SELAMAT DATANG DAN SELAMAT MENIKMATI, SEMOGA BERMANFAAT

Rabu, 29 Juni 2016

DOA-DOA SEBELUM SALAM DALAM SHALAT

1. Bahwasanya Rasulullaah صلى الله عليه و سلم masuk masjid, dan ada seorang lak-laki yang sedang shalat, dalam keadaan bertasyahud, ia berdoa (dalam tasyahudnya:

اللَّهمَّ إنِّي أسألُكَ يا اللَّهُ بأنَّكَ الواحدُ الأحدُ الصَّمدُ، الَّذي لم يَلِدْ ولم يولَدْ ولم يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ، أن تغفِرَ لي ذُنوبي، إنَّكَ أنتَ الغَفورُ الرَّحيمُ

/Allaahumma inni as-aluka yaa Allaah, bi annakal waahidul ahadush shamad, alladziy lam yalid wa lam yuulad wa lam yakul-lahu kufuwan ahad, an taghfiraliy dzunuubiy innaka antal ghafuuur rahiim/

‘Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu ya Allah, Yang Maha Esa lagi tempat bergantungnya seluruh makhluk, Yang tidak beranak, tidak pula diperanakkan, dan tidak ada yang setara dengan-Nya, agar engkau mengampuni dosa-dosaku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’

Maka Rasuulullaah bersabda: Sungguh Allah telah mengampuninya, sungguh Allah telah mengampuninya, sungguh Allah telah mengampuninya“. (HR. Ahmad, Abu Daud, an-Nasai, dan dishahihkan oleh syekh al-Albani).

Sumber: https://muslim.or.id/27425-jangan-lupakan-doa-ini-ketika-tasyahud-sebelum-salam.html

2. allahumma ini audzubika min azabil qobri wa min azabinnar, wa min fitnati mahya wa mamati wa min fitnati masihiidazal. 

3. Subhanalladzi laailaahailahu , allahumazhab anil hamma wal hazan (pengajian malam jumat Hasdik)
# Dosa 99 lembar Sejauh Mata Memandang Terhapus dengan TAUHID

#IndonesiaBertauhid

-TAUHID bisa menghapuskan dosa (selain dosa syirik) walapun sangat banyak bahkan  walaupun dia belum bertaubat kepada Allah sebelum meninggal

-Berikut kisah shahih seseorang yang di hari kiamat ia memiliki dosa yang sangat banyak, 99 lembar sejauh mata memandang

-Kebaikannya? Hanya 1 lembar kecil SAJA, yaitu kartu (bithaqah) yang bertuliskan kalimat TAUHID (لا إله إلا الله)

-Ketika ditimbang, ternyata lebih berat kartu kecil berisi kalimat TAUHID yang ternyata ia sangat IKHLAS dan BERILMU TAUHIDNYA, tentu terjauhkan dari kesyirikan (lihat H.R. Ahmad,  Tirmidzi. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

-Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Bukan maksudnya meremehkan dosa dan menganggap kecil amalan lainnya, tetapi besarnya keutamaan TAUHID

Bahkan ada ulama yang berpendapat, lafadz "رجلا" (rajulan) berarti seseorang, berarti contoh ini HANYA PADA SATU ORANG SAJA, tidak pada yang lainnya, orang ini TAUHIDNYA sangat ikhlas dan jauh dari syirik

2. TAUHID memang bisa menghapuskan dosa walaupun sepenuh bumi

3. Ingat! dosa yang dihapus adalah dosa kepada Allah, adapun dosa sesama manusia (misalnya memukul), maka akan dibalas dipadang mahsyar 

-Rincian nasib manusia nanti:

1. Jika TAUHIDnya bagus, maka bisa jadi langsung masuk surga tanpa hisab dan adzab

2. Amal baiknya lebih banyak dari amal buruk, maka masuk surga

3. Amal buruk lebih banyak dari amal baik, maka dirinci:

A. Bisa jadi Allah ampuni dosa-dosanya walaupun ia belum bertaubat sebelum meninggal, maka ia masuk surga

B. Allah tidak ampuni, bisa jadi TAUHIDnya kurang, maka  masuk neraka SEMENTARA dan nanti masuk surga kemudian

4. Ia pernah melakukan kesyirikan dan belum bertaubat sebelum meninggal, maka ia masuk nereka kekal

Selasa, 31 Mei 2016

DO’A PARA PECINTA AL QUR’AN

Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam  bersabda :

“Barangsiapa yang sedang mendapatkan musibah, kesedihan hati dan kegundahan jiwa kemudian membaca do’a ini pastilah Allah akan  menghilangkan semua kesedihan dan kesulitannya serta menggantikan dengan jalan keluar baginya”.

اَللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قُلُوْبِناَ، وَنُوْرَ صُدُوْرِناَ، وَجَلاَءَ أَحْزَانِناَ، وَذَهَابَ هُمُوْمِناَ.

“Ya Allah jadikanlah Al Qur’an sebagai penyejuk hati kami, cahaya yang menyinari dada kami, pelipur duka kami dan penghapus kesedihan kami”.

Lalu seseorang bertanya kepada Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam

“Ya Rasulallah, bolehkah kami menghafalkannya ?”.

Beliau menjawab : “Aku anjurkan bagi yang mendengarnya agar menghafalkan (dan mengamalkannya)”.

(HR. Hakim dalam Al Mustadrak, beliau berkata : Hadits ini Shahih dengan persyaratan Imam Muslim)
CINTA ITU LELAH
Kawan....

Syaikhul Islam ibnu Taimiyah rahimahullah berkata :
“Meraih sesuatu yang dicintai seringnya harus menanggung sesuatu yang menyusahkan. Baik cinta yang benar maupun cinta yang tidak benar.” (Al ‘Ubudiyah hal 130).

 Mari Kita renungkan

Orang yang cinta kedudukan..
Dia lelah untuk meraihnya.. Menghadapi rintangan yang amat berat..

Bahkan seringkali berbahaya untuk dunia dan agamanya..

Orang yang cinta harta..
Ia habiskan waktunya untuk membanting tulang..

Tak kenal waktu..
Bahkan sering ia sakit karenanya..
Orang yang cinta syahwat..
Ia lelah hatinya..
Demi mengejar syahwat yang ia dambakan..

Di saat jauh..
Ia tersiksa oleh kerinduan..
Di saat dekat..
Ia tersiksa oleh kekhawatiran tuk berpisah dengannya..

Semakin cinta..
Semakin kuat perjuangan meraihnya..

Semakin kurang cintanya..
Semakin lemah pengorbanan..
Semua kita mengaku mencintai Allah dan RasulNya..

Sejauh manakah pengorbanan untuk meraih cinta itu..

Syaikhul Islam berkata, “Apabila seorang hamba meninggalkan apa yang ia mampu lakukan dari berjihad, maka itu bukti kelemahan cinta dalam hatinya kepada Allah dan rasulNya.”
(Al Ubudiyah hal 130).


Allahul Musta’an..  Semoga manfa'at

#Renungan Pagi

Semangat ✊🏻✊🏻✊🏻✊🏻


Keep Fighting

Salam Cinta
Haidh Di Penghujung Ramadhan.


Haidh bagi wanita adalah suatu keniscayaan..

Haidh untuk wanita merupakan anugerah kenikmatan..

Jangan diingkari apalagi di sesali..

Walaupun terjadi di penghujung bulan suci..

A. Ketetapan Allah.

Tatkala Aisyah bersedih sebab kedapatan haidh ketika berhaji..

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

"Perkara ini (haidh) adalah suatu ketetapan yang Allah berikan kepada kaum wanita

فَافْعَلِى مَا يَفْعَلُ الْحَاجُّ ، غَيْرَ أَنْ لاَ تَطُوفِى بِالْبَيْتِ حَتَّى تَطْهُرِى

"Lakukanlah segala sesuatu yang dilakukan orang yang berhaji kecuali thawaf di Ka’bah hingga engkau bersih..”
(HR. Bukhari: 305, Muslim: 1211)

Bagi hamba yang beriman..

Berkurangnya kesempatan beribadah merupakan kesedihan..

Namun bukanlah menjadi penghalang..

B. Berbuat Apa?

Juwaibir berkata bahwa dia pernah bertanya pada adh-Dhahak rahimahullahu ta’ala,

“Bagaimana pendapatmu tentang wanita nifas, haid, musafir, dan orang yang tertidur; apakah mereka bisa mendapatkan bagian dari Lailatul Qadar…?”

Adh-Dhahak pun menjawab, “Iya, mereka tetap bisa mendapatkan bagian..

Setiap orang yang Allah terima amalannya akan mendapatkan bagian Lailatul Qadar…” (Lathaiful Ma’arif: 341)

Diantara amalan yang dapat dilakukan:

1) Memperbanyak dzikir, doa dan istighfar, terutama doa yang dianjurkan saat lailatul Qadr.

2) Membaca Al-Qur’an tanpa menyentuh langsung mushhaf (misal gunakan pelapis)

3) Bersedekah kepada sesama,

4) Mempersiapkan sahur dan berbuka bagi keluarga,

5) Beragam amal kebajikan lainnya

C.  Bahagia Amal Diterima.

Fudhalah bin ‘Ubaid berkata,

"Bila saja aku mengetahui Allah menerima dariku satu amalan kebaikan walaupun kecil sedikit..

tentu lebih aku sukai dari dunia dan seisinya..

karena Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

"Sesungguhnya Allah hanya menerima (amalan) dari orang-orang yang bertakwa"
(QS. Al-Maidah: 27)

Tiada alasan bagi wanita haidh untuk melemah dalam beramal kebajikan..
” Mengingat Empat Kengerian “

☄Hatim al-Asham rahimahullah mengatakan, “Siapa yang kalbunya tidak pernah mengingat empat kengerian ini, berarti dia adalah orang yang teperdaya dan tidak aman dari kecelakaan.

(1) Saat yaumul mitsaq (hari saat diambilnya perjanjian terhadap ruh manusia) ketika Allah Subhanahu wata’ala berfirman, ‘Mereka di surga dan Aku tidak peduli, sedangkan mereka (yang lain) di neraka dan Aku tidak peduli’; dia tidak tahu, dirinya termasuk golongan yang mana.

(2) Saat dia diciptakan dalam tiga kegelapan (di dalam rahim), ketika malaikat diseru (untuk mencatat) kebahagiaan atau kesengsaraan (seseorang); dia tidak tahu apakah dirinya termasuk orang yang sengsara atau bahagia.

(3) Hari ditampakkannya amalan (saat sakaratul maut); dia tidak tahu, apakah dia diberi kabar gembira dengan keridhaan Allah Subhanahu wata’ala atau kemurkaan- Nya.

(4) Hari ketika manusia dibangkitkan dalam keadaan yang berbeda-beda; dia tidak tahu jalan mana yang akan ia tempuh di antara dua jalan yang ada.”

(Jami’ al-‘Ulum wal Hikam hlm. 81)
. HURU-HARA TITIAN SHIRAT

ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﻘﺮﻃﺒﻲ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ :

Al-Imam Al-Qurthuby rahimahullah berkata:

Fikirkanlah sekarang tentang apa yang akan engkau alami berupa ketakutan yang besar dalam hatimu, jika engkau telah melihat shirat dan tipisnya, lalu pandanganmu tertuju kepada hitamnya Jahannam dibawahnya.

Kemudian pendengaranmu dikagetkan dengan suara neraka yang mengerikan dan gemuruhnya.

Sungguh engkau akan dipaksa berjalan melintasi shirat bersamaan dengan lemahnya kondisimu, dan kegoncangan hatimu dan gemetarnya kakimu.
Dan punggungmu sudah terasa berat dengan dosa-dosa yang menghalangimu untuk bisa berjalan di hamparan bumi, lebih-lebih diatas tajamnya shirat.

Maka bagaimana jika engkau meletakkan salah satu kakimu lalu engkau merasakan tajamnya. Lalu engkau dipaksa mengangkat kakimu yang kedua, dan para makhluk berada dihadapanmu, mereka terpeleset dan berjatuhan. Dan malaikat Zabaniyah-nya neraka menangkap mereka dengan penyambar dan pengait-pengait besi.

Dalam keadaan engkau melihat mereka, bagaimana mereka terjungkir kepala-kepala mereka ke arah neraka, dalam keadaan kaki mereka terangkat ke atas.
Duhai betapa mengerikan pemandangan tersebut.. betapa sulitnya tempat naiknya, betapa sempitnya tempat (titiannya), Ya Allah selamatkanlah kami, selamatkanlah kami !