SELAMAT DATANG DAN SELAMAT MENIKMATI, SEMOGA BERMANFAAT

Rabu, 19 Juni 2019

[DOA NABI ZAKARIYA]
#RamadhanProject
#Onedayonejuz
#1440H


 وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ 


Terjemah: Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: "Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.


Dan ingatlah (wahai Rasul) kisah hamba Allah bernama Zakaria ketika dia memohon kepada Tuhannya agar berkenan memberikan rizki kepadanya berupa keturunan ketika telah berusia senja dengan berucap, “Wahai Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup sebatang kara, tanpa keturunan. Anugerahkanlah kepadaku pewarisku yang akan menjalankan ajaran agama di tenagh manusia sepeninggalku. Dan Engkau adalah Dzat Yang Mahaabadi, Yang terbaik lagi sebaik-baik Dzat yang memberikan pengganti bagiku dengan kebaikan.”

Maksud Nabi Zakaria adalah seandainya Allah tidak mengabulkan doanya, yakni memberikan keturunan, maka dia (Zakaria) menyerahkan dirinya kepada Allah karena Dia ahli waris yang paling baik, yang kekal setelah semuanya binasa. Meskipun demikian, Zakaria menginginkan sesuatu yang menenangkan hatinya dan melegakan jiwanya, yaitu agar dikaruniakan kepadanya seorang anak untuk menggantikannya berdakwah kepada Allah.

Referensi: tafsirweb.com

[DOA NABI ZAKARIYA]
#RamadhanProject
#Onedayonejuz
#1440H


قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Terjemah : "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa". (QS. Ali 'Imran ayat 38)

Melihat keistimewaan maryam dan nilai keberkahan mihrab tersebut, zakaria menjadikan tempat yang diberkahi itu untuk memohon seorang anak kepada Allah. Di sanalah, di mihrab tempat maryam beribadah, zakaria berdoa dengan penuh kekhusyukan dan keyakinan. Dia berkata, ya tuhanku, melalui keberkahan mihrab ini, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, karena aku sendiri tidak tahu bagaimana caranya. Yang aku tahu sesungguhnya engkau maha mendengar doa setiap hamba yang memohon kepada-Mu.



Allah mengabulkan doa zakaria, dan dengan segera para malaikat, yakni malaikat jibril, memanggilnya ketika dia sedang berdiri melaksanakan salat di mihrab, Allah menyampaikan kabar gembira yakni memberi anak kepadamu, wahai zakaria, dan menambah pemberian-Nya dengan memberinya nama yahya.


Bukan hanya itu, ia adalah orang yang akan membenarkan atau mengimani sebuah kalimat atau firman dari Allah yakni kedatangan seorang nabi yang diciptakan tanpa ayah yaitu nabi isa, juga sebagai panutan, berkemampuan menahan diri dari hawa nafsu dan seorang nabi di antara orang-orang saleh.

Referensi: tafsirweb.com
•••┈┈•┈┈•⊰✿💐💐✿⊱•┈┈•┈┈•••
Departemen Training, PSDM One Day One Juz

*OSM(ODOJ Spirit Message)*

STANDAR PERBUATAN

Dalam hidup kita selalu dihadapkan dengan aneka ragam pilihan
Yang jika kita tidak mengerti standard kepastian
Gemerlap duniawi nan menggiurkan bisa menjadi pilihan
Tanpa terasa diri terlalaikan dengan kebahagiaan semu berakhir penyesalan

Kesempurnaan Islam melahirkan aturan petunjuk jalan
Ada wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram diseluruh aspek kehidupan
Taat perintah sesuai kemampuan, tanpa tapi seluruh larangan ditinggalkan

Karena..
Standard kepastian bagi orang yang beriman adalah syari'at
Yang jika ia berseru maka yang tersebut hanyalah saya mendengar dan saya taat
Yang akan menjamin kebahagiaan di dunia hingga diakhirat

Dan syari'at itu telah termuat dalam Al Qur'an dan Hadits
Yang akan menuntun diri dijalanNya dengan penuh optimis
Yang akan memalingkan  dari tujuan kehidupan materialiatis juga solusi pragmatis

Yang Rasulullah berseru untuk kita berpegang pada keduanya
Baca, pahami dan yakinkan perbuatan diri sesuai standard yang telah ditentukanNya
Jika kita inginkan kebahagiaan yang hakiki dalam RidhaNya
Karena itulah tujuan hidup yang sesungguhnya

Tatik Ummu Adzkia
Departemen Training

OSM-148/06/2019 9 Juni 2019
•••┈┈•┈┈•⊰✿💐💐✿⊱•┈┈•┈┈•••
•••┈┈•┈┈•⊰✿💐💐✿⊱•┈┈•┈┈•••
Departemen Training, PSDM One Day One Juz

*OSM(ODOJ Spirit Message)*

*APA KABARMU SETELAH RAMADHAN?*

Tiga puluh hari sudah, kita lalui bersama tamu agung, yang hadirnya hanya setahun sekali.
Kehadiran tamu agung selama sebulan ini membawa keberkahan bagi umat Islam, dimana semua amal kebaikan dilipat gandakan, dan mendapat pengampunan dosa.

Pada bulan kemuliaan ini setiap muslim berlomba melakukan banyak ibadah dan kebaikan, juga meningkatkan kualitas iman, agar keberkahan dan pahala mengalir kepundi-pundi amalnya. Dan tentu hanya bagi yang melakukannya penuh semangat karena mengharap ridho Allah semata.

Dan seharusnya selama perjalanan satu bulan berpuasa, akan membawa kita ketingkat iman yang lebih tebal, kesholehan yang lebih baik, dan meningkatnya kualitas hubungan kita dengan Allah, maupun dengan sesama manusia.

Pertanyaannya,
Apa kabar imanmu, kesholehanmu dan amal kebaikan serta ibadahmu setelah Ramadhan?
Apakah semua itu hanya selama Ramadhan? Apakah imanmu pergi menjauh setelah Ramadhan? Padahal tantangan kita yang sesungguhnya adalah 11 bulan yang akan datang.

Janganlah Ramadhan berlalu, semua kebaikan yang kita lakukan selama satu bulanpun berlalu begitu saja.
Seharusnya kita sudah tahu, bahwa Ramadhan adalah kembalinya seorang hamba-NYA ketitik fitrahnya.

Jadi,
Yuuk jaga diri untuk tetap istiqomah atas amalan amalan kita selama Ramadhan untuk 11 bulan kedepannya

Windye
Dept Training PSDM

OSM-149/06/2019 11 Juni 2019
•••┈┈•┈┈•⊰✿💐💐✿⊱•┈┈•┈┈•••
*MOTIVASI SIANG*

*Membaca Al Quran tidak akan mengurangi waktumu. Justru sebaliknya, ia akan menambah waktumu*

Secara hitungan matematika dunia, membaca Al Quran tampak seakan-akan mengurangi waktu. Dari total 24 jam dalam sehari, seolah-olah berkurang sekian detik, sekian menit atau sekian jam jika digunakan untuk membaca Al Quran.

Tapi, tahukah anda bahwa waktu yang anda gunakan untuk membaca Al Quran itu sebenarnya tidak hilang begitu saja. Ia akan diganti oleh Allah dengan keberkahan yang berlipat ganda.

Apa itu keberkahan?

Keberkahan artinya pertambahan dan pertumbuhan. Wujudnya bisa bermacam-macam. Misalnya, pekerjaan beres, produktivitas meningkat, keuntungan bertambah, kesehatan terjaga dan seterusnya.

Itu adalah wujud keberkahan yang akan diperoleh oleh orang yang membaca Al Quran.

Pernahkah anda mendengar tentang orang yang stress? Atau orang yang sedang kebingungan mencari inspirasi? Atau orang yang kesulitan menyelesaikan pekerjaannya? Atau orang yang waktunya habis sia-sia tanpa produktivitas?

Itu adalah bentuk-bentuk kehilangan umur yang disebabkan tidak berkahnya waktu.

Tahukah anda bahwa dahulu para ulama bisa menulis karya-karya agung yang jumlahnya melebihi bilangan umur mereka? Padahal saat itu belum ada mesin ketik, apalagi komputer. Semuanya ditulis manual dengan tangan dan peralatan yang sangat sederhana, ditambah kondisi yang lebih sulit daripada kondisi sekarang.

Mengapa mereka bisa? Jawabnya karena waktu mereka penuh berkah.

Dari mana keberkahan itu? Jawabnya dari membaca Al Quran.

“Perbanyaklah membaca Al Quran. Jangan anda tinggalkan. Karena kemudahan yang akan anda peroleh akan berbanding lurus dengan kadar yang anda baca.

*Jangan membaca Al Quran di waktu luangmu, tapi luangkanlah waktumu untuk membaca Al Quran*.

#Copas
🔥MoVe ON
HBS/503-MO/PS/2019
➖➖➖➖➖➖➖

💥JANGAN KITA TINGGALKAN AL-QUR'AN PASCA RAMADHAN INI

Ramadhan telah berlalu, rutinitas dan semangat dalam menjalankan ibadah-ibadah selama di bulan ramadhan apakah juga akan berlalu begitu saja?

Selama ramadhan tilawah tiada henti setiap ada waktu, bahkan 3 sampai 5 hari bisa khatam.

وَقَالَ الرَّسُول:
يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

Berkatalah Rasul ﷺ :
_"Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Quran ini sebagai sesuatu yang DITINGALKAN."_ (QS. Al-Furqon: 30)

Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa Hajr terhadap al-Qur'an (meninggalkan dan mengabaikan al-Qur'an) ada beberapa jenis yaitu sebagai berikut :

√ Tidak mau mendengarkan, mengimani dan memperhatikan al-Qur'an.

√ Tidak mau MENGAMALKAN al-Qur'an, tidak menghalalkan apa yang dihalalkannya, dan tidak mengharamkan apa yang diharamkannya meskipun dia membaca dan mengimaninya.

√ Tidak menjadikan al-Qur'an sebagai HAKIM (landasan hukum) dalam berbagai urusan agama.

√ Tidak berupaya menghayati dan memahami makna-makna yang terkandung dalam al-Qur'an.

(al-Fawaid karya Ibnul Qayyim 1/82)

Janganlah kita mengabaikannya dan bahkan meninggalkan untuk membacanya walau hanya satu ayat.

^^^
Salam MoVe ON💥

Oleh: @Henny Dwi Wulansari
==========
Join With Us:
💘FB ~ PeRiNDu SuRGa
https://www.facebook.com/groups/1770635569850310
💘Telegram
https://t.me/triobsperindusurga
💘Blog
http://triobshdw.blogspot.co.id
💘IG
https://www.instagram.com/triobsperindusurga
💘YouTube ~ Trio BS HDW
https://www.youtube.com/channel/UCMqJP7Gmwf9nDo_vDbBT3NQ

🌸🌸🌸🌸💫hdw💫🌸🌸🌸🌸
*Materi Tayang AIHQ*
*DK PSDM ODOJ*

🏡Oase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Kamus, 13 Juni 2019


*Setiap Kebaikan Bermula dari Diri Sendiri*
Oleh: @rochma_yulika


Mengubah orang lain bermula dari mengubah diri sendiri.
Jika kita ingin orang lain baik maka diri kita harus lebih dahulu baik.

_“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah…”_
(QS. Ali Imran : 110)

Mengajak pada jalan kebaikan tidaklah mudah.
Mari kita bercermin dari para Nabi dan Rasul yang pernah mengalami betapa beratnya mengajak orang lain untuk menuju jalan yang diridlai oleh Allah.

Ada beberapa hal yang harus kita lakukan ketika berkeinginan menyeru kebenaran.

*1. Memiliki karakter yang baik.*
Seorang yang berakhlak mulia akan menjadi contoh Kebaikan sebelum menyampaikannya pada orang lain. Pribadinya cerminan akhlak yang telah dituntunkan. Pun demikian kesantunan Rasulullah tak mampu menggerakkan hati Sang Paman untuk berubah dan memilih bersyahadat. Maka kemudahan ketika mengajak teman atau siapa pun tak bisa lepas dari kehendak Allah.

*2. Mengajak dengan kesantunan.*
Pemilihan kata yang menyejukkan sudah seharusnya. Bukan dengan perintah atau paksaan. Kita tentu akan terheran seperti apa Kan'an menolak mengimanu Tuhan Sang Ayah dan memilih untuk kufur dan terseret air bah ketika azab didatangkan untuk kaum Nabi Nuh. Tugas kita berikhtiar agar Allah ridla dari setiap yang kita lakukan.

*3. Mengajak beramal yang mudah.*
Banyak orang berpikir untuk menjadi lebih baik lantas mengukur diri semampu apa bisa menjalani kebaikan itu. Maka memulakan dari amal yang sederhana tapi bernilai, dari yang kecil tapi rutin akan membuat seseorang terbiasa melakukan kebaikan hingga akhirnya tanpa rasa berat amal-amal yang awalnya dirasa berat menjadi ringan.

*4. Sampaikan dengan hati.*
Berbicara dengan hati nanti akan sampai ke hati. Keikhlasan kita kala mengajak kebaikan akan menjadi tolok ukur keberhasilan. Bahkan hati bersih cerminan genapnya iman seseorang. Kualitas iman pun akan terukur ketika bermuamalah. Tak mudah menyakiti, tak gampang menyelisihi bahkan berusaha menyelaraskan dengan orang lain.

*5. Melakukan pendekatan yang intesif.*
Kedekatan seseorang akan bisa menjadikan antar teman saling memahami karakter masing-masing. Dengan ini akan lebih mudah untuk menyampaikan ajakan kebaikan karena antar temat dekat tidak ada sekat. Walaupun demikian harus tetap hati-hati dan perlu strategi yang tepat agar mudah teman kita menerimanya.

*6. Senantiasa mengharap pertolongan Allah.*
Kita hamba yang lemah, dan tak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Maka doa untuk dimudahkan berkata pun diajarkan. Setiap kita akan mengajak seseorang mulakanlah dengan berdoa agar kemudahan untuk menyampaikan kebenaran kita dapatkan.

Jangan putus asa untuk mengajak siapa pun berbuat baik karena satu orang yang tergerak hatinya maka pahala amal jariyah akan terus mengalir untuk kita. Wallahul musta'an


◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/441/13/06/2019
oaseodoj@gmail.com
🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸
*Materi Tayang AIHQ*
*DK PSDM ODOJ*

🏡Oase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Senin, 17 Juni 2019


*Kematian Adalah Guru Kehidupan*
Oleh: @rochma_yulika


Cukuplah kematian sebagai pengingat.
Bahwa hidup manusia hanya sesaat.
Bahwa hidup di dunia sekedar lewat.
Dan bahwa perjalanan ini sangatlah singkat.

Kita belajar dari kematian.
Bahwa hidup hanya sementara.
Bahwa kita bukan siapa-siapa.
Bahwa kita tak punya apa-apa.
Dan segala yang ada tak bisa menyelamatkannya.

Kematian adalah guru kehidupan.
Mengajarkan pada kita bahwa diri harus punya persiapan.
Ketika ajal tiba sudah memiliki bekalan.
Dan saat meregang nyawa ada jalan kemudahan.

Melihat kematian sanak saudara membuat kita merenung kembali.
Siapa pun kita juga akan mati.
Sementara kapan datangnya ajal pun tak pasti.
Tugas kita bersiap kala dipanggil Ilahi.

Bersyukurlah bagi hamba-hamba Allah yang senantiasa mampu merenunginya.
Selayaknya guru, kematian menghadirkan banyak pelajaran berharga.
Menjadikan suasana lebih bermakna.
Menjaga diri agar selaras dengan aturan-Nya.
Hingga tak menyimpang dari jalan yang ditetapkan-Nya.

Allah swt mengingatkan itu dalam surah Al-Anbiya ayat 1,
_“Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).”_

Dan akan datang ajal di saat yang tak kita ketahui, bahkan kita sedang apa pun tak bisa kita kira. Maka bersiaplah untuk menerima kehadiran malaikat pencabut nyawa.


◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/442/17/06/2019
oaseodoj@gmail.com
🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸