentang Keagungan Rosululloh SAW...
Jangan sampai kisah ini kalah populer dibanding berita-berita yang bertebaran saat ini... !!
*❤Seluruh dunia mencintai Nabi Mohammad SAW.❤*
Kami ingin mengajak 500.000.000 Sholawat kepada Sahabat yang mencintai Rosululloh Mohammad SAW.
Dengan ribuan orang berdzikir, Semoga Negara-Negara Islam diselamatkan ALLOH SWT. Hanya dengan membaca dan menyebarkan kepada sdra-sdri, teman, sahabat rekan kita, serta semua orang-orang yang kita cinta...
*KITA SEMUA UMMAT ROSULULLOH SAW..!!!*
*ALLOHUMMA SHOLLI ALA SAYYIDINA MOHAMMAD WA ALA AALI SAYYIDINA MOHAMMAD*
Kirim kepada semua teman Muslim dan INSYA ALLOH dalam beberapa menit nanti ramailah orang bersama-sama membaca Keindahan dan Keagungan Kepribadian Rosululloh SAW, Sang Manusia Agung Kekasih ALLOH SWT.
*Teruskan message ini jika agar yang lainpun ikut serta bersholawat...!!*
*Anggaplah sebagai sedekah Jariyah..!!*
*❤اللّٰهم صَلِّ عَلَی سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَی آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدﷺ❤*
Langganan:
Postingan (Atom)