SELAMAT DATANG DAN SELAMAT MENIKMATI, SEMOGA BERMANFAAT

Senin, 26 Februari 2018

_*Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh*_

_*Semangat Pagi*_

_*HIDUP INI ADALAH HARI HARI MENANTI AJAL*_


~~   Memang tidak banyak orang yang suka bicara kematian dengan berbagai alasan yang melatar belakangi.
Walau ternyata ajal tidak km memandang usia, tidak ada kompromi tentang urusan itu ketika sudah Alloh tetapkan.
Ada yang merasa takut bicara kematian karena merasa belum siap, ada juga yang saat bicara kematian minta kalau bisa jangan mati dulu karena masih banyak tanggung jawab terhadap keluarga seperti anak masih kecil kecil, ada juga enggan bicara kematian karena merasa masih banyak melanggar perintah Alloh Ta'ala dan belum banyak beramal sholeh, bahkan ada yang mengatakan jangan dululah kalau bisa karena masih banyak cita cita dalam hidup belum tercapai.

Tetapi kenyataannya ketika saat kematian telah tiba semua alasan yang dikemukan tersebut tidak ada artinya karena tidak mampu menahan ajal walau sesaat juga sebab janji harus ditepati waktu telah sampai tidak bisa dimajukan dan ditunda lagi pada saat kematian menjemput.

Alloh Ta'ala, berfirman:

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِى تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُۥ مُلٰقِيكُمْ  ۖ  ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُون
َ
"Katakanlah, Sesungguhnya kematian yang kalian lari dari padanya, ia pasti menemui kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada (Alloh), Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan."
(QS. Al-Jumu'ah 62: Ayat 8)

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِى بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ  ۗ  ...

"Di mana pun kalian berada, kematian akan mendapatkan kalian, kendatipun kalian berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh...
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 78)

Ibnu Katsir rohimahulloh mengatakan, “Yang dimaksud dengan ayat-ayat di atas adalah setiap orang pasti akan merasakan kematian. Tidak ada seseorang yang bisa selamat dari kematian, baik ia berusaha lari darinya ataukah tidak. Karena setiap orang sudah punya ajal yang pasti.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 3: 163).

Jadilah mukmin yang cerdas, yaitu cerdas bahwa perlu persiapan bekal untuk hidup setelah kematian.
Sadar bahwa kehidupan yang merupakan rahmat Alloh ini akan berakhir. Kematian akan menghampiri siapa saja, dimana saja, kapan saja, dan bagaimanapun keadaannya.
           
Terkadang selalu beranggapan bahwa waktu itu masih jauh jaraknya. Sebagian orang justru beranggapan bahwa kematian itu sangat menakutkan. Ironisnya, mereka bukan mempersiapkan diri, sebaliknya malah menjauhi pembicaraan hal-hal yang bersifat maut.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ : كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ : « أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا ». قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ : « أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ ».

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rosululloh, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259.

Alloh Ta'ala, berfirman:

...  وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰى  ۚ  وَاتَّقُونِ يٰٓأُولِى الْأَلْبٰبِ

...Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!"
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 197)

Kematian adalah hak prerogratif Alloh Ta'ala. Yang perlu dipikirkan dan diupayakan adalah bagaimana nantinya kita mati? Coba bayangkan seandainya di akhir hidup kelak kita mati dalam kemaksiatan. Bagaimana kita mati adalah tolok ukur prestasi dihadapan Alloh. Bagaimana kita mati menjadi tolok ukur penentu kehidupan di alam keabadian kelak. Apa saja yang akan kita siapkan?           
Bekal yang perlu dipersiapkan bukanlah kekayaan, kekuatan fisik, pangkat, kedudukan, banyaknya pengikut, dan hal-hal keduniaan lainnya. Maka sebaik baik bekal itu adalah Taqwa, karena Taqwa itu tempatnya di surga.

Wallohu a'lam bish showab.

*Selamat menunaikan ibadah sholat subuh semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin*
*ADZAN tak perlu TERIAK 2 & PAKAI PENGERAS SUARA*

*Jawaban Muslim Cerdas*

Mengapa adzan harus dikumandangkan keras-keras? Pakai speaker pula. Apa tidak mengganggu yang lain yang bukan orang muslim?
Ada sebuah cerita menarik yang diceritakan seorang teman melalui aplikasi perbincangan di grup WhatsApp. Berikut kisahnya.
***
Adalah teman saya, yang kebetulan non muslim, bertanya kepada saya, “Kenapa kalau adzan harus dibunyikan keras-keras dengan speaker pula?”.
Saya yang bukan ahli agama kemudian berpikir sejenak mencari jawaban yang mudah dicernanya, menjawab seperti ini “Bro, adzan itu adalah panggilan sholat, pasti dong namanya panggilan tidak mungkin dengan cara yang sama seperti berbicara atau berbisik-bisik”.

Teman saya membalas “Tapi kan di orang-orang sekitar tidak semuanya muslim?”.
Saya jawab lagi “Benar. Bro, kita sekarang sedang ada di bandara, dengar kan announcement bandara selalu memberikan panggilan boarding? Apakah kamu juga mempertanyakan ke mereka mengapa melakukan panggilan boarding pesawat YANG LAIN keras-keras padahal bukan panggilan pesawatmu?”
Dia tersenyum namun membalas lagi “Tapi kan hari gini semua orang sudah tahu dengan teknologi jam berapa waktu sholat apa, apa masih harus adzan keras-keras?”.
Saya pun kemudian menjawab “Ya setiap penumpang juga kan sudah tau jadwal penerbangannya sejak pesan dan memegang tiket, kemudian check-in, sudah tercetak jadwal keberangkatannya di boarding pass, sudah masuk ruang tunggu, tapi tetap bandara melakukan panggilan boarding bukan?
Dan ada satu hal lagi mengapa adzan harus dikumandangkan, itu bukan hanya sebagai penanda sudah masuk waktu sholat tapi benar2 panggilan sholat, karena kami harus menyegerakan sholat.
Sama halnya semua penumpang harus menyegerakan masuk pesawat setelah panggilan boarding, walaupun masih ada waktu naik pesawat sampai pesawat tutup pintu”.
Kali ini senyumnya bertambah lebar, lalu dia setengah memeluk aku sambil menepuk-nepuk bahuku dan berkata “Super .. I got it bro“

Nb.
Masih bnyk orng tdk rela ketinggalan Pesawat *dibanding* ketinggalan Sholat

Bahkan lebih rela menunggu pesawat yg belum datang *dibandingkan* menunggu Azan datang.ayo kita share rame2 di wall biar yg kepanasaan dengar adzan mudah2n mata hatix terbuka
Senin 03 Jumadil Akhir 1439H / 19 Februari 2018M

SIAPAKAH SEBAIK-BAIK MANUSIA?

Terdapat 11 golongan "sebaik-baik manusia " menurut hadis sahih.

1. RASULULLAH SAW bersabda:
( *خيركم من تعلم القرآن وعلمه* )
صحيح البخاري 5027
_*"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya."*_
_(HR. Bukhari 5027 )_

2. RASULULLAH SAW bersabda:
( *خياركم أحاسنكم أخلاقا* )
صحيح البخاري6035
_*"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik akhlaknya "*_
_(HR. Bukhari 6035)_

3. RASULULLAH SAW bersabda:
( *خيركم أحسنكم قضاء* )
أي عند رد القرض .
صحيح البخاري رقم 2305
_*"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam membayar* (mengembalikan hutang)_
_(HR. Bukhari 2305)_

4. RASULULLAH SAW bersabda:
( *خيركم من يُرجى خيره ويُؤمٓن شره* )
صحيح الترمذي / 2263
_*"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling boleh diharapkan kebaikannya dan aman dari keburukannya "*_
_(HR. Tirmidzi 2263)_

5. RASULULLAH SAW bersabda:
( *خيركم خيركم لأهله* )
صحيح ابن حبان / 4177
_*"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik terhadap istrinya"*_
_(HR. Ibnu Hibban : 4177)_

6. RASULULLAH SAW bersabda:
( *خيركم من أطعم الطعام وردَّ السلام* )
صحيح الجامع / 3318
_*"Sebaik-baik kalian adalah orang yang memberi makan* (kepada orang lain) *dan menjawab salam"*_
_(Shahih Al Jami' 3318)_

7. RASULULLAH SAW bersabda:
( *خياركم ألينُكم مناكب في الصلاة* )
الترغيب والترهيب 234/1
أي: يفسح لمن يدخل الصف في الصلاة .
_*"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam meluaskan tempat* ( bagi orang masuk dalam saf) *dalam solat."*_
_(Targhib wa Tarhib 1/234)_

8. RASULULLAH SAW bersabda:
( *خير الناس من طال عمره وحسن عمله* )
صحيح الجامع 3297
_*"Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya."*_
_(Shahih al Jami' 3297)_

9. RASULULLAH SAW bersabda:
( *خير الناس أنفعهم للناس* )
صحيح الجامع 3289
_*"Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain."*_
_(Shahih al Jami' 3289)_

10. RASULULLAH SAW bersabda:
( *خير الأصحاب عند الله خيركم لصاحبه، وخير الجيران عند الله خيركم لجاره* )
صحيح الأدب المفرد/84
_*"Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah orang yang paling baik terhadap sahabatnya. Sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah orang yang paling baik terhadap tetangganya"*_
_(Shahih Adabul Mufrod : 84)_

11. RASULULLAH SAW bersabda:
( *خير النَّاس ذو القلب المَخْمُوم واللِّسان الصَّادق* ) قالوا : صدوق اللسان نعرفه ، فما مخموم القلب ؟ قال :
( *هو النقي ، التقي ، لا إثم عليه ، ولا بغي ، ولا غل ، ولا حسد* ) .
صحيح الجامع / 3291
_*"Sebaik-baik manusia adalah orang yang memiliki hati yang makhmum dan lisan yang jujur."*_
Para sahabat bertanya : _Lisan yang jujur kami faham, maka apa yang dimaksud dengan hati yang makhmum?_
Baginda bersabda : _*"orang yang memiliki hati bersih dan bertakwa, tidak ada dosa, tidak berbuat zalim, serta tidak ada kebencian dan hasad"*_
_(Shahih al Jami' 3201)_

*جعلني الله واياكم من خير الناس*
_Semoga Allah Ta'ala menjadikan kita semua sebagai orang yang terbaik, aamiin..

اللهم صل على محمد وآل محمد*

*Semoga bermanfaat..*
_Tulisan Yockie Suryo Prayogo (musisi legendaris Indonesia) di FB tgl. 1 November 2017 (sebelum meninggal dunia Senin tgl 5 Februari 2018 kemarin)_


-------------------------
Boleh jadi *keterlambatanmu* dari suatu perjalanan adalah *keselamatanmu*

Boleh jadi *tertundanya pernikahanmu* adalah suatu *keberkahan*

Boleh jadi *dipecatnya* engkau dari pekerjaan adalah suatu *maslahat*

Boleh jadi sampai sekarang engkau *belum dikarunia anak* itu adalah *kebaikan dalam hidupmu*.

Boleh jadi engkau *membenci sesuatu* tapi ternyata itu *baik untukmu*, karena *Allah Maha Mengetahui* Sedangkan engkau tidak mengetahui.

Sebab itu, *jangan engkau merasa gundah* terhadap segala sesuatu yang terjadi padamu, karena *semuanya sudah atas izin Allah*

Jangan *banyak mengeluh* karena hanya akan *menambah kegelisahan*.

*Perbanyaklah bersyukur,  Alhamdulillah*,  itu yang akan *mendatangkan kebahagiaan.*
*Terus ucap alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah*, sampai engkau tak mampu lagi mengucapkannya.

*Selama kita masih bisa tidur tanpa obat tidur, kita masih bisa bangun tidur hanya dengan satu bunyi suara, kita terbangun tanpa melihat adanya alat-alat medis yang menempel di tubuh kita, itu pertanda bahwa kita hidup sejahtera.*

*Alhamdulillah,* *Alhamdulillah,* *Alhamdulillah,* ucapkan sampai engkau tak mampu lagi mengucapkannya.

*Jangan selalu melihat ke belakang karena disana ada masa lalu yang menghantuimu.*

*Jangan selalu melihat ke depan karena terkadang ada masa depan yang membuatmu gelisah.*

*Namun lihatlah ke atas karena di sana ada Allah yang membuatmu bahagia.*

Tidak harus banyak teman agar engkau menjadi populer, *singa sang raja hutan lebih sering berjalan sendirian.* Tapi kawanan domba selalu bergerombol.

*Jari-jari juga demikian; kelingking, jari manis, jari tengah, jari telunjuk, semuanya berjajar bersampingan kecuali jari jempol dia yang paling jauh diantara keempat itu.*

Namun perhatikan engkau akan terkejut kalau semua jari-jari itu *tidak akan bisa berfungsi dengan baik tanpa adanya jempol yang sendiri*, yang jauh dari mereka.

Karena itu, sebenarnya yang diperhitungkan *bukanlah jumlah teman yang ada di sekelilingmu* akan tetapi banyaknya *cinta dan manfaat* yang ada di sekitarmu, sekalipun engkau jauh dari mereka.

Menyibukkan diri dalam pekerjaan akan menyelamatkan dirimu dari tiga masalah; yaitu *kebosanan, kehinaan, dan kemiskinan*

Aku tidak pernah mengetahui adanya rumus kesuksesan, tapi aku menyadari bahwa *rumus kegagalan adalah sikap "asal semua orang  "*

*Teman itu seperti anak tangga*, boleh jadi ia *membawamu ke atas* atau ternyata sebaliknya *membawamu ke bawah*, maka *hati-hatilah anak tangga mana yang sedang engkau lalui.*

Hidup ini akan terus berlanjut baik itu engkau tertawa ataupun menangis, karena itu jangan jadikan hidupmu penuh kesedihan yang tidak bermanfaat sama sekali.

*Berlapang dadalah*, *maafkanlah*, dan *serahkan urusan manusia kepada Tuhan*, karena engkau, mereka, dan kita semua, semuanya *akan berpulang kepadaNya.*

*Jangan tinggalkan sholatmu sekali pun*. Karena di sana, jutaan manusia yang berada di bawah tanah, sedang berharap sekiranya mereka diperbolehkan kembali hidup mereka akan bersujud kepada Allah SWT walau sekali sujud.

*Jangan selalu bersandar pada cinta, karena itu jarang terjadi.*

*Jangan bersandar kepada manusia karena ia akan pergi*.

*Tapi bersandarlah kepada Allah SWT, Tuhan YME, karena Dialah yang menentukan segala sesuatu.*

*Subhanallah wa bihamdihi subhanallah hiladzim.*


-------------------------
🏡RUMAH IDAMAN DAN KUBURAN

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

🌴🌴🌴
Rumah idaman?
Udah lunas..
Gede..
Perabot lengkap..
Permadani memenuhi lantai..
Ber ac brrrr
Halaman luas..
Taman yang indah..

Tapi… jika ia kosong dari bacaan quran oleh lisan pemiliknya maka ia tak berbeda dg kuburan.. yang pengap dan sempit serta gelap..

🌴🌴🌴
simak apa sabda nabi shalallahu’alaihiwasalam tentang rumah idaman ini:

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللهُ فِيهِ وَالَّذِي لَا يُذْكَرُ اللهُ قِيْهِ كَمَثَلِ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

Dari Abu Musa radhiAllahu’anhu , dari Nabi shalallahu’alaihiwasalam  bersabda;
“Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya, seperti perumpamaan orang hidup dan mati.” Al-Bukhari (6407).
Rumah yg tak dilantunkan Alqur’an maka ia seperti quburan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

Dari Abu Hurairah radhiAllahu’anhu bahwa Rasulullah shalallahu’alaihiwasalam bersabda,
“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian pekuburan, sesungguhnya syetan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah.”
Shahih, diriwayatkan Muslim (780).

Walau kecil dan sempit tapi ia bagaikan surga di dunia.. jika penuh dg qur’an didalamnya..

Sudah berapa lembar yang anda baca pada hari ini dirumah?

🌴🌴🌴
Caranya mudah.. setiap selesai sholat fardhu jangan lupa anda isi dg membaca al qur’an atau sebelum sholat tiba.. maka anda akan dimudahkan tuk men tilawahnya..
Apalagi jika rutin.. bayangkan berapa banyak yang pahala yang anda dapat setiap 5 waktu sholat fardhu.. satu huruf 10 kebaikan..

InsyaAllah mudah dalam mengkahatamkan qur’an tiap pekan.. atau mungkin tiap bulan..
Barakallhu fikum..
…..
🌴🌴🌴
Sangat disayangkan.. sebagian ikhwan dan akhwat… semoga antum bukan termasuk… padahal mereka sudah rajin menimba ilmu lewat kajian dan lainnya.. jika untuk membaca alqur’an namun beratnya seakan memindah gunung merbabu dan merapi.. berattt dan malass..
Bagaiman hati akan dapat tuma’ninah dan selalu dapat memanfaatkan ilmu yang ia dapat..

Jika anda beralasan lelah.. maka ngobrol dg teman kok gak lelah..
Jika anda merasa ngantuk.. mengapa nonton TV anda gak ngantuk.. atau nyupir berjam jam di jalan anda kuat.. atau bbm bisa tahan bermenit menit or bisa berjam jam..
Depan komputer juga tahan lama jika ada kebutuhan..

🌴🌴🌴
Bukankah anda membutuhkan alqur’an..? Atau perasan diri yang kurang membutuhkan..
Ya itu jawabannya ada pada anda sendiri..
Berat memang untuk memulai.. tapi lebih berat untuk ISTIQOMAH..

Semoga pesan tadi tidak diabaikan.. seperti tiupan angin yang menerpa wajah sesaat
_ORANG BAIK ITU BANYAK TEMAN_,  *t e t a p i*
*PENYERU KEBAIKAN AKAN BANYAK MUSUH*

_Imam Ibnu Qudamah pernah ditanya, *"Apa bedanya Orang Baik (Shalih) dan Penyeru Kebaikan (Mushlih)?"*_

Beliau menjawab:

 *الصالح خيره لنفسه والمصلح خيره لنفسه ولغيره.*

_1.Orang Baik (Shalih), melakukan kebaikan untuk dirinya, sedangkan Penyeru Kebaikan (Muslih) mengerjakan kebaikan untuk dirinya dan untuk orang lain._

*الصالح  تحبُه الناس. والمصلح تعاديه الناس .*

_2. Orang Baik, dicintai manusia, Penyeru Kebaikan dimusuhi manusia._

Beliau ditanya lagi oleh muridnya, *"Kenapa demikian?"*

Jawabnya:

*الحبيب المصطفى(صلى الله عليه وسلم) قبل البعثة أحبه قومه  لأنه صالح .*

_Rasulullah sebelum diutus sebagai Rasul, beliau dicintai oleh kaumnya karena beliau adalah orang baik._

*ولكن لما بعثه الله تعالى صار مصلحًا فعادوه وقالوا ساحر كذاب مجنون.*

_Namun ketika Allah ta'ala mengutus nya sebagai Penyeru Kebaikan, kaum nya langsung memusuhinya dengan menggelarinya sebagai Tukang sihir, Pendusta, Gila, dll._

Ibnu Qudamah kemudian menambah kan:
 *لأن المصلح يصطدم بصخرة*
*أهواء من يريد أن يصلح من فسادهم*

*_Karena Penyeru Kebaikan 'menyikat' batu besar nafsu angkara dan memperbaikinya dari kerusakan._*

_Itulah sebabnya kenapa Luqman al Hakim menasihati anaknya agar *BERSABAR* ketika melakukan perbaikan, karena dia pasti akan menghadapi permusuhan. Disebutkan dalam Al Quran:_

*يا بني أقم الصلاة وأمر بالمعروف وانهَ عن المنكر واصبر على ما أصابك.*

_"(Lukman berkata) Hai anakku tegakkan shalat, perintahkan kebaikan, laranglah kemungkaran, dan bersabar lah atas apa yang menimpamu."_

*Berkata Ahlul Ilmi:*

*مصلحٌ واحدٌ أحب إلى الله من آلاف الصالحين.*

_"Satu penyeru kebaikan lebih dicintai Allah daripada ribuan orang baik (yang tidak menyerukan kebaikkan)."_

*_Sesungguhnya melalui penyeru kebaikan itulah, Allah menjaga umat ini. Sedang orang baik hanya cukup menjaga dirinya sendiri._*

_Maka marilah kita berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjadi penyeru kebaikkan._

_🌾Dan semoga Allah memberi kita kesabaran dalam perjuangan berat ini._
*KRITIK DAN BAIK SANGKA*

 (1) Kita tidak bisa membaca hati manusia, apalagi hanya dari dunia maya.

 (2) Belum tentu orang yang menuliskan rutinitas amalnya adalah riya’. Bisa jadi ia berniat menyemangati kawannya.

 (3) Belum tentu orang yang mengabarkan rizqi yang diterimanya adalah berbangga-bangga dengan harta. Bisa jadi, ia ingin mensyiarkan syukur atas karunia-Nya.

 (4) Isi hati adalah misteri, maka baik sangka lebih terpuji.

 (5) Mereka yang menuliskan pengalamannya di socialmedia, belum tentu ingin menjadi selebritis dunia maya. Bisa jadi ada inspirasi yang hendak dibagikannya.

 (6) Mereka yang mengabarkan sedang mengisi kultum entah di mana, belum tentu ingin dipuji amal dakwahnya. Bisa jadi ia ingin memberi harapan pada rekannya, bahwa di sana dakwah masih menyala.

 (7) Isi hati adalah misteri, maka baik sangka lebih terpuji.

 (8) Mereka yang menyampaikan secuplik ilmu yang diketahuinya, belum tentu ingin diakui banyak ilmunya. Bisa jadi ia terpanggil untuk menyampaikan sedikit yang ia punya.

 (9) Mereka yang gemar mengkritisi kekeliruan yang dilihatnya, belum tentu merasa dirinya paling benar sedunia. Bisa jadi, itu karena ia sungguh mencintai saudaranya.

 (10) Isi hati adalah misteri, maka baik sangka lebih terpuji.

 (11) Mereka yang gemar menuliskan apapun yang dipikirkannya, belum tentu ingin diakui sebagai perenung berwibawa. Bisa jadi, ia adalah pelupa, dan mudah ingat dengan membagikannya.

 (12) Mereka yang selalu merespon apa yang dilihatnya, belum tentu ingin eksis di dunia maya. Bisa jadi ia memang senang berbagi yang dia punya.

 (13) Isi hati adalah misteri, maka baik sangka lebih terpuji.

(14) Tapi baik sangka, tak berarti membiarkan kawan-kawan melakukan sesuatu yang nampak keliru di mata kita.

 (15) Baik sangka, harus disertai dengan saling mengingatkan agar tidak tergelincir niatnya, agar tidak terhapus pahala amalnya.

(16) Isi hati adalah misteri. Namun apa yang nampak keliru di mata kita, di situlah tugas kita untuk meluruskannya. Sebab kita saudara.

 (17) Baik sangka itu menentramkan. Namun, saling mengingatkan juga merupakan kebutuhan.

 (18) Baik sangka itu indah, tapi bukan berarti membiarkan saudara terlihat salah.

 (19) Baik sangka, dan nasihat-nasihati adalah kewajiban persaudaraan.

 (20) Semoga kita bisa senantiasa belajar bersama.

MUTIARA NASEHAT MUSLIMAH